• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

2.4. Lingkaran Penceriteraan Berupa Rangkaian Donor

Dalam lingkaran penceriteraan berupa rangkaian donor, pahlawan mulai mencari cara untuk memecahkan masalah yang dihadapainya yaitu dengan mendapatkan bantuan yang diterimanya berupa hal-hal magis dari Donor.

Perhatikan bahwa sesungguhnya melalui rangkaian ini kisah dari sebuah ceritera rakyat Bali I Ceker Cipak sudah utuh dan dapat diselesaikan secara berurutan, tamat. Dalam penelitian ini, penulis menemukan empat fungsi dalam langkah ini yaitu fungsi pertama bantuan (first function of the donor), pengenalan (branding), kemenangan (victory), dan kegagalan pertama (liquidation). Untuk lebih jelasnya, penulis akan menguraikannya sebagai berikut.

2.4.1. Fungsi Pertama Bantuan (First Function of The Donor)

Pahlawan diuji, diinterogasi, diserang, dan sebagainya. Hal inilah yang menjadi awal persiapan baginya sebagai pahlawan untuk menerima fungsi

Dalam penelitian ini, tokoh ibu I Ceker Cipak terkejut saat melihat alu dan lesung yang dipakai untuk menumbuk padi telah berubah menjadi emas.

Namun, cincin yang dipakai di jarinya telah patah sehingga ia tampak begitu sedih karena cincinnya yang patah. Oleh karena itu, ibu I Ceker Cipak meminta tolong kepada tukang emas untuk memperbaiki cincinnya. Bukti pada fungsi pertama bantuan terdapat pada kutipan (7) berikut ini.

(7) Suatu hari, ibu Ceker Cipak memakai cincin itu saat menumbuk padi. Tiba-tiba cincin patah dan jatuh ke atas lesung. Jadilah lesung dan alu itu emas seluruhnya. Cincin yang patah itu pun dibawa ke tukang emas untuk diperbaiki. …(Daryatun, 2015 : 478)

2.4.2. Pengenalan (Branding)

Pahlawan sudah mulai dikenali oleh seluruh kalangan. Misalnya pahlawan tampak terluka parah, menerima cincin atau selendang dari seseorang (Taum, 2011 : 131). Sebagai contoh, pahlawan beserta para sekutu terlibat dalam suatu peperangan. Di dalam peperangan itu, pahlawan menyerang salah satu pelaku yang dianggap sebagai musuh terbesar bagi pahlawan. Namun, ketika pahlawan berhasil membunuh pelaku tersebut, ia tiba-tiba diserang oleh pelaku lain dari belakang hingga pahlawan terluka parah. Hal itulah dengan mudahnya mereka mulai mengenali pahlawan akibat peperangan itu melalui luka di tubuh pahlawan sekaligus tindakan pahlawan terhadap pelaku yang dibunuhnya.

Dalam penelitian ini, tokoh tukang emas sudah mengetahui tentang tuah cincin emas permata ajaib yang dikenakan oleh I Ceker Cipak dari mulut ke mulut. Saat itu, ia mulai memperbaiki cincinnya. Ia juga membuat cincin emas permata ajaib yang palsu dengan bentuk yang sangat mirip untuk mengelabui I

Ceker Cipak dan keluarganya. Ia memang sengaja melakukan itu agar ia bisa memperoleh kekayaan melalui cincin emas itu sehingga pada saat ia mengembalikan cincin itu kepada pemiliknya, justru bukanlah cincin emas asli yang diberikan kepada I Ceker Cipak, melainkan cincin emas palsu. Bukti pada fungsi pengenalan terdapat pada kutipan (8) berikut ini.

(8) …Rupanya tukang emas yang sudah mendengar tuah cincin itu ingin memilikinya. Ia segera membuat cincin yang sangat mirip.

Saat Ceker Cipak mengambilnya, cincin palsulah yang diberikannya (Daryatun, 2015 : 478).

2.4.3. Kemenangan (Victory)

Penjahat dikalahkan, misalnya terbunuh dalam pertempuran, dikalahkan dalam sebuah sayembara, dibunuh ketika sedang tidur, atau dibuang (Taum, 2011 : 131). Sebagai contoh, pada suatu hari, ada suatu kerajaan yang tengah mengadakan sayembara dalam rangka mencari calon suami untuk sang putri. Sebagian besar yang mengikuti sayembara ini adalah para pemuda dari kalangan bangsawan. Sebagian dari mereka, ada yang berperilaku sebagai pahlawan dan ada pula yang berperilaku sebagai penjahat. Di dalam sayembara itu, salah satu peserta yang diduga sebagai penjahat sengaja berbuat curang hanya demi mendapatkan sang pujaan hati. Sedangkan peserta lain yang diduga sebagai pahlawan telah mengetahui kelicikan dari si lawan main sehingga ia harus menggunakan taktik khusus dengan mengetahui kelemahan dari si lawan hingga ia berhasil mengalahkan si lawan tersebut.

Dalam penelitian ini, tokoh ketiga binatang peliharaan I Ceker Cipak yaitu anjing, kucing, dan tikus melakukan aksinya untuk mengambil cincin emas

permata ajaib yang asli dan mengembalikan cincin emas permata ajaib yang palsu di rumah tukang emas tadi. Pada saat itu, malam sudah larut. Ketika hari mulai pagi, mereka berhasil mendapatkan cincin emas asli tersebut. Bukti pada fungsi kemenangan terdapat pada kutipan (9) berikut ini.

(9) Malam telah larut, ketiga binatang peliharaan Ceker Cipak itu keluar menuju rumah tukang emas. Sesampai di sana, kucing berjaga-jaga di pintu, dan anjing di tangga. Tikus segera masuk mencari cincin tuannya. Dengan ganasnya tikus melubangi peti tempat penyimpanannya. Menjelang pagi, cincin itu sudah berada di mulut tikus. … (Daryatun, 2015 : 478)

2.4.4. Kegagalan Pertama (Liquidation)

Kemalangan mulai dihadapi, ada tawanan yang lepas, orang yang sudah mati dibunuh kemudian hidup kembali (Taum, 2011 : 131). Sebagai contoh, ada suatu kisah antara pahlawan dan musuh. Di dalam kisah itu, pahlawan menyerang musuh hanya dengan tenaga dalam dan tangan kosong. Sedangkan musuh menyerang pahlawan dengan senjata tajam seperti tombak dan keris.

Mereka saling melawan dengan sengit. Untungnya, pahlawan selalu pandai menghindar dari halauan tombak yang digunakan oleh musuh tersebut. Dengan kecerdikannya, pahlawan langsung menendang tombak itu dan patah menjadi dua.

Tiba-tiba, musuh tersebut mengeluarkan keris dan segera membunuh pahlawan itu. Naas, pahlawan tersebut justru tidak mati, melainkan bangkit kembali dan langsung membalas kejahatan si musuh. Pahlawan langsung mengambil keris dari tangan musuh saat musuh tengah lengah. Lalu pahlawan langsung membunuh musuh hingga tewas.

Dalam penelitian ini, tokoh si Tikus terlihat tengah mengembalikan cincin emas permata ajaib yang asli kepada I Ceker Cipak. Jadi, sudah jelas bahwa si tukang emas gagal untuk mewujudkan impiannya menjadi orang kaya melalui cincin emas itu. Bukti pada fungsi kegagalan pertama terdapat pada kutipan (10) berikut ini.

(10) …Saat itulah tikus, kucing, dan anjing datang. Ceker Cipak segera menyambutnya dengan gembira. Apalagi tikus memberikan cincinnya yang asli (Daryatun, 2015 : 478).

Dokumen terkait