• Tidak ada hasil yang ditemukan

Liabilitas Jangka Panjang Long-term Liabilities

a. Utang bank dan lembaga keuangan

jangka panjang

a. Long-term loan to banks and financial institution

31 Maret/ 31 Desember/

March 31, December 31,

2016 2015

Pihak berelasi Related party

Dolar Amerika Serikat U.S. Dollar

Asia Star Fund Ltd. 35,000,000 35,000,000 Asia Star Fund Ltd.

Pihak ketiga Third parties

Rupiah (Catatan 31) Rupiah (Note 31)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 90,893,341 89,285,974 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

PT Bank Syariah Mandiri 7,231,094 7,104,023 PT Bank Syariah Mandiri

Jumlah 98,124,435 96,389,997 Total

Biaya transaksi yang belum

diamortisasi (479,729) (229,729) Unamortized transaction costs

Bersih 97,644,706 96,160,268 Net

Dolar Amerika Serikat U.S. Dollar

China Development China Development

Bank Corporation 314,820,000 314,820,000 Bank Corporation

PT Bank Mega Tbk 49,500,000 49,700,000 PT Bank Mega Tbk

PT Bank ICBC Indonesia 40,284,592 40,284,592 PT Bank ICBC Indonesia

PT Sarana Multi Infrastruktur 22,000,000 22,250,000 PT Sarana Multi Infrastruktur

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 14,925,000 15,000,000 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

Jumlah 441,529,592 442,054,592 Total

Biaya transaksi yang belum

diamortisasi (6,076,784) (6,397,035) Unamortized transaction costs

Bersih 435,452,808 435,657,557 Net

Jumlah 533,097,514 531,817,825 Total

Jumlah 568,097,514 566,817,825 Total

Dikurangi bagian yang akan jatuh

tempo dalam satu tahun Less current portion

China Development China Development

Bank Corporation 31,800,000 31,800,000 Bank Corporation

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 9,705,098 7,549,003 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

PT Sarana Multi Infrastruktur 1,000,000 1,000,000 PT Sarana Multi Infrastruktur

PT Bank Mega Tbk 1,000,000 950,000 PT Bank Mega Tbk

PT Bank Syariah Mandiri 734,408 579,920 PT Bank Syariah Mandiri

Jumlah 44,239,506 41,878,923 Total

Biaya transaksi yang belum

diamortisasi (294,412) (294,412) Unamortized transaction costs

Bersih 43,945,094 41,584,511 Net

Bagian yang akan jatuh tempo lebih

dari satu tahun 524,152,420 525,233,314 Long-term portion

Suku bunga per tahun Interest rates per annum

Rupiah 10,50% 8,50% - 10,50% Rupiah

Asia Star Fund Ltd. (ASF) Asia Star Fund Ltd. (ASF)

Pada tanggal 12 Januari 2011, GEAR (dahulu UFS) memperoleh fasilitas pinjaman dari ASF sebesar US$ 35.000.000. Jangka waktu fasilitas pinjaman tersebut adalah selama 1 tahun dari tanggal pertama kali penarikan. Pinjaman ini dijamin dengan gadai saham dan share charge atas modal ditempatkan dan disetor di entitas anak tertentu.

On January 12, 2011, GEAR (formerly UFS) obtained a loan facility of US$ 35,000,000 from ASF. This term loan has a tenor of 1 year from date of first draw down. The loan is secured by a share pledge and a share charge over the entire issued and paid up share capital in certain subsidiaries.

Pinjaman diharapkan akan dilunasi melalui hasil yang diterima dari Compliance

Placement setelah penyelesaian proses

akuisisi GEAR oleh Perusahaan.

The loan is expected to be repaid through the proceeds received from the Compliance Placement shares following the completion of the Proposed Acquisition of GEAR by the Company.

Pada tanggal 23 November 2015, ASF telah menyetujui untuk memperpanjang jangka waktu pelunasan utang menjadi tanggal 15 April 2017 atau tiga hari kerja setelah

tanggal penyelesaian Compliance

Placement, mana yang lebih dahulu dan

menghapus utang bunga jatuh tempo GEAR.

On November 23, 2015, ASF have agreed to extend the repayment date of the Existing Indebtedness to the earlier of April 15, 2017 or three business days after the date of the completion of the Compliance Placement and to waive any default interest payable by GEAR.

PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI)

Pada tanggal 14 September 2015, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman

dari SMI, dengan jumlah maksimum

pinjaman sebesar US$ 40.000.000. Pinjaman ini dijamin dengan sebagian tanah Perusahaan.

On September 14, 2015, the Company obtained loan facilities from SMI, with maximum credit facility of US$ 40,000,000. These loan facilities are collateralized with the Company’s land partially.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Mandiri) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Mandiri)

Pada bulan Desember 2014, Perusahaan memperoleh fasilitas KI dari Mandiri dengan

jumlah maksimum sebesar Rp 1.250.000.000.000. Jadwal pembayaran

pokok pinjaman setiap triwulan mulai 2015 sampai dengan 2020. Fasilitas KI ini dijamin dengan aset tetap (Catatan 11). Saldo pinjaman atas fasilitas KI pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 adalah masing-masing sebesar

Rp 1.206.700.000.000 dan

Rp 1.231.700.000.000.

On December, 2014, the Company obtained KI facilities from Mandiri with a maximum credit facility of Rp 1,250,000,000,000. The loan principle repayment schedule is on a quarterly basis from 2015 until 2020. These loans are secured with property, plant, and equipment (Note 11). The outstanding loan as of March 31, 2016 and December 31, 2015 amounted to Rp 1,206,700,000,000 and Rp 1,231,700,000,000, respectively.

Pada bulan Desember 2015, Perusahaan memperoleh fasilitas Pinjaman Transaksi Khusus dari Mandiri dengan jumlah maksimum sebesar US$ 100.000.000. Jadwal pembayaran pokok pinjaman setiap triwulan mulai 2016 sampai dengan 2021. Fasilitas Pinjaman Transaksi Khusus ini dijamin dengan aset tetap (Catatan 11).

In December 2015, the Company obtained Special Transaction Loan facilities from Mandiri with a maximum credit facility of

US$ 100,000,000. The loan principle

repayment schedule is on a quarterly basis from 2016 until 2021. These loans are secured with property, plant, and equipment (Note 11).

Saldo pinjaman atas fasilitas Pinjaman Transaksi Khusus pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 adalah sebesar US$ 15.000.000.

The outstanding loan as of March 31, 2016 and December 31, 2015 amounted to US$ 15,000,000.

PT Bank Syariah Mandiri (BSM) PT Bank Syariah Mandiri (BSM)

Pada tanggal 24 Desember 2014, Perusahaan memperoleh fasilitas pembiayaan investasi (PI) dari BSM dengan jumlah maksimum Rp 100.000.000.000. Fasilitas PI ini dijamin dengan aset tetap (Catatan 11) Perusahaan. Saldo pinjaman pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 adalah masing-masing

sebesar Rp 96.000.000.000 dan

Rp 98.000.000.000.

On December 24, 2014, the Company obtained investment financing facilities (PI) from BSM with maximum credit facility of Rp 100,000,000,000. These facilities are secured with property, plant, and equipment (Note 11) of the Company. The outstanding loans as of March 31, 2016 and

December 31, 2015 amounted to

Rp 96,000,000,000 and Rp 98,000,000,000, respectively.

China Development Bank Corporation (CDBC)

China Development Bank Corporation (CDBC)

Pada tanggal 4 Desember 2012, DSSP PSumsel memperoleh fasilitas pinjaman berjangka (term loan facility) maksimum sebesar US$ 318.000.000 dari CDBC untuk membiayai proyek pembangunan dan

konstruksi power plant dan fasilitas

penunjangnya di Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Pinjaman tersebut berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun.

On December 4, 2012, DSSP PSumsel obtained a term loan facility with a maximum amount of US$ 318,000,000 from CDBC to

finance the project relating to the

development and construction of power plant and its related facilities located in Regency Musi Banyuasin, South Sumatera Province. The loan with term of ten (10) years.

Pinjaman ini dijamin antara lain dengan jaminan perusahaan dari Perusahaan dan MAL dan jaminan secara fidusia atas klaim asuransi, piutang yang timbul sehubungan dengan Power Purchase Agreement antara DSSP PSumsel dan PT PLN (Persero), dan atas aset bergerak dan tanah DSSP PSumsel, serta gadai saham DSSP PSumsel yang dimiliki oleh DSSE.

