• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lima Puluh Ke Tiga I. Awan

Dalam dokumen Jilid 2 - Buku 4 pdf 3 MB (Halaman 135-184)

101 (1) Awan (1)

Pada suatu ketika Sang Bhagavā sedang menetap di Sāvatthī, di Hutan Jeta, Taman Anāthapiṇḍika. Di sana Sang Bhagavā berkata kepada para bhikkhu: “Para bhikkhu!”

“Yang Mulia!” para bhikkhu itu menjawab. Sang Bhagavā berkata sebagai berikut:

“Para bhikkhu, ada empat jenis awan ini. Apakah empat ini? Awan dengan petir tetapi tanpa hujan; awan dengan hujan tetapi tanpa petir; awan yang tanpa petir juga tanpa hujan; dan awan dengan petir juga dengan hujan. Ini adalah keempat jenis awan itu. Demikian pula, ada empat jenis orang ini yang serupa dengan awan-awan itu terdapat di dunia. Apakah empat ini? Orang dengan petir tetapi tanpa hujan; orang dengan hujan tetapi tanpa petir; orang yang tanpa petir dan tanpa hujan; dan orang dengan petir juga dengan hujan.

(1) “Dan bagaimanakah, para bhikkhu, orang dengan petir tetapi tanpa hujan? Di sini, seseorang adalah pembicara, tetapi bukan pelaku. Dengan cara inilah seseorang adalah orang dengan petir tetapi tanpa hujan. Maka, Aku katakan, orang ini adalah bagaikan awan dengan petir tetapi tanpa hujan.

(2) “Dan bagaimanakah orang dengan hujan tetapi tanpa petir? Di sini, seseorang adalah pelaku, tetapi bukan pembicara. Dengan cara inilah seseorang adalah orang dengan hujan tetapi tanpa petir. Maka, Aku katakan, orang ini adalah bagaikan awan dengan hujan tetapi tanpa petir.

(3) “Dan bagaimanakah orang yang tanpa petir juga tanpa hujan? Di sini, seseorang adalah bukan pembicara juga bukan pelaku. Dengan cara inilah seseorang adalah orang yang tanpa

Buku Kelompok Empat II 103 134

petir juga tanpa hujan. Maka, Aku katakan, orang ini adalah bagaikan awan yang tanpa petir juga tanpa hujan.

(4) “Dan bagaimanakah orang dengan petir juga dengan hujan? Di sini, seseorang adalah pembicara juga pelaku. Dengan cara inilah seseorang adalah orang dengan petir juga dengan hujan. Maka, Aku katakan, orang ini adalah bagaikan awan dengan petir juga dengan hujan.

“Ini, para bhikkhu, adalah keempat jenis orang yang serupa dengan awan-awan itu yang terdapat di dunia.” [103]

102 (2) Awan (2)

“Para bhikkhu, ada empat jenis awan ini. Apakah empat ini? … [seperti di atas] …

(1) “Dan bagaimanakah, para bhikkhu, orang dengan petir tetapi tanpa hujan? Di sini, seseorang menguasai Dhamma – khotbah-khotbah, campuran prosa dan syair, penjelasan-penjelasan, syair-syair, ucapan-ucapan inspiratif, kutipan-kutipan, kisah-kisah kelahiran, kisah-kisah menakjubkan, dan pertanyaan-dan-jawaban175 - tetapi ia tidak memahami sebagaimana adanya: ‘Ini adalah penderitaan,’ dan ‘Ini adalah asal-mula penderitaan,’ dan ‘Ini adalah lenyapnya penderitaan,’ dan ‘Ini adalah jalan menuju lenyapnya penderitaan.’ Dengan cara inilah seseorang adalah orang yang dengan petir tetapi tanpa hujan. Maka, Aku katakan, orang ini adalah bagaikan awan dengan petir tetapi tanpa hujan.

(2) “Dan bagaimanakah orang dengan hujan tetapi tanpa petir? Di sini, seseorang tidak menguasai Dhamma - khotbah-khotbah … pertanyaan-dan-jawaban – tetapi ia memahami sebagaimana adanya: ‘Ini adalah penderitaan’ … ‘Ini adalah jalan menuju lenyapnya penderitaan.’ Dengan cara inilah seseorang adalah orang yang dengan hujan tetapi tanpa petir. Maka, Aku katakan, orang ini adalah bagaikan awan dengan hujan tetapi tanpa petir.

