3.2. PROSES KERJA SUTRADARA
3.2.7. Lembar Kerja Sutradara
a. TREATMENT PROGRAM DOKUMENTER
Production Company : Universitas BSI Produser :Daniel Oktavian Project Title : “Setapak Kaki Urang Director : Ryanda Asy’ari
Time Broadcast : 16.00 – 16.15 WIB Penulis Naskah: Anis Nur. C
Establish patung suku baduy di Terminal Ciboleger SEGMENT I
Suasana selamat datang di baduy tampak depan Suasana ruang lingkup kampung gajebo
Pekerjaan masyarakat suku baduy Suasana sungai di kampung gajebo Suasana pengunjung di kampung gajebo Rumah khas suku baduy
Establish Suasana kampung di baduy Prosesi acara seba
Wawancara bupati kabupaten lebak
Hasil pertanian masyarakat baduy pada acara seba Establish Gapura museum negeri banten
Establish Suasana halaman museum negeri banten
Establish Suasana gubernur menghadiri acara seba hari ke dua
Suasana masyarakat baduy menghadiri acara seba di museum negeri banten Establish Suasana kampung di baduy
SEGMENT II
Kaki orang baduy tanpa alas kaki Suasana pekerjaan keluarga kang sapri
Kang sapri memakai ikat kepala khas baduy dalam Kang sapri bersama anak-anaknya sedang berjalan Suasana pekerjaan masyarakat baduy
Kartu tanda penduduk kang sapri dan surat keterangan dari desa Suasana tempat lumbung padi
Ketiga anak kang sapri menuju rumah untuk pamit dengan orang tua sebelum berangkat ke kota
Ketiga anak kang sapri membeli madu dan kerajinan tangan untuk dijual di kota Suasana Ketiga anak kang sapri berangkat ke kota berjalan kaki
Suasana ketiga anak kang sapri menyebrangi sungai di ciminyak Timelapse matahari terbenam
Ketiga anak kang sapri beristirahat di tempat temannya di desa sajira Establish suasana lalu lintas rel kereta parung panjang siang hari SEGMENT III
Ketiga anak kang sapri berjalan di rel kereta parung panjang
Ketiga anak kang sapri menjual madu dan kerajinan tangan khas baduy Suasana alam sutera malam hari
Ketiga anak kang sapri tiba di kawasan sumarecon mall serpong malam hari Establish suasana tempat makan geprek bensu
Ketiga anak kang sapri memesan makanan dan makan suasana cbd mall ciledug
No.
Visual
Video
Shot Shot Size Moving Angel
SEGMENT I
1. 1 Establish Zoom Out Eye
level
Opening Patung Suku Baduy di terminal Ciboleger
2. 2 Establish Tilt down Eye
level
Suasana selamat datang di baduy tampak depan Ketiga anak kang sapri memasuki kawasan cbd mall ciledug
Ketiga anak kang sapri membeli tiket bioskop Suasana xxi di cbd mall ciledug
Ketiga anak kang sapri memasuki teater Suasana di dalam teater
Ketiga anak kang sapri menonton film spiderman
Setelah film selesai, ketiga anak kang sapri keluar dari teater Camera Report
Production Company : Universitas BSI Project Title : Setapak Kaki Urang Kanekes
Durasi : 15:26 Menit Director : Ryanda Asy’ari
Produser : Daniel Octavian Kameraman : Ryanda Asy’ari Table III.4
3. 3 medium long shot. medium close up Tilt down, Still, panning Eye level Suasana ruang lingkup kampung gajebo 4. 4 Medium close up,medium shot Still Eye level Pekerjaan masyarakat suku baduy 5. 5 Establish,medium shot
Still, panning Eye level
Suasana para pekerja masyarakat baduy
6. 6 Medium long shot Still Eye
level
Suasana sungai di kampung gajebo
7. 7 Medium long shot Still Eye
level
Suasana
pengunjung di kampung gajebo 8. 8 Long shot Panning, still Eye
level
Rumah khas suku baduy
9. 9 Establish Follow, tilt up Bird eye view
Suasana kampung di baduy
10. 10 Medium close up, close up, full shot
