• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mendukung Kemajuan Manusia Dalam Iklim yang Berubah

LAPORAN PEMBANGUNAN MANUSIA ASIA PASIFIK 14

bisa jadi memperhitungkan perubahan iklim sebagai sebuah persoalan yang dihilangkan jauh dari kehidupan mereka. Atau mereka mungkin melihat pemanasan global sebagai sebuah persoalan yang tidak dapat dihindari dan tidak melakukan apa pun. Opini publik dapat juga ditipu oleh ‘pembuangan hijau’ perusahaan-memperhebat retorika hijau daripada mengadopsi praktik-praktik yang ramah lingkungan.

Perangkat penilaian yang tidak memadai: Sistem

data nasional tidak sesuai untuk pelacakan fenomena lintas batas dimana produsen dan konsumen secara geografis terpisah. Sistem data resmi masih belum mempertimbangkan perangkat alternatif seperti pelacakan emisi oleh kelompok konsumsi, atau oleh masyarakat kaya dan miskin.

Pemerintah akan perlu menilai ketahanan kelembagaan yang ada. Di tingkat nasional, ini akan memerlukan koordinasi yang lebih baik antara kementerian, menggabungkannya jika perlu. Perencanaan dan pembuatan keputusan yang lebih efektif harus memungkinkan pemerintah daerah untuk dapat mengartikulasikan prioritas untuk adaptasi dan infrastruktur. Di luar politik elektoral, partisipasi yang lebih mendalam dan lebih luas diperlukan untuk memperluas jangkauan melampaui dewan perwakilan ke masyarakat madani yang lebih besar, di mana persoalan perubahan iklim dapat juga diwacanakan oleh media-media yang bersaing dan melalui jejaring sosial. Partisipasi yang lebih inklusif dapat memperluas suara politik dan mengungkapkan siapa yang menanggung biaya perubahan iklim. Tindakan oleh kelompok pengguna dapat mempengaruhi penggunaan lahan dan air, dan memicu penggunaan teknologi yang merespon kompleksitas lokal dengan lebih baik.

Tindakan terkait tersebut tidak perlu menunggu kesepakatan internasional. Meskipun konsensus global dalam hal arahan umum cukup penting, sektor swasta, kotapraja, masyarakat madani dan individu-individu dapat mengambil suatu kesatuan langkah yang mempercepat perubahan. Sebagaimana inisiatif meningkat jumlahnya, inisiatif-inisiatif ini dapat menggembleng komitmen

pemerintah untuk dapat bekerja sama secara lebih baik untuk kebaikan kemanusiaan.

Meskipun secara terus-menerus menekan pada rintangan kelembagaan, perilaku dan penilaian secara lebih besar dan terstruktur yang telah teridentifikasi sejauh ini, negara-negara berkembang di Asia-Pasifik dapat mengidentifikasikan tindakan-tindakan prioritas yang memenuhi kebutuhan lokal. Laporan ini menyarankan empat prioritas:

Mendorong Transisi ke Teknologi Hijau

Pemerintah, badan-badan internasional dan badan-badan kawasan dapat mempromosikan teknologi hijau untuk proses yang lebih efisien dan lebih bersih dalam hal energi, pertanian dan transportasi. Melalui regulasi dan insentif pajak, pemerintah dapat mendorong sektor swasta dan individu-individu untuk beralih ke teknologi hijau. Beberapa teknologi telah tersedia, dan dapat dialih-teknologikan melalui kerjasama Utara-Selatan dan Selatan-Selatan. Tetapi, pemerintah dan sektor swasta akan juga perlu untuk menginvestasikannya di dalam kapasitas lokal untuk memastikan bahwa teknologi-teknologi ini dapat digunakan secara luas; contohnya, melalui pemberian pelatihan kembali kepada para pekerja dengan tetap menghindari pemutusan hubungan kerja. Rumah tangga dapat juga mempertimbangkan penggunaan teknologi hijau-misalnya dengan penggunaan teknologi fotovoltaik, dapat didukung dengan tarif feed-in.

