PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
A. Gambaran Obyek Penelitian
1. Letak Geografis Pasar Tanjung Kab. Jember
Pasar tanjung Jember Terletak di Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember. Lebih tepatnya berada di jalan H. Samanhudi No.
4422 B dengan nomor telf 0331-488865 dan kode pos 68131. Secara geografis pasar tanjung ini mempunyai batas-batas sebagaiberikut:
1) Sebelah Utara : Rumah dan pertokoan warga 2) SebelahTimur :Rumah dan pertokoan warga 3) Sebelah Selatan :Rumah dan pertokoan warga 4) Sebelah Barat :Rumah dan pertokoan warga 2. Sejarah singkat berdirinya Pasar Tanjung Kab. Jember
Kabupaten Jember dinyatakan lahir tahun 1928 namun situasi dan kondisi daerah sampai dengan lahirnya kemerdekaan RI tahun 1945 belum begitu Nampak terjadinya perubahan yang signifikan, pasar tanjung adalah pasar tradisional terbesar di Kab.
Jember yang tepatnya berada di kecamatan kaliwates. Pasar tanjung yang berada di tengah-tengah kota merupakan pasar utama atau induk yang melayani bermacam-macam komoditi perdagangan kebutuhan masyarakat. yang mana pada waktu itu orang-orang pada berkumpul didepan kantor pasar tanjung yang dulu belum mempunyai nama dan hanya disebut pasar Jember karena nama tersebut baru diwujudkan setelah tumbangnya orde
lama ke orde baru seputar tahun 1966 yang diambil dari nama jalan sebelah barat yang sekarang bernama jalan HOS Cokroaminoto.
Orang-orang / masyarakat Jember pada saat itu berkumpul di halaman Pasar Tanjung hanya sekedar ingin mendengarsiaran-siaran Pemerintah Karena satu-satunya alat komunikasi dan informasi hanya lewat radio yang’ dikumandangkan di kantor Pasar Tanjung. Masyarakat pada waktu itu tidak ada yang memiliki radio. Di situlah mereka bertemu dan bersilaturrahmi antar kampung di sekitar Pasar Tanjung. Pusat keramaian Kota Jember pada tahun 50-an hanya berkisar di Pasar Tanjung sampai dengan Jl. Raya Sultan Agung lewat Jalan Diponegoro yang dahulu bernama jalan Imam Syafi’i. Pasar Tanjung dibuka hanya pagi sampai sore hari (dulu masyarakat menyebut sampai dengan waktu Ashar), karena setelah memasukijam 17.00, pasar Tanjung yang dikelilingi oleh pagar kawat berduri ditutup total, sehingga tidak ada kegiatan pasar sama sekali. Di depan kantor pasar yang terietak di bagian Selatan masih tersisa lahan begitu luas yang sekarang sudah berdiri sebuah bangunan pertokoan di bawah Water Tower.
Saat itu lahan tersebut digunakan pasar sore. Sedangkan pagi sampai sore hari dipakai untuk terminal bis bagian Timur, sedangkan sebelah Barat adalah terminal oplet, yakni sejenis angkutan mobil penumpang dan Jember ke daerah Kecamatan dengan menelusuri jalan kabupaten yang pada umumnya diaspal
separo jalan dan selebihnya adalah makadam. Sebelah Barat dan Utara pasar adalah terminal dokar, yakni angkutan penumpang kereta yang ditarik seekor kuda antar Kecamatan terdekat dengan kota Jember. Terminal bis dan angkutan kota yang sekarang bernama Tawang Alun dan terletak di daerah Kaiwining Kecamatan Rambipuji, telah mengalami perpindahan tiga kali.
Yakni dari Pasar Tanjung pindah ke jalan Cokroaminoto yang sekarang telah dibangun kantor Telkom, kemudian pindah lagi sekitar tahun 1968 ke daerah Gebang di jalan Kenanga, baru yang terakhir sekitar tahun 80-an dipindahkan ke kaliwining rambipuji yang dulu adalah sebuah lahan tempat parkir kendaraan-kendaraan militer yang didatangkan dari rusi (Uni Soviet).
Memasuki kota Jember dari arah barat melalui patung Dr.
Soebandi yang terletak di jalan Double Way Gajah Mada yang pada malam hari menyuguhkan keindahan kota dengan berbagai tatanan lampu hias yang membujur sampai di pertigaan Jalan Cokroaminoto. Dahulu ditahun 50-an sampai bangunnya Double Way oleh pemerintah daerah dibawah pimpinan Bupati Abdoel Hadi sangat sepi dan termasuk wilayah luar kota dan masih terlihat sebagai besar tanah persawahan, yang dimaksud dengan kota Jember pada waktu ini di tahun 50-an hanyalah ke pasar tanjung ke arah barat sampai pertigaan hos cokroaminoto atau Gajah Mada belok ke arah timur ke jalan raya Sultan Agung sampai alun - alun
terus keselatan jalan ahmad yani sampai kepertigaan trunojoyo dan kembali kepasar tanjung. Terbukti daerah - daerah yang berbatasan dengan kota Jember seperti Mangli Utara, Patrang, Sumbersari, Sukorejo, Kebonsari, Tegal Besar dan Sukorambi apabila hendak berpergian kepasar tanjung selalu menyebut ke Pasar Jember.