(3) “Dan bagaimanakah orang yang tanpa petir juga tanpa hujan? Di sini, seseorang tidak menguasai Dhamma - khotbah-khotbah … pertanyaan-dan-jawaban – dan ia juga tidak memahami sebagaimana adanya: ‘Ini adalah penderitaan’ … ‘Ini adalah jalan menuju lenyapnya penderitaan.’ Dengan cara inilah seseorang adalah orang yang tanpa petir juga tanpa hujan. Maka, Aku

katakan, orang ini adalah bagaikan awan yang tanpa petir juga tanpa hujan.

(4) “Dan bagaimanakah orang dengan petir juga dengan hujan? Di sini, seseorang menguasai Dhamma – khotbah-khotbah, campuran prosa dan syair, penjelasan-penjelasan, syair-syair, ucapan-ucapan inspiratif, kutipan-kutipan, kisah-kisah kelahiran, kisah-kisah menakjubkan, dan pertanyaan-dan-jawaban - dan ia juga memahami sebagaimana adanya: ‘Ini adalah penderitaan,’ dan ‘Ini adalah asal-mula penderitaan,’ dan ‘Ini adalah lenyapnya penderitaan,’ dan ‘Ini adalah jalan menuju lenyapnya penderitaan.’ Dengan cara inilah seseorang adalah orang yang dengan petir juga dengan hujan. Maka, Aku katakan, orang ini adalah bagaikan awan dengan petir juga dengan hujan. [104]

“Ini, para bhikkhu, adalah keempat jenis orang yang serupa dengan awan-awan itu yang terdapat di dunia.”

103 (3) Kendi

“Para bhikkhu, ada empat jenis kendi ini. Apakah empat ini? Kendi yang kosong dan tertutup; kendi yang penuh dan terbuka; kendi yang kosong dan terbuka, dan kendi yang penuh dan tertutup. Ini adalah keempat jenis kendi itu. Demikian pula, ada empat jenis orang ini yang serupa dengan kendi-kendi itu terdapat di dunia. Apakah empat ini? Orang yang kosong dan tertutup; orang yang penuh dan terbuka; orang yang kosong dan terbuka, dan orang yang penuh dan tertutup.

(1) “Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seseorang adalah kosong dan tertutup? Di sini, seseorang menginspirasi keyakinan dengan caranya berjalan pergi dan kembali, melihat ke depan dan ke sekeliling, menarik atau merentangkan lengannya, mengenakan jubah dan membawa jubah luar dan mangkuknya; tetapi ia tidak memahami sebagaimana adanya: ‘Ini adalah penderitaan,’ dan ‘Ini adalah asal-mula penderitaan,’ dan ‘Ini adalah lenyapnya penderitaan,’ dan ‘Ini adalah jalan menuju lenyapnya penderitaan.’ Dengan cara inilah seseorang adalah orang yang kosong dan tertutup. Maka, Aku katakan, orang ini adalah bagaikan kendi yang kosong dan tertutup.

Buku Kelompok Empat II 105 136

(2) “Dan bagaimanakah seseorang adalah penuh dan terbuka? Di sini, seseorang tidak menginspirasi keyakinan dengan caranya berjalan pergi dan kembali … dan membawa jubah luar dan mangkuknya; tetapi ia memahami sebagaimana adanya: ‘Ini adalah penderitaan’ … ‘Ini adalah jalan menuju lenyapnya penderitaan.’ Dengan cara inilah seseorang adalah orang yang penuh dan terbuka. Maka, Aku katakan, orang ini adalah bagaikan kendi yang penuh dan terbuka.

(3) “Dan bagaimanakah seseorang adalah kosong dan terbuka? Di sini, seseorang tidak menginspirasi keyakinan dengan caranya berjalan pergi dan kembali … dan membawa jubah luar dan mangkuknya; dan ia tidak memahami sebagaimana adanya: ‘Ini adalah penderitaan’ … ‘Ini adalah jalan menuju lenyapnya penderitaan.’ Dengan cara inilah seseorang adalah orang yang kosong dan terbuka. Maka, Aku katakan, orang ini adalah bagaikan kendi yang kosong dan terbuka.

