• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 5 PERENCANAAN INDUSTRI

5.1. Analisa Teknis

5.1.8 Layout Pabrik

Perencanaan letak pengerjaan produksi keramba apung dan alur produksi perlu dibuat dengan efisien. Layout tersebut harus mencakup tahapan produksi utama keramba apung , yaitu: fabrikasi dan assembly. Selain itu, perlu adanya lokasi tempat untuk gudang peyimpanan material. Melalui perencanaan penyusunan mesin-mesin dan alur produksi dalam workshop dapat dihasilkan proses produksi yang teratur serta optimal, seperti:

1. Teraturnya aliran kerja (line production)

2. Mengurangi perpindahan bahan (material handling) 3. Mendapatkan ruang kerja yang leluasa

4. Mengurangi biaya produksi

5. Memungkinkan pengawasan produksi dan komunikasi yang baik 6. Menjaga kondisi kesehatan fisik dan psikis para pekerja

79 Desain denah atau layout pabrik industri keramba apung dapat direncanakan dan dikembangkan seperti pada Gambar 5.21 dan 5.22.

U

Gambar 5.21 Layout Lantai 2 Workshop

Keterangan gambar adalah sebagai berikut : 1. Ruang finacial dan HRD 6. Toilet

2. Ruang arsip 7. Ruang Serbaguna 3. Mushola 8. Ruang Quality Control

4. Ruang Marketing 9. Admin produksi dan Purchasing 5. Tangga

U

Gambar 5.22 Layout Lantai 1 Workshop

Keterangan bagian pada industri keramba apung pada layout lantai 1 gambar 5.9 adalah sebagai berikut:

80

Total luas tanah yang diperlukan untuk membangun pabrik keramba apung adalah 3886 m². Untuk penjelasan tiap ruangan dapat dilihat pada Tabel 5.24 untuk lantai 1, sedangkan untuk lantai 2 dapat dilihat pada Tabel 5.25

Tabel 5.24 Daftar Pembagian Luas Ruangan Lantai 1

No Nama Ruangan

Tabel 5.25 Daftar Pembagian Luas Ruangan Lantai 2

No Nama Ruangan P X L Luar Ruangan

81

5 Tangga 5 m x 2m 10

6 Toilet 10 m x 2m 20

7 Ruang Serbaguna 6.9 m x 5m 36,25

8 Ruang Quality Control 6 m x 5 m 30

9 Admin produksi dan

Purchasing 4.8 m x 5m 24

Berikut adalah flow of material dari industri keramba apung:

U

Gambar 5.23 Flow of Material

Berikut adalah penjelasan dari flow of material:

1. Material

Material adalah tempat untuk penyimpanan material seperti: material mentah biji plastik, baut-baut dll.

2. Gudang

Gudang adalah tempat yang digunakan untuk penyimpanan material, komponen, dan proses Produksi.

3. Mesin Extruder

Mesin Extruder adalah mesin utama pada industri keramba apung konstruksi HDPE, fungsi utama mesin extruder adalah sebagai pencentak bahan biji plastik sebagai bahan awal menjadi bentuk barang jadi.

MATERIAL GUDANG MESIN EXTRUDER Fabrication and Assembly

82

4. Fabrication and Assembly Area

Fabrication and Assembly Area adalah tempat pengerjaan pada proses fabrikasi dan assembly, yang terdiri dari: persiapan dan pembentukan material mental menjadi material jadi dan perakitan keramba apung.

83

BAB 6

ANALISA EKONOMI

6.1. Analisa Ekonomis

Pada sub bab analisa ekonomis dilakukan analisa mengenai penentuan biaya pengembangan, biaya operasional penentuan harga pokok produksi, penentuan harga penjualan produk, dan pendapatan, kelayakan investasi, sensitivitas, dan strategi pemasaran produk.

6.1.1 Analisa Penentuan Biaya Pengembangan Industri Keramba Apung

Investasi atau modal usaha untuk pembangunan sebuah industri keramba apung di Indonesia perlu dilakukan analisa. Hal yang dilakukan adalah menentukan besarnya investasi pembangunan industri keramba apung. Tentunya analisa tersebut dilakukan dengan efektif dan efisien untuk pengembangan usaha dari industri keramba apung . Besarnya investasi awal untuk pembangunan industri keramba apung ini terbagi menjadi beberapa biaya, antara lain:

1. Biaya pembangunan, tanah, dan instalasi

Biaya pembangunan gedung dan layout, serta biaya instalasi workshop keramba apung dengan rincian Tabel 6.1 dan Tabel 6.2 di bawah ini:

Tabel 6. 1 Biaya Pembangunan dan Tanah Bangunan dan Tanah

84

Berdasarkan data Tabel 6.1 didapatkan bahwa total biaya bangunan yang dibutuhkan untuk pengembangan industri keramba apung adalah 5.358.800.000

Tabel 6.2 Biaya Instalasi Air, Listrik, dan Telepon

No Nama bahan bangunan Harga Jumlah Harga Total

1 Kaca tebal 5mm/m Rp 75.000 45 Rp 75.000 2 Triplek untuk sekat ruangan Rp 310.000 15 Rp 4.650.000 3 Biaya instalasi air, listrik, dan

telepon Rp 18.000.000 1 Rp 18.000.000

Total Rp 22.725.000

Berdasarkan data Tabel 6.2 didapatkan bahwa total biaya yang dibutuhkan untuk instalasi air, listrik, dan telepon adalah Rp 22.725.000. Sehingga didapatkan total biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan, tanah, dan instalasi untuk pengembangan industri keramba apung adalah Rp 5.358.800.000

2. Biaya peralatan dan mesin

Biaya-biaya yang dibutuhkan untuk pembelian peralatan dan mesin produksi keramba apung dengan rincian Tabel 6.3 sebagai berikut:

Tabel 6.3 Biaya peralatan dan mesin Harga software desain

85

Berdasarkan data Tabel 6.3 didapatkan bahwa total biaya peralatan dan mesin adalah Rp. 872.194.700,00

Tabel 6.4 Biaya Bahan Baku Biaya Bahan Baku Biji Plastik Jenis HDPE

No Nama material Bobot (kg) Harga per kg Jumlah Harga Total

Berdasarkan data Tabel 6.4 didapatkan bahwa total biaya peralatan, mesin, dan bahan baku adalah Rp 420.019.200 .

