BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2 Penyajian Data
4.3.1 Identifikasi Lingkungan Perusahaan
4.3.1.2 Lingkungan Eksternal
Peluang yang dimilki perusahaan merupakan hasil dari analisa lingkungan eksternal perusahaan. Beberapa peluang yang dimilki usaha warung wajik H.Ngadimin yang di dapatkan melalui analisa lingkungan eksternal adalah 1. Permintaan meningkat pada musim tertentu
Permintaan Menu makanan Warung Wajik Peceren H.Ngadimin meningkat
pada hari libur yaitu sabtu dan minggu dikarenakan lokasi usaha tersebut di sekelilingin objek wisata. Seperti : bukit kubu, pajak buah, taman mejuah-mejuah, gundaling farmstaed dan masih banyak lainnya. Dan ini merupakan peluang untuk usaha warung wajik. Hasil ini di peroleh secara langsung dari hasil observasi ke lapangan.
2. Minat konsumsi tinggi
Hampir semua konsumen yang sudah melakukan kunjungan di warung wajik peceren H.Ngadimin ini menyukai hasil produksi makanan dan minuman, yang membuat usaha wajik ini lebih mudah untuk menjual produk makanannya. Dikarenakan produk yang di produksi memiliki cita rasa yang khas dengan aroma yang enak untuk di nimkati. Dan kulitas produk dari segi cita rasa , penampilan, poris, cita rasa dan daya tahan produk sama setiap harinya karena usaha ini memproduksi produknya tanpa menggunakan penyedap makanan. Hasil ini di peroleh secara langsung dari observasi ke lapangan.
3. Bertambahnya objek wisata
Pertambahan objek wisata sangat berpengaruh bagi usaha warung wajik ini.
Seperti pertambahan objek wisata baru di Kota Berastagi seperti taman mejuah-juah dan pagoda juga berpengaruh terhadap perkembangan kemajuan usaha ini. Dengan adanya objek wisata ini, wisatawan yang berdatangan dari luar kota. maupun di dalam kota pasti melakukan kunjungan ke kuliner Kota Berastagi. Salah satunya usaha wajik ini yang merupakan usaha kuliner yang terkenal dan banyak peminatnya. Hasil ini di peroleh dari observasi langsung
ke lapangan dan pada saat wawancara dengan konsumen peneliti juga menanyakan terlebih dahulu mengapa dapat sampai di kuliner wajik dan sebagian konsumen menjawab mereka baru saja selesai melakukan liburan dan menikmati objek wisata di Kota Berastagi.
4. Bertambahnya populasi penduduk
Bertambahnya polulasi penduduk juga berpengaruh terhadap peningkatan permintaan konsumen. Karena usaha ini adalah usaha industri yaitu usaha pengolahan barang mentah atau setengah jadi menjadi barang konsumsi seperti makanan dan minuman. Yang merupakan kebutuhan pokok manusia.
Apalagi hasil produksi di usaha warung wajik ini di produksi tanpa mengunakan bahan pengawet atau penyedap makanan. Dan dilihat dari segi kesehatan usaha produk usaha ini layak di konsumsi.
2. Ancaman (Threat)
Beberapa ancaman yang dimiliki Usaha Warung Wajik Peceren H.Ngadimin yang di dapat melalui analisa lingkungan eksternal adalah sebagai berikut :
1. Banyaknya pesaing dengan usaha sejenis
Pesaing dari usaha ini adalah usaha yang memproduksi barang yang sejenis dan memiliki konsep sama. Berdasarkan hasil observasi langsung ke lapangan, nama usaha sejenis yang berdekatan dengan usaha wajik peceren H.Ngadimin ini adalah usaha warung wajik bahagia (A) Bapak Suparman dan usaha warung wajik bahagia (B). Dan hal ini menjadi penghambat bagi warung wajik peceren H.Ngadimin dalam keberlangsungan usahanya. Dan
tidak menutup kemungkinan akan ada lagi muncul usaha sejenis dengan konsep yang sama juga. Oleh sebab itu pemilik perlu mengantisipasi perkembangan produk dari usaha lainnya untuk tetap menjaga pangsa pasar agar tetap aman.
