DATA PERKEMBANGAN II (KUNJUNGAN RUMAH)
6. Langkah VI: Pelaksanaan
Merupakan pelaksanaan dari rencana asuhan menyeluruh secara efisien dan aman (Sulistyawati, 2009). Pelaksanaan yang dapat dilakukan pada akseptor KB 3 bulan dengan amenore adalah: melakukan pemeriksaan terhadap ibu, menjelaskan pada ibu tentang hasil pemeriksaan, memberi penjelasan kepada ibu tentang efek samping penggunaan KB suntik 3 bulan tentang amenore, memberi terapi pada ibu bila masih mengeluh masalah haid dan ingin melanjutkan memakai alat kontasepsi suntik dapat diberikan pil kombinasi satu siklus etinile stradiol 50 mg per hari untuk 3 hari sebanyak 10 tablet dan ibuprofen 3x800 mg selama 5 hari, memberi penjelasan pada ibu bahwa akan terjadi haid bila pil kombinasi habis.
Pada kasus Ny. S akseptor KB suntik 3 bulan yaitu memberi informasi tentang keadaan ibu, memberi penjelasan kepada ibu tentang efek samping dari KB suntik 4 bulan diantaranya mengalami gangguan haid seperti amenore (tidak haid selama 3 bulan berturut-turut),
spooting (flek-flek atau bercak darah), penambahan berat badan, sakit
bulan berturut-turut karena adanya ketidak seimbangan hormon esterogen dan progesterone dalam tubuh, sehingga mempengaruhi endometrium, menganjurkan ibu untuk menjaga personal hygiene, terutama daerah kemaluan, caranya dengan mengganti pakaian dalam sehari 2 kali, usap labia mayora kanan dan kiri dengan menggunakan air bersih kemudian usap labia minora kanan dan kiri setelah itu usap dari klitoris sampai perinium, memberitahu ibu untuk tetap mengkonsumsi makanan bergizi seperti nasi, lauk-pauk, sayur, buah, susu, memberi terapi 1 siklus pil kombinasi etinile stradiol 50 mg per hari untuk 3 hari sebanyak 10 tablet dan ibuprofen 3x800 mg selama 5 hari, menganjurkan ibu kontrol ulang 2 hari lagi.
Dari data di atas tahap ini tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek.
7. Langkah VII: Evaluasi
Hasil pengkajian ini dijadikan sebagai acuan dalam pelaksanaan asuhan berikutnya (Sulistyawati, 2009). Menurut Varney (2006), evaluasi yang ingin dicapai Pada kasus akseptor KB suntik 3 bulan ini adalah: Ibu sudah mengerti tentang hasil pemeriksaannya, ibu sudah jelas dan mengerti tentang efek samping KB suntik 3 bulan, ibu sudah diberi KIE tentang penyebab tidak haid dan ibu dapat menjelaskan kembali tentang efek samping KB suntik 3 bulan yaitu dapat menjelaskan kembali penyebab terjadinya tidak haid selama 3
bulan berturut-turut karena adanya ketidakseimbangan hormon esterogen sehingga mempengaruhi endometrium, ibu sudah mengerti bagaimana caranya menjaga personal higyene, ibu bersedia mengkonsumsi makanan yang bergizi, ibu telah diberi terapi 1 siklus pil kombinasi etinile stradiol 50 mg per hari untuk 3 hari sebanyak 10 tablet dan ibuprofen 3x800 mg selama 5 hari, ibu sudah mengerti bahwa akan terjadi haid apabila pil kombinasi habis, ibu memutuskan untuk meneruskan penggunaan KB suntik 3 bulan
Evaluasi pada kasus Ny. S akseptor KB suntik 3 bulan yaitu ibu sudah mengerti tentang hasil pemeriksaannya, ibu sudah jelas dan mengerti tentang efek samping KB suntik 3 bulan, ibu sudah diberi KIE tentang penyebab tidak haid dan ibu dapat menjelaskan kembali tentang efek samping KB suntik 3 bulan yaitu dapat menjelaskan kembali penyebab terjadinya tidak haid selama 4 bulan berturut-turut karena adanya ketidakseimbangan hormone esterogen sehingga mempengaruhi endometrium, ibu sudah mengerti bagaimana caranya menjaga personal higyene, ibu bersedia mengkonsumsi makanan yang bergizi, ibu telah diberi terapi 1 siklus pil kombinasi etinile stradiol 50 mg per hari untuk 3 hari sebanyak 10 tablet dan ibuprofen 3x800 mg selama 5 hari, ibu bersedia kontrol ulang 2 hari lagi.
