IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.5. Hidrologi
Kota Pontianak terletak diantara dua buah sungai yaitu Sungai Kapuas dan Sungai Landak dengan lebar bervariasi berkisar antara 170 – 1.400 m. Badan air Sungai Kapuas terdiri dari 3 bagian yaitu; (1) Sungai Kapuas Besar dengan panjang 5,7 km, lebar 600-1150 m dan lebar rata-rata 787 m, kedalaman lebih dangkal dibandingkan bagian hulu yaitu 7-12 m atau rat-rata 8,3 m, (2) Sungai Kapuas Kecil dengan panjang 4,8 km, lebar 190-245 m, dan lebar rata -rata 217 m, kedalaman sungai antara 15-17 m atau rata -rata 16 m, (3) Sungai Landak dengan panjang 4,6 km, lebar 210-220 m, lebar rata-rata 253 m, kedalaman sungai 7-12 m atau rata-rata 8,3m. Sungai Kapuas berfungsi sebagai sarana transportasi, mata pencaharian masyarakat, sumber air bersih, river cathment dan sebagai drainase kota.
Berdasarkan fungsinya, maka kondisi sepanjang Sungai Kapuas cenderung mengalami perubahan dari kawasan konservasi menjadi kawasan terbangun. Pada kawasan sepanjang tepian Tugu Khatulistiwa di Kecamatan Pontianak Utara kondisi eksisting terjadi abrasi, sedangkan di sepanjang tepian Jalan Komodor Yos Sudarso Kecamatan Pontianak Barat kawasan mangrove berubah menjadi kawasan pergudangan, pelabuhan dan perumahan.
No Jenis tanah Luas (ha) % Urgensi
1 Gambut 5.592 51,86 Tinggi
2 Aluvial 2. 715 25,19 Sedang
Pada Sungai Kapuas dan Sungai Landak terdapat sungai-sungai serta parit-parit yang letaknya tersebar di beberapa wilayah kecamatan, fungsinya antara lain sebagai drainase kota dan transportasi. Parit-parit tersebut yaitu Parit Sungai Jawi yang terletak di Kecamatan Pontianak Kota dan Kecamatan Pontianak Barat, Parit Tokaya di Kecamatan Pontianak Selatan, Parit Sungai Selamat dan Parit Malaya di Kecamatan Pontianak Utara. Penyebaran parit dan sungai di Kota Pontianak tertera pada Tabel 7.
Tabel 7. Sungai dan Parit di Kota Pontianak
No. Kecamatan Kelurahan Sungai/Parit Keterangan
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Pontianak Utara Batu Layang - Sungai Kapuas Besar - Parit Sungai Kunyit
- Sungai Utama Siantan Hilir - Sungai Kapuas Besar
- Parit Makmur - Parit Sungai Putat - Parit Sungai Selamat - Parit Sungai Sahang
- Sungai Utama
- panjang 6 km Siantan Tengah - Sungai kapuas Besar
- Parit Wan Salim - Parit Pekong - Parit Makmur - Parit Banseng
- Sungai Utama
Siantan Hulu - Sungai Landak - Parit Jawa - Parit Malaya - Parit Nanas - Parit Pangeran - Sungai Utama - panjang 5,96 km 2. Pontianak Selatan
Bangka Belitung - Sungai Kapuas Kecil - Parit Sungai Raya - Parit H. Husin - Parit Bangka - Parit Bansir
- Sungai Utama
Benua Melayu Laut - Sungai Kapuas Kecil - Parit bansir - Parit Tokaya - Parit Setia Budi - Parit Besar
- Sungai Utama
Benua Melayu Darat - Sungai Kapuas Kecil - Parit Tokaya - Parit Besar
- Sungai Utama - DAS > 1.00 ha Parit Tokaya - Parit Tokaya - pj 7,5 km 3. Pontianak Timur Parit Mayor - Sungai Kapuas Kecil
- Parit Mayor
- Sungai Utama Banjar Serasan - Sungai Kapuas Kecil
- Parit H. Yusuf Karim
- Sungai Utama Saigon - Parit H. Yusuf Karim
- Parit Semerangkai Tanjung Hulu - Sungai Landak
- Parit Daeng Lasibe - Parit Langgar
(1) (2) (3) (4) (5) Tanjung Hilir - Sungai Landak
- Parit Kongsi - Parit Jepon - Parit Beting
- Sungai Utama
Dalam Bugis - Sungai Kapuas Besar - Parit Semerangkai - Parit Wan Bakar Kapur - Parit Beting
- Parit T ambelan - Parit Kongsi - Parit Pangeran Pati
- Sungai Utama
T ambelan Sampit - Sungai Kapuas Kecil - Parit Tambelan - Parit Wan Bakar Kapur - Parit Pangeran Pati
- Sungai Utama
4. Pontianak Barat Pal Lima - Parit Sungai Jawi - Parit Nipah Kuning Sungai Jawi Dalam - Parit Sungai Jawi Sungai Jawi Luar - Sungai Kapuas Besar
- Parit Sungai Jawi - Sungai Beliung
- Sungai Utama
Sungai Beliung - Sungai Kapuas Besar - Parit Sungai Beliung - Parit Sambas - Sungai Serok - Parit Nipah kuning
- Sungai Utama
5. Pontianak Kota Mariana - Sungai Kapuas Besar - Parit Sungai Jawi - Parit Syahbandar - Parit Mariana
- Sungai Utama - DAS >1.000 ha - pj 7,11 km Tengah - Parit S. Bangkong
Darat Sekip - Sungai Kapuas Besar - Parit Besar
- Sungai Utama Sungai Bangkong - Parit S. Bangkong
Sungai Jawi - Parit Sungai Kakap
Sumber: BPS Kota Pontianak 2003.