Still, panning, follow Eye level, high angle
11. 11 close up Still Eye level
Wawancara bupati kabupaten lebak 12. 12 Medium close up panning Eye
level
Hasil pertanian masyarakat baduy pada acara seba
13. 13 Establish Tilt down Eye
level
Gapura museum negeri banten
14. 14 Establish follow Bird
eye view
Suasana halaman museum negeri banten
15. 15 Medium long shot Still Eye level
Suasana gubernur menghadiri acara seba hari ke dua
16. 16 Full shot still High
angle Suasana masyarakat baduy menghadiri acara seba di museum negeri banten SEGMENT II
17. 17 Establish follow Bird
eye view
Suasana kampung di baduy
Level tanpa alas kaki
19. 19 Long shot Still Eye
Level
Suasana pekerjaan keluarga kang sapri 20. 20 Medium long shot still Eye
Level
Kang sapri
memakai ikat kepala khas baduy dalam
21. 21 Long shot Still, panning Eye level
Kang sapri bersama anak-anaknya sedang berjalan 22. 22 Long shot, Establish, medium close up Still Eye level Suasana pekerjaan masyarakat baduy
23. 23 Close up still Eye
level
Kartu tanda
penduduk kang sapri dan surat keterangan dari desa
24. 24 Medium close up Tilt down, panning
Eye Level
Suasana tempat lumbung padi 25. 25 Full shot, medium
long shot
Still Eye
Level
Ketiga anak kang sapri menuju rumah untuk pamit
dengan orang tua sebelum berangkat ke kota
26. 26 Medium long shot Panning, still Eye Level
Ketiga anak kang sapri membeli madu dan kerajinan tangan untuk dijual di kota
27. 27 Full shot, close up, very long shot
Still, panning, zoom in Eye Level Suasana Ketiga anak kang sapri berangkat ke kota berjalan kaki 28. 28 medium long shot, medium close up Still Eye Level Suasana ketiga anak kang sapri menyebrangi sungai di ciminyak
29. 29 Establish still Eye
level Timelapse matahari terbenam 30. 30 Long shot, medium long shot, close up
Still, panning Eye level
Ketiga anak kang sapri beristirahat di tempat temannya di desa sajira
SEGMENT III
31. 31 Establish Still,Panning Eye Level
Suasana lalu lintas rel kereta parung panjang siang hari
32. 32 Long shot Medium long shot, close up still Eye Level, low angle
Ketiga anak kang sapri berjalan di rel kereta parung panjang
33. 33 Full shot medium shot
Still Eye
Level
Ketiga anak kang sapri menjual madu dan kerajinan tangan khas baduy
34. 34 Establish still Eye
Level
Suasana alam sutera malam hari 35. 35 Medium close up,
medium long shot Long shot
Still, follow Eye Level
Ketiga anak kang sapri tiba di kawasan
sumarecon mall serpong malam hari
36. 36 Establish Still Eye
Level
Suasana tempat makan geprek bensu
Level sapri memesan
makanan dan
makan
38. 38 Establish Tilt down Eye
Level
suasana cbd mall ciledug
39. 39 long shot Sill, panning Eye Level
Ketiga anak kang sapri menyebrangi jalan
40. 40 Long shot,
medium long shot
still Eye
level
Ketiga anak kang sapri memasuki kawasan cbd mall ciledug 41. 41 Medium long shot, medium close up still Eye level
Ketiga anak kang sapri membeli tiket bioskop
42. 42 Medium close up, close up
Still Eye
level
Suasana xxi di cbd mall ciledug
43. 43 Medium close up, close up
Still Eye
level
Ketiga anak kang sapri memasuki teater
44. 44 Long shot Still Eye
level
Suasana di dalam teater
level sapri menonton film spiderman 46. 46 Medium long shot Still Eye
level
Setelah film selesai, ketiga anak kang sapri keluar dari teater
No. VIDEO AUDIO 1. Establish patung suku baduy di
terminal ciboleger
Backsound
2. Suasana selamat datang di baduy tampak depan