2. Kenaikan harga BBM
Dalam kegiatan produksi tentunya usaha warung wajik H,Ngadimin ini akan memerlukan bahan mentah untuk dijadikan barang jadi untuk di pasarkan agar memperoleh keuntungan demi pencapaian tujuan usaha. Seperti yang sering terjadi naiknya harga bahan bakar minyak dan gas akan mempengaruhi kenaikan harga bahan baku seperti: beras pulut, gula, telur, minyak goreng dan lain-lain. Maka dari itu usaha ini harus tetap menyeimbangkan proses produksinya seperti dapat dilakukan dengan mengurangi porsi produk. Sehingga harga terjaga dan kesetabilan pendapatan serta dapat bertahan di persaingan
Berikut tabel yang merupakan rangkuman dari kekuatan (Strength) kelemahan (Weakness), peluang (Opportunity),dan ancaman (Threat) Usaha Warung Wajik Peceren H.Ngadimin.
Tabel 4.4
SWOT Usaha Warung Wajik Peceren H.Ngadimin Kekuatan
3. Harga
4.3.2 Internal Strategic Factor Analysis Strategy (IFAS)
Matrik IFAS disusun untuk merumuskan faktor-faktor strategis internal tersebut dalam kerangka Strenght dan Weakness perusahaan. Tahapnya adalah
1. Tentukan faktor-faktor yang menjadi kekuatan serta kelemahan perusahaan dalam kolom 1.
2. Beri bobot masing-masing faktor tersebut dalam skala mulai dari 1,0 (paling penting) sampai 0,0 (tidak penting), berdasarkan pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap posisi strategis perusahaan. (semua bobot tersebut jumlahnya tidak boleh melebihi skor total 1.00)
3. Hitung rating (dalam kolom 3) untuk masing-masing faktor dengan memberikan skala mulai dari 4 (outstanding) sampai dengan 1 (poor), berdasarkan pengaruh faktor tersebut terhadap kondisi perusahaan yang bersangkutan. Variabel yang bersifat positif (semua variabel yang masuk kategori kekuatan) diberi nilai mulai dari +1 sampai dengan +4 (sangat
baik) dengan membandingkannya dengan rata-rata industri dengan pesaing utama. Sedangkan variabel yang bersifa negatif, kebalikannya. Contohnya, jika kelemahan perusahaan besar sekali di bandingkan dengan rata-rata industri, nilainya adalah 1, sedangkan jika kelemahan perusahaan di bawah rata-rata industri, nilainya adalah 4.
Rating pada matriks IFAS adalah 1= merupakan kelemahan utama
2= merupakan kelemahan-kelemahan yang kecil 3= merupakan kekeuatan yang kecil
4= merupakan kekuatan yang utama
Jadi, rating mengacu pada kondisi perusahaan, sedangkan bobot mengacu pada industri dimana perusahaan berada.
4. Kalikan bobot pada kolom 2 dengan rating pada kolom 3, untuk memperoleh faktor pembobotan dalam kolom 4. Hasilnya berupa skor pembobotan untuk masing-masing faktor yang nilainya bervariasai mulai dari 4,0 (outstanding) sampai dengan 1,0 (poor)
5. Jumlahkan skor pembobotan (pada kolom 4) untuk memperoleh total skor pembobotan bagi perusahaan yang bersangkutan. Nilai total ini menunjukkan bagaimana perusahaan tertentu bereaksi terhadap faktor-faktor strategis internalnya. Skor ini dapat digunakan untuk membandingkan perusahaan lainnya dalam kelompok industri yang sama.
Berikut adalah penyajian faktor-faktor internal usaha Warung Wajik Peceren Haji Ngadimin dalam tabel Internal Strategic Factor Analysis
Summary (IFAS)
Tabel 4.5
Internal Strategic Factor Analyisis Summary (IFAS) Usaha Warung Wajik Peceren H.Ngadimin
Faktor-Faktor Strategis Internal Bobot Rating Bobot x
Total Skor Kelemahan: 0,27 0,40
TOTAL 1 2,94
Sumber : Data diolah Penulis (2020)
Keterangan hasil analisis Matriks IFAS dari sisi kekuatan adalah sebagai berikut
1. Kekuatan Utama yang pertama Usaha Warung Wajik Peceren H.Ngadimin yaitu kualitas produk baik dengan skor 0,52 melalui bobot 0,13 (sangat penting) dan rating 4 (kekuatan utama). Kualitas adalah hal yang sangat penting dan juga
menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.
