• Tidak ada hasil yang ditemukan

Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK)

Rumah Sakit

H. PENYIDIKAN KASUS TINDAK PIDANA DI BIDANG OBAT DAN MAKANAN

III. Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK)

Selama tahun 2020, Loka POM di Kota Tarakan melayani layanan informasi konsumen baik secara langsung maupun tidak langsung melalui surat, email, telepon, media sosial, WhatsApp dan aplikasi lain kepada konsumen yang memanfaatkan layanan Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK). Sarana yang digunakan dalam rangka komunikasi, informasi dan edukasi antara lain dengan infografis, buku panduan, brosur/ leaflet dan banner. Pengaduan konsumen yang diterima oleh ULPK dilakukan tindak lanjut sesuai jenis pertanyaan atau pengaduan yang diajukan. Banyaknya permintaan informasi/

pengaduan masyarakat yang diterima selama tahun 2020 sebagai berikut : a. Jumlah Layanan Informasi/ Pengaduan Konsumen Tahun 2020

Tabel 3.8 Jumlah Layanan Informasi/ Pengaduan Konsumen Tahun 2020

Sumber : website Simpel ULPK Badan POM tahun 2020 No Bulan Layanan Jumlah

1 Januari 29

2 Februari 23

3 Maret 22

4 April 10

5 Mei 5

6 Juni 12

7 Juli 22

8 Agustus 5

9 September 20

10 Oktober 7

11 November 11

12 Desember 13

179 TOTAL

Gambar 3.19 Profil Layanan Informasi/ Pengaduan Masyarakat Tahun 2020 Layanan informasi/ pengaduan selama ini banyak dilakukan dengan tatap muka langsung ke kantor Loka POM di Kota Tarakan. Jumlah layanan terbanyak yaitu di bulan Januari, Februari dan Maret dimana pada bulan tersebut belum adanya kebijakan protokol kesehatan yang menganjurkan physical distancing serta tidak bepergian jika bukan keperluan mendesak. Hal tersebut kemungkinan mempengaruhi jumlah permintaan layanan informasi/

pengaduan yang tinggi pada awal tahun 2020, dan menurun pada bulan berikutnya. Kembali meningkat pada bulan Juli dan September dikarenakan adanya kegiatan KIE dan pelatihan terkait keamanan pangan, sehingga pertanyaan yang banyak ditanyakan tertinggi seputar pangan.

b. Jumlah Layanan Informasi/ Pengaduan Berdasarkan Jenis Komoditi Tabel 3.9 Jumlah Layanan Informasi/ Pengaduan Berdasarkan Jenis Komoditi

Sumber : website Simpel ULPK Badan POM tahun 2020

No Jenis Komoditi Jumlah

1 Obat 9

2 Pangan 91

3 Obat Tradisional 11

4 Kosmetik 37

5 Suplemen Kesehatan 0

6 PKRT 3

7 Napza 0

8 Alat Kesehatan 6

9 Bahan Berbahaya 0

10 Info umum 22

179 TOTAL

Gambar 3.20 Profil Layanan Informasi/ Pengaduan Berdasarkan Jenis Komoditi Tahun 2020

Jenis permintaan informasi/ pengaduan sebagian besar tentang pangan, berikutnya adalah kosmetik.

c. Jumlah Layanan Informasi/ Pengaduan Berdasarkan Profesi Konsumen Tabel 3.10 Jumlah Layanan Informasi/ Pengaduan Berdasarkan Profesi Konsumen

Sumber : website Simpel ULPK Badan POM tahun 2020

No Profesi Jumlah

1 Apoteker 32

2 Dokter 1

3 Nakes Lain 2

4 Ibu Rumah Tangga 7

5 Karyawan 27

6 Pelajar/Mahasiswa 5

7 Pelaku Usaha 53

8 Sarjana Hukum 0

9 Wartawan 8

10 LSM 6

11 Umum 38

179 TOTAL

Gambar 3.21 Profil Layanan Informasi/ Pengaduan Berdasarkan Profesi Konsumen Tahun 2020

Profesi konsumen yang paling banyak bertanya adalah pelaku usaha, kemudian masyarakat umum dan apoteker.

d. Jumlah Permintaan Informasi/ Pengaduan Berdasarkan Sarana yang Digunakan

Permintaan informasi/ pengaduan dilakukan secara langsung, email, telepon, fax, surat, SMS, media sosial, mobile, kotak saran, aplikasi lain dan WhatsApp.