Suku baduy terletak di desa kanekes kecamatan leuwidamar/ kabupaten lebak/ provinsi banten//
3. Suasana ruang lingkup kampung gajebo
Desa kanekes terdiri dari 69 kampung di baduy luar/ dan 3 kampung di baduy dalam//
4. Pekerjaan masyarakat suku baduy Suku Baduy terbagi menjadi dua/ baduy dalam dan baduy luar// Jarak dari baduy luar ke baduy dalam sekitar 8 kilo meter// perbedaan paling mendasar dari kedua suku baduy ini adalah dalam menjalankan pitukuh atau aturan adat istiadat pelaksanaannya// Jika baduy dalam masih memegang teguh adat dan menjalankan aturan Outline Program Dokumenter
Production Company : Universitas BSI Produser : Daniel Octavian. S Project Title : “Setapak Kaki Director : Ryanda Asy’ari
Urang Kanekes”
Durasi : 15:26 Menit Penulis Naskah: Anis Nur Cahyani Tabel III.5
adat dengan baik/ tidak sebaliknya dengan saudaranya suku baduy luar//
5. Suasana sungai di kampung gajebo Perbedaan lainnya terlihat dari cara berpakaian yang dikenakan// Pakaian adat atau baju keseharian baduy dalam tersirat dalam balutan warna putih// Warna putih melambangkan kesucian dan budaya yang tidak terpengaruh dari luar// Beda dengan budaya baduy luar yang menggunakan baju serba hitam atau biru tua saat melakukan aktivitas kesehariannya//
6. Suasana pengunjung di kampung gajebo
orang luar boleh datang ke baduy dalam/ tapi tidak boleh berfoto-foto// Kalau di baduy luar bersifat lebih terbuka/ penampilannya juga sudah seperti orang kota//
7. Rumah khas suku baduy Meskipun begitu/ tetap ada aturan adat yang tidak boleh mereka langgar misalnya bangunan rumah masih bangunan panggung dan menghadap selatan/ Karena kenapa/
karena kiblat mereka menghadap ke selatan// Sebagai tanda kepatuhan atau pengakuan kepada penguasa// masyarakat Baduy secara rutin melaksanakan Seba ke Kesultanan Banten//
8. Establish Suasana kampung di baduy
Wilayah adat baduy 1500 Hektar/ yang bagian besar berupa hutan dan ladang// secara historis/ sejatinya mereka lebih tepat disebut urang kanekes// diperkirakan telah mendiami kawasan ini sejak abad ke 5 atau 100 tahun sebelum Nabi Muhammad//
9. Prosesi acara seba Prosesi acara seba suatu kewajiban yang harus dilaksanakan dan menjadikan ketetapan lembaga adat masyarakat baduy// Seba itu titipan adat yang harus dijalankan karena jika tidak dilaksanakan khawatir akan kualat//
10. Wawancara bupati kabupaten lebak Ya tentunya ini/ seba baduy ini adalah silaturahmi dan ritual setiap tahun yang dilaksanakan oleh masyarakat baduy kepada
pemerintah// Jadi/ karna saya bupatinya perempuan jatuhnya ibu gede yang dilanjutkan nanti besok ke gubernur// jadi/ ini adalah silaturahmi tahunan dari masyarakat baduy kepada pemerintah//
11. Hasil pertanian masyarakat baduy pada acara seba
Yang pertama adalah tadi itu/ karna rutinitas kebiasaan ritual yang dilaksanakan oleh masyarakat baduy setiap tahunnya dengan memberikan atau menyampaikan hasil pertaniannya dalam bentuk seba silaturahmi dan menyampaikan aspirasi yang mereka inginkan kepada pemerintah// Tujuannya adalah tadi disamping menjalin silaturahmi karna pembangunan ini tidak hanya pemerintah tapi juga ikut terlibat masyarakatnya// Jadi kalo tadi bahasanya ngeyek/ ngenak gitu ya jadi salah satunya itu// Jadi pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa di dukung masyarakatnya// salah satunya tadi itu/ jadi pembangunan itu ada
sinergitas antara pemerintah dan masyarakat//
12. Establish Gapura museum negeri banten