2. Kekuatan utama yang kedua Usaha Warung Wajik Peceren H.Ngadimin yaitu Harga terjangkau dengan skor 0,48 melalui bobot 0,12 (sangat penting) dan rating 4 (kekuatan utama). Harga merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.
3. Kekuatan utama yang ketiga Usaha Warung Wajik Peceren H.Ngadimin yaitu produk yang bervariasi dengan skor 0,40 melalui bobot 0,10 ( penting) dan rating 3 (kekuatan yang kecil ). Varian produk sangat penting untuk kepuasaan pelanggan dalam memilih produk.
4. Kekuatan utama yang ke empat Usaha Warung Wajik Pecere H.Ngadimin yaitu ketersediaan bahan baku dengan skor 0,33 melalui bobot 0,11 ( penting) dan rating 3 (kekuatan yang kecil). Ketersediaan bahan baku menjadi kekuatan karena selalu tersedia dan menjaga produksi tetap lancar.
5. Kekuatan yang ke lima Usaha Warung Wajik Peceren H.Ngadimin yaitu Kualitas pelayanan baik dengan skor 0,30 melalui bobot 0,10 (penting) dan rating 3 (kekuatan yang kecil). Pelayanan dinilai dari pendapat konsumen yang berkunjung ke warung tersebut serta padatnya penduduk yang berkunjung pada setiap harinya.
6. Kekuatan yang ke enam Usaha Warung Wajik Peceren H.Ngadimin yaitu lokasi strategis dengan skor 0,27 melalui bobot 0,09 (penting) dan rating 3 (kekuatan yang kecil). Lokasi usaha dinilai strategis karena di sekelilingi dengan objek wisata yang sangat indah pemandangannya.
7. Kekuatan yang ketujuh Usaha Warung Wajik Peceren H.Ngadimin yaitu promosi
yang maksimal dengan skor 0,08 melalui bobot 0,24 (penting) dan rating 3 (kekuatan yang kecil). Promosi dinilai dari pengetahun konsumen akan adanya usaha warung tersebut dan produk yang selalu up to date di media sosial maupun media sosial dan media cetak.
Keterangan hasil analisis Matriks IFAS dari sisi kelemahan adalah sebagai berikut:
1. Kelemahan utama yang pertama Usaha Warung Wajik Peceren H.Ngadimin yaitu tempat parkir yang tidak luas dengan skor 0,14 melalui bobot 0,14 (sangat penting) dan rating 1(Kelemahan utama). Usaha ini tidak memiliki tempat parkir yang tidak luas sehingga berpengaruh terhadap kenyamanan dan keamanan konsumen pada saat berkunjung karena lokasi usaha tersebut dekat dengan jalan raya.
2. Kelemahan utama yang ke dua Usaha Warung Wajik Peceren H.Ngadimin yaitu ketidaklengkapan atribut produk dengan skor 0,13 melalui bobot 0,26 (penting) dan rating 2 (Kelemahan kecil). Atribut produk dari segi pengemasan masih belum menggunakan logo atau merek usaha.
4.3.3 External strategic Factor Analysis Strategy (EFAS)
Sebelum membuat matrik EFAS, kita perlu mengetahui terlebih dahulu faktor-faktor eksternal. Berikut adalah cara-cara penentuan faktor-faktor strategi eksternal (EFAS):
1. Susunlah dalam kolom 1(5 sampai dengan 10 peluang dan ancaman)
2. Beri bobot masing-masing faktor dalam fakor tersebut dalam kolom 2, mulai dari 1,0 (sangat penting) sampai dengan 0,0 (tidak penting). Faktor-faktor tersebut kemungkinan dapat memberikan dampak terhadap Faktor-faktor
strategis.