(4) “Dan bagaimanakah seseorang adalah penuh dan tertutup? Di sini, seseorang menginspirasi keyakinan dengan caranya berjalan pergi dan kembali, melihat ke depan dan ke sekeliling, menarik atau merentangkan lengannya, mengenakan jubah dan membawa jubah luar dan mangkuknya; [105] dan ia memahami sebagaimana adanya: ‘Ini adalah penderitaan,’ dan ‘Ini adalah asal-mula penderitaan,’ dan ‘Ini adalah lenyapnya penderitaan,’ dan ‘Ini adalah jalan menuju lenyapnya penderitaan.’ Dengan cara inilah seseorang adalah orang yang penuh dan tertutup. Maka, Aku katakan, orang ini adalah bagaikan kendi yang penuh dan tertutup.

“Ini, para bhikkhu, adalah keempat jenis orang yang serupa dengan kendi-kendi itu yang terdapat di dunia.”

104 (4) Kolam Air

“Para bhikkhu, ada empat jenis kolam air ini. Apakah empat ini? Kolam yang dangkal tetapi tampak dalam; kolam yang dalam tetapi tampak dangkal; kolam yang dangkal dan tampak dangkal; dan kolam yang dalam dan tampak dalam. Ini adalah keempat jenis kolam itu.176 Demikian pula, ada empat jenis orang ini yang serupa dengan kolam-kolam air itu terdapat di dunia. Apakah empat ini? Orang yang dangkal tetapi tampak dalam; orang yang dalam tetapi

tampak dangkal; orang yang dangkal dan tampak dangkal; dan orang yang dalam dan tampak dalam.

(1) “Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seseorang adalah orang yang dangkal tetapi tampak dalam? Di sini, seseorang menginspirasi keyakinan dengan caranya berjalan pergi dan kembali, melihat ke depan dan ke sekeliling, menarik atau merentangkan lengannya, mengenakan jubah dan membawa jubah luar dan mangkuknya; tetapi ia tidak memahami sebagaimana adanya: ‘Ini adalah penderitaan,’ dan ‘Ini adalah asal-mula penderitaan,’ dan ‘Ini adalah lenyapnya penderitaan,’ dan ‘Ini adalah jalan menuju lenyapnya penderitaan.’ Dengan cara inilah seseorang adalah orang yang dangkal tetapi tampak dalam. Maka, Aku katakan, orang ini adalah bagaikan kolam dangkal yang tampak dalam. [106]

(2) “Dan bagaimanakah seseorang adalah orang yang dalam tetapi tampak dangkal? Di sini, seseorang tidak menginspirasi keyakinan dengan caranya berjalan pergi dan kembali … dan membawa jubah luar dan mangkuknya; tetapi ia memahami sebagaimana adanya: ‘Ini adalah penderitaan’ … ‘Ini adalah jalan menuju lenyapnya penderitaan.’ Dengan cara inilah seseorang adalah orang yang dalam tetapi tampak dangkal. Maka, Aku katakan, orang ini adalah bagaikan kolam yang dalam tetapi tampak dangkal.

(3) “Dan bagaimanakah seseorang adalah orang yang dangkal dan tampak dangkal? Di sini, seseorang tidak menginspirasi keyakinan dengan caranya berjalan pergi dan kembali … dan membawa jubah luar dan mangkuknya; dan ia tidak memahami sebagaimana adanya: ‘Ini adalah penderitaan’ … ‘Ini adalah jalan menuju lenyapnya penderitaan.’ Dengan cara inilah seseorang adalah orang yang dangkal dan tampak dangkal. Maka, Aku katakan, orang ini adalah bagaikan kolam yang dangkal dan tampak dangkal.

(4) “Dan bagaimanakah seseorang adalah orang yang dalam dan tampak dalam? Di sini, seseorang menginspirasi keyakinan dengan caranya berjalan pergi dan kembali, melihat ke depan dan ke sekeliling, menarik atau merentangkan lengannya, mengenakan jubah dan membawa jubah luar dan mangkuknya; dan ia

Buku Kelompok Empat II 107 138

memahami sebagaimana adanya: ‘Ini adalah penderitaan,’ dan ‘Ini adalah asal-mula penderitaan,’ dan ‘Ini adalah lenyapnya penderitaan,’ dan ‘Ini adalah jalan menuju lenyapnya penderitaan.’ Dengan cara inilah seseorang adalah orang yang dalam dan tampak dalam. Maka, Aku katakan, orang ini adalah bagaikan kolam yang dalam dan tampak dalam.

“Ini, para bhikkhu, adalah keempat jenis orang yang serupa dengan kolam-kolam air itu yang terdapat di dunia.”