Tabel 3.11 Jumlah Permintaan Informasi/ Pengaduan Berdasarkan Sarana yang Digunakan

Sumber : website Simpel ULPK Badan POM tahun 2020 No Sarana yang Digunakan Jumlah

1. Email 2

2. Langsung 82

3. Telepon 13

4. Fax 0

5. Surat 1

6. SMS 0

7. Medsos 3

8. Mobile 0

9. Kotak Saran 0

10. Aplikasi Lain 1

11. WhatsApp 77

179 TOTAL

Gambar 3.22 Profil Layanan Informasi/ Pengaduan Berdasarkan Sarana yang Digunakan Tahun 2020

Loka POM di Kota Tarakan dalam melaksanakan kegiatan pengawasan obat dan makanan masih dijumpai adanya permasalahan, antara lain :

1. Jumlah dan kompetensi SDM Loka POM di Kota Tarakan tahun 2020 masih kurang.

Mengingat tahun 2021 Loka POM di Kota Tarakan sudah menjadi Satker mandiri, berdasarkan analisis beban kerja pegawai, yang dibutuhkan oleh Loka POM di Kota Tarakan sebanyak 26 pegawai. Saat ini Loka POM di Kota Tarakan tahun 2020 memiliki jumlah pegawai dari segi jabatan sebanyak 19 pegawai PNS dan 3 Honorer.

Dari segi jabatan pegawai yang dibutuhkan oleh Loka POM di Kota Tarakan antara lain untuk jabatan administrasi keuangan yang dibutuhkan sebanyak 3 pegawai, dan untuk jabatan administrasi infokom sebanyak 1 pegawai.

2. Dibutuhkan peningkatan kompetensi khusus yang mumpuni di bidang operasional intelijen dan penyidikan mengingat Loka POM di Kota Tarakan tahun 2020 baru memiliki 1 PPNS.

3. Sarana dan prasarana kantor Loka POM di Kota Tarakan perlu ditingkatkan, mengingat status tanah masih sewa/pinjam dan kondisi ruangan untuk pegawai terbatas, sehingga sebagian pegawai sementara ini menempati ruangan laboratorium.

Untuk sarana dan prasaranan laboratium juga perlu dilengkapi, karena laboratorium saat ini belum bisa difungsikan untuk pengujian sesuai standar, sehingga sampling dan pengujian Loka POM di Kota Tarakan masih diuji di Balai Besar POM di Samarinda (Balai Koordinator).

4. Koordinasi dan kerjasama lintas sektor di daerah perbatasan Kalimantan Utara – Malaysia sudah terjalin baik, tetapi hingga saat ini belum ada kesamaan misi, yang menyebabkan peluang obat dan makanan ilegal dari Malaysia masuk ke wilayah Provinsi Kalimantan Utara. Oleh sebab itu perlu pengawasan obat dan makanan yang lebih intensif terutama di wilayah perbatasan.

5. Lambatnya respon para pelaku usaha dalam membuat perbaikan CAPA serta tindak lanjut rekomendasi hasil pengawasan Loka POM di Kota Tarakan dari instansi terkait masih kurang.

BAB IV

MASALAH

Laporan Tahunan 2020 Loka POM di Kota Tarakan merupakan bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan pengawasan obat dan makanan, pelaksanaan hasil kegiatan tersebut antara lain :

1. Hasil pengawasan sarana produksi dan distribusi yang telah dilakukan oleh Loka POM di Kota Tarakan tahun 2020 melebihi target pemeriksaan sarana, sebanyak 173 (100,58%) sarana dari jumlah target 172 sarana, dengan hasil 121 sarana (69,94%) MK, dan 52 sarana (30,06%) TMK, dengan rincian sebagai berikut :

• Realisasi hasil pengawasan sarana produksi sesuai dengan target, sebanyak 21 sarana (100%) dari jumlah target 21 sarana, dengan hasil 8 sarana (38,10%) MK, dan 13 sarana (61,90%) TMK.

• Realisasi hasil pengawasan sarana distribusi melebihi taget, sebanyak 152 sarana (100,66%) dari jumlah target 151 sarana, dengan hasil 113 sarana (74,34%) MK, dan 39 sarana (25,66%) TMK.

2. Hasil Sampling dan Pengujian Rutin yang terdiri dari Obat, Pangan, Obat Tradisional, Kosmetika, dan Suplemen Kesehatan sebanyak 302 sampel rutin (100,33%) yang melebihi dari target sampel sebanyak 301 sampel rutin dengan hasil 226 sampel (74,83%) MS dan 76 sampel (25,17%) TMS, yang terdiri dari :

• Produk Obat yang di sampling sebanyak 71 sampel, dengan hasil 69 sampel (97.18%) MS, dan 2 sampel TMS (2,82%).

• Produk Pangan yang di sampling sebanyak 55 sampel, dengan hasil 33 sampel (60%) MS dan 22 sampel TMS (40%).

• Produk OT yang di sampling sebanyak 53 sampel, dengan hasil 34 sampel (64,15%) MS, dan 19 sampel TMS (35,85%).

