HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Latar Belakang Madrasah
Perencanaan pendidikan menengah pertama berpangkal pada Undang-Undang Dasar 1945 yakni pasal 31 ayat 1 yang berbunyi : Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran. Hal inilah yang menjadi ketentuan pemerintah supaya setiap orang bisa belajar dan mendapatkan pendidikan. Sekarang pemerintah mewajibkan kepada rakyat Indonesia untuk bersekolah agar rakyat Indonesia menjadi cerdas dan berdasarkan ketentuan ini maka berdirilah Yayasan Pendidikan Islam Miftahussalam.
Adapun sejarah singkat berdirinya Yayasan Pendidikan Islam Miftahussalam atau disingkat dengan YPIM sebelumnya merupakan sebuah organisasi pengajian yang didirikan oleh masyarakat Aceh. Kemudian yayasan ini semakin berkembang dan berganti menjadi sebuah badan hukum. YPIM berdiri pada tanggal 25 Juli 1955. YPIM ini merupakan sebuah badan hukum yang bergerak dalam bidang pendidikan agama dan umum.
YPIM berawal dari sebuah pengajian yang sangat sederhana yang dipimpin oleh seorang ulama asal Aceh yang dikenal dengan nama Ust. Tgk. H.
Syihabuddin Syah (almarhum) atau biasa dipanggil dengan Teungku Kemala.
Beliau memiliki ilmu yang dalam terutama dalam bidang ilmu tauhid.
Pengajian tersebut dikoordinir oleh seorang pemuda bernama Teungku H.
Abdussalam Abdullah (almarhum) dan tempat pengajiannya di dalam sebuah ruangan garasi mobil milik alm. H. Manyak Meureudu, seorang pengusaha Aceh yang sangat populer di kalangan masyarakat Aceh Medan. Kemudian pengajian tersebut pindah ke sebuah lahan dan dibangun sebuah barak yang beralamatkan di Pasar II Medan Baru lalu dinyatakan wakaf oleh alm. H. Manyak Mereudu.
Tidak berapa lama setelah pengajian pindah ke Pasar II, terjadilah peristiwa antar etnis yang mengakibatkan gedung tersebut hangus terbakar.
Almarhum Ust. Syihabuddin Syah sendiri juga menderita luka yang sangat parah dan beliau dirawat di rumah sakit lalu beliau sehat. Kemudian Ust. Syihabuddin
Syah, Tgk. Abdussalam Abdullah beserta H. Manyak Meureudu dan beberapa dermawan lainnya mencari lokasi baru untuk meneruskan pengajian yang sudah dirintis sebelumnya.
Dalam waktu yang singkat, tepatnya tanggal 25 Juli 1955 mereka menemukan lokasi baru yang beralamat di Jalan Pasar Melintang yang kini Jalan Darussalam no.26 A B C. Di tempat baru inilah, mereka membuka YPIM.
Perkembangan pembangunan YPIM dari waktu ke waktu mengalami perubahan dan semakin berkembang pesat sampai saat ini. Adapun pembangunan YPIM dari waktu ke waktu dapat penulis jabarkan secara ringkas yakni:
a. 15 November 1953 : wakaf tanah Pasar II / tempat pengajian (dipimpin oleh Tgk. Syihabuddin Syah) dan asrama pemuda dan pelajar Aceh.
b. 25 Juli 1955 : tanah Jl. Pasar Melintang (wakaf), (sekarang Jl. Darussalam No. 25 A B C) sebagai asrama, pengajian dan madrasah.
c. 17 Januari 1956 : berdiri asrama semi permanen, dengan nama : Asrama Pemuda dan Pelajar Aceh Miftahussalam / tempat pemondokan pemuda dan pelajar Aceh, pengajian.
d. 20 Mei 1961 : pembangunan 4 (empat) ruang kelas permanen / gedung madrasah diniyah.
e. 2 September 1967 : pembangunan 3 (tiga) ruang kelas permanen / gedung madrasah diniyah / sekolah menengah Islam.
f. 1970-an : pembangunan 2 (dua) ruang kelas (6x14 cm) / gedung madrasah diniyah / sekolah menengah Islam.
g. 1979 : pembangunan Balee Miftahussalam, menggantikan Balee 1 yang sudah ambruk.
h. Agustus 1983 : gedung asrama Miftahussalam lantai 1.
i. September 1984 : lanjutan gedung asrama Miftahussalam lantai 2.
j. Pebruari 1986 : pembangunan 4 (empat) ruang kelas lantai 2 (gedung A).
k. Juli 1992 : lanjutan pembangunan 6 (enam) lantai 1 dan 2 (gedung B).
l. April 1995 : lanjutan pembangunan 6 (kamar) kamar tidur lantai 1 asrama Miftahussalam (gedung C).
m. Juli 2001 : lanjutan pembangunan 3 (tiga) ruang lantai 1, 2, 3 untuk ruang keuangan, lab. IPA dan Balee Miftahussalam.
n. Sampai Juli 2006 : dewan pimpinan harian YPIM telah merenovasi di samping beberapa sarana penunjang antara lain pemasangan keramik seluruh ruang kelas dan kantor, pemasangan instalasi air bersih dan lain sebagainya.
o. 2007-2008 : sedang dibangun berlantai 3 (tiga) menghubungkan gedung A dan B.