105 (5) Mangga

“Para bhikkhu, ada empat jenis mangga ini. Apakah empat ini? Mangga yang belum matang tetapi tampak matang; mangga yang matang tetapi tampak belum matang; mangga yang belum matang dan tampak belum matang; dan mangga yang matang dan tampak matang. Ini adalah keempat jenis mangga itu. Demikian pula, ada empat jenis orang ini yang serupa dengan mangga-mangga itu terdapat di dunia ini. Apakah empat ini? Orang yang belum matang tetapi tampak matang; orang yang matang tetapi tampak belum matang; orang yang belum matang dan tampak belum matang; dan orang yang matang dan tampak matang.

(1) “Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seseorang adalah orang yang belum matang tetapi tampak matang? [107] Di sini, seseorang menginspirasi keyakinan dengan caranya berjalan pergi dan kembali, melihat ke depan dan ke sekeliling, menarik atau merentangkan lengannya, mengenakan jubah dan membawa jubah luar dan mangkuknya; tetapi ia tidak memahami sebagaimana adanya: ‘Ini adalah penderitaan,’ dan ‘Ini adalah asal-mula penderitaan,’ dan ‘Ini adalah lenyapnya penderitaan,’ dan ‘Ini adalah jalan menuju lenyapnya penderitaan.’ Dengan cara inilah seseorang adalah orang yang belum matang tetapi tampak matang. Maka, Aku katakan, orang ini adalah bagaikan mangga yang belum matang tetapi tampak matang.

(2) “Dan bagaimanakah seseorang adalah orang yang matang tetapi tampak belum matang? Di sini, seseorang tidak menginspirasi keyakinan dengan caranya berjalan pergi dan kembali … dan membawa jubah luar dan mangkuknya; tetapi ia memahami sebagaimana adanya: ‘Ini adalah penderitaan’ … ‘Ini

adalah jalan menuju lenyapnya penderitaan.’ Dengan cara inilah seseorang adalah orang yang matang tetapi tampak belum matang. Maka, Aku katakan, orang ini adalah bagaikan mangga yang matang tetapi tampak belum matang.

(3) “Dan bagaimanakah seseorang adalah orang yang belum matang dan tampak belum matang? Di sini, seseorang tidak menginspirasi keyakinan dengan caranya berjalan pergi dan kembali … dan membawa jubah luar dan mangkuknya; dan ia tidak memahami sebagaimana adanya: ‘Ini adalah penderitaan’ … ‘Ini adalah jalan menuju lenyapnya penderitaan.’ Dengan cara inilah seseorang adalah orang belum matang dan tampak belum matang. Maka, Aku katakan, orang ini adalah bagaikan mangga yang belum matang dan tampak belum matang.

(4) “Dan bagaimanakah seseorang adalah orang yang matang dan tampak matang? Di sini, seseorang menginspirasi keyakinan dengan caranya berjalan pergi dan kembali, melihat ke depan dan ke sekeliling, menarik atau merentangkan lengannya, mengenakan jubah dan membawa jubah luar dan mangkuknya; dan ia memahami sebagaimana adanya: ‘Ini adalah penderitaan,’ dan ‘Ini adalah asal-mula penderitaan,’ dan ‘Ini adalah lenyapnya penderitaan,’ dan ‘Ini adalah jalan menuju lenyapnya penderitaan.’ Dengan cara inilah seseorang adalah orang yang matang dan tampak matang. Maka, Aku katakan, orang ini adalah bagaikan mangga yang matang dan tampak matang.

“Ini, para bhikkhu, adalah keempat jenis orang yang serupa dengan mangga-mangga itu yang terdapat di dunia.”

106 (6) [Mangga]

[Tidak ada teks sutta ini terdapat dalam edisi mana pun. Syair uddāna pada akhir vagga mengatakan: dve honti ambāni, “ada dua [tentang] mangga,” yang menjelaskan mengapa Be memberi judul ini. Mp hanya mengatakan, “Yang ke enam sudah jelas.” Baik Ce maupun Be, yang merujuk pada komentar ini, memberi catatan: “Komentar mengatakan, ‘Yang ke enam sudah jelas,’ tetapi tidak terdapat dalam teks kanonis.”]