3. Hitung rating (dalam kolom 3) untuk masing-masing faktor dengan memberikan skala mulai dari 4 (outstanding) sampai dengan 1 (poor) berdasarkan pengaruh faktor tersebut terhadap kondisi perusahaan yang bersangkutan. Pemberian nilai rating untuk faktor peluang bersifat positif (peluang yang semakin besar diberikan rating +4 , tetapi jika peluangnya kecil, diberi rating +1). Pemberian nilai rating ancaman adalah kebalikannya. Misalnya, jika nilai ancamannya sangat besar, ratingnya adalah 1. Sebaliknya, jika nilai ancamannya sedikit ratingya 4.
Rating pada matriks EFAS:
1= memiliki peluang yang sangat sedikit atau ancaman yang sangat besar 2= memilik peluang yang sedikit atau ancaman yang besar
3= memiliki peluang yang besar atau ancaman yang kecil
4= memiliki peluang yang sangat besar atau ancaman yang sangat kecil 4. Kalikan bobot pada kolom 2 dengan rating pada kolom 3, untuk
memperoleh faktor pembobotan dalam kolom 4. Hasilnya berupa skor pembobotan untuk masing-masing faktor yang lain nilainya bervariasi mulai dari 4,0 (outstanding) sampai dengan 1,0 (poor.
5. Jumlahkan skor pembobotan (pada kolom 4), untuk memperoleh total skor pembobotan bagi perusahaan yang bersangkutan. Nilai total ini menunjukkan bagaimana perusahaan tertentu bereaksi terhadap faktor-faktor strategis eksternalnya. Total skor ini dapat digunakan untuk membandingkan perusahaan ini dengan perusahaan lainnya dalam
kelompok industri yang sama.
Berikut adalah penyajian faktor-faktor usaha Warung Wajik Peceren H.Ngadimin dalam tabel Eternal strategic factor Analysis summary (EFAS)
Tabel 4.6
External Strategic factor Analysis (EFAS) Usaha Warung Wajik H.Ngadimin
3. Bertambahnya objek wisata 4. Bertambahnya populasi
Sumber : Data diolah penulis (2020)
Keterangan hasil analisis EFAS dari sisi peluang adalah sebagai berikut : 1. Peluang utama Usaha Warung Wajik Peceren H.Ngadimin yaitu Minat
Konsumen tinggi dengan skor 0,72 melalui bobot 0,18 (sangat penting) dan rating 4 (peluang yang sangat besar). Kegemaran masyarakat mengkonsumsi wajik, pecel serta menu makanan lainnya yang sangat enak. Dan hal ini menjadi
peluang bagi perusahaan
2. Peluang Kedua Usaha Warung Wajik Peceren H.Ngadimin yaitu bertambahnya objek wisata dengan skor 0,68 melalui bobot 0,17 (sangat penting) dan rating 4 (peluang yang sangat besar). Bertambahnya objek wisata di Kota Berastagi merupakan peluang yang sangat besar bagi perusahaan karena wisatawan yang berdatangan akan mengetahui kuliner di warung wajik dan berkunjung ke warung wajik.
3. Peluang ketiga Usaha Warung Wajik Peceren H.Ngadimin yaitu permintaan meningkat pada musim tertentu dengan skor 0,45 melalui bobot 0,15 (penting) dan rating 3 (peluang besar). Waktu tertentu seperti liburan sekolah dan hari besar lainnya mendatangkan keuntungan bagi usaha ini karena permintaan nya naik.
4. Peluang ke empat Usaha Warung Wajik Peceren H.Ngadimin yaitu bertambanya populasi penduduk dengan skor 0,45 melalui bobot 0,15 (penting) dan rating 3 (peluang besar). Semakin bertambahnya jumlah penduduk, maka usaha ini mendapat peluang yang besar untuk meningkatkan penjualan.
Keterangan hasil analisis Matriks EFAS dari sisi Ancaman adalah sebagai berikut:
1. Ancaman utama Usaha Warung Wajik Peceren H.Ngadimin yaitu kenaikan harga BBM dengan skor 0,20 melalui bobot 0,40 ( sangat penting) dan rating 2 (ancaman besar). Kenaikan harga BBM berdampak pada naiknya harga bahan baku dan bahan penunjang yang juga berdampak pada produksi di usaha warung wajik.