Sampai sekarang ini bangunan / gedung YPIM mengalami renovasi untuk penambahan ruang kelas yang menampung para siswa di yayasan ini karena semakin banyak siswa yang masuk ke yayasan Miftahussalam ini.
Pada tanggal 9 Juli 2004, Ust. H. Syihabuddin Syah, pendiri, guru, dan nazir/penerima wakaf YPIM berpulang ke rahmatullah. Sejak saat itu, YPIM dipimpin oleh Ketua I DPH YPIM, Prof. Dr. Ir. Bustami Syam, MS.ME, sebagai Pjs. Ketua Umum/Nazir.
Pada tanggal 2 April 2005, Badan Pendiri YPIM memberi amanah kepada Prof. Dr. Ir. Bustami Syam, MS.ME untuk menggantikan alm. Ust. H.
Syihabuddin Syah sebagai Ketua Umum/Nazir YPIM dan kepengurusan lengkap dibentuk sesuai dengan SK Badan Pendiri YPIM no. 066/YPIM/KPTS/PI/V/2005 tanggal 23 Mei 2005 dan sampai saat ini beliau masih memegang dan mengurus yayasan ini.
Saat ini kepala Madrasah Sanawiyah Miftahussalam masih dipegang oleh Ibu Dra. Cut Ruhama, S.Pd.I dan penyeleggara YPIM masih dipegang oleh Bapak Prof. Dr. Ir. Bustami Syam, MS.ME.
Telah diketahui bahwa YPIM ini merupakan sebuah badan yang bergerak dalam bidang pendidikan agama dan hukum, maka yayasan Miftahussalam memiliki beberapa unit pendidikan yakni:
Madrasah Diniyah : terdiri dari dari Pra Diniyah, Diniyah Awaliyah, Diniyah Wustha, dan Diniyah Ulya (berdiri tahun 1962).
Madrasah Sanawiyah (berdiri tahun 1970).
SMP (berdiri tahun 1977).
SMA (berdiri tahun 1985).
Madrasah Aliyah (berdiri tahun 1991).
Demikianlah sejarah singkat YPIM mulai dari tahun pertama didirikannya yayasan ini hingga sampai sekarang ini dan yayasan ini semakin berkembang pesat dengan bertambahnya para siswa yang masuk ke yayasan Miftahussalam.
3.1.1 Sarana dan Prasarana Madrasah
Sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud atau tujuan, sedangkan prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses. Sarana dan prasarana harus dimiliki oleh setiap madrasah agar terselenggaranya suatu program pembelajaran.
Baik tidaknya keadaan sarana dan prasarana madrasah sangat mempengaruhi bagi kemajuan siswa-siswi karena apabila sarana dan prasarana tidak baik maka siswa tidak dapat konsentrasi terhadap pelajarannya. Sarana dan prasarana merupakan hal yang paling pokok untuk menunjang pendidikan.
Perkembangan pembangunan YPIM dari waktu ke waktu semakin berkembang dengan adanya pembangunan ruang kelas dan sampai saat ini masih ada penambahan ruang kelas untuk menampung para siswa. Keadaan gedung YPIM terdiri dari bangunan yang berbentuk permanen.
Adapun sarana Madrasah Sanawiyah Miftahussalam terdiri dari beberapa ruang kelas dan kantor guru yakni:
a. Ruang kelas : 5 ruang b. Kantor guru : 1 ruang c. Meja guru : 8 buah d. Kursi guru : 8 buah e. Meja siswa : 80 buah f. Kursi siswa : 80 buah g. Papan tulis : 5 buah
Selain itu, madrasah ini memiliki prasarana pendukung yang dapat digunakan oleh para siswa dan prasarana ini digunakan oleh semua unit yakni dari tingkatan Madrasah Diniyah sampai Madrasah Aliyah. Adapun prasarananya, yaitu:
1. Laboratorium Fisika. 9. Lapangan Upacara.
2. Laboratorium Kimia. 10. Kantin.
3. Laboratorium Biologi. 11. Musalla 4. Laboratorium Komputer. 12. Ruang UKS 5. Laboratorium Bahasa. 13. Ruang BP / BK.
6. Lapangan Basket. 14. Kantor Manajement.
7. Lapangan Bulutangkis. 15. Perpustakaan.
8. Lapangan Volley. 16. Toilet / Kamar Mandi.
Kemudian YPIM memiliki gedung yang berlantai 3 (tiga) yang masing-masing gedung saling menyatu. Adapun gedung dari Yayasan Pendidikan Islam Miftahussalam yang terdiri dari tiga lantai yaitu:
a. Gedung A (dua lantai yang mencakup beberapa ruang kelas).
b. Gedung B (tiga lantai yang mencakup ruang kelas dan ruang untuk sarana lainnya).
c. Gedung C (dua lantai yang mencakup asrama Miftahussalam).