Kantor pemerintahan Kabupaten Jember yang nampak begitu megah terletak disebelah selatan selatan alun –alun dibangun pada awal era orde baru sekitar tahun 70-an dibawah pimpinan Bupati Abdul Hadi yang banyak berjasa pada pembangunan daerah Kabupaten Jember antara lain kantor pemerintahan kabupaten, masjid jami’ Al- Baitulamin, doble way Kaliwates, lapangan glof Glantangan dan pembangunan pasar tanjung.
Adapun pembangunan pasar tanjung ini berdasarkan realisasi SK. DPRGR Kabupaten Jember tanggal 20 september 1971 No. Des. 08/XI/DPRDGR, guna melaksanakan policy bupati Kdh. Tk II jember dalam nota APBD tahun 1971-1972 tanggal 12 juli 1971 dengan keputusan biaya pembangunan pasar tanjung ini secara gotong royong antara penghuni dengan pemda Tk. II jember sebesar:
a. 25% ditanggung oleh pemda Tk . II Jember b. 75% ditanggung sendiri oleh penghuni
Team pembangunan pasar tanjung jember dibentuk dengan SK Bupati Tk. II Jember 4 September 1972 No.Sek/III/35/1972 yang kembali diresmikan oleh SK Bupati pada tanggal 4 Juli 1974 No 44/Tahun1974. Sebelum pasar tanjung lama dibongkar maka team telah membuat pasar penampungan sementara yang terletak di sepanjang jalan Dr. wahidin, Jl H. Samanhudi, Jl. WR.
Supratman. Pada tanggal 19 september 1972 sebanyak 990 los dengan perincian.
a. Ukuran 2x3 (los tertutup) sebanyak 480 los b. Ukuran 2x1,5 (los terbuka) sebanyak 180 los c. Ukuran 1x1.5 (los terbuka) sebanyak 330 los
Pada tanggal 18 januari 1973 s/d 24 januari 1973 para pedagang diperintahkan untuk menempati los sementara yang telah disediakan dalam waktu 7 hari pasar tanjung lama telah kosong.
Pada tanggal 19 April 1973, setelah pasar lama telah dibongkar telah diadakan peletakan batu pertama oleh Bupati Kdh. Tk. II Jember pada tanggal 22 April 1976 pasar tanjung mulai ditempati secara berangsur – angsur oleh penghuni pasar tanjung. Yang terdiri dari pedagang pasar tanjung sendiri dan pasar Johar.
Pada tanggal 3 Mei 1976 pasar tanjung jember telah diresmikan oleh Bapak Menteri Dalam Negeri bersamaan dengan peresmian proyek bangunan Pemda Tk. II Jember seperti Masjid
Jami’ Al-Baitul Amin Gedung Olahraga Bulu Tangkis (sport hall) serta Pembentukan Kota Administrative Jember.
1. Visi dan Misi Pasar Tanjung jember
Pasar tanjung di bangun oleh pemerintahan kabupaten jember sebagai fasilitas umum perdagangan masyarakat jember. Adapun visi misi yang ingin dicapai adalah sebagai berikut
a. Visi
Meningkatkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah Sendiri (PADS) khususnya retribusi yang bertumpu pada pengelolaan yang demokratis, efisien dan pelayanan yang prima dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah yang nyata dan bertanggung jawab.
b. Misi
1. Penberdayaan daya dan partisipasi pedagang sebagai penerima fasilitas berupa sarana bagunan sebagai tempat kegiatan usahanya. Guna ikut membangun dan memperbaiki sarana yang sudah ada berupa toko atau kios yang berada di pasar
2. Mewujudkan pelaksanaan mekanisme kerja yaitu dengan pengawasan dan pengendalian dalam upaya peningkatan pendapatan dan mencegah kebocoran
3. Mewujudkan tertib administrasi pemasukan retribusi pasar 4. Mewujudkan keterampilan dan kedisiplinan petugas selaku ujung
tombak dalam memungut retribusi pasar
5. Mewujudkan kesadaran masyarakat atau pedagang untuk membayar retribusi pasar
6. Mewujudkan pelayanan yang prima kepada pengguna fasilitas pasar baik para pedagang, konsumen maupun pembeli, dan 7. Mewujudkan peningkatan koordinasi yang baik dengan instansi
terkait