hidup dala arti semp it, misalnya sebuah rumah dengan p ekarangannya.
Manusia berinteraksi den gan lin gkun gan h idupny a. Ia memp en garuhi dan dip engaruhi oleh lin gkun gan hidup ny a. Ia mementuk dan terbentuk oleh lingkun gan hidup nya. M anusia seperti ia adany a, y aitu yang disebut fenotip e adalah perwujudan y ang dihasilka oleh interaksi sifat keturunanny a dengan faktor lingkun gan. Sifat keturunannya dengan faktor lin gkungan. Sifat keturunan yang terandu g d idalam gen yang merup akan bagian kromosom di dalam asin g-masig sel tubuh, menentukan p otensi p erwujudan manusia, y aitu genotyp e.Ap akah suatu sifat dalam genotip itu akan terwujud atau tidak, tergantung ad a atau tidak adany a faktor lingkun gan y ang sesuai untuk p erkembangan sifat itu.
DOBZHANSKY, seorang ahli ilmu keturunan terkenal, meny atakan:
“ Gen menentukan tanggapan apa yang akan terjadi terhadap faktor lingkungan, jadi gen bukan penentu sifat menentukan reaksi atau tanggapan terhadap lingkungan.”
Hal ini terlihat p ada tumbuhan hijau y an g ditemp atkan di dalam kamar gelap . Tumbuhan
persep si orang terhad ap mutu lin gkun gan berbed a-beda.Den gan sin gkat dap at dikatakan mutu lin gkun gan y ang baik membuat oran g kerasan hidup daa lin gkun gan tersebut.
Perasaan ker asan itu disebabk an kar ena oran g mend ap at rejeki y ang cukup iklim dan f aktor alamiah lainy a yag sesuai d an masy arakat y ang cocok p ula. Dar i uraian terseut diatas dap at disimp ulkan bahwa p en gellolhan lingkun gan h idup bersifat holistik, y aitu memandang keseluruhanny a sebagai suatu kesatuan
B. Lingkungan Hidup S ebagai S umberdaya
Dengan men gaitkan mutu lin gkun gan den gan d erajat p emenuhan kebutuhan dasar, berarti lin gkungan itu merupakan sumberday a. Dari lingkun gan itu kita mendap atkan unsure-unsur yang kita p erlukan untuk p roduksi dan konsumsi. Sebagian sumber itu dimiliki o leh p eroran gan dan b adan tertentu, misalny a lah an dan sep etak hutan. Sebagian lagi sumb erdaya itu merup akan milik umum, misalnya udara, sun gai, p antai, laut, dan ikan laut. Udara misalny a, kita p erlukan untuk menjalakan mesin kita, karena dalam udara, mesin pun tak dap at berjalan.
Kebutuhan dasar dap at dibagi secara h irarkis berturut-turut dari atas ke bawah dalam tiga golon gan: kebutuhan dasar untuk kelan gsungan hidup hay ati, kebutuhan dasar untuk kelangsungan hidup manusiawi, kebutuhan dasar untuk memilih.
Kebutuhan dasar untuk kelan gsungan hidup hay ati. M ahluk hidup selalu b erusaha untuk menjaga kelan gsungan hidup nya, tidak saja secara individu, melainkan ju ga sebagai jenis. Kelan gsungan h idup sebagai jenis bahkan memp unyai bobot y ang lebih tinggi d ari kelan gsun gan hidup individu al, sehin gga kita jump ai kelakuan altruisme, y aitu pengorbanan diri untuk memp ertahankan kelangsungan hidup jenis.
Pada manusia, altruisme in i dap at terlihat antara lain dalam p ep erangan. Misalnya, berbahaya y ang mungkin sekali akan meny ebabkan kematian.
Untuk dap at memp ertahankan kelan gsun gan hidup secara hay ati, manusia haruslah mendapatkan air, udara dan pangan dalam kualitas dan mmutu tertentu. Kebbutuhan dasar ini bersifat mutlak. Kecu ali itu ia harus terindun g dari ser angan organ ize y ang berbah aya, yaitu hewaan buas, p athogen parasit, dan vektor p eny akit. Juga h arus memuny ai keturunan untuk menjag kelangsunan hidup jenisny a.
Pangan adalah kebutuhan dasar lain y an g bersifat mutlak. Pan gan berfun gsi sebagai peny usun tubuh, sumber ener gi, dan p engatur metabolisme. Karena itu disamp ing dsisamping kuantitas pangan , mutu pun p enting. Mutu ditentukan oleh susuanan berbagai unsure dalam bahan makanan, sep erti karbohidrat, lemak, p rotein, mineral dan vitamin.