Backsound
13. Establish Suasana halaman museum negeri banten
Backsound
14. Establish Suasana gubernur menghadiri acara seba hari ke dua
Jangan sampai tambang-tambang emas masuk ke wilayah baduy ya/ punah nanti adat baduy itu// jadi sebagai gubernur saya wajib mempertahankan adat istiadat baduy
15. Establish kampung di baduy Keluarga sapri adalah warga baduy dalam
16. Kaki orang baduy tanpa alas kaki atau urang tangtu// 17. Suasana pekerjaan keluarga kang
sapri
namun/ gambar-gambar ini direkam diluar kampung mereka/ karena adat melarang dalam penggunaan listrik dan barang-barang elektronik//
18. Kang sapri memakai ikat kepala khas baduy dalam
Adapun hukum adat leluhur seperti Gunung tak boleh dihancurkan/ Lembah tak boleh dirusak/
sedang berjalan Pantangan tak boleh diubah/ 20. Suasana pekerjaan masyarakat
baduy
panjang tak boleh dipotong/ pendek tak boleh disambung/ yang bukan harus ditiadakan/ yang jangan harus dinafikan/ yang benar harus dibenarkan//
21. Kartu tanda penduduk kang sapri dan surat keterangan dari desa
saat berpergian mereka berbekal Kartu tanda pendududk atau surat keterangan dari desa//
22. Suasana tempat lumbung padi Jalan kaki jarak jauh bukan hal berat bagi urang kanekes// karena setiap hari/ mereka terbiasa jalan kaki berkilo-kilo meter dari rumah ke ladang dengan medan naik turun bukit//
23. Ketiga anak kang sapri menuju rumah untuk pamit dengan orang tua sebelum berangkat ke kota
Mereka masing-masing membawa perbekalan yang mereka masukkan ke dalam kain putih yang berfungsi sebagai tas// Berbeda dengan jalan kaki pada tradisi seba, yang merupakan bagian dari budaya// 24. Ketiga anak kang sapri membeli
madu dan kerajinan tangan untuk dijual di kota
Kang sapri berumur kurang lebih 51 tahun dan memiliki 8 anak// ketiga anaknya yang bernama Nasiin berumur 18 tahun/ Asep 19 tahun/
dan Jamidi 17 tahun akan pergi ke kota tangerang// mereka akan membawa barang dagangan berupa madu hutan dan kerajinan tangan khas baduy//
25. Suasana Ketiga anak kang sapri berangkat ke kota berjalan kaki
perjalanan mereka jalan kaki ke kota adalah untuk tujuan ekonomi dan mencari hiburan// Urang kanekes biasanya turun gunung ke daerah kota pada waktu selesai musim panen// tepatnya setelah bulan kawalu atau hari perayaan suku baduy/ karena pada masa itu cenderung tidak ada aktivitas warga ke ladang//
26. Suasana ketiga anak kang sapri menyebrangi sungai di ciminyak
Untuk menuju kota tangerang/ mereka harus melewati hutan/ sungai/ dan sawah//
27. Timelapse matahari terbenam Backsound 28. Ketiga anak kang sapri beristirahat
di tempat temannya di desa sajira
Setelah berjalan seharian/ saatnya mereka melepas lelah agar stamina kembali segar untuk melanjutkan perjalanan esok hari// biasanya kalau ke kota/ mereka beristirahat di tempat temannya//
29. Establish suasana lalu lintas rel kereta parung panjang siang hari
Hari ini adalah hari kedua perjalanan mereka dari baduy menuju kota tangerang/ setelah mereka menginap di desa sajira pada hari pertama//
30. Ketiga anak kang sapri berjalan di rel kereta parung panjang
Meski berasal dari daerah pedalaman/ ternyata mereka
benar-benar mematuhi
rambu-rambu lalu lintas// 31. Ketiga anak kang sapri menjual
madu dan kerajinan tangan khas baduy
Dari parung panjang/ mereka kembali melangkahkan kaki menapaki panas dan kerasnya jalanan aspal menuju kota tangerang//
