TIK : Setelah selesai mengikuti perkuliahan pada BAB VII ini, diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan tentang lingkungan hidup manusia dan penyekit menular.
MATERI :
PENDAHULUAN :
Dalam bab ini akan dibahas hal-hal mengenai lingkungan hidup manusia dan penyakit menular yang akan diberikan dalam dua kali pertemuan.
PENYAJIAN :
Pemeliharaan Kesehatan Lingkungan
Sanitasi lingkungan sangat penting bagi masyarakat terutama dalam penyediaan air bersih, pembuangan kotoran, pemberantasan nyamuk, lalat, tikus dan pencegahan penyakit menular agar tetap terjamin kesehatan lingkungan yang baik, pemeliharaan rumah tangga yang baik, keadaan perumahan yang baik dan sehat dalam kehidupan bermasyarakat.
Kebersihan sangat bermanfaat bagi kesehatan yang meliputi :
1. Penyediaan air yang baik dan bersih untuk keperluan minum, memasak, dan mencuci. 2. Penyediaan tempat pembuangan kotoran, baik itu berupa sampah atau tinja dengan
membuat kakus dan tempat membuang kotoran yang baik sehingga tidak bisa dipakai untuk sarang nyamuk dan bibit penyakit.
3. Keadaan perumahan dan halaman yang terawat
Selain itu sanitasi harus membantu usaha pemberantasan penyakit menular dengan jalan:
1. Memberantas dan mengontrol penularan penyakit menular
2. Mengadakan tindakan-tindakan efektif untuk mencegah masuknya atau bersarangnya serangga-serangga parasit lain.
3. Mengadakan immunisasi dari penyakit-penyakit menular 4. Menaikkan gizi masyarakat.
Kesehatan Lingkungan pada Pendudukan atau Masyarakat
Sedikit sekali masyarakat yang menyadari bagaimana pentingnya lingkungan yang baik dan bersih untuk kesehatan. Banyak sekali timbul berbagai penyakit di masyarakat yang berjangkit secara epidemi, yang sebetulnya hal ini dapat kalau kesehatan lingkungan cukup baik. Penyakit usus yang berbahaya seperti tipus dan kolera yang masih membawa kematian, dapat dicegah atau dikurangi kalau masyarakat membiasakan diri untuk makan atau minum makanan atau minuman bersih yang telah dimasak terlebih dahulu, membiasakan diri untuk tidak membuang kotoran di sembarang tempat dan membiasakan diri membuang kotoran besar seperti di kolam, sungai atau tegalan, tetapi di tempat-tempat yang telah disediakan untuk itu yang tidak merusak lingkungan. Demikian juga kebiasaan jelek lainnya yang harus dihilangkan, seperti meludah di sembarang tempat, minum bekas orang lain penderita tuberkulosa. Untuk mendapatkan kesehatan lingkungan yang baik, setiap anggota masyarakat harus hidup bersih dan teratur.
Untuk menciptakan manusia Indonesia yang sehat dengan lingkungan yang sehat dan bersih, maka pemerintah melaksanakan berbagai program kesehatan, yang mengharapkan masyarakat turut aktif melaksanakan program-program pemerintah seperti penyedaaan air
bersih, pemberantasan nyamuk, pemberantasan penyakit menular, perumahan sehat, peningkatan gizi masyarakat dll. untuk program kesehatan lingkungan.
Penyediaan Air Bersih
Yang dimaksud dengan air bersih adalah air yang jernih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa dan tidak mengandung mineral atau kuman yang membahayakan tubuh. Dalam penyediaan air bersih ini pertama-tama harus memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang perlunya air bersih untuk menunjang kehidupan yang sehat. Mengingat masih banyaknya masyarakat kita yang belum memahami betul akan hal ini terutama di pedesaan yang menggunakan air sungai, air kolam untuk keperluan mandi, mencuci bahkan untuk keperluan memasak, makan dan minum, sementara di sungai dan kolam tersebut mereka buang air besar. Sedangkan kita tahu bahwa di dalam tinja manusia terdapat bibit penyakit seperti bakteri tipus, kolera dan bakteri patogen lainnya.