The loan is collateralized by, among others, corporate guarantees from the Company and MAL and fiduciary securities on insurance claims, receivables incurred in relation to Power Purchase Agreement between DSSP PSumsel and PT PLN (Persero), DSSP PSumsel’s movable assets and land, and pledge of DSSP PSumsel shares owned by DSSE.

PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga)

Pada tanggal 12 Juli 2011, CAI memperoleh fasilitas pinjaman dari CIMB Niaga, dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar

US$ 18.000.000 (Tranche A) dan

US$ 7.500.000 (Tranche B) masing-masing untuk pembiayaan kembali (refinancing) dan pembiayaan (financing) pembelian alat berat. Pinjaman tersebut berjangka waktu 3 (tiga) tahun terhitung sejak tanggal penarikan. Pinjaman ini dijamin dengan jaminan perusahaan dari BKES dan alat berat yang dimiliki CAI.

On July 12, 2011, CAI obtained loan facilities from CIMB Niaga, with maximum credit facility of US$ 18,000,000 (Tranche A) and US$ 7,500,000 (Tranche B) for refinancing and financing the purchase of new heavy equipment, respectively. The loan facilities with term of three (3) years since the withdrawal date. These loan facilities are collateralized with corporate guarantee from BKES and heavy equipment owned by CAI.

Berdasarkan Surat Perubahan Terhadap Perjanjian Kredit tanggal 10 April 2012, Jangka Waktu Pembayaran Kembali Fasilitas Kredit menjadi 42 bulan (termasuk 9 (sembilan) bulan availability period sejak penandatanganan Perjanjian Kredit).

Based on the Credit Agreement Amendment dated April 10, 2012, the Repayment Term of Credit Facility became 42 months (including nine (9)-month availability period since the signing of Credit Agreement).

Pada bulan Januari 2015, utang ini telah dilunasi seluruhnya oleh CAI.

In January 2015, the loan has been fully settled by CAI.

PT Bank Mega Tbk (Mega) PT Bank Mega Tbk (Mega)

Pada tanggal 25 Maret 2015, GEM memperoleh fasilitas pinjaman dari Mega sebesar US$ 50.000.000. Fasilitas ini digunakan untuk investasi aset tetap. Jangka waktu fasilitas pinjaman tersebut adalah selama 10 tahun.

On March 25, 2015, GEM obtained a term loan facility of US$ 50,000,000 with Mega. This credit facility is intended to be deployed for investments in fixed assets. This term loan has a term of 10 years.

Jaminan untuk fasilitas ini adalah aset tetap tertentu yang dimiliki oleh GEM dan entitas anak dan gadai saham serta jaminan perusahaan dari GEM Grup.

The collaterals for this loan include certain property and equipment of GEM and the subsidiaries and pledge of shares and corporate guarantee from GEM Group.

Industrial and Commercial Bank of China Limited (ICBC)

Industrial and Commercial Bank of China Limited (ICBC)

Pada tanggal 30 April 2015, IMI telah menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman sebesar US$ 160.000.000 dengan ICBC untuk jangka waktu 8 tahun.

On April 30, 2015, IMI has signed loan facility agreement amounting US$ 160,000,000 with ICBC with a term of 8 years.

Jadwal pembayaran utang bank jangka panjang pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 adalah sebagai berikut:

The payment schedule for the long-term bank loans as of March 31, 2016 and December 31, 2015 follows:

31 Maret/ 31 Desember/

March 31, December 31,

2016 2015

Jatuh tempo dalam: Due within:

Satu tahun 44,239,506 41,878,923 One year

Dua tahun 51,786,679 84,679,232 Two years

Tiga tahun 65,902,960 59,650,768 Three years

Empat tahun 97,792,322 70,947,304 Four years

Lima tahun 114,733,721 140,773,362 Five years

Lebih dari lima tahun 200,198,839 175,515,000 More than five years

Jumlah 574,654,027 573,444,589 Total

Biaya transaksi yang belum diamortisasi (6,556,513) (6,626,764) Unamortized transaction cost

b. Utang jangka panjang lainnya b. Other long-term payables

31 Maret/ 31 Desember/

March 31, December 31,

2016 2015

Pihak ketiga Third parties

Dolar Amerika Serikat U.S. Dollar

Cisco Systems Capital Asia Pte. Ltd. 8,191,378 6,908,610 Cisco Systems Capital Asia Pte. Ltd.

