• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAYANAN TERINTEGRASI

Dalam dokumen pedoman pemanfaatan rumah belajar (Halaman 58-63)

 LAYANAN TERINTEGRASI 

 

Pemanfaatan Rumah Belajar diharapkan memberikan pengaruh terhadap terbentuknya: 

1. Pembinaan guru secara berkelanjutan 

2. Pengembangan kreatifitas siswa 

3. Pengembangan komunitas 

 

Terbentuknya 3 kondisi di atas dikarenakan beberapa proses yang terjadi di dalam Rumah Belajar 

sehingga membentuk beberapa aktifitas mandiri yang bermanfaat bagi pembentukan dampak 

positif  terhadap  pengguna  Rumah  Belajar  baik  guru,  peserta  didik  ataupun  masyarakat 

(komunitas) yang secara aktif memanfaatkan layanan‐layanan di dalam Rumah Belajar sesuai 

dengan kapasitasnya. 

 

1. Pembinaan Guru Secara Berkelanjutan 

Guru atau pendidik yang aktif akan memikirkan cara terbaik untuk mengajar (menyampaikan  materi pelajaran) kepada peserta didiknya. Beragam cara akan dicobanya, baik berpedoman  pada inovasi pribadi maupun melihat best practice dari guru lainnya. Yang demikian sering  disebut orang sebagai seni dari penerapan ilmu pedagogi yang dimilikinya. Tidak semua guru 

sependapat  dalam  menentukan  cara  terbaik  dalam  mengajar,  namun    mereka  semua 

bertujuan sama yaitu menyampaikan pemahaman  terhadap materi yang sedang mereka 

sampaikan. 

 

Di dalam Rumah Belajar, aktifitas guru dalam mengunduh materi (konten) yang terdapat di  dalam Rumah Belajar dan menggunakannya di dalam kelas saat aktifitas belajar berlangsung  merupakan salah satu cara yang dicoba untuk dapat menemukan cara terbaik, dalam arti  efektif dan efisien serta memotivasi peserta didik untuk lebih mendalami materi pelajaran  tertentu secara mandiri. Besar kemungkinan terjadi bahwa guru melakukan pengemasan ulang  materi hasil eksplorasi (unduh) di Rumah Belajar atau sumber belajar di dunia maya lainnya  untuk mendapatkan bentuk yang sesuai dengan kebutuhan guru tersebut di lapangan, karena  sangat dimungkinkan bahwa kondisi peserta didik dan fisik ruang belajar sangat beragam. 

Dalam proses pengemasan kembali bahan ajar yang didapatkan dari hasil eksplorasi (unduh) di  Rumah Belajar atau sumber belajar di dunia maya lainnya, guru kemungkinan melakukan hal‐ hal berikut: 

a. Melakukan kombinasi beberapa materi pelajaran dan menjadikannya satu kesatuan yang 

mudah untuk dicerna bagi peserta didik yang menjadi sasarannya. 

b. Menterjemahkan bahasa yang digunakan di dalam bahan ajar tersebut ke dalam bahasa  yang lebih dapat diterima bagi peserta didik yang menjadi sasarannya. 

c. Menambahkan isi berupa text, gambar, audio atau video ke dalam bahan ajar sehingga  membentuk bahan ajar baru. 

 

Salah satu layanan yang mendukung kreatifitas guru dalam pembuatan bahan ajar di dalam  Rumah Belajar adalah Content Sharing. Dengan layanan tersebut seorang guru dimungkinkan 

untuk mengunggah konten yang buatnya untuk tujuan publikasi kepada sejumlah pengguna 

Rumah Belajar lainnya. Melalui Content Sharing tersebut diharapkan beberapa mekanisme 

penayangan terlaksana dengan baik seperti : 

a. Pemeriksaan  kembali  konten  yang  akan  ditayangkan  oleh  pemeriksa  yang  memiliki 

kapasitas  sebagai  pemeriksa  konten  pelajaran  agar  terhindar  dari  ketidaksesuaian 

kurikulum ataupun unsur ketidakwajaran dalam konten yang dikembangkan tersebut.  b. Pencantuman hak cipta dengan benar sehingga pembuat konten terlindungi dari pencurian 

terhadap kekayaan intelektual yang dimilikinya atas karyanya tersebut.  c. Publikasi yang sesuai pada wilayah sasaran sehingga tepat sasaran 

d. Penyiapan media komunikasi antara pembuat konten dengan pengguna konten sehingga 

terjalin kondisi saling menbina antar guru. Misalnya kolom pemberikan komentar dan  rating. 