3. Biaya perlengkapan lain di industri keramba apung

Biaya-biaya yang dibutuhkan untuk pembelian peralatan, antara lain: peralatan kantor, alat pemadam kebakaran, dan peralatan safety. Dengan rinian pada Tabel 6.5 di bawah ini

Tabel 6.5 Biaya Peralatan dan Perlengkapan Lain pada Industri Keramba Apung Jadi total biaya bahan baku keramba apung adalah Rp 420.019.200

Daftar peralatan kantor

No Nama peralatan kantor Harga Jumlah Harga Total

1 alat tulis lengkap Rp 250,000.00 5 Rp 1,250,000.00

86

Berdasarkan data Tabel 6.5 didapatkan bahwa total biaya peralatan dan perlengkapan lain adalah Rp 252,350,000.00

4. Total investasi pembangunan workshop keramba apung

Dari total semua biaya atau investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan sebuah industri keramba apung dapat dilihat pada Tabel 6.6 di bawah ini:

Tabel 6.6 Total Investasi Industri Keramba apung Rekapitulasi Investasi

Berdasarkan data Tabel 6.6 merupakan rekapitulasi dari keseluruhan investasi untuk industri keramba apung , didapatkan total biaya investasi pengembangan industri keramba apung adalah Rp 6.926.088.919.

6.1.2. Analisa Biaya Operasional Pengembangan Industri Keramba Apung

Biaya-biaya operasional yang akan dikeluarkan saat industri keramba apung berjalan dalam setahun seperti gaji karyawan, biaya tagihan listrik, dan air dengan rincian pada Tabel 6.7 dan Tabel 6.8, sebagai berikut:

9 Papan tulis (white board)

120x240 Rp 1,100,000.00 5 Rp 5,500,000.00 10 Papan tulis (white board)

60x120 Rp 500,000.00 3 Rp 1,500,000.00

87

Tabel 6.7 Daftar Gaji Pegawai yang Direncanakan Biaya Gaji Pegawai Operasional

No Jabatan Pendidikan

Minimum Gaji pokok/bulan Jumlah Total Gaji 1 Direktur utama S1 Rp 17.000.000 1 Rp 17.000.000

Berdasarkan data diatas didapatkan bahwa total biaya pegawai setiap bulan untuk operasional industri keramba apung adalah Rp 226.500.000

Tabel 6.8 Tagihan Air, Listrik, Telepon, dan Internet Perbulan Tagihan listrik dan air

No Nama Kebutuhan Harga Jumlah Harga Total

1 Listrik 14000 VA/Kwh Rp 1.409 20000 Rp 28.183.200 telepon, dan internet setiap bulan adalah Rp 36,995,700. Sehingga didapatkan total biaya yang dibutuhkan untuk operasional industri keramba apung adalah Rp 263.495.700

6.1.3. Analisa Penentuan Harga Pokok Produksi

Untuk penggunaan metode penentuan HPP keramba apung yang lebih tepat adalah menggunakan metode Full Costing. Dalam hal ini produk keramba apung yang dijadikan.

Penentuan harga pokok produksi keramba apung . Maksud dari estimasi biaya bahan baku keramba apung yang terpakai adalah besarnya dimensi, luasan, atau volume material yang

88

terpakai dalam pembuatan suatu material. Penentuan ini harus direncanakan serta diketahui dahulu desain, ukuran dimensinya, data kebutuhan material yang terpasang. Contoh penentuan harga pokok produksi keramba apung adalah sebagai berikut:

Tabel 6.9 Contoh Data Kebutuhan Material dari Engine Biaya bahan baku KJA

Pada tabel 6.10 dapat dilihat bahwa asumsi pendapatan industri keramba apung

Tabel 6.10 Rencana Pendapatan

2018 2019 2020 2021

57 unit 100 unit 100 unit 100 unit

2.200.080.000 4.400.160.000 4.708.171.200 5.037.743.184 2.200.080.000 4.400.160.000 4.708.171.200 5.037.743.184

Dari Tabel 6.10 menunjukan bahwa pendapatan industri keramba apungpada tahun 2018 adalah sebesar Rp 2.200.080.000 dengan asumsi bahwa awal masih 57 unit yang ada, karena dalam kondisi tahun awal industri butuh penyesuaian.

6.1.5 Analisa Kelayakan Investasi

Dengan memperhatikan estimasi yang pendapatan dan keuntungan, maka dapat disusun perhitungan net present value dengan beberapa asumsi sebagai berikut :

Biaya bahan baku biji plastik jenis HDPE No Nama material Bobot

(kg) Harga per kg Jumlah Harga Total

1 Biji Plastik

HDPE 20 Rp 8.900 100 Rp. 17.800.000

Total Rp 17.800.000

89

 Harga-harga yang ditetapkan adalah harga pada bulan Juli 2016 dan kemungkinan masih akan terjadi kenaikan harga.

 Harga peralatan produksi sangat bervariasi tergantung oleh spesifikasi alat dan hasil negosiasi dengan pihak penjual.

 Diasumsikan penetapan tingkat suku bunga pinjaman adalah suku bunga komersial pada bank pemerintah/swasta dalam rupiah rata-rata sebesar 12 %/ tahun

Dengan memperhatikan asumsi tersebut diatas, maka telah disusun perhitungan net present value berdasarkan estimasi pendapatan dan keuntungan dan rencana investasi dengan rincian pada Tabel 6.11 sebagai berikut.