Dikurangi bagian yang akan jatuh tempo

dalam satu tahun Less current portion

Cisco Systems Capital Asia Pte. Ltd. 1,449,201 1,101,796 Cisco Systems Capital Asia Pte. Ltd.

Bagian yang akan jatuh tempo lebih

dari satu tahun 6,742,177 5,806,814 Long-term portion

Utang jangka panjang lainnya merupakan utang yang diperoleh IMI dengan rincian sebagai berikut:

Other long-term payables are payables of IMI to the following:

1. PT Huawei Tech Investment (HUAWEI) 1. PT Huawei Tech Investment (HUAWEI)

Pada tanggal 6 April 2013, IMI menandatangani Master Agreement, sehubungan dengan disain, teknik, pasokan, konstruksi, instalasi, testing, komisi, dan perawatan untuk 300.000

HP (Homepass) GPON (Gigabit

Passive Optical Network) FTTH (Fiber To The Home) dengan HUAWEI.

On April 6, 2013, IMI entered into Master Agreement with respect to the design, engineering, supply, construction, installation, testing, commissioning, and maintenance of the total 300,000 HP (Homepass) GPON (Gigabit Passive Optical Network) FTTH (Fiber To The Home) System with HUAWEI.

2. PT Fiber Home Technologies Indonesia

(FIBER)

2. PT Fiber Home Technologies

Indonesia (FIBER) Pada tanggal 24 Mei 2013, IMI

menandatangani Master Agreement, sehubungan dengan disain, teknik, pasokan, konstruksi, instalasi, testing, komisi, dan perawatan untuk sistem 200.000 HP (Homepass) GPON (Gigabit Passive Optical Network) FTTH (Fiber To The Home) dengan FIBER.

On May 24, 2013, IMI entered into Master Agreement with respect to the design, engineering, supply, construction, installation, testing, commissioning, and maintenance of the total 200,000 HP (Homepass) GPON (Gigabit Passive Optical Network) FTTH (Fiber To The Home) system with FIBER.

IMI memperoleh fasilitas pembiayaan dari HUAWEI dan FIBER dengan cara penerbitan

Promissory Note yang dikenakan bunga

masing-masing sebesar 4% + LIBOR 6 (enam) bulan per tahun dan akan jatuh tempo dalam 36 (tiga puluh enam) bulan sejak penerbitan Promissory Note (PN) tersebut. PN pertama kali diterbitkan pada bulan Desember 2013.

IMI has obtained financing facilities from HUAWEI and FIBER through issuance of Promissory Notes which bear interest at six (6) months LIBOR + 4% per annum and will mature within thirty six (36) months after the issuance date of Promissory Note (PN). The first PN, issued in December 2013.

Pada bulan Oktober dan November 2015, utang jangka panjang (berupa Promissory

Note) HUAWEI dan FIBER telah dilunasi

seluruhnya oleh IMI.

In October and November 2015, the long-term payables (consist of Promissory Note) to HUAWEI and FIBER, respectively, had been fully settled by IMI.

3. Cisco Systems Capital Asia Pte. Ltd.

(CISCO)

3. Cisco Systems Capital Asia Pte. Ltd.

(CISCO)

IMI melakukan perjanjian dengan

CISCO dimana CISCO menyetujui untuk membiayai pembelian peralatan telekomunikasi IMI dari PT Dimension

Data Indonesia. Berdasarkan

perjanjian, pokok pinjaman dan bunga

akan dibayar secara triwulan

selama 5 tahun dan bunga 2% - 7,1% per tahun.

IMI entered into agreements with CISCO wherein CISCO agreed to finance IMI’s purchase of telecommunication equipment from PT Dimension Data Indonesia. Based on the agreements, the principal and interest are payable quarterly for 5 years and bear interest ranging from 2% - 7.1% per annum.