32. Suasana alam sutera malam hari Malam hari mereka tiba di kawasan serpong kota tangerang/
33. Ketiga anak kang sapri tiba di kawasan sumarecon mall serpong malam hari
saat menyebrang mereka melewati jembatan penyebrangan yang ada di kawasan sumarecon mall serpong// 34. Establish suasana tempat makan
geprek bensu
Backsound
35. Ketiga anak kang sapri memesan makanan dan makan
Backsound
37. Ketiga anak kang sapri memasuki kawasan cbd mall ciledug
kaki-kaki urang kanekes telah menginjakkan kaki
38. Ketiga anak kang sapri membeli tiket bioskop
di salah satu XXI yang ada di kota tangerang// dengan baju lusuh dan kaki telanjang/ penampilan mereka begitu kontras dengan orang-orang di sekelilingnya//
39. Suasana xxi di cbd mall ciledug Saat ini mereka bukan pertama kalinya masuk mall// orang suku baduy sering menerima beragam reaksi dari orang-orang yang mereka jumpai di jalanan// ada yang melihat dengan tatapan aneh dan tak jarang pula di tolak sekuriti masuk ke suatu kawasan//
40. Ketiga anak kang sapri memasuki teater
Backsound
41. Suasana di dalam teater Backsound 42. Ketiga anak kang sapri menonton
film spiderman
Backsound
43. Setelah film selesai, ketiga anak kang sapri keluar dari teater
Orang-orang suku baduy atau urang kanekes ini bisa mengingatkan kita tentang arti kesederhanaan/ tentang belajar kepatuhan pada aturan dan tentang nilai-nilai perjuangan yang
bisa diraih dengan menjalankan apa yang kita yakini dengan sepenuh hati//
Konsep Sutradara
Judul : Setapak Kaki Urang Kanekes
Tema : Dokumenter Televisi
Ide Pokok : Dibawah ini seorang penulis yang berperan sebagai Sutradara sekaligus menuangkan sebuah ide cerita, dengan ini menginformasikan tentang adanya kearifan lokal suku baduy yang bisa berkembang dan bertahan hidup tanpa menggunakan dan sedikit mengangkat biografi suku baduy yang akan pergi ke kota dengan tujuan ekonomi dan mencari hiburan dengan berjalan kaki selama tiga hari.
Cerita : Dokumenter Televisi ini mengangkat topik mengenai Kearifan Lokal Suku Baduy dan Biografi Suku Baduy yang tinggal di pedalaman suku baduy/Desa Kanekes, Kampung Cibeo, Banten. Kami berdiskusi tentang bagaimana mereka masyarakat pedalaman dapat hidup berdampingan dengan alam, menjaga keseimbangan dan benar-benar menjaga kelestarian alam. Secara konseptual, kearifan lokal dan keunggulan lokal merupakan kebijaksanaan manusia yang bersandar pada filosofi nilai-nilai, etika, cara-cara dan perilaku yang melembaga secara tradisional. Seperti tradisi acara “Seba” sebagai wujud ungkapan syukur kepada Ibu Gede
(Bupati atau Kepala Pemerintahan Daerah). Seba itu sendiri merupakan penyerahan hasil tani atau hasil bumi pada pemerintah setempat yang biasa kita sebut dengan upeti pada kerajaan, kegiatan seba ini tanpa paksaan dari manapun. Masyarakat baduy luar yang dipimpin oleh jaro maupun baduy dalam yang dipimpin oleh puun, bersama-sama berbondong-bondong membawa hasil tani tersebut pada pemerintahan yang saat itu diserahkan pada Bupati Lebak secara langsung di pendopo Kabupaten lebak. Perayaan adat seba, merupakan peninggalan leluhur tetua (kokolot) yang harus dilaksanakan sekali dalam setahun. Acara itu digelar setelah musim panen ladang huma. Dalam upacara seba kali ini dilaksanakan di pendopo pemkab Lebak. Seba tahun ini jumlah pendatang warga baduy luar dan baduy dalam terbesar hingga tercatat sebanyak 1.031 orang. Pada akhir segmen nanti akan dijelaskan secara langsung mengenai upacara