Tabel 6.11 Perhitungan NPV

90

Pajak (61.466.653)

Pajak 21%

12.907.997 370.757.872,87 460.076.413,88 Pendapatan Setelah

Pajak (6.243.319.719,20)

(74.374.651) 1.394.755.807,48 1.730.763.652,23 Akumulasi Pendapatan

(74.374.651) 3.916.547.622,56 5.647.311.274,78

Tabel 6.12 IRR dan Payback Period

NPV : 3.449.928.609 rupiah

IRR : 16%

Payback Periode :

7,44 tahun

7 tahun

5 bulan

BEP : (3.721.527.904) rupiah

Pada Tabel 6.11 diatas menunjukkan bahwa waktu investasi untuk pembangunan industri keramba apung kembali pada tahun 2024, pada tahun ke-7 bulan ke-5 dengan nilai net present value sebesar Rp 3.449.928.609 Dengan nilai Internal Rate of Return sebesar 16%

lebih besar dari bunga bank yang telah ditetapkan yakni 12%. Sehingga investasi pembangunan industri keramba apung berbahan High Density Polyethene (HDPE) layak dilakukan

91

BAB 7

KESIMPULAN DAN SARAN

7.1 Kesimpulan

Setelah dilakukan penelitian maka kesimpulan dari Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut:

1. Dari hasil estimasi potensi keramba apung konstruksi High Denssity Polyethene (HDPE) yang dilakukan untuk tahun 2012 dengan 25 unit sampai dengan 2021 dengan 80 unit. Nilai MSE terkecil ada pada moving average (3) dengan nilai 725,80.

Hasil perhitungan MSE tersebut menunjukan bahwa peramalan dengan metode tersebut cukup valid, karena semakin kecil nilai MSE suatu data maka akan semakin valid hasil peramalan tersebut.

2. Keramba apung konstruksi High Denssity Polyethene (HDPE) yang terintegrasi yang berbentuk lingkaran ataupun disesuaikan dengan desain dan ruang yang tersedia di dalam sarana pengembangan bidang perikanan. Proses pembuatannya dimulai dari tahap desain, fabrikasi dan assembly, function test, dan delivery. Dibutuhkan teknologi khusus dalam proses perakitan dengan menggunakan mesin extruder untuk proses pembentukan kontruksi utama pada keramaba jaring apung.

3. Biaya investasi yang diperlukan dalam pengembangan industri keramba apung sebesar Rp 6,230,994,719. Break Event Point terjadi pada 7 tahun 4 bulan dengan keuntungan sebesar Rp 3,721,527,904. Nilai Net Present Value kira-kira sebesar Rp 3,449,928,609 Nilai Internal Rate of Return sebesar 16% lebih besar dari bunga bank yang telah ditetapkan yakni 12%. Sehingga investasi ini layak dilakukan di Indonesia dikarenakan potensi pasar yang luas dan jumlah kompetitor industri keramba apung konstruksi High Denssity Polyethene (HDPE) yang masih sedikit.

4. Pemilihan lokasi untuk pengembangan industri keramba apung konstruksi High Denssity Polyethene (HDPE) terletak di Desa Kalianget, Kec. Kalianget, Kab.

Sumenep Madura, Jawa Timur. Layout pabrik dengan luas bangunan 2728 m² dan luas tanah 3886 m².

92

7.2. Saran

Dari hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran sebagai berikut:

1. Diperlukan analisa ekonomis dan layout lebih lanjut dalam pengembangan industri keramba apung konstruksi High Denssity Polyethene (HDPE) di Indonesia

2. Sebagai referensi untuk pihak akademik dan penelitian selanjutnya.

3. Perlu adanya SOP (Standard Operating Procedure) reparasi untuk kapal Poair sehingga meningkatkan kualitas kontrol yang benar dan menjaga kualitas dari material tersebut.

93

DAFTAR PUSTAKA

Anggraini, E. (2016). Budidaya Ikan Nila dengan Sistem Karamba Jaring Apung dan Kolam yang Lebih Bertanggung Jawab. (Fisheries Online Media Administrator WWF-Indonesia). https://www.wwf.or.id/?46722/Budidaya-Arsyad, M.N., 198 . “Piara Ikan dalam Kurungan Trubus No.126”

Arsyad, M.N., 1981. “Peranan Hukum Adat Dalam Pengelolaan Perikanan Perairan”

Alibaba. (2016, 1 26). Forklift 3 ton. Retrieved from http://www.alibaba.com:

http://www.alibaba.com/trade/search?fsb=y&IndexArea=product_en&CatId=&SearchT ext=forklift+3+ton

API RP 2SK. 2 5 “Design and Analysis of Stationkeeping System for Floating Strcutures”

American Petroleum Institute .USA

aquatec. (2018, Maret 13). Keramba Apung Berbentuk Lingkaran.

aquatec.co.id/index.php?page=single_product&productCatId=9

aquatec. (2018, April 23). Kerampa Apung dengan Berbentuk Oktagonal.

https://kelautanperikanan.com/

Badan Pusat Statistik. (2015). Kabupaten Sumenep Madura: Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik. (2015). Kabupaten Lamongan dalam angka. Lamongan: Badan Pusat Statistik.

Baroto. (2002). Dasar-Dasar Peramalan. Jakarta: Gramedia.

Barrington, K., Choping, T. Dan Robinson S. (2 9). “Integrated multi-tropic Aquaculture (IMTA) in marine temprate water. In d. Soto (ed). Rome, FAO.pp.7-46

Dahuri. (2001). Rencana Tata Ruang. Perencanaan Tata Ruang Wilayah dan Tata Kota, 12.

http://indigomenulis.blogspot.co.id:

http://indigomenulis.blogspot.co.id/2013/08/analisis-time-series.html

Dimas, D. H., & Pribadi, T. W. (2017). Analisa Teknis dan Ekonomis Perancangan dan Produksi Pontoon Lift untuk Kapal Ikan 60 GT. Surabaya: JURNAL TEKNIK ITS Vol.

6, No. 1, (2017) ISSN: 2337-3539.

Djatmiko, E. B. (2012). “Perilaku dan Operabilitas Bangunan laut diatas Gelombang Acak”.

Surabaya : ITS Press

Hammoutene. A. G. A. (2018, Mei 15). Caternary mooring sistem.

http://www.dredgingengineering.com/moorings/lines/Offshore%20mooring%20lines%2 0mooring%20system.htm

Handaru, S. (1999). Manajemen Portofolio dan Investasi. Yogyakarta: Andi.

Handoko. (1997). Studi Kelayakan Proyek. Yogyakarta: Bentang Pustaka

Hawali, H., & Pribadi, S. R. W. (2017). Analisa Teknis dan Ekonomis Pengembangan Industri Komponen Peralatan Pendingin Ruang Muat (Cold Storage) Kapal Ikan di Indonesia. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

High density polyethylene. (2018, Maret 10). Wikipedia. High density polyethylene.

https://en.wikipedia.org/wiki/High-density_polyethylene

Indioyono, P. (2004).”Hidrodinamika Bangunan Lepas Pantai”. Surabaya. SIC.