2. Ancaman yang ke dua Usaha Warung Wajik Peceren H.Ngadimin yaitu banyaknya pesaing dengan usaha yang sejenis dengan skor 0,19 melalui bobot 0,19 (sangat penting) dan rating 1 (ancaman yang sangat besar). Tingginya tingkat persaingan merupakan ancaman terbesar bagi perusahaan ini.
4.3.4 Analisis Diagram SWOT
Dari hasil pembobotan IFAS dan EFAS maka diperoleh hasil seperti yang tertera pada tabel berikut:
Tabel 4.7
Matriks IFAS dan EFAS
Total Skor Kekuatan = 2,54 Total Skor Kelemahan = 0,40 Total Skor Peluang= 2,30 Total Skor Ancaman = 0,61
Total S + O = 4,84 Total W+T =1,01 Sumber : Data diolah penulis (2020)
Diketahui oleh :
Strength + Opportunity >Weakness + Threat 4,84 > 1,01
Maka faktor strategis kekuatan dan peluang mendukung tercapainya jalan keluar dari pokok permasalahan yang ada untuk mendapatkan rekommendasi yang diharapkan. Dari hasil identifikasi faktor-faktor internal maupun eksternal diatas maka strategi yang harus di ambil oleh pihak Usaha Wajik Peceren H.Ngadimin dapat digambarkan dalam bentuk diagram SWOT seperti halaman berikutnya.
Gambar 4.1
Diagram SWOT Usaha Warung Wajik Peceren H.Ngadimin
Sumber : Data diolah penulis (2020) 4.3.5 Analisis Matriks SWOT
Matriks SWOT dianalisis dengan menyesuaikan antara kekuatan dan kelemahan internal dengan peluang dan ancaman eksternal yang dimiliki perusahaan.
Analisis matriks SWOT Usaha Warung Wajik H.Ngadimin adalah sebagai berikut:
Tabel 4.8
Matriks SWOT Usaha Warung Wajik Peceren H.Ngadimin Faktor Eksternal
Peluang (Oppurtunity)
Ancama (Threat) Strategi ST (menggunakan
2. Kenaikan Harga BBM ancaman)
Sumber : Data diolah penulis (2020)
Berdasarkan matriks SWOT menunjukkan bahwa kinerja perusahaan dapat ditentukan oleh kombinasi faktor internal dan faktor eksternal. Sesuai dengan matriks
SWOT, usaha Warung Wajik Peceren H.Ngadimin paling sesuai memanfaatkan strategi SO, namun untuk memaksimalkan hasil, sebaiknya pemilik juga memanfaatkan strategi lainnya dalam menjalankan usaha. Kombinasi kedua faktor tersebut ditunjukkan dalam hasil analisis SWOT sebagai berikut:
1. Strategi SO (Strength-Opportunity)
Strategi ini menggunakan kekuatan internal perusahaan untuk meraih peluang-pelung yang ada diluar perusahaan. Jadi jika perusahaan memiliki kelemahan perusahaan harus mampu mengatasi kelemahan tersebut. Sedangkan jika perusahaan menghadapi ancaman maka perusahaan harus berusaha menghindarinya dan berkonsentrasi pada peluang-peluang yang ada. Strategi SO pada Usaha Warung Wajik Pecere H.Ngadimin adalah sebagai berikut:
1. Membuat inovasi produk “edisi liburan” pasa saat musim libur sekolah atau hari raya karena banyaknya permintaan. Seperti yang dapat dilakukan dalam penciptaan produk baru ala musim liburan. Dapat menciptakan wajik dengan cita rasa yang baru dan makanan yang lain seperti membuat cake, minuman buble seperti minuman yang terkenal sekarang dengan rasa yang bervariasi.
2. Mempertahankan harga dan kualitas produk untuk menarik konsumen baru serta meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumen lama. Seperti harga produk yang sebelumnya harus tetap terjaga meskipun adanya benturan dalam memperoduksinya yang di sebabkan kenaikan harga BBM tetapi hal tersebut tidak menjadi masalah dikarenakan usaha warung wajik H.Ngadimi ini dapat memproduksi produknya dengan mengurangi porsi produknya sehingga harga tetap terjaga kesetabilannya. Dan dapat menarik konsumen
baru serta meningkatkan loyalitas konsumen lama.