Buku Kelompok Empat II 108 140

107 (7) Tikus

“Para bhikkhu, ada empat jenis tikus ini. Apakah empat ini? Tikus yang membuat sebuah lubang tetapi tidak menetap di dalamnya; tikus yang menetap di sebuah lubang tetapi tidak membuatnya; tikus yang tidak membuat lubang juga tidak menetap di dalamnya; dan tikus yang membuat lubang juga menetap di dalamnya. Ini adalah keempat jenis tikus itu. Demikian pula, ada empat jenis orang ini yang serupa dengan tikus-tikus ini terdapat di dunia. Apakah empat ini? Orang yang membuat sebuah lubang tetapi tidak menetap di dalamnya; orang yang menetap di sebuah lubang tetapi tidak membuatnya; orang yang tidak membuat lubang juga tidak menetap di dalamnya; dan orang yang membuat lubang juga menetap di dalamnya. [108]

(1) “Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seseorang adalah orang yang membuat sebuah lubang tetapi tidak menetap di dalamnya? Di sini, seseorang menguasai Dhamma - khotbah-khotbah, campuran prosa dan syair, penjelasan-penjelasan, syair-syair, ucapan-ucapan inspiratif, kutipan-kutipan, kisah-kisah kelahiran, kisah-kisah menakjubkan, dan pertanyaan-dan-jawaban - tetapi ia tidak memahami sebagaimana adanya: ‘Ini adalah penderitaan,’ dan ‘Ini adalah asal-mula penderitaan,’ dan ‘Ini adalah lenyapnya penderitaan,’ dan ‘Ini adalah jalan menuju lenyapnya penderitaan.’ Dengan cara inilah seseorang adalah orang yang membuat sebuah lubang tetapi tidak menetap di dalamnya. Maka, Aku katakan, orang ini adalah bagaikan tikus yang membuat sebuah lubang tetapi tidak menetap di dalamnya.

(2) “Dan bagaimanakah seseorang adalah orang yang menetap di sebuah lubang tetapi tidak membuatnya? Di sini, seseorang tidak menguasai Dhamma - khotbah-khotbah … pertanyaan-dan-jawaban - tetapi ia memahami sebagaimana adanya: ‘Ini adalah penderitaan’ … ‘Ini adalah jalan menuju lenyapnya penderitaan.’ Dengan cara inilah seseorang adalah orang yang menetap di sebuah lubang tetapi tidak membuatnya. Maka, Aku katakan, orang ini adalah bagaikan tikus yang menetap di sebuah lubang tetapi tidak membuatnya.

(3) “Dan bagaimanakah seseorang adalah orang yang tidak membuat lubang juga tidak menetap di dalamnya? Di sini,

seseorang tidak menguasai Dhamma - khotbah-khotbah … pertanyaan-dan-jawaban - dan ia tidak memahami sebagaimana adanya: ‘Ini adalah penderitaan’ … ‘Ini adalah jalan menuju lenyapnya penderitaan.’ Dengan cara inilah seseorang adalah orang yang tidak membuat lubang juga tidak menetap di dalamnya. Maka, Aku katakan, orang ini adalah bagaikan tikus yang tidak membuat lubang juga tidak menetap di dalamnya.

(4) “Dan bagaimanakah seseorang adalah orang yang membuat lubang juga menetap di dalamnya? Di sini, seseorang menguasai Dhamma - khotbah-khotbah, campuran prosa dan syair, penjelasan-penjelasan, syair-syair, ucapan-ucapan inspiratif, kutipan-kutipan, kisah-kisah kelahiran, kisah-kisah menakjubkan, dan pertanyaan-dan-jawaban - dan ia memahami sebagaimana adanya: ‘Ini adalah penderitaan,’ dan ‘Ini adalah asal-mula penderitaan,’ dan ‘Ini adalah lenyapnya penderitaan,’ dan ‘Ini adalah jalan menuju lenyapnya penderitaan.’ Dengan cara inilah seseorang adalah orang yang membuat lubang juga menetap di dalamnya. Maka, Aku katakan, orang ini adalah bagaikan tikus yang membuat lubang juga menetap di dalamnya.

“Ini, para bhikkhu, adalah keempat jenis orang yang serupa dengan tikus-tikus itu yang terdapat di dunia.”

108 (8) Sapi Jantan

“Para bhikkhu, ada empat jenis sapi jantan ini. Apakah empat ini? [109] Sapi jantan yang gusar terhadap ternak kelompoknya sendiri, tetapi tidak terhadap ternak kelompok lain; sapi jantan yang gusar terhadap ternak kelompok lain, tetapi tidak terhadap ternak kelompoknya sendiri, sapi jantan yang gusar terhadap ternak kelompoknya sendiri dan juga terhadap ternak kelompok lain; dan sapi jantan yang tidak gusar terhadap ternak kelompoknya sendiri dan juga tidak terhadap ternak kelompok lain. Ini adalah keempat jenis sapi jantan itu. Demikian pula, ada empat jenis orang ini yang serupa dengan sapi-sapi jantan ini terdapat di dunia. Apakah empat ini? Orang yang gusar terhadap ternak kelompoknya sendiri, tetapi tidak terhadap ternak kelompok lain; orang yang gusar terhadap ternak kelompok lain, tetapi tidak terhadap ternak kelompoknya sendiri, orang yang gusar terhadap ternak kelompoknya sendiri dan

Buku Kelompok Empat II 109 142

juga terhadap ternak kelompok lain; dan orang yang tidak gusar terhadap ternak kelompoknya sendiri dan juga tidak terhadap ternak kelompok lain.

