M. PERKARA-PERKARA YANG SEDANG DIHADAPI PERSEROAN DAN YANG
XVI. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
PT SURYA ESA PERKASA
LAPORAN KEUANGAN
UNTUK PERIODE TUJUH BULAN YANG BERAKHIR
31 JULI 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT) DAN TAHUN-TAHUN
YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010, 2009 DAN 2008
PT Surya Esa Perkasa Tbk.
31 JULI 2011 DAN 31 DESEMBER 2010, 2009 DAN 2008
Catatan 31 Juli 2011 2010 2009 2008
Rp Rp Rp Rp
ASET ASET LANCAR
Kas dan setara kas 5 46,945,960,771 112,126,849,924 59,908,306,398 70,094,445,945
Piutang usaha 6 35,477,991,893 64,478,530,589 16,737,337,913 7,836,742,472
Piutang lain-lain 7
Pihak berelasi 29 1,463,982,914 - -
-Pihak ketiga 2,225,375,947 2,680,800,987 2,388,385,837 1,222,646,304
Persediaan 8 8,623,721,421 8,646,236,369 3,775,326,547 4,562,396,702
Pajak Pertambahan Nilai dibayar dimuka 124,979,445 - -
-Biaya dibayar dimuka 9 1,858,757,007 897,829,071 1,627,187,058 1,600,305,655
Jumlah Aset Lancar 96,720,769,398 188,830,246,940 84,436,543,753 85,316,537,078
ASET TIDAK LANCAR
Investasi saham 10 5,113,800,000 - -
-Uang muka investasi saham 11 262,641,960,000 - -
-Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 94.954.797.751, Rp 80.179.522.170, Rp 55.235.724.061 dan Rp 31.370.787.173 masing-masing pada tanggal 31 Juli 2011 dan
31 Desember 2010, 2009 dan 2008 12 108,208,042,411 121,419,071,400 139,644,099,476 166,243,722,849
Aset pajak tangguhan 26 1,020,092,375 614,060,110 389,543,550 235,956,007
Aset lain-lain 186,140,200 166,360,000 1,259,115,015 530,122,071
Jumlah Aset Tidak Lancar 377,170,034,986 122,199,491,510 141,292,758,041 167,009,800,927
JUMLAH ASET 473,890,804,384 311,029,738,450 225,729,301,794 252,326,338,005
LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha kepada pihak berelasi 13,29 4,786,945,934 6,067,023,440 4,287,851,072 4,267,914,020
Utang lain-lain 14
Pihak berelasi 29 - - 3,804,706,400 4,432,078,200
Pihak ketiga 6,160,861,524 1,285,044,062 2,119,800,252 1,565,468,352
Utang pajak 16 29,965,044,775 11,116,153,060 12,207,723,041 20,234,358,299
Biaya yang masih harus dibayar 17 14,161,865,364 39,859,702,182 9,858,266,935 15,466,026,349
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun
Utang kepada pihak-pihak berelasi 15,29 - 62,640,576,130 9,576,748,200
-Utang bank 18 62,618,880,000 - 24,440,000,000 56,940,000,000
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 117,693,597,597 120,968,498,874 66,295,095,900 102,905,845,220
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
Utang kepada pihak-pihak berelasi 15,29 - - 55,913,343,200 76,288,987,260
Utang bank 18 246,973,401,970 - - 28,470,000,000
Imbalan pasca kerja 27 3,384,592,220 2,423,053,166 1,535,995,742 929,742,234
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 250,357,994,190 2,423,053,166 57,449,338,942 105,688,729,494
Ekuitas
Modal saham - nilai nominal Rp 100.000 per saham Modal dasar - 396.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor - 99.000 saham 19 9,900,000,000 9,900,000,000 9,900,000,000 9,900,000,000
Saldo laba tidak ditentukan penggunaannya 95,939,212,597 177,738,186,410 92,084,866,952 33,831,763,291
Jumlah Ekuitas 105,839,212,597 187,638,186,410 101,984,866,952 43,731,763,291
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 473,890,804,384 311,029,738,450 225,729,301,794 252,326,338,005
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
31 Desember
-PT Surya Esa Perkasa Tbk.