19. Pengukuran Nilai Wajar 19. Fair Value Measurement

Tabel berikut menyajikan pengukuran nilai wajar aset dan liabilitas Grup:

The following table provides the fair value measurement of the Group’s certain assets and liabilities:

Input yang tidak dapat Input yang dapat diobservasi Harga kuotasian di observasi signifikan dalam pasar aktif/ signifikan (Level 3)/ (Level 1)/ (Level 2)/ Significant Quoted prices Significant unobservable

Nilai Tercatat/ in active markets observable inputs inputs Carrying Values (Level 1) (Level 2) (Level 3)

Aset yang diukur pada nilai wajar: Assets measured at fair value:

Aset tetap dengan model revaluasi Revalued property, plant and equipment

Pembangkit listrik (Catatan 11) 210,454,200 - - 210,454,200 Power plants (Note 11)

Aset keuangan yang diukur pada

nilai wajar melalui laba rugi Financial assets at FVPL

Investasi jangka panjang Long-term investments

Obligasi konversi (Catatan 10) 3,791,353 - - 3,791,353 Convertible bonds (Note 10)

Aset keuangan tersedia untuk dijual AFS financial assets

Investasi jangka panjang Long-term investments

Investasi saham (Catatan 10) 60,671,481 45,096,503 - 15,574,978 Investments in shares of stocks (Note 10)

Aset yang nilai wajarnya disajikan : Assets for which fair values are disclosed:

Pinjaman yang diberikan dan piutang Loans and receivables

Aset tidak lancar lain-lain 20,621,175 - - 19,609,426 Other noncurrent assets

Liabilitas yang diukur pada nilai wajar: Liabilities measured at fair value:

Liabilitas keuangan yang diukur pada

nilai wajar melalui laba rugi Financial liabilities at FVPL

Liabilitas derivatif - - - - Derivative liabilities

Liabilitas yang nilai wajarnya disajikan Liabilities for which fair values are disclosed:

Utang bank dan lembaga keuangan (bagian Loan to banks and financial institution

jangka pendek dan bagian jangka panjang) 568,097,514 - 562,744,450 - (including current and noncurrent portion)

Fair value measurement using:

31 Maret 2016/March 31, 2016 Pengukuran nilai wajar menggunakan:/

Input yang tidak dapat Input yang dapat diobservasi Harga kuotasian di observasi signifikan dalam pasar aktif/ signifikan (Level 3)/ (Level 1)/ (Level 2)/ Significant Quoted prices Significant unobservable

Nilai Tercatat/ in active markets observable inputs inputs Carrying Values (Level 1) (Level 2) (Level 3)

Aset yang diukur pada nilai wajar: Assets measured at fair value:

Aset tetap dengan model revaluasi Revalued property, plant and equipment

Pembangkit listrik (Catatan 11) 210.454.200 - - 210.454.200 Power plants (Note 11)

Aset keuangan yang diukur pada

nilai wajar melalui laba rugi Financial assets at FVPL

Investasi jangka panjang Long-term investments

Obligasi konversi (Catatan 10) 3.648.711 - - 3.648.711 Convertible bonds (Note 10)

Aset keuangan tersedia untuk dijual AFS financial assets

Investasi jangka panjang Long-term investments

Investasi saham (Catatan 10) 58.595.229 43.020.242 - 15.574.987 Investments in shares of stocks (Note 10)

Aset yang nilai wajarnya disajikan : Assets for which fair values are disclosed:

Pinjaman yang diberikan dan piutang Loans and receivables

Aset tidak lancar lain-lain 20.055.960 - - 18.291.305 Other noncurrent assets

Liabilitas yang diukur pada nilai wajar: Liabilities measured at fair value:

Liabilitas keuangan yang diukur pada

nilai wajar melalui laba rugi Financial liabilities at FVPL

Liabilitas derivatif 6.054.712 - 6.054.712 - Derivative liabilities

Liabilitas yang nilai wajarnya disajikan Liabilities for which fair values are disclosed:

Utang bank dan lembaga keuangan (bagian Loan to banks and financial institution

jangka pendek dan bagian jangka panjang) 566.817.825 - 561.157.730 - (including current and noncurrent portion)

Fair value measurement using:

31 Desember 2015/December 31, 2015 Pengukuran nilai wajar menggunakan:/

Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif adalah berdasarkan kuotasi harga pasar pada tanggal pelaporan. Pasar dianggap aktif apabila kuotasi harga tersedia sewaktu-waktu dan dapat diperoleh secara rutin dari bursa, pedagang efek, perantara efek, kelompok industri atau badan penyedia jasa penentuan harga, atau badan pengatur, dan harga tersebut mencerminkan transaksi pasar yang aktual dan rutin dalam suatu transaksi yang wajar. Kuotasi harga pasar yang digunakan untuk aset keuangan yang dimiliki oleh Grup adalah harga penawaran (bid price) terkini. Instrumen keuangan seperti ini termasuk dalam hirarki Level 1.