Karayannidis, G.P. (2017) Achilas Chemical Recyeling of Polyethene Temperature, Kertonegoro. (1999). Studi Kelayakan Bisnis dan Investasi. Yogyakarta: Jalasutra.

Kurniawan,A., & Pribadi, S. R. W. (2013). Analisa Teknis dan Ekonomis Pembangunan Industri Perlengkapan Keselamatan Kapal. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

94

Kusuma, H. (2001). Manajemen Produksi: Perencanaan dan Pengendalian Produksi.

Yogyakarta: Andi.

Kompas. (2015, November 16). Potensi Industri Perkapalan Nasional. Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia.

Maulana. D. (2018, April 25). Sistem Budidaya Keramba Jaring Apung.

http://perikananptk.blogspot.com/

Martin, S. (2016, Januari 16). Solidworks. Retrieved from http://www.solidsmack.com:

http://www.solidsmack.com/cad-design-news/dassault-systemes-launches-new-solidworks-for-entrepreneurs-program/

Pipa (HDPE). (2018 Maret 20). Pipa Berbahan Plastik High Density Polyethene (HDPE). : www.iymax.en.alibaba.com

Putra, D. C. M., & Pribadi, T. W. (2017). Analisa Teknis Dan Ekonomis Pengembangan Industri Rumah Apung Sebagai Pendukung Wisata Bahari Indonesia. Surabaya:

JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No.2 (2017), 2337-3520.

Purnomo, H. (2003). Pengantar Teknik Industri. Yogyakarta: Graha Ilmu Riyanto. (1998). Analisis Kelayakan Investasi Bisnis. Yogyakarta: Jalasutra

Riza, M. F. R., & Pribadi, T. W. (2012). Analisa Teknis dan Ekonomis Pembangunan Industri Manufaktur Baling-Baling Kapal di Indonesia. Surabaya: JURNAL TEKNIK ITS Vol.

1, No. 1 (Sept. 2012) ISSN: 2301-9271.

Rizaldi, F. K., & Pribadi, T. W. (2017). Analisa Teknis Dan Ekonomis Industri Komponen Peralatan Tangkap (Fishing Gear) Dalam Menunjang Proyek Pengadaan Kapal Ikan Kementerian Kelautan Dan Perikanan. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Referensi Mahasiswa Perikanan. (2018, Juli 24). Penentuan Lokasi Jaring Apung.

Smith, C. (2016, Januari 18). Autocad. Retrieved from http://www.mycomputersmith.com:

http://www.mycomputersmith.com/autocad/

SR, S. (1999). Penentuan Harga Penjualan, 182.

Sutomo,J. (19990. “Handout Hidrodinamika II” Surabaya: FTK-ITS.

Suyuthi, Abdillah, (2006). “Stabilitas Dinamis Keramba Lepas Pantai Tipe Self Tensioning Structure”. Jurnal Teknologi Kelautan.

Statistik, B. P. (2015, Desember 25). Badan Pusat Statistik. Retrieved from www.bps.go.id:

https://www.bps.go.id/Subjek/view/id/9 Sutardjo. (2014). keramba apung tradisional Jakarta

Sudarmo, G. I. (1998). Manajemen Keuangan edisi ketiga. Yogyakarta: BPPE.

Suwarsono, H. d. (1994). Studi Kelayakan Bisnis. Yogyakarta: Galang Press.

Sumenep dalam angka (2011)

Soedjono, J.J.(1998) “Diktat Mata Kuliah Kontruksi Bangunan Laut II. Surabaya. Jurusan Teknik Kelautan” ITS.

Soetrisno. (1992). Kriteria Kelayakan Investasi. Jakarta: Media Pressindo.

Teropong bisnis. (2018, Juni 19). Kerampa Apung dengan Tradisional.

http://www.teropongbisnis.com/teropong-usaha/bisnis-budidaya-ikan-keramba-jaring-apung-dengan-keuntungan-menggiurkan/

Umar. (2008). Manajemen Investasi. Jakarta: Gramedia.

95 Umar, R., Nirwan, H., dan Abd Gani. (2014). Pembesaran Ikan Baronang Pada Keramba

Jaring Apung Di Teluk Ambo Bagian Dalam.

Widiyanto. (2017, desember 15). Prinsip-prinsip mesin extrusion. http://novri-ariyanto.blogspot.com/2009/12/prinsip-prinsip-extrusion.html

Yamit, Z. (2003). Manajemen Produksi dan Operasi. Yogyakarta: Fakultas Ekonomi UII.

96

Halaman ini sengaja dikosongkan

LAMPIRAN

Lampiran A Perhitungan Forecasting Pada Industri Keramba Apung High Density Polyethene (HDPE)

Lampiran B Perhitungan Analisa Kelayakan Investasi Pada Industri Keramba Apung High Density Polyethene (HDPE)

Lampiran C Penilaian pembobotan pemilihan lokasi industri Pada Industri Keramba Apung High Density Polyethene (HDPE)

Lampiran D Data Pendukung Biodata Penulis

Lampiran A

Perhitungan Forecasting Pada Industri Keramba Apung

High Density Polyethene (HDPE)

Moving Average (1)

Exponential Smoothing (0.2)

Rekapitulasi MSE Tahun Unit

Moving Average 1 726 2012 25

2 943 2013 25

3 1117 2014 30

Exponential Smoothing 0,2 1308 2015 90

0,5 957 2016 88

0,8 770 2017 69

Minimum 726 2018 82

2019 80

2020 77

2021 80

Data Penjualan KJA 2013 2014 2015 2016 2017 Jumlah Rata-Rata

PT Gani Arta Dwitunggal 25 25 30 90 88 258 51,6

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

2013 2014 2015 2016 2017

Pola Data Permintaan

Lampiran B

Perhitungan Analisa Kelayakan Investasi Pada Industri

Keramba Apung High Density Polyethene (HDPE)