DAN TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010, 2009 DAN 2008 2010
2011 (Tujuh bulan- 2010 2009 2008
Catatan (Tujuh bulan) tidak diaudit) (Satu tahun) (Satu tahun) (Satu tahun)
Rp Rp Rp Rp Rp
PENJUALAN 21,30 238,748,486,968 168,281,474,729 310,021,605,121 206,937,831,644 238,211,939,121
BEBAN POKOK PENJUALAN 22,29,30 64,883,238,362 59,726,480,564 131,152,033,205 96,154,851,003 98,181,425,439
LABA KOTOR 173,865,248,606 108,554,994,165 178,869,571,916 110,782,980,641 140,030,513,682
Beban penjualan 23 (1,714,392,630) (2,759,342,592) (20,778,003,706) (3,410,836,569) (5,815,340,949)
Beban umum dan administrasi 24 (65,324,592,594) (7,904,807,701) (31,511,842,099) (16,613,259,268) (13,719,668,480)
Penghasilan bunga 281,686,544 41,828,534 362,048,424 305,815,562 124,801,517
Beban bunga dan keuangan 25 (4,671,901,358) (7,408,993,412) (12,441,973,518) (19,042,809,035) (21,113,478,545)
(Rugi) laba selisih kurs - bersih (3,598,691,147) (208,291,251) (59,674,874) 11,671,690,204 (16,178,021,095)
(Kerugian) keuntungan lain-lain 30g (95,215,999) (170,420,715) 65,758,505 (2,253,100,777) (8,806,845,989)
Jumlah (75,123,107,184) (18,410,027,137) (64,363,687,268) (29,342,499,883) (65,508,553,541)
LABA SEBELUM PAJAK 98,742,141,422 90,144,967,028 114,505,884,648 81,440,480,758 74,521,960,141
BEBAN PAJAK - BERSIH 26 (24,808,115,235) (22,697,982,729) (28,852,565,190) (23,187,377,097) (23,206,760,554)
LABA DAN JUMLAH LABA RUGI KOMPREHENSIF PERIODE
BERJALAN 73,934,026,187 67,446,984,299 85,653,319,458 58,253,103,661 51,315,199,587
LABA PER SAHAM DASAR
(dalam Rupiah penuh) 28 746,808 681,283 865,185 588,415 518,335
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
-PT Surya Esa Perkasa Tbk.
UNTUK PERIODE TUJUH BULAN YANG BERAKHIR 31 JULI 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT) DAN TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010, 2009 DAN 2008
Saldo laba (Defisit)
tidak
ditentukan Jumlah
Catatan Modal disetor penggunaannya ekuitas
Rp Rp Rp
9,581,600,000
(17,483,436,296) (7,901,836,296)
Pembayaran modal ditempatkan 19 318,400,000 - 318,400,000
Laba komprehensif tahun berjalan - 51,315,199,587 51,315,199,587
9,900,000,000
33,831,763,291 43,731,763,291
Laba komprehensif tahun berjalan - 58,253,103,661 58,253,103,661
9,900,000,000
92,084,866,952 101,984,866,952
Laba komprehensif periode berjalan (tidak diaudit) - 67,446,984,299 67,446,984,299
9,900,000,000
159,531,851,251 169,431,851,251
9,900,000,000
92,084,866,952 101,984,866,952
Laba komprehensif tahun berjalan - 85,653,319,458 85,653,319,458
9,900,000,000
177,738,186,410 187,638,186,410
Laba komprehensif periode berjalan - 73,934,026,187 73,934,026,187
Dividen tunai 20 - (155,733,000,000) (155,733,000,000)
9,900,000,000
95,939,212,597 105,839,212,597
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
Saldo per 31 Desember 2009
Saldo per 31 Juli 2011 Saldo per 1 Januari 2008
Saldo per 31 Desember 2008
Saldo per 31 Juli 2010 (tidak diaudit) Saldo per 31 Desember 2009
Saldo per 31 Desember 2010
PT Surya Esa Perkasa Tbk.