seba dengan Ibu Gede (Bupati Lebak) Ibu. Hj. Iti Octavia Jayabaya, SE, MM. Selain Kearifan Lokal Suku Baduy, Penulis juga akan mengangkat topik Biografi, dimana tiga anak muda Suku Baduy yang sangat dikenal oleh masyarakat luas dan sudah modern. Suku baduy dalam dikenal belum mengenal budaya luar dan terletak di hutan pedalaman suku baduy dalam masih memiliki budaya asli dan dikenal sangat taat mempertahankan adat istiadat serta warisan nenek moyangnya. Kang Nasiin, Kang Asep, dan Kang Jamidi adalah Saudara kandung. Mereka
belum menikah, Biasanya Anak-anak Suku Baduy menikah pada umur 15-18 tahun, Sebagian besar penduduk laki-laki suku baduy ini adalah bertani, dan untuk penduduk perempuan biasanya menenun dan membuat kerajinan tangan untuk dijual. Mereka biasanya menjual hasil taninya berupa madu hutan ke Tangerang, tak hanya madu ia pun membawa hasil kerajinan tangan untuk dijual di Jakarta. Untuk ke Tangerang mereka harus berjalan kaki selama 3 hari. Selain berjualan di Tangerang, Mereka juga pernah main ke mall, bahkan nonton bioskop sebelum berjalan menuju pulang ke Baduy.
Pada cerita ini penulis memberikan 3 segment untuk memberikan alur cerita yang menarik antara lain:
Segment pertama diantaranya akan membahas kearifan lokal suku baduy dan perbedaan baduy dalam dan baduy luar disertai wawancara oleh bupati kabupaten lebak mengenai acara seba atau hari raya suku baduy
Segment kedua diantaranya akan membahas pengenalan keluarga kang sapri serta pekerjaan keluarga kang sapri dan persiapan ketiga anak kang sapri yang akan pergi ke kota Segment ketiga membahas perjalanan ketiga anak kang sapri menuju kota tangerang dengan berjalan kaki selama 3 hari dan ketiga anak kang sapri akan nonton bioskop di xxi salah satu mall di tangerang.
Tujuan : Tujuan khusus penulis ingin mengangkat dokumenter ini diantara lain untuk memberikan sebuah hiburan kepada warga
suku baduy menikmati tontonan bioskop. Hidup di desa pedalaman dengan rutinitas yang hamper sama setiap harinya tanpa teknologi dan tanpa listrik tentu membuat bosan. Bahkan, mereka ingin berlibur pun tidak bisa terlalu lama. Dengan situasi yang seperti ini, tentu saja penulis ingin memberikan hiburan singkat dan menyenangkan untuk mereka. Pergi ke bioskop adalah salah satu pilihan yang tepat kalau mereka ingin mendapatkan hiburan.
Alasannya, supaya lebih memperhatikan kebahagiaan mereka agar tidak ada kesenjangan social diantara masyarakat luar dengan masyarakat baduy.
Dan tujuan untuk umum atau masyarakat agar membuka mata hati mereka agar bisa lebih bersyukur dengan apa yang ada. Karena masih banyak orang yang lebih kekurangan dari kita. Pesan : Orang-orang suku baduy atau urang kanekes ini bisa
mengingatkan kita tentang arti kesederhanaan, tentang belajar kepatuhan pada aturan dan tentang nilai-nilai perjuangan yang bisa diraih dengan menjalankan apa yang kita yakini dengan sepenuh hati
Bentuk : Multikarakter, wawancara kepada Narasumber
Potensi Konflik : Hal yang menarik dalam permasalahan ini adalah warga suku baduy yang selama ini menjual hasil bumi dan kerajinan mereka juga mencari hiburan ke luar kota harus menempuh ribuan kilo meter dengan berjalan kaki tanpa alas kaki dan tanpa alat transportasi apapun.
Element : Bentuk dokumenter kearifan lokal dan biografi, menggunakan multi camera
dengan biaya produksi yang relative ekonomis.
Durasi : 15:26 menit
1. Konsep kreatif penulis naskah