Bangunan dan Tanah

Sumenep/m2 124 x 29 3596 1.000.000,00 3.596.000.000

total tanah dan

bangunan Rp 5.358.800.000

No Nama bahan bangunan Harga Jumlah Harga Total 1 Kaca tebal 5mm/m Rp 75.000,00 45 Rp 75.000 2 Triplek untuk sekat ruangan Rp 310.000,00 15 Rp 4.650.000 3 Biaya instalasi air, listrik, dan

telepon Rp 18.000.000,00 1 Rp 18.000.000,00

Total Rp 22.725.000,00

Jadi Total bangunan, tanah, dan instalasi adalah Rp 5.381.525.000

Harga software desain N

o Nama Software Harga Jumlah Harga Total

1 Solidworks/tahun Rp 77.167.440,00 2 Rp 154.334.880,00 2 AutoCAD/tahun Rp 38.658.919,60 2 Rp 77.317.839,20 3 Personal Computer for design Rp 11.139.000,00 2 Rp 22.278.000,00

Total Rp 253.930.719,20

Harga peralatan handling dan transporting No Nama peralatan handling dan

transporting Harga Jumlah Harga Total

1 Fork Car Transportation 1 ton Rp 101.906.000 1 Rp 101.906.000,00

Total Rp 101.906.000,00

Harga peralatan manual N

o Nama peralatan manual Harga Jumla

h Harga Total 1 Peralatan ukur Rp 300.000,00 15 Rp 4.500.000,00 2 Peralatan marking Rp 200.000,00 15 Rp 3.000.000,00 3 Palu All Size Rp 50.000,00 15 Rp 750.000,00 4 Obeng 1 set Rp 30.000,00 30 Rp 900.000,00 5 mur dan baut 1 set Rp 10.000,00 50 Rp 500.000,00 6 tang 1 set Rp 50.000,00 15 Rp 750.000,00

Total Rp 10.400.000,00

Harga peralatan mesin N

o

Nama peralatan dan mesin

assembly Harga Jumlah Harga Total

1 Mesin amplas Rp 1.100.000,00 4 Rp 4.400.000,00 2 Mesin potong Rp 210.840.000,00 1 Rp 210.840.000,00 3 Mesin extruder Rp 253.008.000,00 1 Rp 253.008.000,00 4 mesin gerinda tangan Rp 430.000,00 14 Rp 6.020.000,00 5 mesin gerinda duduk Rp 1.150.000,00 3 Rp 3.450.000,00 6 mesin bor Rp 395.000,00 14 Rp 5.530.000,00 7 mesin bor duduk Rp 1.625.000,00 2 Rp 3.250.000,00 8 mesin jig saw Rp 1.580.000,00 1 Rp 1.580.000,00

Total Rp 488.078.000,00

Jadi total biaya peralatan dan

mesin adalah Rp 854.314.719,20

Daftar peralatan kantor N

o Nama peralatan kantor Harga Jumlah Harga Total

1 alat tulis lengkap Rp 250,000.00 5 Rp 1,250,000.00 2 kabinet file/unit Rp 320,000.00 5 Rp 1,600,000.00 3 meja kantor/unit Rp 400,000.00 25 Rp 10,000,000.00 4 kursi kantor/unit Rp 300,000.00 25 Rp 7,500,000.00 5 lemari kantor/unit Rp 150,000.00 12 Rp 1,800,000.00 6 kursi sofa/set Rp 8,000,000.00 3 Rp 24,000,000.00 7 meja panjang Rp 1,500,000.00 3 Rp 4,500,000.00 8 meja panjang untuk

meeting Rp 2,500,000.00 1 Rp 2,500,000.00 9 Papan tulis (white board)

120x240 Rp 1,100,000.00 5 Rp 5,500,000.00 10 Papan tulis (white board)

60x120 Rp 500,000.00 3 Rp 1,500,000.00 11 Personal computer untuk

kantor Rp 6,250,000.00 20 Rp 125,000,000.00 12 Printer Rp 1,500,000.00 5 Rp 7,500,000.00 13 Mesin foto copy Rp 9,000,000.00 1 Rp 9,000,000.00 14 Peralatan solat Rp 1,100,000.00 1 Rp 1,100,000.00 15 televisi 29'' Rp 3,500,000.00 3 Rp 10,500,000.00 16 Proyektor Rp 2,500,000.00 1 Rp 2,500,000.00 17 peralatan toilet Rp 2,500,000.00 6 Rp 15,000,000.00 18 Air Conditioner Rp 1,800,000.00 12 Rp 21,600,000.00

Total Rp 252,350,000.00

Jadi total biaya peralatan kantor adalah Rp 252,350,000.00

Daftar peralatan keselamatan

No Nama peralatan keselamatan Harga Jumlah Harga Total

1 helm safety/unit Rp 80,000.00 5 Rp 400,000.00 2 sarung tangan/unit Rp 50,000.00 5 Rp 250,000.00 3 masker cartridge/unit Rp 55,000.00 25 Rp 1,375,000.00 4 Kaca mata keselamatan Rp 55,000.00 25 Rp 1,375,000.00 5 pelindung telinga Rp 50,000.00 12 Rp 600,000.00 6 tabung pemadam kebakaran/unit Rp 230,000.00 6 Rp 1,380,000.00 7 fire alarm system Rp 500,000.00 2 Rp 1,000,000.00 8 peralatan P3K Rp 400,000.00 10 Rp 4,000,000.00 9 Sepatu safety Rp 150,000.00 50 Rp 7,500,000.00

Total Rp 17.880.000 ,00

Total biaya peralatan keselamatan keramba apung adalah Rp 17.880.000,00

analisa biaya gaji pegawai operasional

No Jabatan Pendidikan

Minimum Gaji pokok/bulan Jumlah Total Gaji 1 Direktur utama S1 Rp 17.000.000,00 1 Rp 17.000.000,00 2 General Manager S1 Rp 12.000.000,00 1 Rp 12.000.000,00 3 Manager produksi S1 Rp 8.000.000,00 1 Rp 8.000.000,00 Staff S1 Rp 4.000.000,00 2 Rp 8.000.000,00

4 Manager

Purchasing S1 Rp 8.000.000,00 1 Rp 8.000.000,00 Staff S1 Rp 4.000.000,00 2 Rp 8.000.000,00 5 Manager Design S1 Rp 8.000.000,00 1 Rp 8.000.000,00 6 Manager Finance

dan HRD S1 Rp 8.000.000,00 1 Rp 8.000.000,00

7 Manager

Marketing S1 Rp 8.000.000,00 1 Rp 8.000.000,00 Staff D3 Rp 4.000.000,00 2 Rp 8.000.000,00 Electrical Rp 4.000.000,00 1 Rp 4.000.000,00 operator Rp 4.000.000,00 1 Rp 4.000.000,00 visual check Rp 5.000.000,00 2 Rp 10.000.000,00 10 Organik dan non