Tabel 7 di atas dapat dijelaskan bahwa Parit Tokaya dengan panjang 7,5 km dan Parit Sungai Jawi dengan panjang 7,11 km (panjang keseluruhan 19,68 km mencakup Kabupaten Pontianak), merupakan saluran drainase perkotaan dengan kategori besar, DAS lebih dari 1.000 ha. Kedua parit ini merupakan saluran drainase induk, dan daerah tangkapan air, di hulu kawasan ini didominasi oleh jenis tanah gambut yang mudah tererosi. Parit-parit ini sebelumnya dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana transportasi, dan sampai sekarang kadang-kadang masih dijumpai untuk membawa produksi pertanian dari daerah lain ke Kota Pontianak, sehingga pada kawasan sepa njang parit kadang-kadang terjadi abrasi.
Parit Sungai Selamatpanjang 6 kmdanParit Malaya panjang 5,96 km di Kecamatan Pontianak Utara merupakan drainase yang meliputi kawasan tangkapan air lahan gambut di bagian hulu. Parit-parit ini juga kadang-kadang dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana transportasi namun alat angkut yang digunakan jenis perahu (sampan) yang kecil, sehingga tidak menimbulkan abrasi sepanjang bantaran parit.
Pada bantaran Sungai Kapuas Besar yang terdapat di Kecamatan Pontianak Utara (Kelurahan Batu Layang, Kelurahan Siantan Hilir) dan Kecamatan Pontianak Barat (Kelurahan Sungai Jawi Luar, Kelurahan Sungai Beliung), sepanjang bantaran sungai yang bervegetasi mangrove sebagai kawasan konservasi berubah menjadi kawasan pergudangan, pelabuhan, dan pemukiman (Bappeda Kota Pontianak 2004). Bantaran sungai ini telah terabrasi akibat gelombang dan kikisan ombak, karena sungai merupakan sarana transportasi air. Kondisi Sungai Kapuas secara kualitas mengalami penurunan akibat pencemaran, dan intruisi air laut. Berdasarkan analisis kualitas air Sungai Kapuas sesuai Kepmen KLH No. 02/MEN-KLH/I/1998 tentang baku mutu air untuk keperluan pariwisata dan rekreasi (mandi, renang dan selam) nilai BOD Sungai Kapuas dengan nilai rata-rata kurang dari 6 mg/l. Hal ini menggambarkan bahwa kebutuhan oksigen untuk biota air terpenuhi, karena kebutuhan oksigen bakteri untuk mendekomposisi bahan organik rendah. Nilai COD pada Sungai Kapuas tergolong rendah dengan rata -rata 22,89 mg/l. Hal ini menunjukkan tingkat pencemaran sungai oleh limbah domestik maupun industri, namun ada beberapa kawasan yang masih memiliki vegetasi dapat menurunkan nilai COD Sungai, karena jumlah oksigen terlarut cukup tersedia.
Dari penjelasan di atas, pengembangan RTH pada kawasan ini dapat berfungsi sebagai konservasi kawasan tepian air (riparian), dan sebagai penyeimbang ekologis sungai. Salah satu upaya pengembangan adalah dengan mempertahankan kawasan dengan habitat aslinya. Menurut Forman dan Godron (1986), koridor sepanjang sungai (riparian vegetation) berfungsi sebagai penahan kikisan gelombang, penahan aliran permukaan tanah mengandung sedimentasi, serta mengurangi kandungan partikel terkandung dalam sungai. Urgensi pengemba ngan RTH Kota Pontianak berdasarkan tingkat abrasi pada Tabel 8.
Tabel 8. Urgensi pengembangan RTH Kota Pontianak berdasarkan tingkat abrasi
Sumber: Bappeda Kota Pontianak 2002 dan analisis data
4.2. Kondisi Sosial Ekonomi