DAN TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010, 2009 DAN 2008 2010
2011 (Tujuh bulan- 2010 2009 2008
(Tujuh bulan) tidak diaudit) (Satu tahun) (Satu tahun) (Satu tahun)
Rp Rp Rp Rp Rp
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 267,749,025,664 168,596,183,365 262,280,412,445 198,037,236,203 241,859,219,423
Pembayaran kas kepada pemasok
dan karyawan (137,860,803,134) (70,326,648,324) (134,031,081,189) (103,615,017,246) (96,014,606,231)
Kas dihasilkan dari aktivitas operasi 129,888,222,530 98,269,535,041 128,249,331,256 94,422,218,957 145,844,613,192
Pembayaran bunga dan beban keuangan (6,195,434,681) (7,408,993,412) (17,745,154,352) (19,042,809,035) (22,627,192,767)
(Pembayaran) penerimaan pajak (22,863,841,734) (22,787,212,563) (27,985,511,769) (31,367,599,898) 5,146,889,644
Kas Bersih Diperoleh dari
Aktivitas Operasi 100,828,946,115 68,073,329,066 82,518,665,135 44,011,810,024 128,364,310,069
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan bunga 281,686,544 41,828,594 362,048,424 305,815,562 124,801,517
Uang muka investasi (262,641,960,000) - - -
-Pembelian aset tetap (1,568,646,592) (2,378,232,938) (6,718,770,033) (1,358,465,133) (9,224,836,349)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas
Investasi (263,928,920,048) (2,336,404,344) (6,356,721,609) (1,052,649,571) (9,100,034,832)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan (pembayaran) utang bank 313,556,400,000 - (23,943,400,000) (53,145,300,000) (51,574,900,000)
Penerimaan modal disetor - - - - 318,400,000
Pembayaran pinjaman jangka
panjang dari pihak berelasi (59,735,315,220) (27,561,229,440) - -
-Pembayaran dividen (155,902,000,000) - - -
-Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan
untuk) Aktivitas Pendanaan 97,919,084,780 (27,561,229,440) (23,943,400,000) (53,145,300,000) (51,256,500,000)
(PENURUNAN) KENAIKAN BERSIH
KAS DAN SETARA KAS (65,180,889,153) 38,175,695,282 52,218,543,526 (10,186,139,547) 68,007,775,237
KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 112,126,849,924 59,908,306,398 59,908,306,398 70,094,445,945 2,086,670,708
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 46,945,960,771 98,084,001,680 112,126,849,924 59,908,306,398 70,094,445,945
PENGUNGKAPAN TAMBAHAN Aktivitas investasi dan pendanaan yang
tidak mempengaruhi kas: Penambahan investasi saham melalui
utang lain-lain 5,113,800,000 - - -
-Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
-PT Surya Esa Perkasa Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 JULI 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE TUJUH BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN 31 DESEMBER 2010, 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
- 6 -
1. UMUM
PT Surya Esa Perkasa ("Perusahaan") didirikan dalam rangka Undang-Undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968 jo. Undang-Undang No. 12 tahun 1970 berdasarkan akta No. 7 tanggal 24 Maret 2006 dari Hasbullah Abdul Rasyid S.H., M.kn, notaris di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. C-13339 HT.01.01.Th.2006 tanggal 9 Mei 2006. Pengumuman akta pendirian Perusahaan masih dalam proses. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta No. 5 tanggal 12 Pebruari 2010 dari Ny. Etty Roswitha Moelia, S.H., notaris di Jakarta, tentang perubahan komposisi manajemen Perusahaan. Akta perubahan ini telah diberitahukan kepada Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.40-05781 tanggal 9 Maret 2010.