Untuk menjamin kehidupan yang sehat, maka penyediaan air bersih untuk keperluan sehari-hari merupakan hal yang penting dan perlu diusahakan sebaik-baiknya. Usaha ini meliputi :
1. Pemanfaatan sumber mata air yang perlu dikelola dengan baik dan dijaga terhadap adanya kemungkinan pencemaran yang dapat mengganggu kesehatan
2. Pembuatan sumur bor dan artesis serta sumur gali yang sesuai dengan persyaratan untuk kesehatan seperti jangan terlalu dekat dengan tempat pembuangan kotoran minimal jaraknya 10 m dan pinggir sumur ditembok
3. Penyediaan air ledeng (terutama untuk masyarakat kota) Pemberantasan Nyamuk, Tikus dan Serangga lain
Beberapa penyakt seperti demam berdarah, malaria, dan beberapa penyakit virus lainnya, penularannya dapat melalui gigitan nyamuk. Tikus dapat menyebabkan penyebaran penyakit pes dan leptospirosis. Oleh karena itu penanggulangan penyakt dan pemberantasannya dengan memberantas binatang-binatang tersebut. Misalnya dengan penyemprotan rumah-rumah dengan insektisida, menghindari adanya genangan air yang bisa dipakai untuk sarang, tidur dengan berkelambu dan menjaga kebersihan rumah dan pekarangan yang baik. Untuk pemberantasan tikus dapat menggunakan hama tikus dan membuat konstruksi rumah sedemikian rupa sehingga tidak dapat untuk bersarang tikus. Pemberantasan Penyakit Menular
Berbagai penyakit menular seperti dipteri, tuberkulose, batuk rejan, tipus, kolera dan influenza serta yang lainnya, masing-masing sering menyerang masyarakat bahkan diantaranya masih sering menimbulkan endemik atau epidemi. Untuk menghindari penyakit- penyakit tadi, yang penyebabnya adalah jasad renik, maka disini diperlukan pengertian dan kesadaran masyarakat, mengingat berjangkitnya penyakit tersebut pada umumnya akibat kelalaian masyarakat yang kurang memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan.
Usaha terpenting dalam rangka pemberantasan dan penanggulangan penyakit menular ini adalah:
1. Sanitasi lingkungan yang sehat dan baik, antara lain rumah dan halaman yang bersih, tersedianya tempat pembuangan tinja, tidak menumpuknya sampah dan kotoran lain, sikap hidup yang bersih dan teratur
2. Pemberian kekebalan terhadap penyakit-penyakit tersebut dengan jalan vaksinasi. Namun perlu diingat bahwa vaksinasi ini tidak memberikan kekebalan 100%, karena itu yang terpenting adalah menjaga diri agar terhadap hal-hal yang dapat menularnya penyakit tersebut.
3. Memberikan pengobatan yang cepat terhadap orang-orang yang terserang penyakit ini dan kepada orang-orang yang dianggap sebagai “carier” dari penyakit ini.
Peningkatan Gizi Masyarakat
Gizi dapat mempertinggi daya tahan tubuh manusia sehingga tidak mudah terserang penyakit. Masalah kekurangan gizi tidak semata-mata oleh kemiskinan, banyak faktor yang dapat mempengaruhi kekurangan gizi pada seseorang. Salah satu faktor adalah ketidaktahuan akan manfaat gizi bagi kesehatan, contohnya adalah masyarakat di pedesaaan. Masyarakat di pedesaaan yang kurang berpendidikan mempunyai pola makan banyak nasi dengan sedikit lauk bahkan cukup dengan garam saja, ditambah pula ada anggapan bahwa ada jenis-jenis lauk tertentu dapat menimbulkan penyakit, misalnya makan telur dapat menimbulkan borok atau bisul. Sebetulnya mereka cukup mampu untuk membeli lauk pauk, namun karena keterbatasan pengetahuan tentang manfaat gizi yang baik. Faktor-faktor lain yang berperan terhadap terjadinya kekurangan gizi adalah:
1. Nutrisi yang kurang dalam konsumsi makanan sehari-hari, ini tergantung pada nilai gizi (cara mengolah, memasak, menyimpan makanan) dan jumlah makanan yang masuk
2. Gangguan yang terjadi pada tubuh masing-masing individu, seperti gangguan pencernaan, absorpsi, metabolisme dan pengeluaran kembali dari tubuh
3. Meningkatnya kebutuhan nutrisi tubuh oleh suatu sebab, misalnya pada orang hamil 4. Faktor yang mempengaruhi konsumsi makanan, seperti faktor social, ekonomi,
budaya, lingkungan jumlah penduduk, produksi bahan makanan dan politik pemerintah.