Demikianlah keadaan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh YPIM yang ada sampai sekarang ini ruang kelas untuk para siswa semakin bertambah.
3.1.2 Letak Geografis Madrasah
Yayasan Miftahussalam terletak di Jalan Darussalam No. 26 A B C, Kecamatan Medan Petisah. Adapun letak geografis dari yayasan Miftahussalam ini, akan dijabarkan secara rinci perbatasan lokasi gedung Miftahussalam sebagai berikut:
a. Sebelah timur berbatasan dengan Jalan Darussalam.
b. Sebelah barat berbatasan dengan perumahan penduduk.
c. Sebelah selatan berbatasan dengan perumahan penduduk.
d. Sebelah utara berbatasan dengan mesjid Taqarrub.
3.1.3 Status Madrasah
Status merupakan keadaan suatu badan dalam hubungan dengan masyarakat di sekelilingnya. Suatu badan, organisasi atau yayasan harus memiliki status agar badan tersebut sah dan diakui oleh masyarakat.
YPIM terdiri dari Madrasah Diniyah, Madrasah Sanawiyah dan Madrasah Aliyah merupakan Pendidikan Agama di bawah naungan Departemen Agama, sedangkan SMP dan SMU merupakan Pendidikan Umum di bawah naungan Departemen Pendidikan Nasional.
Segala ketentuan yang dikeluarkan oleh madrasah tersebut harus diketahui oleh pimpinan YPIM. Status bangunan tersebut adalah kepunyaan yang dikelola secara bersama-sama dan bergotong royong.
Madrasah Sanawiyah Miftahussalam memiliki status terakreditasi dengan baik yang disesuaikan dengan SK Departemen Agama dengan No.
B/WB/KP.08.8/12/MTs/198/1995 dan juga berstatuskan swasta.
Demikianlah status Madrasah Sanawiyah Miftahussalam yang telah dikelola sampai sekarang ini dan telah tercantum pada Departemen Agama.
3.1.4 Kurikulum Madrasah
Kurikulum merupakan terjemahan dari kata “Curriculum” dalam bahasa Inggris yang berarti rencana pelajaran (Echois, 1984) dalam (Asyah, 2006:44).
Menurut Asyah (2006:45), bahwa kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran untuk mencapai atau meraih ijazah dalam bidang studi tertentu. Jadi, kurikulum merupakan landasan dalam dunia pendidikan dalam mencapai target pengajaran, karena tanpa kurikulum program yang akan disampaikan tidak akan terkoordinir dengan baik.
Kurikulum berbasis kompetensi adalah kurikulum yang memiliki standar kompetensi yang telah ditentukan oleh pihak madrasah. Pengembangan kurikulum
berbasis kompetensi harus berkaitan dnegan tuntutan standar kompetensi. Proses pengembangan kurikulum berbasis kompetensi juga menggunakan asumsi bahwa siswa yang akan belajar telah memiliki pengetahuan dan keterampilan awal yang dibutuhkan untuk menguasai kompetensi tertentu.
Madrasah Sanawiyah Miftahussalam menggunakan kurikulum tahun 2004 yang berbasis kompetensi. Standar kompetensi mata pelajaran Madrasah Sanawiyah Miftahussalam disesuaikan dengan kurikulum Departemen Agama.
Standar kompetensi mata pelajaran khususnya bahasa Arab harus disesuaikan dengan bahan kajiannya seperti menyimak, muhadasah, qira’ah dan kitabah.
Adapun kurikulum atau program pengajaran di Madrasah Sanawiyah Miftahussalam yang diselenggarakan di kelas I (VII), II (VII), dan III (IX) terdiri dari beberapa mata pelajaran agama Islam dan beberapa mata pelajaran umum.
Untuk lebih jelas tentang struktur kurikulum atau program pengajaran di Madrasah Sanawiyah Miftahussalam maka dapat dilihat pada tabel berikut ini:
TABEL 1
Struktur Kurikulum Madrasah Sanawiyah Miftahussalam Medan Tahun Ajaran 2007/2008
NO MATA PELAJARAN
ALOKASI WAKTU