Organik SMK Rp 3.500.000,00 33 Rp 115.500.000,00

Total Rp 226.500.000,00

Tagihan listrik dan air N

o Nama Kebutuhan Harga Jumla

h Harga Total

1 Listrik 14000 VA/Kwh Rp 1.409,16 20000 Rp 28.183.200,00 2 Tarif air/m3 Rp 11.250,00 250 Rp 2.812.500,00

3 Telepon Rp 4.000.000,00 1 Rp 4.000.000,00

4 Internet Rp 2.000.000,00 1 Rp 2.000.000,00

Total Rp 36.995.700,00

Total biaya biaya operasional keramba apung adalah Rp 36.995.700,00

Rekapitulasi Investasi

No Uraian Total

1 Bangunan dan tanah Rp 5.381.525.000 2 Peralatan software desain Rp 253.930.719 3 Peralatan untuk handling dan transporting Rp 101.906.000 4 Peralatan manual Rp 10.400.000 5 Peralatan dan mesin produksi Rp 488.078.000 6 Biaya Bahan Baku Keramba Apung Rp 332.219.200 7 Perlengkapan kantor Rp 252.350.000 8 Perlengkapan keselamatan Rp 17.880.000 9 Bahan baku komponen Rp 87.800.000

Total Rp 6.926.088.919

Biaya Investasi

Biaya Investasi Rp 6.230.994.719 Modal Sendiri (30%) Rp 1.869.298.416 Pinjaman Rp 4.361.696.303

Bunga Pinjaman 12%

Masa Pinjaman 10 tahun

Grace Period 0 tahun

Pembayaran per tahun Rp 771.951.175 per tahun Nilai Akhir Pabrik Rp 623.099.472

Biaya bahan baku biji plastik jenis HDPE N

o Nama material Bobot (kg) Harga per kg Jumlah Harga Total 1 Biji Plastik HDPE 20 Rp 8.900,00 100 Rp 17.800.000,00

Total Rp 17.800.000,00

Biaya bahan baku KJA N

o Nama Komponen Harga Jumlah Harga Total

1 tali tambat Rp 50.000,00 1 Rp 50.000,00 2 pemberat keramba

apung Rp 80.000,00 4 Rp 320.000,00 3 Baut berbagai

ukuran Rp 2.000,00 16 Rp 32.000,00 4 Mur berbagai

ukuran Rp 2.000,00 16 Rp 32.000,00 5 jaring keramba

apung Rp 500.000,00 5 Rp 2.500.000,00

Total Rp 2.934.000,00

Jadi total biaya bahan baku keramba

apung adalah Rp 23.844.100,00

PENGEMBALIAN PINJAMAN MODAL

DESKRIPSI ESTIMASI BIAYA BIAYA KENAIKAN HARGA/

5%

TAHUN

BIAYA LANGSUNG Volume 2018 2019

BIAYA MATERIAL : (Rp) (Rp)

Biaya Bahan Baku Material 5% 480.967.504,00 961.935.008,00

PEKERJA SUB KONTRAK :

Pekerja Sub Kontrak 30 1.500.000,00 5% 22.500.000,00 45.000.000,00

BIAYA UTILITY :

Listrik 0,5% x

pendapatan

5% 3.098.305,02 6.506.440,55

Air 0,1% x

pendapatan

5% 309.830,50 619.661,00

Internet 0,5% x

pendapatan

5% 3.098.305,02 6.196.610,05

TOTAL BIAYA LANGSUNG 509.973.944,55 1.020.257.719,

60

BIAYA TIDAK LANGSUNG JUMLAH

ORANG

GAJI

General Manager 1 6.500.000,00 6.500.000,00 6.500.000,00

Manager produksi 1 4.500.000,00 4.500.000,00 4.500.000,00

Staff Engineering 5 2.500.000,00 12.500.000,00 12.500.000,00

Manager Finance 1 4.500.000,00 4.500.000,00 4.500.000,00

Staff Purchasing & Finance 1 2.500.000,00 2.500.000,00 2.500.000,00

Staff Marketing 1 2.500.000,00 2.500.000,00 2.500.000,00

Organik 10 2.000.000,00 20.000.000,00 20.000.000,00

TOTAL BIAYA TIDAK LANGSUNG 53.000.000,00 53.000.000,00

2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026

(Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp)

961.935.008,00 961.935.008,00 961.935.008,00 961.935.008,00 961.935.008,00 961.935.008,00 961.935.008,00

45.000.000,00 45.000.000,00 45.000.000,00 45.000.000,00 45.000.000,00 45.000.000,00 45.000.000,00

6.831.762,58 7.173.350,71 7.532.018,24 7.908.619,15 8.304.050,11 8.719.252,62 9.155.215,25 650.644,06 683.176,26 717.335,07 753.201,82 790.861,92 830.405,01 871.925,26 6.506.440,55 6.831.762,58 7.173.350,71 7.532.018,24 7.908.619,15 8.304.050,11 8.719.252,62 1.020.923.855,18 1.021.623.297,54 1.022.357.712,02 1.023.128.847,22 1.023.938.539,18 1.024.788.715,74 1.025.681.401,13

6.500.000,00 6.500.000,00 6.500.000,00 6.500.000,00 6.500.000,00 6.500.000,00 6.500.000,00 4.500.000,00 4.500.000,00 4.500.000,00 4.500.000,00 4.500.000,00 4.500.000,00 4.500.000,00 12.500.000,00 12.500.000,00 12.500.000,00 12.500.000,00 12.500.000,00 12.500.000,00 12.500.000,00 4.500.000,00 4.500.000,00 4.500.000,00 4.500.000,00 4.500.000,00 4.500.000,00 4.500.000,00 2.500.000,00 2.500.000,00 2.500.000,00 2.500.000,00 2.500.000,00 2.500.000,00 2.500.000,00 2.500.000,00 2.500.000,00 2.500.000,00 2.500.000,00 2.500.000,00 2.500.000,00 2.500.000,00 20.000.000,00 20.000.000,00 20.000.000,00 20.000.000,00 20.000.000,00 20.000.000,00 20.000.000,00 53.000.000,00 53.000.000,00 53.000.000,00 53.000.000,00 53.000.000,00 53.000.000,00 53.000.000,00