Perusahaan beralamat di lantai 16 Menara Kadin, Jl. HR Rasuna Said, Block X-5, Kav. 2-3, Jakarta Selatan, 12950, Indonesia dengan pabrik berlokasi di Simpang Y, Palembang, Sumatera Selatan.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama meliputi bidang manufaktur, perdagangan, ekspor, impor, pendistribusian Elpiji (Liquid Natural Gas), Kondensat (Condensate) dan Propana (Propane), dan kegiatan yang berhubungan. Perusahaan mulai berproduksi secara komersial pada bulan September 2007. Jumlah karyawan Perusahaan rata-rata masing-masing 106 karyawan dan 102 karyawan untuk periode yang berakhir 31 Juli 2011 dan 2010 dan 118 karyawan, 93 karyawan, 60 karyawan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010, 2009 dan 2008.
Susunan pengurus Perusahaan pada tanggal 31 Juli 2011 berdasarkan keputusan pemegang saham Perusahaan adalah sebagai berikut:
Komisaris Utama
Komisaris : :
:
Bapak Ida Bagus Rahmadi Supancana Bapak Kanishk Laroya
Bapak Deepak Khullar Direktur Utama : Bapak Garibaldi Thohir
Direktur :
: Bapak Ida Bagus Made Putra Jandhana Bapak Isenta
2. PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK) DAN INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (ISAK) BARU DAN REvISI
a. Standar yang berlaku efektif pada periode berjalan
Dalam periode berjalan, Perusahaan telah menerapkan semua standar baru dan standar revisi serta interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan dari Institut Akuntan Indonesia yang relevan dengan operasinya dan efektif untuk periode akuntansi yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011. Penerapan standar-standar baru dan standar revisi serta interpretasi telah berdampak terhadap perubahan kebijakan akuntansi Perusahaan yang mempengaruhi penyajian dan pengungkapan laporan keuangan untuk tahun berjalan dan tahun sebelumnya.
PSAK 1 (revisi 2009), Penyajian Laporan Keuangan
Standar revisi ini telah mengatur perubahan dalam format dan isi laporan keuangan, termasuk revisi judul laporan keuangan.
PT Surya Esa Perkasa Tbk.
31 JULI 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE TUJUH BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN 31 DESEMBER 2010, 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
- 7 -
Sebagai hasil dari adopsi standar yang direvisi ini, Perusahaan menyajikan semua perubahan pemilik dalam ekuitas pada laporan perubahan ekuitas. Semua perubahan non-pemilik dalam ekuitas disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif. Selanjutnya, pengungkapan tambahan dibuat sehubungan dengan manajemen modal, pertimbangan akuntansi yang kritikal dan sumber-sumber utama ketidakpastian estimasi.
PSAK 3 (revisi 2010), Laporan Keuangan Interim
Standar ini mengharuskan laporan keuangan interim berisikan laporan posisi keuangan per akhir periode interim berjalan dengan laporan posisi keuangan komparatif per akhir tahun buku sebelumnya. Laporan laba rugi komprehensif untuk periode interim berjalan dan secara kumulatif untuk tahun buku berjalan sampai tanggal interim, dengan laporan laba rugi komprehensif komparatif untuk periode interim yang dapat dibandingkan dari tahun buku sebelumnya. Laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas secara kumulatif untuk tahun buku berjalan sampai dengan tanggal interim, dengan laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas komparatif untuk periode awal tahun buku sampai tanggal pelaporan interim dari tahun buku sebelumnya. Laporan keuangan interim ini telah disusun sesuai dengan standar revisi ini.