Memperluas Sumber-sumber Finansial

Pemerintah dan pelaku swasta harus memperkuat semua kemungkinan sumber finansial - dalam negeri dan internasional, publik dan swasta. Kebijakan fiskal dalam negeri seperti pajak dan retribusi karbon dapat mendorong penggunaan energi yang lebih efisien, sebagaimana juga menghasilkan pendapatan untuk menyikapi kerentanan. Meski pun sumber-sumber keuangan publik melalui pajak, bea, perolehan efisiensi dan penurunan subsidi mungkin terbatas, sumber-sumber ini dapat diungkit untuk mengumpulkan pertumbuhan dan memvariasikan sumber-sumber swasta. Negara-negara berkembang di

SATU PLANET MILIK BERSAMA: PENjELASAN UMUM

15

Asia dan Pasifik harus juga melihat lebih jauh kepada dana publik dan swasta yang tersedia secara global yang disalurkan melalui badan-badan multilateral dan bilateral. Perdagangan emisi di bawah mekanisme Kyoto dapat mendorong negara-negara berkembang untuk dapat memiliki akses yang lebih baik kepada finansial. Inisiatif-inisiatif REDD+, jika dikelola dengan baik, dapat berkontribusi kepada ketahanan desa sambil mengendalikan emisi. Langkah-langkah tambahan harus dibantu perkembangannya untuk keadilan dan suara yang lebih besar untuk negara-negara berkembang terkait akses mereka kepada finansial perubahan iklim. Negara-negara berkembang juga memerlukan reformasi dalam negeri dalam hal kebijakan dan insentif yang akan memfasilitasi kemampuan sektor publik untuk mengungkit finansial swasta.

Pengagendaan multi-segi perubahan iklim di dalam proses pembangunan memerlukan penggunaan finansial publik dalam negeri yang efektif hingga seluas mungkin. Langkah-langkah seperti peningkatan pajak atau pengurangan subsidi memerlukan komitmen politik yang kuat. Dengan kesadaran yang lebih besar dan peningkatan tata laksana, dukungan warga negara akan menyokong kehendak politik.

Memperkuat Pengetahuan untuk Membentuk Preferensi Rendah Karbon

Tindakan terkait perubahan iklim harus dibangun dengan pengetahuan umum dan sumber-sumber yang dapat dipercaya yang dapat digunakan masyarakat untuk membentuk preferensi dan tindakan mereka. Ini mencakup pertukaran Utara-Selatan dan Selatan-Selatan di antara universitas-universitas dan organisasi-organisasi penelitian. Pemerintah dan media dapat menyebarkan informasi terkini sebagai prioritas tinggi. Untuk petani, contohnya, ini akan mencakup perkiraan cuaca musiman untuk membantu mereka dalam merencanakan masa tanam dan masa panen.

Organisasi-organisasi konsumen dapat juga memberikan informasi tidak berpihak untuk membantu pembeli membuat pilihan yang lebih hijau dan lebih aman.

Kesatuan Bersama Lintas Batas

Tindakan terencana untuk mengagendakan perubahan iklim memerlukan kerjasama dan koordinasi terkait persoalan lintas batas. Upaya bersama dapat menghilangkan duplikasi usaha, meningkatkan pendanaan yang diarahkan pada pengadaptasian untuk perubahan iklim, dan membantu perkembangan penyelesaian masalah yang berketahanan dan lebih kreatif. Bahkan sebagai negara yang bekerjasama secara internasional, akan tetapi mereka perlu untuk mengambil tindakan dalam negeri sendiri untuk dampak yang lebih adil di tempat itu. Pemerintah dan organisasi-organisasi kawasan dapat menandatangani perjanjian internasional yang sepenuhnya memperhitungkan persoalan Asia Pasifik. Ini dapat mencakup kerjasama dalam hal konservasi dan perlindungan ekosistem, transfer teknologi, kebijakan air, pengelolaan hutan dan pengelolaan bencana. Kerjasama sangat penting di dalam negara-negara dimana pemerintah setempat dapat mengambil langkah progresif untuk bekerjasama dengan cara belajar dari pengalaman satu sama lainnya di tempat itu, perangkat khusus yang dihadapi, strategi keuangan inovatif untuk mendukung adaptasi dan poin masuk praktis yang bisa digunakan.