3. Melakukan penjualan melalui media sosial serta lokasi yang strategis serta di sekelilingi objek wisata dapat meningkatkan penjualan. Berdasarkan data yang sudah di peroleh peneliti maka usaha ini sudah menerapkan promosi ke berbagai media sosial. Dengan desain yang menarik perhatian konsumen menyebarluaskan produk di berbagai media lainnya. Seperti iklan, whatshapp dan lain-lain.
4. Memanfaatkan ketersediaan bahan baku dengan semaksimal mungkin dengan bertambahnya populasi dapat meningkatkan permintaan.
Ketersediaan bahan baku dapat di lakukan seperti memproduksi produk yang terbaru dan sehingga masyarakat ataupun konsumen yang melakukan kunjungan tidak bosan dengan produk yang hanya biasa saja .
2. Strategi ST (Strength-Threat)
Melalui strategi ini perusahaan berusaha untuk menghindari atau mengurangi dampak dari ancaman-ancaman eksternal. Strategi ST pada Usaha Warung Wajik Peceren H.Ngadimin adalah sebagai berikut.
1. Menciptakan produk dengan bentuk cita rasa yang baru. Akibat tingginya persaingan dengan usaha sejenis, maka usaha ini diharuskan melakukan renovasi pada produk yang dihasilkan, untuk menciptakan ciri khas pada Usaha Warung Wajik Peceren H.Ngadimin. Seperti penciptaan wajik dengan berbagai cita rasa serta menciptakan berbagai jenis minuman dengan berbagai varian rasa.
2. Menciptakan kualitas produk yang baik dengan memanfaatkan ketersediaan
bahan baku. Dengan kekayaan sumber daya alam dari sektor pertanian di daerah Kota Berastagi usaha warung wajik dapat menciptakan produk yang berkualitas tinggi dengan cita rasa yang khas sehingga di minati banyak masyarakat.
3. Memperbanyak produksi untuk memperluas pasar.
Dalam menjalankan usaha ini warung wajik ini, perlu memperbanyak produksi dengan memperluas produk di pasar. Dengan cara mencari agen distributor sehingga produk tidak hanya terjual kepada konsumen yang berkunjung saja tetapi sudah tersebar luas di pasar. Dalam hal tersebut dapat meningkatkan penjualan pada warung wajik ini tanpa harus bersusah payah dalam memasarkan atau menjual produk sendiri di pasar.
4. Membuat kegiatan promosi menarik, yang berbeda dengan usaha sekitar.
Dan khusus diadakan pada saat hari libur nasional. Kota Berastagi memiliki banyak destinasi wisata, ini bisa di jadikan peluang oleh Usaha Warung Wajik Peceren H.Ngadimin dengan membuat sepanduk promosi produk di depan usaha yang lebih mencolok di bandingkan dengan usaha lain. Seperti contoh dapat di lakukan produk sepaket dan banyak cara lainnya. Sehingga memiliki perbedaan dengan usaha sejenis lainnya.
3. Strategi WO (Weakness-Oppurtunity)
Strategi ini bertujuan untuk memperkecil kelemahan-kelemahan internal perusahaan dengan memanfaatkan peluang eksternal. Strategi WO pada Usaha Warung Wajik Peceren H.Ngadimin sebagai berikut:
1. Melakukan Pembenahan tempat parkiran.
Kurangnya lahan tempat parkiran dapat mengakibatkan kurangnya konsumen dalam melakukan kunjungan. Perluasan parkiran dapat dilakukan dengan mengoptimalkan lahan parkiran, seperti kendaraan konsumen dapat di susun sesuai prosedurnya. Serta meminta izin kepada masyarakat sekitar agar lokasi rumahnya ataupun usahanya dapat di pakai konsumen pada saat parkiran padat. Dan juga dapat di lakukan membeli lahan kosong di sekitar lokasi usaha.
2. Membuat logo sebagai kelengkapan atribut guna meningkatkan daya tarik produk serta meningkatkan kepuasaan konsumen. Kelengkapan atribut produk dapat dilakukan dengan cara menciptakan dustbag produk. Sehingga konsumen dengan cepat mengetahui produk dan konsumen menjadi penasaran serta segera melakukan pembelian.