   

Keterangan Alur: 

a. Seorang guru memberikan kontribusi berupa konten (bahan ajar) yang seusai dengan 

format yang telah ditentukan di dalam Rumah Belajar 

b. Proses publikasi dilakukan  oleh tim khusus Rumah  Belajar  dengan mekanisme (SOP) 

publikasi yang didasari norma‐norma publikasi yang baik dan benar. 

c. Konten menempati Rumah Belajar dan ditayangan di dunia maya (www) dengan tingkat  publikasi yang diatur dalam policy Content Sharing. 

d. Aktifitas content sharing telah dapat dimulai, antara lain: Pengguna Rumah Belajar dapat  mengunduh, memberikan komentar, me‐rating, memberikan tanda baik dll. 

e. Melalui aktifitas yang terjadi di dalam Content Sharing bahan ajar Rumah Belajar, dapat  terlihat  pola  yang  mencirikan seorang  guru  sebagai pencipta  (author)  suatu  konten  sehingga informasi untuk membentuk portofolio sudah didapatkan. Misalnya: 

(1) Berapa banyak konten yang telah dibuatnya? 

(2) Konten apa saja yang paling banyak diminati (jumlah unduh)?  (3) Konten dengan tema (kompetensi) apa yang paling sering dibuat?  (4) Konten mana yang paling banyak mendapatkan komentar positif? 

f. Dengan  terbentuknya  portofolio  maka  Kembukbud  dapat  memberikan  apresiasi  dan  penilaian terhadap produk (konten) tersebut. 

g. Seteleh informasi telah cukup untuk membuktikan penambahan portofolio seorang guru, 

maka Kemdikbud dapat memberikan pembinaan terhadap guru tersebut. 

 

Berbagai kemungkinan lain yang dapat dibentuk untuk memberikan pembinaan guru secara 

berkelanjutan bagi peserta didik yang mempublikasikan konten ciptaannya ke dalam layanan 

Content Sharing Rumah Belajar antara lain: 

a. Bekerja sama dengan Badan Pegembangan Sumber Daya Manusia dan Peningkatan Mutu 

Pendidikan (BP SDM dan PMP), untuk memberikan apresiasi, penilaian dan terhadap wujud  kerja seorang guru dalam bentuk bahan ajar yang terbukti banyak diminati oleh guru‐guru  lainnya dan memberikan manfaat positif dalam proses pengajaran materi di sekolah. 

b. Memberikan  kolom  khusus  yang  menampilkan  profil  guru  yang  telah  membangun 

semangat berbagi dalam mendukung proses pengajaran materi di sekolah. 

 

2. Pengembangan Kreatifitas Siswa 

Siswa merupakan tingkatan pengguna di dalam portal Rumah Belajar yang memanfaatkan 

bahan ajar (konten) yang dibuat oleh tenaga didik. Jika melihat perkembangan jejaring sosial 

saat  ini,  dimana  penggunanya  dapat  dengan  bebas mengemukakan  pendapatnya, maka 

jelaslah bahwa keterampilan bertanya, atau berpendapat yang dilakukan di dunia maya lebih 

memberikan kesempatan yang luas dibandingkan dengan di kelas. Melalui Portal Rumah 

Belajar  siswa  dapat  mengembangkan  kreatifitasnya  melalui  aktifitas  forum  diskusi  dan 

kolaborasi, dimana siswa tersebut dapat mengkritisi topik atau bahasan yang dihadapi di kelas. 

 

Dengan adanya forum yang menampung beragam topik, maka siswa dapat memilih topik yang  sesuai  dengan  informasi  yang  sedang  ingin  dicarinya.  Di  dalam  forum  diskusi  tersebut 

diharapkan siswa dapat mengembangkan daya kreatifitasnya dengan membentuk cara mereka 

berkomunikasi, menyelesaikan permasalahan yang diangkat di dalam forum serta melibatkan 

guru mereka untuk menjawab pertanyaan‐pertanyaan yang membutuhkan jawaban dari guru 

mereka. 

     

3. Pengembangan Komunitas 

Pengembangan komunitas di dunia maya dapat terjadi secara instan karena dilakukan tanpa  kendala jarak dan waktu. Fisik yang terpisah malahan memicu mereka untuk dapat saling terus  berinteraksi seolah‐olah mereka merasa dekat satu dengan yang lainnya. Demikian pula yang  terjadi di dalam forum yang ada di dalam fitur Rumah Belajar. Melalui fasilitas atau layanan 

forum  diskusi  dan  kolaborasi  terdapat  dampak  langsung  ataupun  tidak  langsung  akan 

membentuk  komunitas  komunitas  yang  memiliki  karakteristik  masing‐masing.  Setiap 

karakteristik dapat dilihat dari topik yang mereka diskusikan, jenis dokumen yang mereka  pertukarkan atau waktu diskusi yang paling sering terjadi. Karakteristik tersebut menambah 

informasi pada profil komunitas tersebut. Dengan adanya wadah komunitas tersebut dan 

dengan segala fitur komunitas di dalam Rumah Belajar diharapkan pengembangan komunitas  (Community Building) dapat terbentuk dengan baik ke arah positif. 

 

BAB V 

PENUTUP 

 

Dalam dokumen pedoman pemanfaatan rumah belajar (Halaman 58-63)

Dokumen terkait