• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR TABEL

1.1 Latar Belakang

1.1.2 Latar Belakang Tema

Perkembangan zaman selalu mengalami perubahan dalam semua bidang, khususnya di bidang arsitektur. Dalam perencanaan dan perancangan sebuah objek arsitektur harus mampu menghasilkan rancangan yang baik. Kenyamanan dan efektifitas pada rancangan yang dapat diterima oleh masyarakat sejalan dengan perkembangan zaman. Pada era modern ini masyarakat dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman dalam menjalankan aktivitasnya dengan teknologi baru. Gaya hidup atau pola hidup modern masyarakat pada era modern ini, cenderung mendominasi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dengan segala sesuatu yang praktis, cepat, efisien, dan fleksibel.

Terminal penumpang Domestik pada BIJB sebagai objek perancangan arsitektural yang melayani masyarakat dalam mobilitas transportasi yang aman dan nyaman. Dengan perencanaan dan perancangan yang tepat sesuai keilmuan arsitektur dan ilmu lain yang mendukung dalam proses desain sebagai karya arsitektur baru. Teknologi yang serba canggih tidak menutup kemungkinan ikut andil dalam partisipasi desain karya arsitektur, dan diperlukan batasan dalam keilmuan sebagai pengontrol kestabilan dengan alam. Dengan kondisi lingkungan alam yang semakin tercemar, global warming menjadi masalah utama yang dihadapi di zaman modern ini maupun masa depan. Dengan mempertimbangkan

[7]

keberlanjutan lingkungan yang bersosial, berbudaya sebagai ciri khas kenusantaraan, serta kecanggihan berteknologi yang sesuai dengan perkembangan zaman, sehingga diputuskan untuk menggunakan tema Eco-higtech Arcitecture dalam perancangan.

Eco-higtech Arcitecture merupakan sebuah rancangan karya arsitektur

yang mengusung tema dengan gaya kemajuan teknologi yang ramah lingkungan. Desain eco-higtech sebagai integrasi antara arsitektur ekologi dan arsitektur hightech akan mempertimbangan kelestarian dan keberlanjutan sistem lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi pada objek rancangan dengan material dan teknik yang terbaru. Eco-higtech menekankan pada desain yang mampu meminimalisir problematika yang ada pada bangunan dengan lingkungan sekitar. Penerapan tema eco-hightech tidak hanya memperkuat karakter bangunan sebagai objek arsitektural, dengan desain yang tidak lazim dikalangan masyarakat bisa menjadi daya tarik tersendiri, dan penggunaan teknologi modern yang ramah lingkungan. Sehingga terjadi hubungan timbal balik yang saling menguntungkan, baik itu dalam bangunan objek arsitektur, lingkungan alam yang tidak merusak maupun masyarakat sekitar yang bersosial, ekonomi dan berbudaya.

Pertimbangan penggunaan tema eco-hightech dalam perancangan terminal penumpang pada bandara internasional Jawa Barat juga sesuai dengan ayat al-Qur‟an, Allah berfirman:

َ٠ ٍََُُّْٙؼٌَ اٍَُِّٛػ ِٞزٌَّا َغْؼَث َُُٙم٠ِزُ١ٌِ ِطبٌَّٕا ِٞذْ٠َأ ْذَجَغَو بَِّث ِشْحَجٌْاَٚ ِّشَجٌْا ِٟف ُدبَغَفٌْا َشََٙظ َُْٛؼِخ ْش

ٗٔ ﴾

Artinya : Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena

perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) (QS. Ar-Ruum / 30 : 41).