PSAK 5 (revisi 2009), Segmen Operasi
PSAK ini mensyaratkan segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan intern mengenai komponen Perusahaan yang direview secara teratur oleh pengambil keputusan operasional agar dapat mengalokasikan sumber daya ke segmen dan menilai kinerjanya. Perusahaan menetapkan bahwa segmen operasi yang dilaporkan berdasarkan PSAK revisi telah disajikan dalam catatan laporan keuangan.
PSAK 7 (revisi 2010), Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi
Standar ini memperluas definisi pihak berelasi dan pengungkapan hubungan pihak-pihak berelasi, transaksi dan saldo termasuk komitmen. Standar ini juga mengharuskan pengungkapan hubungan antara entitas induk dan entitas anak terlepas dari apakah telah terjadi transaksi antara mereka. Selanjutnya pengungkapan atas kompensasi secara keseluruhan masing-masing kategori kompensasi yang diberikan kepada semua personil manajemen kunci juga diharuskan.
Perusahaan telah mengevaluasi hubungan pihak-pihak berelasi dan mengungkapkan sesuai dengan standar revisi ini.
Berikut ini adalah PSAK dan ISAK revisi yang berlaku efektif pada periode berjalan, namun tidak berdampak material atau tidak relevan terhadap Perusahaan:
PSAK 2 (revisi 2009), Laporan Arus Kas
PSAK 4 (revisi 2009), Laporan Keuangan Konsolidasian PSAK 8 (revisi 2010), Peristiwa Setelah Periode Pelaporan PSAK 12 (revisi 2009), Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama PSAK 15 (revisi 2009), Investasi pada Entitas Asosiasi
PSAK 19 (revisi 2010), Aset Tak Berwujud PSAK 22 (revisi 2010), Kombinasi Bisnis PSAK 23 (revisi 2010), Pendapatan
PSAK 25 (revisi 2009), Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan
PSAK 48 (revisi 2009), Penurunan Nilai Aset
PT Surya Esa Perkasa Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 JULI 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE TUJUH BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN 31 DESEMBER 2010, 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
- 8 -
PSAK 58 (revisi 2009), Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan
ISAK 7 (revisi 2009), Konsolidasi: Entitas Bertujuan Khusus
ISAK 9, Perubahan atas Liabilitas Aktivitas Purnaoperasi, Restorasi, dan Liabilitas Serupa ISAK 10, Program Loyalitas Pelanggan
ISAK 11, Distribusi Aset Nonkas Kepada Pemilik
ISAK 12, Pengendalian Bersama Entitas: Kontribusi Nonmoneter oleh Venturer ISAK 14, Aset Tak Berwujud – Biaya Situs Web
ISAK 17, Laporan Keuangan Interim dan Penurunan Nilai
b. Standar dan interpretasi telah diterbitkan tapi belum diterapkan
Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2012: PSAK 10 (revisi 2010), Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Valuta Asing
PSAK 18 (revisi 2010), Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat Purnakarya PSAK 24 (revisi 2010), Imbalan Kerja
PSAK 28 (revisi 2010), Akuntansi Asuransi Kerugian
PSAK 33 (revisi 2010), Aktivitas Pengupasan Tanah dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Pertambangan Umum
PSAK 34 (revisi 2010), Kontrak Konstruksi PSAK 36 (revisi 2010), Akuntansi Asuransi Jiwa
PSAK 45 (revisi 2010), Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba PSAK 46 (revisi 2010), Pajak Penghasilan
PSAK 50 (revisi 2010), Instrumen Keuangan: Penyajian PSAK 53 (revisi 2010), Pembayaran Berbasis Saham PSAK 56 (revisi 2010), Laba per Saham
PSAK 60, Instrumen Keuangan: Pengungkapan
PSAK 61, Akuntansi Hibah Pemerintah dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah PSAK 62, Kontrak Asuransi
PSAK 63, Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi
PSAK 64, Aktivitas Eksplorasi dan Evaluasi pada Pertambangan Sumber Daya Mineral ISAK 13, Lindung Nilai Investasi Neto dalam Kegiatan Usaha Luar Negeri
ISAK 15, Batas Aset Manfaat Pasti, Persyaratan Minimum dan Interaksinya ISAK 16, Perjanjian jasa konsesi
ISAK 18, Bantuan Pemerintah – Tidak Ada Relasi Spesifik dengan Aktivitas Operasi ISAK 19, Penerapan pendekatan penyajian kembali dalam PSAK 63
ISAK 20, Pajak Penghasilan – Perubahan dalam status Pajak Entitas atau Para Pemegang Sahamnya.