The fair value of financial instruments traded in active markets is based on quoted market prices at the reporting date. A market is regarded as active if quoted prices are readily and regularly available from an exchange, dealer, or broker, industry group pricing service, or regulatory agency, and those prices represent actual and regularly occurring market transaction on an arm’s lengths basis. The quoted market price used for financial assets held by the Group is the current bid price. These instruments are included in Level 1.

Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian ini memaksimalkan penggunaan data pasar yang dapat diobservasi yang tersedia dan sesedikit mungkin mengandalkan estimasi spesifik yang dibuat oleh entitas. Jika seluruh input signifikan yang dibutuhkan untuk menentukan nilai wajar dapat diobservasi, maka instrumen tersebut termasuk dalam hirarki Level 2. Nilai wajar liabilitas derivatif dan utang bank dan lembaga keuangan diestimasi berdasarkan analisa arus kas diskonto menggunakan suku bunga pasar.

The fair value of financial instruments that are not traded in an active market is determined by using valuation techniques. These valuation techniques maximize the use of observable market data where it is available and rely as little as possible on entity’s specific estimates. If all significant inputs required to fair value an instrument are observable, the instrument is included in Level 2. The fair value of derivative liabilities and loan to banks and financial institution are estimated based on discounted cash flow analysis using market interest rates.

Jika satu atau lebih input signifikan tidak diambil dari data pasar yang dapat diobservasi, maka instrumen tersebut termasuk dalam hirarki Level 3. Nilai wajar aset tetap dengan model revaluasi ditentukan berdasarkan metode perbandingan data pasar dengan penyesuaian faktor yang dianggap relevan.

If one or more of the significant inputs is not based on observable market data, the instrument is included in Level 3. The fair value of property, plant and equipment with revaluation model is determined by market approach data with an adjustment factor that is considered relevant.

20. Modal Saham 20. Capital Stock

Susunan kepemilikan saham Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 berdasarkan catatan yang dibuat oleh PT Sinartama Gunita, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:

As of March 31, 2016 and December 31, 2015, the share ownership in the Company, based on the record of PT Sinartama Gunita, share’s registrar, follows:

Jumlah Persentase Jumlah

Saham/ Kepemilikan/ Modal Disetor/

Number of Percentage of Total Paid-up Shares Ownership Capital Stock

%

PT Sinar Mas Tunggal 461.552.320 59,90 48.078.367 PT Sinar Mas Tunggal

Masyarakat lainnya (kepemilikan

masing-masing kurang dari 5%) 309.000.000 40,10 24.420.261 Public (each less than 5%)

Jumlah 770.552.320 100,00 72.498.628 Total

Name of Stockholders Nama Pemegang Saham

Perusahaan telah mencatatkan seluruh sahamnya pada Bursa Efek Indonesia.

All of the shares of the Company are listed in the Indonesia Stock Exchange.

Manajemen Permodalan Capital Management

Tujuan utama dari pengelolaan modal Grup adalah untuk memastikan bahwa Grup mempertahankan rasio modal yang sehat dalam rangka mendukung bisnis dan memaksimalkan nilai pemegang saham.

The primary objective of the Group’s capital management is to ensure that it maintains healthy capital ratios in order to support its business and maximize shareholder value.

Grup mengelola permodalan untuk menjaga kelangsungan usahanya dalam rangka memaksimumkan kekayaan para pemegang saham dan manfaat kepada pihak lain yang berkepentingan terhadap Grup dan untuk menjaga struktur optimal permodalan untuk mengurangi biaya permodalan.

The Group manages its capital to safeguard the Group’s ability to continue as a going concern in order to maximize the return to shareholders and benefits for other stakeholders, and to maintain optimal capital structure to reduce the cost of capital.

Struktur permodalan Grup terdiri dari ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan pinjaman serta utang (terdiri dari utang bank dan lembaga keuangan jangka pendek, utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang dan utang jangka panjang lainnya dikurangi dengan saldo kas dan setara kas).

The capital structure of the Group consists of equity attributable to owners of the Company and loans and payables (consists of short-term loans to banks and financial institution and long-term loans to banks and financial institution and other long-term payables net of cash and cash equivalents).