4. Strategi WT (Weakness-Threat)
Strategi ini merupakan taktik untuk bertahan dengan cara mengurangi kelemahan internal serta menghindari ancaman. Suatu perusahaan yang dihadapkan pada sejumlah kelemahan internal dan ancaman eksternal sesungguhnya berada dalam posisi yang berbahaya, ia harus berjuang untuk tetap hidup bertahan. Adapun strategi WT dari Usaha Warung Wajik Peceren H.Ngadimin adalah :
1. Mengoptimalkan lahan parkiran dengan menyusun kendaraan konsumen sesuai prosedur. Meminta izin kepada pemilik lokasi yang ada di sekitaran lokasi usaha untuk dijadikan lahan parkiraan pada saat parkiran padat. Serta dapat melakukan renovasi parkiran dengan membeli tanah kosong jika ada
yang menjual lahan di sekitar lokasi. Sehingga lokasi parkiran yang luas dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan konsumen.
2. Menciptakan logo atau merek guna menghindari kesalahan konsumen pada saat berkunjung dengan usaha sejenis. Penciptaan logo usaha sangat penting untuk dilakukan karena juga dapat menghindari kesalahan tempat untuk berkunjung yang di lakukan dengan usaha sejenis. Dan dapat menyebabkan usaha tersebut sangat cepat tersebar luas di pasaran. Penciptaan produk dapat dilakukan dengan menciptakan dustbag usaha serta setiap produk memiliki logo usaha yang hendak di bawa pulang oleh konsumen.
3. Membangun dan mengembangkan usaha patungan dengan pihak yang menyediakan modal dan bahan baku untuk menghindari penurunan produksi sehingga dapat di ciptakan atribut produk. Keberlangsungan usaha juga dipengaruhi dengan investor yang profesional dan memiliki potensi yang tinggi di pasar.
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil dari analisis SWOT yang dilakukan oleh peneliti pada maka di tarik kesimpulan bahwa Usaha Warung Wajik Peceren H.Ngadimin mendukung Strategi agresif (kuadran I), dimana warung wajik peceren H.Ngadimin memiliki kekuatan lebih besar dari pada kelemahan (faktor internal) dan peluang yang dimliki lebih besar dari pada ancaman (faktor eksternal). Strategi bersaing yang paling tepat diterapkan untuk meningkatkan penjualan adalah Strategi SO (Strength-Opportunity) yang diperoleh dari analisis SWOT. Sedangkan strategi lainnya seperi strategi WO (Weakness-Opportunity),ST (Strength Opportunity),WT (Weakness-Threats) dapat dijadikan sebagai strategi alternatif yang bisa dipertimbangkan untuk mengembangkan dan meningkatkan strategi bersaing dalam meningkatkan penjualan usaha warung wajik peceren H.Ngadimin. Sedangkan strategi lainnya dapat dijadikan sebagai alternatif yang dapat dibuat menjadi refrensi dan pertimbangan untuk mengembangkan usaha, dalam meningkatkan penjualan dan menjaga agar tetap unggul dalam persaingan dengan usaha sejenis.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka penulis memberikan beberapa saran yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi perusahaan yaitu:
1. Membuat inovasi produk “edisi liburan” pada saat musim libur sekolah atau
hari raya karena banyaknya permintaan.
2. Memanfaatkan ketersediaan bahan baku dengan semaksimal mungkin dengan bertambahnya populasi penduduk dapat meningkatkan permintaan.
3. Menciptakan produk dengan menggunakan logo usaha dan memiliki izin dinkes dan label halal.
DAFTAR PUSTAKA
Basu, Swasta dan Irawan. 2000. Strategi Pemasaran. Edisi 4. Yogyakarta: Ansi Offset
Basu, Swasta. 2001. Marketing Mix. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Boyd, 2000. Analisis SWOT. Jakarta: Erlangga
Bungin. 2017. Persaingan. Yogyakarta: Graha Ilmu
Crown. 2005. Manajemen Strategi. Surabaya. PT. Gramedia
Crown. 2005. Manajemen Strategi. Surabaya. PT. Gramedia