Hasil evaluasi dari kunjungan rumah yang dilakukan pada Ny. S yaitu setelah diberikan asuhan kebidanan selama 5 hari keadaan umum ibu baik, tidak ada kecemasan, ibu mengerti bahwa tidak haid
selama 4 bulan berturut-turut yang dialaminya adalah efek samping dari KB suntik 3 bulan, ibu mengatakan mulai haid lagi pada tanggal 30 April 2015, ibu merasa senang bahwa sudah haid lagi dan ibu tetap menggunakan KB suntik 3 bulan.
Sehingga pada langkah evaluasi tidak terjadi kesenjangan antara teori dan praktek.
36
A. Kesimpulan
Setelah penulis melakukan Asuhan Kebidanan dengan menggunakan manajemen kebidanan menurut Varney pada akseptor KB suntik 3 bulan dengan efek samping Amenore, maka penulis mengambil kesimpulan: 1. Berdasarkan hasil pengkajian data yang penulis peroleh pada data
subyektif yaitu Ny. S mengeluh sudah tidak haid selama 4 bulan berturut-turut. Dan data obyektif hasil pemeriksaan TTV diperoleh tekanan darah : 110/80 mmHg, nadi : 80 x/menit, respirasi : 20 x/menit, suhu : 36,5 0C, tinggi badan : 160 cm, berat badan : 53 kg.
2. Interpretasi data diperoleh dari pengumpulan data yang diteliti dan akurat yang diambil dari pengkajian, sehingga didapat diagnosa yang tepat, yaitu: Ny. S umur 28 tahun P1A0 akseptor KB suntik 3 bulan dengan efek
samping Amenore. Masalah yang timbull yaitu ibu merasa cemas
sehubungan dengan sudah tidak haid selama 4 bulan berturut-turut dan hal tersebut menimbulkan kekhawatiran ibu, sehingga diberi kebutuhan KIE tentang Amenore, dan memberikan dukungan moril.
3. Diagnosa potensial pada kasus Ny. S tidak muncul karena mendapat penanganan yang tepat.
4. Antisipasi pada Ny. S akseptor KB suntik 3 bulan denga efek samping
Amenore adalah terapi satu siklus pil kombinasi Etilinestradiol 50 mg
selama 3 hari dan kemudian dilanjutkan dengan ibuprofen 3x800 mg selama 5 hari.
5. Rencana tindakan yaitu informasi tentang keadaan ibu, memberi informasi tentang keadaan ibu, memberi informasi tentang efek samping dari KB suntik 3 bulan, memberi KIE tentang penyebab Amenore, menganjurkan ibu untuk menjaga personal hygiene, terutama daerah kemaluan, memberi tahu ibu untuk tetap mengkonsumsi makanan yang bergizi, memberi terapi yaitu pil kombinasi ibuprofen 3x800 mg selama 5 hari, 50 mg
Etinilestradiol 3xsehari untuk 3 hari, dan menganjurkan ibu kontrol ulang
2 hari lagi.
6. Pelaksanaan dilakukan sesuai dengan apa yang telah direncanakan.
7. Evaluasi dari Asuhan Kebidanan pada Ny. S akseptor KB suntik 3 bulan dengan efek samping Amenore selama 5 hari diperoleh hasil akhir keadaan umum ibu baik, tidak ada kecemasan, ibu mengerti bahwa tidak haid selama 4 bulan berturut-turut yang dialaminya adalah efek samping dari KB suntik 3 bulan, ibu merasa senang bahwa sudah haid lagi dan ibu tetap menggunakan KB suntik 3 bulan. Ibu mengatakan mulai haid lagi pada tanggal 30 April 2015.
8. Pada kasus Ny. S tidak terdapat kesenjangan dalam teori dan prakteknya, hal ini dikarenakan akseptor KB suntik 3 bulan dengan efek samping
Amenore telah mendapat penanganan yang baik.
B. Saran
Saran yang dapat penulis berikan kepada semua pihak pada kasus ini adalah sebagai berikut:
1. Bidan
Meningkatkan asuhan kepada pasien tentang KB suntik 3 bulan dengan efek samping Amenore.
2. Instansi (Puskesmas Gondang Sragen)
Diharapkan dapat meningkatkan pelayanan dalam memberikan asuhan kebidanan khususnya pada akseptor KB suntik 3 bulan dengan efek samping amenore.
3. Bagi pasien
Diharapkan jika pasien mengalami efek samping dari KB suntik 3 bulan dengan efek samping amenore dapat langsung diperiksa ke tenaga kesehatan.
4. Bagi Pendidikan
Diharapkan dapat digunakan sebagai sumber bacaan referensi untuk meningkatkan kualitas pendidikan kebidanan khususnya pada akseptor KB suntik 3 bulan dengan efek samping amenore.