2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033

(Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp)

961.935.008,00 961.935.008,00 961.935.008,00 961.935.008,00 961.935.008,00 961.935.008,00 961.935.008,00

45.000.000,00 45.000.000,00 45.000.000,00 45.000.000,00 45.000.000,00 45.000.000,00 45.000.000,00

9.612.976,01 10.093.624,81 10.598.306,05 11.128.221,35 11.684.632,42 12.268.864,04 12.882.307,25 915.521,52 961.297,60 1.009.362,48 1.059.830,61 1.112.822,14 1.168.463,24 1.226.886,40 9.155.215,25 9.612.976,01 10.093.624,81 10.598.306,05 11.128.221,35 11.684.632,42 12.268.864,04 1.026.618.720,78 1.027.602.906,42 1.028.636.301,34 1.029.721.366,01 1.030.860.683,91 1.032.056.967,71 1.033.313.065,69

6.500.000,00 6.500.000,00 6.500.000,00 6.500.000,00 6.500.000,00 6.500.000,00 6.500.000,00 4.500.000,00 4.500.000,00 4.500.000,00 4.500.000,00 4.500.000,00 4.500.000,00 4.500.000,00 12.500.000,00 12.500.000,00 12.500.000,00 12.500.000,00 12.500.000,00 12.500.000,00 12.500.000,00 4.500.000,00 4.500.000,00 4.500.000,00 4.500.000,00 4.500.000,00 4.500.000,00 4.500.000,00 2.500.000,00 2.500.000,00 2.500.000,00 2.500.000,00 2.500.000,00 2.500.000,00 2.500.000,00 2.500.000,00 2.500.000,00 2.500.000,00 2.500.000,00 2.500.000,00 2.500.000,00 2.500.000,00 20.000.000,00 20.000.000,00 20.000.000,00 20.000.000,00 20.000.000,00 20.000.000,00 20.000.000,00 53.000.000,00 53.000.000,00 53.000.000,00 53.000.000,00 53.000.000,00 53.000.000,00 53.000.000,00

No Material Harga (per liter) Pemakaian (liter) Harga Total 1

primer coating/liter

125.000,00

0,56 70.300,00

2 top coating/liter

140.000,00

0,56 78.736,00

Total 149.036,00

Harga Pokok Produksi 20.734.000,00

Estimasi Laba 15% 3.110.100,00

Overhead (listrik, air dll) 5 % dari

HPP 5% 1.036.700,00

Harga jual produk 23.844.100,00

PRODUK WAKTU KERJA HARGA TARGET PEMBANGUNAN KENAIKAN PENDAPATAN

Keramba Apung HDPE 14 23.844.100,00 50 7%

2018 2019 2020 2021

50% 100% 100% 100%

2.200.080.000,00

4.400.160.000,00 4.708.171.200,00 5.037.743.184,00 2.200.080.000,00

4.400.160.000,00 4.708.171.200,00 5.037.743.184,00

DESKRIPSI ESTIMASI BIAYA BIAYA KENAIKAN HARGA/

TOTAL BIAYA LANGSUNG 2.119.000.840 4.239.101.720,00

BIAYA TIDAK

2 2.000.000,00 4.000.000,00 2.000.000,00

Staff Marketing 2 2.000.000,00 4.000.000,00 2.000.000,00

Manager produksi 3 6.000.000,00 18.000.000,00 18.000.000,00

TOTAL BIAYA TIDAK LANGSUNG 73.000.000,00 69.000.000,00

2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026

4.146.800.000,00 4.146.800.000,00 4.146.800.000,00 4.146.800.000,00 4.146.800.000,00 4.146.800.000,00 4.146.800.000,00

45.000.000,00 45.000.000,00 45.000.000,00 45.000.000,00 45.000.000,00 45.000.000,00 45.000.000,00

24.717.898,80 26.448.151,72 28.299.522,34 30.280.488,90 32.400.123,12 34.668.131,74 37.094.900,96 2.354.085,60 2.518.871,59 2.695.192,60 2.883.856,09 3.085.726,01 3.301.726,83 3.532.847,71 23.540.856,00 25.188.715,92 26.951.926,03 28.838.560,86 30.857.260,12 33.017.268,32 35.328.477,11 4.242.412.840,40 4.245.955.739,23 4.249.746.640,97 4.253.802.905,84 4.258.143.109,25 4.262.787.126,90 4.267.756.225,78

15.000.000,00 15.000.000,00 15.000.000,00 15.000.000,00 15.000.000,00 15.000.000,00 15.000.000,00 8.000.000,00 8.000.000,00 8.000.000,00 8.000.000,00 8.000.000,00 8.000.000,00 8.000.000,00 16.000.000,00 16.000.000,00 16.000.000,00 16.000.000,00 16.000.000,00 16.000.000,00 16.000.000,00

8.000.000,00 8.000.000,00 8.000.000,00 8.000.000,00 8.000.000,00 8.000.000,00 8.000.000,00 2.000.000,00 2.000.000,00 2.000.000,00 2.000.000,00 2.000.000,00 2.000.000,00 2.000.000,00 2.000.000,00 2.000.000,00 2.000.000,00 2.000.000,00 2.000.000,00 2.000.000,00 2.000.000,00 18.000.000,00 18.000.000,00 18.000.000,00 18.000.000,00 18.000.000,00 18.000.000,00 18.000.000,00 69.000.000,00 69.000.000,00 69.000.000,00 69.000.000,00 69.000.000,00 69.000.000,00 69.000.000,00

2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 4.146.800.000,00 4.146.800.000,00 4.146.800.000,00 4.146.800.000,00 4.146.800.000,00 4.146.800.000,00 4.146.800.000,00

45.000.000,00 45.000.000,00 45.000.000,00 45.000.000,00 45.000.000,00 45.000.000,00 45.000.000,00

