FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUAHAMMADIYAH MAKASSAR
PERSETUJUAN PEMBIMBING
A. Latar Belakang Masalah
Salah satu kunci dari kesuksesan suatu bangsa adalah terletak pada perkembangan pendidikannya. Suatu negara dikatakan maju apabila pendidikannya berkembang karena pendidikan merupakan pilar dari suatu bangsa.
Seperti halnya pepatah, jika ingin memegang suatu bangsa, maka peganglah pilarnya, yakni pendidikan. Jika ingin membuat bangsa kita tumbuh, maka perhatikanlah pendidikannya.
Anak-anak sebagai generasi penerus bangsa selayaknyalah dididik dengan berbagai disiplin ilmu yang berguna dalam kehidupannya kelak. Oleh karena itu, pendidikan harus berorientasi ke masa depan.
Salah satu indikator pencapaian fungsi dan tujuan pendidikan di sekolah adalah melalui pengukuran hasil belajar sebagai suatu ukuran tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi pelajaran.Tingkat pemahaman materi pelajaran yang dicapai peserta didik merupakan salah satu tolak ukur untuk mengetahui kesuksesan pendidikan di sekolah melalui pencapaian hasil belajarnya. Berkaitan dengan hal itu, setiap guru dituntut kreativitas dan melakukan inovasi pembelajaran untuk dapat meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi pelajaran.
Ilmu Pengetahuan Alam merupakan suatu disiplin ilmu yang tidak hanya berupa kumpulan pengetahuan atau kumpulan fakta – fakta tetapi Ilmu Pengetahuan Alam juga merupakan cara kerja, cara berfikir, dan cara
memecahkan masalah. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari.
Tampaknya tidak dapat memungkiri bahwa pelajaran IPA merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan manusia. Karena IPA adalah pengetahuan tentang fakta dan hukum-hukum yang didasarkan atas pengamatan dan disusun dalam suatu sistem yang teratur, dimana dalam proses pengamatan tersebut kita akan banyak berinteraksi dengan fenomena-fenomena yang terjadi dalam kehidupan keseharian kita.
Sering ditemukan di lapangan bahwa dalam pembelajaran IPA murid pasif dan cenderung menghafal konsep tanpa tahu bagaimana konsep tersebut terbentuk. Hal ini juga sangat bertolak dari hakikat Ilmu pengetahuan Alam yaitu merupakan suatu produk dan proses. Proses bagaimana murid menemukan peristiwa alam dan merangsang kegiatan untuk menemukan jawaban atas peristiwa tersebut. Dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, banyak hal yang menuntut murid untuk mencari sesuatu yang belum diketahui sebelumnya.
Rendahnya tingkat kemampuan murid menguasai materi pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam karena dalam proses belajar mengajar, yang diterapkan guru selama ini masih bersifat konvensional dimana, dimana guru cenderung memberikan informasi yang berupa teori, guru membantu siswa memahami pelajaran hanya mereviw yang ada pada buku teks. Dengan demikian, tingkat
pemahaman murid terhadap materi pelajaran atau hasil belajar yang diperoleh murid bisa berakibat rendah.
Berdasarkan hasil observasi awal peniliti di kelas IV SDN No. 214 Inpres Pangkajene Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar pada tanggal 24 Februari 2014 faktanya adalah masih rendahnya hasil belajar IPA murid. Tampak pada kemampuan murid dalam menyelesaikan soal – soal IPA yang masih sangat rendah berdasarkan hasil wawancara dengan guru bidang studi IPA di sekolah tersebut, diperolaeh informasi bahwa rata – rata skor hasil belajar IPA murid kelas IV SDN No. 214 Inpres Pangkajene Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar pada saat ulangan harian kelas adalah 63,18 berada di bawah nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang ditetapkan di sekolah tersebut yaitu 65 dari skor ideal 100. Dengan jumlah murid 22 orang, yang terdiri dari 10 murid yang memiliki nilai lebih dari 65 dengan persentase 45,44% dan 12 murid yang memiliki nilai kurang dari 65% dengan persentase 54,53%, untuk meningkatkan hasil belajar murid, maka salah satu cara yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan prestasi murid adalah dengan menggunakan pendekatan inkuiri.
Dengan diterapkannya pendekatan inkuri dalam pembelajaran IPA, murid dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran serta diberikan kebebasan mencari sendiri konsep-konsep yang ada dalam materi berdasarkan penemuannya. Dengan demikian, murid lebih banyak belajar sendiri mengembangkan kreativitas dalam memecahkan masalah. Berkaitan dengan hal tersebut maka perlu dilakukan penelitian tentang penerapan pendekatan inkuiri dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam untuk meningkatkan hasil belajar murid, khususnya kelas IV.
Selama ini dalam proses belajar mengajar yang kurang memberikan kesempatan kepada murid untuk secara aktif memecahkan masalah sendiri akan memberikan hasil yang kurang memuaskan. Oleh karena itu, guru dituntut untuk menggunakan pendekatan yang dapat melatih murid untuk mencari dan menemukan sendiri permasalahan yang dihadapi tersebut, sehingga dapat menghayati dan memahami materi pelajaran yang diberikan.
Pendekatan inkuiri merupakan salah satu langkah yang dapat ditempuh untuk memperbaiki sekaligus meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada mata pelajaran IPA. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa bukan hasil mengingat tetapi hasil menemukan sendiri melalui pengamatan, percobaan (eksperimen) dan eksplorasi.
Berdasarkan hasil uraian diatas, maka penulis mengangkat judul
“Peningkatan Hasil Belajar IPA konsep Sifat – sifat Benda Melalui Pendekatan Inkuiri pada Murid kelas IV SDN Inpres Pangkajene Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar”
B. Masalah Penelitian 1. Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang, masalah utama dalam kegiatan pembelajaran IPA di SDN No. 214 Inpres Pangkajene adalah sebagai berikut:
1. Guru: proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru masih bersifat konvensional dimana guru lebih cenderung memberikan informasi yang berupa teori, guru membantu siswa memahami pelajaran hanya mereviw
yang ada pada buku teks, begitu juga yang terjadi di sekolah dasar negeri No.
214 Inpres Pangkajene selama ini.
2. Murid: aktivitas murid cenderung pasif tidak efektif, sehingga prestasi belajar siswa sangat kurang karena mereka bosan dalam menerima pelajaran.
Hal tersebut berakibat pada rendahnya hasil belajar murid terutama dalam mata pelajaran IPA.
3. Sarana: tidak menggunakan alat peraga dalam proses pembelajaran untuk memudahkan murid memahami materi.
2. Alternatif Pemecahan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka alternatif pemecahan masalah untuk memecahkan masalah di atas adalah menerapkan pendekatan inkuiri dalam proses pembelajaran IPA pada murid kelas IV SDN No. 214 Inpres Pangkajene Kec. Galesong Utara Kabupaten Takalar.
3. Rumusan Masalah Penelitian
Berdasarkan alternatif pemecahan masalah yang dikemukakan diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah; “Apakah hasil belajar sifat-sifat benda pada murid kelas IV SDN No. 214 Inpres Pangkajene Kec.
Galesong Utara dapat ditingkatkan melalui pendekatan inkuiri?”