• Produk Kosmetik yang di sampling sebanyak 105 sampel, dengan hasil 78 (74,29%) MS dan 27 sampel TMS (25,71%).

• Suplemen Kesehatan yang di sampling sebanyak 18 sampel, dengan hasil 12 (66,67%) MS dan 6 sampel TMS (7,69%).

Untuk pengujian non rutin berupa komoditi pangan sebanyak 14 sampel dengan hasil uji 8 MS (57,14%) dan 6 TMS (42,86%).

3. Selama tahun 2020 data sarana di Provinsi Kalimantan Utara yang mendapatkan rekomendasi sertifikasi sebanyak 1 (satu) sarana yaitu 1 (satu) rekomendasi CPPOB untuk produk pangan MD.

4. Jumlah kegiatan pelayanan publik Loka POM di Kota Tarakan tahun 2020 sebanyak 200 layanan, yang terdiri dari layanan informasi dan pengaduan sebanyak 179 layanan,

BAB V

KESIMPULAN

penyuluhan dan penyebaran informasi sebanyak 13 layanan, serta menjadi narasumber kegiatan lintas sektor sebanyak 8 layanan.

5. Selama tahun 2020 kegiatan pemberdayaan masyarakat yang sudah dilakukan oleh Loka POM di Kota Tarakan, antara lain :

a. Penyebaran Informasi "Cerdas Menggunakan Kosmetik bersama Anggota PKK di Kota Tarakan”.

b. Penyebaran Informasi "Car Free Day”.

c. Komunikasi, Informasi dan Edukasi Online melalui Group Whatshap “Cerdas gunakan Kosmetik Aman”.

d. Komunikasi, Informasi dan Edukasi Online melalui Aplikasi Goopgle Meet “Cara Ritel Pangan Yang Baik di Era New Normal”.

e. Komunikasi, Informasi dan Edukasi Online melalui Aplikasi Google Meet “Cara Produksi Pangan Olahan Yang Baik dan Regristrasi Pangan Olahan bagi UMKM.

f. Komunikasi, Informasi dan Edukasi Online melalui Iklan layanan Masyarakat di Media Elektronik (Radio) “Ayo Cek Nomor Izin Edar Kosmetik”.

g. Penyebaran Informasi “Sosialisasi Pedoman Teknis Pengelolaan Obat, Bahan Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekusor di Fasilitas Pelayanan Kefarmasian”.

h. Komunikasi, Informasi dan Edukasi Online melalui Aplikasi Google Meet “Tetap cantic di Masa Pendemi”.

i. Komunikasi, Informasi dan Edukasi melalui Iklan layanan Masyarakat di Media cetak ( Radar Tarakan) “Cek KLIK”.

j. Talkshow melalui radio (Radar Tarakan FM) “Cegah Covid-19, Sehat Untuk Semua”.

6. Kegiatan penertiban dan penyidikan kasus tindak pidana di bidang obat dan makanan Loka POM di Kota Tarakan sebanyak 4 kasus, yang ditindak lanjuti dengan pembinaan 2 (dua) kasus, 1 (satu) kasus dilanjutkan ke pro justisia dan 1 (satu) kasus tidak dapat ditindak lanjuti dikarenakan alamat penjual tidak ditemukan. Dengan adanya 1 (satu) kasus Pro Justitia pada bulan November 2020, target perkara Loka POM Di Kota Tarakan pada tahun 2020 dapat terpenuhi. Untuk diketahui, laporan kemajuan perkara Pro Justitia Loka POM Di Kota Tarakan pada tahun 2020 sudah pada tahap P21 di Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur.

7. Realisasi penggunaan anggaran Loka POM di Kota Tarakan pada tahun 2020 sebesar Rp. 1.170.420.880 (99,72%). Realisasi Belanja Barang Rp. 995.945.000 dari pagu sebesar Rp. 999.258.000. Sedangkan Realisasi Belanja Modal Rp. 174.475.880 dari pagu anggaran sebesar Rp. 174.495.000.

Usulan perbaikan yang disarankan dalam rangka peningkatan kinerja pada tahun yang akan datang sebagai berikut :

1. Program pelatihan peningkatan kompetensi SDM yang terstruktur dan terjadwal, untuk pegawai Loka POM di Kota Tarakan.

2. Meningkatkan pelayanan, komunikasi dan edukasi kepada pelaku usaha dan masyarakat yang ingin mendaftarkan produknya untuk mendapatkan regristrasi dari Badan POM, sehingga dapat meningkatkan UMKM baru di wilayah Kaltara.

3. Pembangunan dan renovasi bangunan kantor Loka POM di Kota Tarakan untuk ruangan pegawai, dan pengadaan instrumen laboratorium agar dapat mencapai standar minimum laboratorium sesuai Keputusan Kepala Badan POM, serta penambahan sarana untuk Mobil Keliling.

4. Meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan lintas sektor sebagai upaya untuk meningkatkan respon tindak lanjut hasil pengawasan Loka POM di Kota Tarakan yang harus ditindaklanjuti oleh pelaku usaha dan instansi terkait.

5. Meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan lintas sektor dalam mengantisipasi kendala-kendala teknis dan taktis yang dihadapi dalam pengawasan obat dan makanan di daerah perbatasan.

6. Memberikan pemahaman kepada pelaku usaha, baik melalui pembinaan maupun melalui bimbingan teknis, dalam usaha meningkatkan respon perbaikan CAPA dan senantiasa menerapkan cara produksi/distribusi obat dan makanan yang baik.

BAB VI

SARAN

LAMPIRAN

1. Tabel 1A Sampling dan Pengujian Rutin Obat dan Makanan

Tabel 1B Sampling dan Pengujian Non Rutin Obat dan Makanan

Tabel 1C Sampling dan Pengujian Sederhana Obat dan Makanan Dengan Rapid Test Kit

TIE/

TMS Uji (Khusus Pangan

No Komoditi Metode Sampling

Target 1 tahun sesuai pedoman

sampling

Jumlah Sampling

No Komoditi Jenis Pengujian Satuan Jumlah Sampel Jumlah Sampel

Yang Diuji TMS MS

1 2 4 5 6 7=8+9 8 9

1 Obat sampel 0 0 0 0

2 Obat Tradisional sampel 0 0 0 0

3 Suplemen Kesehatan sampel 0 0 0 0

4 Kosmetik sampel 0 0 0 0

Pihak Ketiga dalam rangka Pelayanan Publik

sampel 5 5 3 2

Program Nasional sampel 10 10 5 5

TOTAL 15 15 8 7

5 Pangan

No Komoditi Satuan Jumlah Sampel Jumlah Sampel

Yang Diuji TMS MS

1 2 4 5 6=7+8 7 8

1 Kosmetik sampel 15 15 6 9

2 Pangan sampel 182 182 4 178

sampel 197 197 10 187

2. Tabel 2A Hasil Pengujian Obat Menurut Parameter Uji

Tabel 2B Hasil Pengujian Obat Tradisional Menurut Parameter Uji

MS TMS

1 2 3=4+5 4 5

1 Fisika :

▪ pH 4 4 0

▪ Waktu hancur 1 1 0

▪ Disolusi 66 64 2

▪ Kadar abu 0 0 0

▪ Susut pengeringan 0 0 0

▪ Volume terpindahkan 0 0 0

▪ Isi minimum 3 3 0

▪ Indeks Bias 0 0 0

2 Kimia :

▪ Identifikasi 70 70 0

▪ Penetapan kadar zat aktif 70 70 0

JUMLAH 214 212 2

NO JENIS PARAMETER UJI JUMLAH

HASIL PENGUJIAN

MS TMS

1 2 3=4+5 4 5

1 Fisika :

▪ pH 0 0 0

▪ Kadar air 4 4 0

▪ Kadar abu 0 0 0

▪ Keseragaman bobot/isi 0 0 0

▪ Waktu hancur 0 0 0

▪ Volume terpindahkan 1 1 0

2 Kimia :

▪ Cemaran logam berat 0 0 0

▪ Cemaran bahan organik asing 0 0 0

▪ Cemaran pestisida 0 0 0

▪ Kadar etanol dan methanol 2 2 0

▪ Zat tambahan yang diizinkan 0 0 0

Pewarna, Pengawet dan 4 4 0

Pemanis buatan 0 0 0

▪ Bahan kimia obat 47 47 0

▪ Lain-lain (sebutkan) 0 0 0

TOTAL 58 58 0

NO JENIS PARAMETER UJI JUMLAH

HASIL PENGUJIAN

Tabel 2C Hasil Pengujian Suplemen Kesehatan Menurut Parameter Uji

Tabel 2D Hasil Pengujian Kosmetik Menurut Parameter Uji

MS TMS

1 2 3=4+5 4 5

1 Fisika :

▪ pH 0 0 0

▪ Waktu hancur 0 0 0

▪ Disolusi 0 0 0

▪ Kadar air 2 2 0

▪ Susut pengeringan 0 0 0

▪ Volume terpindahkan 0 0 0

▪ Isi minimum 0 0 0

▪ Indeks Bias 0 0 0

2 Kimia :

▪ Identifikasi 10 10 0

▪ Penetapan kadar zat aktif 9 8 1

▪ Kadar etanol 2 2 0

▪ Identifikasi methanol 1 1 0

▪ Kadar Vitamin A, K,B6, C 9 8 1

▪ Kadar glukosamin 1 1 0

JUMLAH 33 31 2