ISAK 21, Perjanjian kontrak real estate
ISAK 22, Perjanjian konsesi jasa: pengungkapan ISAK 23, Sewa operasi: insentif
ISAK 24, Evaluasi subtansi beberapa transaksi yang melibatkan suatu bentuk legal sewa Standar dan interpretasi baru/revisi ini merupakan hasil konvergensi Standar Pelaporan Keuangan Internasional (International Financial Reporting Standards).
PT Surya Esa Perkasa Tbk.
31 JULI 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE TUJUH BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN 31 DESEMBER 2010, 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
- 9 -
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING a. Pernyataan Kepatuhan
Laporan keuangan disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Standar Akuntansi Keuangan tersebut mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntansi Indonesia.
b. Penyajian Laporan Keuangan
Laporan keuangan disusun dengan menggunakan Standar Akuntansi Keuangan dan praktek akuntansi di Indonesia dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) No. VIII.G.7 tanggal 13 Maret 2000.
Dasar penyusunan laporan keuangan, kecuali untuk laporan arus kas, adalah dasar akrual. Mata uang pelaporan yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan adalah mata uang Rupiah Indonesia (Rp), dan laporan keuangan tersebut disusun berdasarkan nilai historis, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
c. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Pembukuan Perusahaan diselenggarakan dalam mata uang Rupiah Indonesia (Rp). Transaksi-transaksi selama periode berjalan dalam mata uang selain Rupiah Indonesia dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada setiap tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang selain Rupiah Indonesia disesuaikan dengan kurs pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba komprehensif rugi periode berjalan.
d. Transaksi Pihak-pihak Berelasi
Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor.
a) Orang atau anggota keluarga terdekat yang mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut:
1) memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor; 2) memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
3) personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor. b) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
1) Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain). 2) Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas
asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).
3) Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
4) Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga.
PT Surya Esa Perkasa Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 JULI 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE TUJUH BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN 31 DESEMBER 2010, 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
- 10 -
5) Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor.
6) Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf a).
7) Orang yang diidentifikasi dalam huruf a) 1) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
Seluruh transaksi yang dilakukan dengan pihak-pihak berelasi, baik yang dilakukan dengan kondisi dan persyaratan dengan pihak ketiga maupun tidak, diungkapkan pada laporan keuangan.
e. Aset Keuangan
Seluruh aset keuangan diakui dan dihentikan pengakuannya pada tanggal diperdagangkan dimana pembelian dan penjualan aset keuangan berdasarkan kontrak yang mensyaratkan penyerahan aset keuangan dalam kurun waktu yang ditetapkan oleh kebiasaan pasar yang berlaku, dan awalnya diukur sebesar nilai wajar ditambah biaya transaksi.
Aset keuangan Perusahaan diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang. Pinjaman yang diberikan dan piutang
Kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang lain-lain dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif diklasifikasi sebagai “pinjaman yang diberikan dan piutang”, yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penurunan nilai. Bunga diakui dengan menggunakan metode suku bunga efektif, kecuali piutang jangka pendek dimana pengakuan bunga tidak material.
Metode suku bunga efektif
Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan kas di masa datang (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan diterima oleh para pihak dalam kontrak yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur instrumen keuangan, atau, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari aset keuangan pada saat pengakuan awal.
Penurunan nilai aset keuangan
Aset keuangan dievaluasi terhadap indikator penurunan nilai pada setiap tanggal laporan posisi keuangan. Aset keuangan diturunkan nilainya bila terdapat bukti objektif, sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan, dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal.