[8]

Tafsir Jalaluddin AsSuyuthi menerangkan (Telah tampak kerusakan di

darat) disebabkan terhentinya hujan dan menipisnya tumbuh-tumbuhan

(dan di laut) maksudnya di negeri-negeri yang banyak sungainya menjadi kering (disebabkan perbuatan tangan manusia) berupa perbuatan-perbuatan maksiat (supaya Allah merasakan kepada mereka) dapat dibaca

liyudziiqahum dan linudziiqahum; kalau dibaca linudziiqahum artinya

supaya Kami merasakan kepada mereka (sebagian dari akibat perbuatan

mereka) sebagai hukumannya (agar mereka kembali) supaya mereka

bertobat dari perbuatan-perbuatan maksiat. (ar-Rum/30 : 41, tafsir-jalalain-id.pdf)

Bahwa kerusakan-kerusakan yang menimpa kehidupan manusia benar-benar telah terjadi dengan jelas. Kerusakan tersebut mencakup kerusakan non fisik seperti kerusakan akhlaq, perilaku dan moral. Begitu juga mencakup kerusakan fisik; seperti bencana alam, menyebarnya berbagai macam penyakit, dan kerusakan ekosistem. Ketika Allah menimpakan musibah dan penyakit kepada manusia di dalam kehidupan dunia ini tidaklah bertujuan agar manusia menjadi sengsara, tetapi agar manusia mengambil pelajaran dari musibah tersebut dan kembali kepada ajaran Allah, agar manusia menyadari bahwa hidup yang dipenuhi dengan dosa dan maksiat akan membawa malapetaka, musibah, muculnya berbagai macam penyakit dan kerusakan dimana-mana. Sebaliknya bahwa hidup yang diisi dengan ketaatan akan mendatangkan berkah, perbaikan-perbaikan, kesehatan jasmani ruhani dan kebahagian dunia akhirat (Zain, 2014).

Pada ayat di atas dapat diketahui bahwa Allah telah menciptakan bumi, menyediakan lahan yang sangat luas untuk dimanfaatkan manusia dalam pemenuhan kebutuhan hidup dan sarana dalam mempermudah ibadah kepada Allah SWT. Pemanfaatan lahan yang digunakan sebagai pusat kegiatan transportasi udara yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mempermudah aktivitas pemenuhan kebutuhan hidup yang semakin global. Melalui proses aktivitas ini manusia dapat lebih jauh mengetahui ciptaan Allah dan sarana yang

[9]

sangat mendukung dalam ibadah kepada Allah. Allah telah menyediakan tempatnya semata-mata hanya untuk kebutuhan manusia, sehingga manusia harus bertanggung jawab dalam mengelola/memanfaatkan dengan baik, supaya berfungsi sebagaimana mestinya. Sesungguhya Allah tidak menyukai orang yang tidak mau memanfaatkan segala sesuatu yang telah diberikannya.

... ًغجٌا ْٚدٚ سبّحٌا قٛف ً٠ٛؽ غ١ثأ خثاد ٛ٘ٚ قاشجٌبث ذ١رأ

Artinya : kemudian aku didatangi binatang yang disebut Buroq, yang lebih tinggi dari keledai namun lebih pendek dari Baghol, yang setiap langkah kakinya adalah sejauh batas pandangan mata. Aku dibawa di atasnya, kemudian kami pergi hingga kami mendatangi langit dunia.” ( HR. Ahmad, Al-Bukhori, Muslim dan lain-lain).

Hadits ini mengisyaratkan akan adanya teknologi transportasi dengan kecepatan super, baik kendaraan darat maupun udara, seperti pesawat supersonic, pesawat challenger dan lain-lainnya. Sehingga saat ini banyak bermunculan kendaraan dan alat transportasi yang canggih seiring dengan majunya globalisasi yang ada di dunia ini.

Perencanaan dan perancangan dengan tema eco-hightech tidak terfokus hanya pada satu aspek saja, tetapi mempertimbangkan segala aspek yang berkaitan dengan bandara, seperti aspek lingkungan yang mengarah pada kenyamanan dalam terminal building, penanganan masalah polusi dan dampak terhadap lingkungan sekitar, aspek sosial dalam keamanan dan keselamatan, aspek ekonomi dalam pengaturan dan penyediaan fasilitas yang memadai, sehingga keuntungan bisa didapat dari pihak terminal maupun masyarakat, dan aspek budaya yang mengarah ke penataan massa dan sirkulasi sesuai majelis, tempat dan daerah untuk membangun objek. Jadi kesimpulannya dalam penerapan