39.691.544,03 42.469.952,11 45.442.848,76 48.623.848,17 52.027.517,55 55.669.443,77 59.566.304,84 3.780.147,05 4.044.757,34 4.327.890,36 4.630.842,68 4.955.001,67 5.301.851,79 5.672.981,41 37.801.470,51 40.447.573,44 43.278.903,58 46.308.426,83 49.550.016,71 53.018.517,88 56.729.814,13 4.273.073.161,59 4.278.762.282,90 4.284.849.642,70 4.291.363.117,69 4.298.332.535,93 4.305.789.813,44 4.313.769.100,38

15.000.000,00 15.000.000,00 15.000.000,00 15.000.000,00 15.000.000,00 15.000.000,00 15.000.000,00 8.000.000,00 8.000.000,00 8.000.000,00 8.000.000,00 8.000.000,00 8.000.000,00 8.000.000,00 16.000.000,00 16.000.000,00 16.000.000,00 16.000.000,00 16.000.000,00 16.000.000,00 16.000.000,00

8.000.000,00 8.000.000,00 8.000.000,00 8.000.000,00 8.000.000,00 8.000.000,00 8.000.000,00 2.000.000,00 2.000.000,00 2.000.000,00 2.000.000,00 2.000.000,00 2.000.000,00 2.000.000,00 2.000.000,00 2.000.000,00 2.000.000,00 2.000.000,00 2.000.000,00 2.000.000,00 2.000.000,00 18.000.000,00 18.000.000,00 18.000.000,00 18.000.000,00 18.000.000,00 18.000.000,00 18.000.000,00 69.000.000,00 69.000.000,00 69.000.000,00 69.000.000,00 69.000.000,00 69.000.000,00 69.000.000,00

DESKRIPSI

Pembayaran Angsuran Bunga Pinjaman (42.196.082)

Total Pengeluaran (2.261.546.653)

Pendapatan Sebelum Pajak (61.466.653)

Pajak 21% 12.907.997

Pendapatan Setelah Pajak (6.243.319.719,20) (74.374.651)

Akumulasi Pendapatan (74.374.651)

TAHUN

2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025

2 3 4 5 6 7 8

4.400.160.000,00 4.708.171.200,00 5.037.743.184,00 5.390.385.206,88 5.767.712.171,36 6.171.452.023,36 6.603.453.664,99

(4.239.101.720,00) (4.242.412.840,40) (4.245.955.739,23) (4.249.746.640,97) (4.253.802.905,84) (4.258.143.109,25) (4.262.787.126,90) (69.000.000,00) (69.000.000,00) (69.000.000,00) (69.000.000,00) (69.000.000,00) (69.000.000,00) (69.000.000,00) (15.892.537,50) (17.243.403,19) (18.709.092,46) (93.503.838,72) (22.024.811,37) (23.896.920,34) (25.928.158,56) (14.004.210,44) (15.439.642,01) (17.022.205,32) (18.766.981,37) (20.690.596,96) (22.811.383,14) (25.149.549,92) (40.894.102,98) (39.458.671,41) (37.876.108,10) (36.131.332,05) (34.207.716,46) (32.086.930,28) (29.748.763,50) (4.378.892.570,92) (4.383.554.557,01) (4.388.563.145,11) (4.467.148.793,11) (4.399.726.030,63) (4.405.938.343,01) (4.412.613.598,88)

21.267.429,08 324.616.642,99 649.180.038,89 923.236.413,77 1.367.986.140,73 1.765.513.680,35 2.190.840.066,11 4.466.160,11 68.169.495,03 136.327.808,17 193.879.646,89 287.277.089,55 370.757.872,87 460.076.413,88 16.801.268,97 256.447.147,96 512.852.230,73 729.356.766,88 1.080.709.051,18 1.394.755.807,48 1.730.763.652,23 (57.573.381,66) 198.873.766,30 711.725.997,03 1.441.082.763,90 2.521.791.815,08 3.916.547.622,56 5.647.311.274,78

TAHUN

2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032

9 10 11 12 13 14 15

7.065.695.421,54 7.560.294.101,05 8.089.514.688,12 8.655.780.716,29 9.261.685.366,43 9.910.003.342,08 10.603.703.576,03

(4.267.756.225,78) (4.273.073.161,59) (4.278.762.282,90) (4.284.849.642,70) (4.291.363.117,69) (4.298.332.535,93) (4.305.789.813,44) (69.000.000,00) (69.000.000,00) (69.000.000,00) (69.000.000,00) (69.000.000,00) (69.000.000,00) (69.000.000,00) (28.132.052,04) (194.861.275,25) (33.117.754,97) (35.932.764,14) (38.987.049,09) (42.300.948,26) (271.035.321,71) (27.727.378,78) (30.569.435,11) (33.702.802,21) (37.157.339,43) (40.965.966,72) (45.164.978,31) (49.794.388,59) (27.170.934,64) (24.328.878,31) (21.195.511,21) (17.740.973,99) (13.932.346,70) (9.733.335,11) (5.103.924,83) (4.419.786.591,24) (4.591.832.750,26) (4.435.778.351,28) (4.444.680.720,26) (4.454.248.480,20) (4.464.531.797,61) (4.700.723.448,57)

2.645.908.830,30 2.968.461.350,79 3.653.736.336,84 4.211.099.996,03 4.807.436.886,23 5.445.471.544,47 5.902.980.127,46 555.640.854,36 623.376.883,67 767.284.630,74 884.330.999,17 1.009.561.746,11 1.143.549.024,34 1.239.625.826,77 2.090.267.975,94 2.345.084.467,12 2.886.451.706,10 3.326.768.996,87 3.797.875.140,12 4.301.922.520,13 4.663.354.300,69 7.737.579.250,72 10.082.663.717,84 12.969.115.423,95 16.295.884.420,81 20.093.759.560,94 24.395.682.081,07 29.059.036.381,76

Lampiran C

Penilaian pembobotan pemilihan lokasi industri Pada Industri Keramba Apung High Density Polyethene

(HDPE)

Pembobotan Lokasi Industri Keramba Apung HDPE

Metode pembobotan AHP (Analytical Hierarchy Process)

Reference :

Operations Research an Introduction - 8th ed. (2007), Hamdy A.

Lokasi 1 Desa Blimbing, Kec. Paciran, Kab.

Lokasi 1 Desa Blimbing, Kec. Paciran, Kab.