PT Surya Esa Perkasa Tbk.
31 JULI 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE TUJUH BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN 31 DESEMBER 2010, 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
- 11 -
Bukti obyektif penurunan nilai dari pinjaman yang diberikan dan piutang termasuk sebagai berikut:
kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam; atau
pelanggaran kontrak, seperti terjadinya wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga; atau
terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan.
Piutang yang dinilai tidak diturunkan secara individual tetapi penurunan nilainya dilakukan secara kolektif. Bukti objektif dari penurunan nilai portofolio piutang dapat termasuk pengalaman Perusahaan atas tertagihnya piutang di masa lalu, peningkatan keterlambatan penerimaan pembayaran piutang dari rata-rata periode kredit, dan juga pengamatan atas perubahan kondisi ekonomi nasional atau lokal yang berkorelasi dengan default atas piutang. Jumlah kerugian penurunan nilai atas pinjaman yang diberikan dan piutang merupakan selisih antara nilai tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa datang yang didiskontokan menggunakan tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan.
Nilai tercatat piutang dikurangi melalui penggunaan akun penyisihan piutang. Jika piutang tidak tertagih, piutang tersebut dihapuskan melalui akun penyisihan piutang. Pemulihan kemudian dari jumlah yang sebelumnya telah dihapuskan dikreditkan terhadap akun penyisihan. Perubahan nilai tercatat akun penyisihan piutang diakui dalam laporan laba rugi komprehensif. Penghentian pengakuan aset keuangan
Perusahaan menghentikan pengakuan aset keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset berakhir, atau Perusahaan mentransfer aset keuangan dan secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset kepada entitas lain. Jika Perusahaan tidak mentransfer serta tidak memiliki secara substansial atas seluruh risiko dan manfaat kepemilikan serta masih mengendalikan aset yang ditransfer, maka Perusahaan mengakui keterlibatan berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan liabilitas terkait sebesar jumlah yang mungkin harus dibayar. Jika Perusahaan memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan yang ditransfer, Perusahaan masih mengakui aset keuangan dan juga mengakui pinjaman yang dijamin sebesar pinjaman yang diterima.
f. Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas
Klasifikasi sebagai liabilitas atau ekuitas
Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh Perusahaan diklasifikasi sesuai dengan substansi perjanjian kontraktual dan definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. Instrumen ekuitas
Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset Perusahaan setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas dicatat sebesar hasil penerimaan bersih setelah dikurangi biaya penerbitan langsung.
PT Surya Esa Perkasa Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 JULI 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE TUJUH BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN 31 DESEMBER 2010, 2009 DAN 2008 SERTA UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
- 12 - Liabilitas keuangan
Utang usaha, utang lain-lain dan utang bank pada awalnya diukur pada nilai wajar, setelah dikurangi biaya transaksi, dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dengan beban bunga diakui berdasarkan metode suku bunga efektif.
Selisih antara hasil emisi (setelah dikurangi biaya transaksi) dan penyelesaian atau pelunasan pinjaman diakui selama jangka waktu pinjaman.
Penghentian pengakuan liabilitas keuangan
Perusahaan menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas Perusahaan telah dilepaskan, dibatalkan atau kadaluarsa.
g. Penggunaan Estimasi
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan liabilitas yang dilaporkan dan pengungkapan aset dan liabilitas kontinjensi pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Realisasi dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi.
h. Kas dan Setara Kas
Untuk tujuan penyajian arus kas, kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan semua investasi yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya.
i. Persediaan
Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah. Biaya perolehan persediaan barang jadi mencakup biaya pembelian, biaya konversi dan biaya-biaya lain yang timbul yang membawa persediaan ke lokasi dan kondisi yang sekarang. Biaya perolehan suku cadang dihitung dengan metode rata-rata tertimbang. Biaya