(1) “Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seseorang yang gusar terhadap ternak kelompoknya sendiri, tetapi tidak terhadap ternak kelompok lain? Di sini, seseorang menakut-nakuti kelompoknya sendiri tetapi tidak pada kelompok lain. Dengan cara inilah orang itu gusar terhadap ternak kelompoknya sendiri, tetapi tidak terhadap ternak kelompok lain. Maka, Aku katakan, orang ini adalah bagaikan sapi jantan yang gusar terhadap ternak kelompoknya sendiri, tetapi tidak terhadap ternak kelompok lain.

(2) “Dan bagaimanakah seseorang yang gusar terhadap ternak kelompok lain, tetapi tidak terhadap ternak kelompoknya sendiri? Di sini, seseorang menakut-nakuti kelompok lain tetapi tidak pada kelompoknya sendiri. Dengan cara inilah orang itu gusar terhadap ternak kelompok lain, tetapi tidak terhadap ternak kelompoknya sendiri. Maka, Aku katakan, orang ini adalah bagaikan sapi jantan yang gusar terhadap ternak kelompok lain, tetapi tidak terhadap ternak kelompoknya sendiri.

(3) “Dan bagaimanakah seseorang yang gusar terhadap ternak kelompoknya sendiri dan juga terhadap ternak kelompok lain? Di sini, seseorang menakut-nakuti kelompok lain dan juga kelompoknya sendiri. Dengan cara inilah orang itu gusar terhadap ternak kelompoknya sendiri dan juga terhadap ternak kelompok lain. Maka, Aku katakan, orang ini adalah bagaikan sapi jantan yang gusar terhadap ternak kelompoknya sendiri dan juga terhadap ternak kelompok lain.

(4) “Dan bagaimanakah seseorang yang tidak gusar terhadap ternak kelompoknya sendiri dan juga tidak terhadap ternak kelompok lain? Di sini, seseorang tidak menakut-nakuti kelompoknya sendiri dan juga tidak menakut-nakuti kelompok lain. Dengan cara inilah orang itu tidak gusar terhadap ternak kelompoknya sendiri dan juga tidak terhadap ternak kelompok lain. Maka, Aku katakan, orang ini adalah bagaikan sapi jantan yang tidak gusar terhadap ternak kelompoknya sendiri dan juga tidak terhadap ternak kelompok lain.

“Ini, para bhikkhu, adalah keempat jenis orang yang serupa dengan sapi-sapi jantan itu yang terdapat di dunia.”

109 (9) Pohon

“Para bhikkhu, ada empat jenis pohon ini. Apakah empat ini? [110] Pohon dengan kayu lunak yang dikelilingi oleh [pepohonan] dengan kayu lunak; pohon dengan kayu lunak yang dikelilingi oleh [pepohonan] dengan kayu keras; pohon dengan kayu keras yang dikelilingi oleh [pepohonan] dengan kayu lunak; dan pohon dengan kayu keras yang dikelilingi oleh [pepohonan] dengan kayu keras. Ini adalah empat jenis pohon itu. Demikian pula, ada empat jenis orang ini yang serupa dengan pepohonan itu terdapat di dunia ini. Apakah empat ini? Orang dengan kayu lunak yang dikelilingi oleh [pepohonan] dengan kayu lunak; orang dengan kayu lunak yang dikelilingi oleh [pepohonan] dengan kayu keras; orang dengan kayu keras yang dikelilingi oleh [pepohonan] dengan kayu lunak; dan orang dengan kayu keras yang dikelilingi oleh [pepohonan] dengan kayu keras.

(1) “Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seseorang dengan kayu lunak yang dikelilingi oleh [pepohonan] dengan kayu lunak? Di sini,

Dalam dokumen Jilid 2 - Buku 4 pdf 3 MB (Halaman 135-184)

Dokumen terkait