Sementara itu faktor lingkun gan sebagian memb antu dan sebagian lagi merintan gi, yang menmbantu merup akan manfaat lin gkun gan dan faktor y ang merintan gi merup akan resiko lin gkun gan. M anfaat dan resiko lin gkun gan itu berupa faktor hay ati dan fisik kimia serta dapat berup a alamiah dan buatan manusia.
Antara manfaat dan resiko lingkun gan memiliki hubun gan y an g erat. Hal tersebut juga termasuk akibat pemanfaatan lingkun gan y ang ber lebih an oleh mansuia (eksp olitasi lin gkun gan o leh manusia) akan mend atangk an resiko y ang san gat besar. Pemanfaatan lin gkun gan y ang tidak mempertimbangk an kelestraian lingkun gan ak an men gakibatkan resiko bencana alam y ang dasy at bagi manusia itu sendiri. Kerusakan lin gkun gan memang sulit dihindari jika manusia tidak p eduli terhadap p elestarian lingkungan.
C. Dampak Lingkungan Akibat Kegiatan Manusia
Dalam beber ap a p uluh tahun terakhir ini ada tiga istilah y ang masih saling berkaitan, y aitu "Lingkun gan, Ekosistem, dan Kualitas Hidup ", bany ak digunakan untuk melukiskan isu-isu p atriotisme y ang dap at menggugah emosi. Istilah-istilah ini jarang didefinisik an, bar an gkali karena makna-makna "kamusial" sep erti itu tidak cukup mencer minkan gema simbo likny a secar a memad ai. Kita tidak akan b erhenti den gan tradisi sep erti ini, tetap i p ara p embaca buku in i akan d iarahk an oleh konsteks di d alam mana istilah-istilah tersebut digun akan; misalny a saja akan dibuat refer ensi-referensi b agi lin gkun gan f isik, bio logi, d an sosial- ekonomi. Pada p okokny a kita akan memu-satkan
perhatikan p ada lingkun gan bio- geofisik, dan pen garuh-p engaruh kegiatan manusia terhadapny a.
Dalam kondisi tidak ada manusia sekalip un, lin gkun gan alami pasti mengalami perubahan-p erubahan secara kontinyu. Hal ini mungk in saja berlan gsung dalam jan gka waktu ratusan juta tahun, sep erti misalny a terangkat ny a kontinental dan p embentukan gunun g ap i; atau dalam jan gk a waktu p uluhan ribu tahun sep erti Jaman Es dan perubahan per-mukaan air laut yang meny ertainy a; atau dalam jan gka waktu ratusan tahun sep erti halny a eutrofikasi alami dan siltasi danau-danau dangk al; atau bahkan dalam jan gka waktu beberapa tahun, sep erti kalau koloni binatang "beaver" men gubah lah an kerin g menjadi rawa-rawa. Sebagian dari p erubahan-p erubahan alami tersebut bersifat tidak dap at balik (irreversible) sep erti eutrofikasi danau, sedan gkan lainnya bersifat siklis sep erti siklus klimatik tahunan, atau transien sep erti kekeringan.
Bersamaan dengan p erubahan-p erubahan lin gkun gan secara alami tersebut ju ga terjadi perubahan-p erubahan yang d iakib atkan oleh kegiatan manusia. B ahkan p ada tingkat buday a masy arakat pemburu dan p engump ul hasil hutan, penggunaan ap i telah memodif ikasi beberapa lin gkun gan alami. Kemudian den gan domestikasi hewan dan introduksi p ertanian, efek-ef ek dar i kegiatan-kegiatan in i men jadi lebih luas, terutama kalau semakin bany ak manu sia y ang terlibat. Laju perubahan tersebut menin gk at den gan berk em-bangnya industri karena tenaga otot digantikan d en gan enerji y ang berasal dari b ahan b akar fosil hingga beberap a dekade terakh ir ini. Damp ak manusia telah mencap ai intensitas y ang tidak diharap kan dan memp engaruhi seluruh dunia, kar ena jumlah p enduduk menin gk at dengan p esat dan konsumsi setiap kapita y ang lebih tinggi.
Sumberdaya Alam
Pembangkit enerji Produksi barang Konsumsi barang
Limbah: gas, panas, dan lainnya
Limbah: Gas, cair, padatan dan lain
Limbah: sampah, gas, asap, dll
Daur ulang limbah
Pembuangan ke atmosfer
Pembuangan ke sungai & perairan
bebas
Penimbunan di lahan
PENCEMARAN
Faktor-faktor lingkungan yang saling berinteraksi
Kerusakan/kerugian RESEPTOR
Gambar 1.1. Pemanfaatan sumberday a alam dan p encemaran lingkungan