Masyarakat telah mentransformasikan sifat pada langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya-kegiatan manusia mempengaruhi keseluruhan bumi yang harus kita bagi. Satu-satunya alternatif adalah mengikuti jalan yang lebih berketahanan yang memenuhi kebutuhan pembangunan manusia yang mendesak saat ini dengan tetap memelihara bumi yang dapat dihuni. Tujuannya jelas: mengurangi kemiskinan, tetapi menanggalkan jejak kelemahan.

Beasiswa Pembangunan Manusia Asia-Pasifik UNDP

Akademik

Tujuan: Mendorong dan menguatkan kapasitas di antara para siswa Ph.D. dari

negara-negara program UNDP Asia Pasifik untuk menganalisa persoalan-persoalan dari kaca mata pembangunan manusia, berkontribusi pada penelitian-penelitian potongan mengenai teori, penerapan dan kebijakan.

Media

Tujuan: Untuk mengembangkan kapasitas di antara profesional media dari negara-negara program UNDP Asia-Pasifik untuk peningkatan laporan, penyebaran dan kampanye

pencapaian yang dapat melebihi target untuk membawa persoalan—persoalan masyarakat ke pusat upaya advokasi.

Publikasi Lain

Laporan Pembangunan Manusia Asia Pasifik mengenai Seri Makalah Latar Belakang Gender (2011)

Penegakan Hak dan Perbaikan Kesalahan: Mengatasi Rintangan Gender didalam Sistem Hukum (2011)

E-Diskusi mengenai Perubahan Iklim dan Pembangunan Manusia (2011)

Tolok Ukur Perundang-undangan Nasional untuk Kesetaraan Gender: Temuan dari Lima Negara Asia (2010)

Membangun Jaminan untuk Masyarakat Miskin: Kemungkinan dan Prospek untuk Jaminan Mikro di India – Edisi Kedua (2009)

Menantang Korupsi: Memprioritaskan Layanan Sosial untuk Pembangunan Manusia (2009)

Perkiraan Indeks Pembangunan Manusia Daerah dengan Ketersediaan Informasi yang Terbatas: Kasus Butan (2009)

E-Diskusi: Gender – Mengatasi Ketidaksetaraan Kekuatan, Ketidaksetaraan Suara (2009)

Perspektif mengenai Korupsi dan Pembangunan Manusia – Volume 1 dan Volume 2 (2009)

Intervensi yang Bersasaran melawan Kelaparan: Kasus untuk Pemberian Makanan bagi Anak usia Pra-Sekolah dan Sekolah (2008)

Dua Makalah Latar Belakang untuk Laporan Pembangunan Manusia Asia-Pasifik 2006: Perdagangan terkait Terminologi Manusia (2008)

E-Diskusi mengenai Mentransformasikan Korupsi melalui Pembangunan Manusia (2008)

Perangkat

Memecahkan HDI: Penggunaan Pengindeksan Pembangunan Manusia (Dimuktahirkan 2009)

Dari Pembangunan ke Pembangunan Manusia: Perangkat untuk Menerapkan Perspektif Pembangunan Manusia (Dimuktahirkan 2009)

Mendapatkan Sebagian Besar Umpan Balik: Panduan Kajian Sejawat (2007)

Mempertahankan Proses Publikasi: Persiapan Perangkat untuk Publikasi (2005)

Perangkat untuk Peringkat Kredit Penerima Kredit Mikro (2005)

Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi: http://asia-pacific.undp.org

Kekuatan, Suara dan Hak:

Titik Balik untuk Kesetaraan Gender di Asia dan Pasifik

HDR Asia-Pasifik Sebelumnya

Dokumen terkait