Menurut Supardi (2003) berdasarkan hasil penelitian yang dikemukakan pada Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi menyebutkan beberapa penyakit kekurangan gizi:
a. Kurang Kalori Protein (KKP), KKP ini biasa diderita oleh anak-anak usia prasekolah dan ibu hamil serta ibu menyusui
b. Kurang vitamin A banyak diderita oleh anak-anak prasekolah c. Gondok endemik sebagai akibat kekurangan yodium
d. Kekurangan zat besi mengakibatkan anemia gizi
Penderita rentan terhadap kekurangan zat gizi adalah anak-anak prasekolah, ibu hamil dan ibu menyusui serta golongan masyarakat yang kurang mampu.
Menyadari hal tersebut di atas, untuk membentuk jiwa dan jasmani masyarakat Indonesia yang sehat dan penuh vitalitas, maka pemerintah berusaha meningkatkan gizi masyarakat dengan jalan :
1. Untuk jangka pendek
a. Mengadakan penyuluhan dan penerangan kepada segenap masyarakat b. Penanggulangan gondok endemik dengan yodisasi garam
c. Mengintensifkan dan memperluas program perbaikan gizi keluarga (UPGK) d. Diversivikasi bahan makanan
e. Peningkatan pemakaian dan pemanfaatan air susu ibu
f. Pemanfaatan halaman rumah untuk penanaman tanaman bergizi seperti sayur mayur
2. Untuk jangka panjang
a. Meningkatkan penyediaan pangan yang merata dan mencukupi kebutuhan gizi serta terjangkau oleh daya beli masyarakat
b. Penganekaragaman pola konsumsi pangan masyarakat dengan mengusahakan agar konsumsi bahan pangan selain beras terus meningkat
c. Meningkatkan keadaan gizi rakyat dengan mengusahakan langkah-langkah yang dapat mengurangi penyakit-penyakit akibat kekurangan gizi
Klasifikasi Penyakit
Penyakit dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kategori, berdasarkan sifat jalur sebab-akibatnya yang berhubungan dengan pengaruh keadaan lingkungan, yaitu:
1. Penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri, protozoa, cacing, jamur dan virus 2. Penyakit yang disebabkan oleh pencemaran alam seperti kanker, bronchitis
3. Penyakit yang disebabkan oleh tekanan keadaan, kesibukan dan kekhawatiran (lingkungan social manusia) misalnya tekanan darah tinggi, jantung
4. Penyakit yang disebabkan karena pengaruh ekonomi, cara mengolah makanan seperti kekurangan gizi
5. Penyakit yang diakibatkan oleh faktor lingkungan seperti alergi
6. Penyakit yang disebabkan oleh penggunaan obat-obatan sehingga mempengaruhi janin pada ibu yang sedang hamil contohnya kelainan bentuk sehingga anak yang dilahirkan cacat.
Penyakit menular menurut seorang ahli dapat dibedakan menjadi:
1. Penyakit menular kompleks dua faktor yaitu menyangkut patogen dan hostnya saja seperti influenza dan penyakit yang disebabkan oleh virus lainnya
2. Penyakit menular kompleks tiga faktor yaitu penyakit malaria, demam berdarah, yang memerlukan patogen-host dan vektor
3. Penyakit menular kompleks empat faktor yaitu yang menyangkut host-vektor-host perantara- patogen seperti tipus, pes dll.
Sejarah kedokteran banyak menerangkan tentang dinamika epidemi, ternyata interaksi berbagai faktor dapat menjadi cirri epidemi, yaitu:
1. Faktor yang berhubungan dengan kepadatan populasi (density dependent faktor), misalnya berhubungan dengan kepadatan populasi manusia sebagai tuan rumah (host) penyakit menular. Epidemi tergantung pada faktor ini, hal ini dapat diartikan bahwa orang yang sakit dapat diatur oleh orang yang sehat dan manusia sebetulnya memiliki motif yang kuat untuk tidak terlalu padat, sebab makin padat manusia apabila terjadi wabah penyakit semakin banyak yang sakit dan mati.
2. Faktor yang berhubungan dengan sifat biologi dari patogen, tuan rumah dan patogen kaitannya dengan daya tahan atau daya resisten.
3. Faktor yang tidak tergantung pada kepadatan populasi misalnya naik turunnya perubahan cuaca, sanitasi lingkungan manusia
Poin kedua dan ketiga tidak dapat dipisahkan satu sama lain, contohnya penyebaran penyakit influenza. Penyakit ini sewaktu-waktu dapat menyerang anggota keluarga yang mempunyai daya tahan tubuh yang kurang bagus. Namun penyakit ini juga dapat menjadi wabah secara meluas dan dapat mematikan contohnya adalah penyakit flu burung yang mematikan sekitar tahun 2001-2002 yang menyerang sebagian besar Asia dan beberapa negara Eropa. Kekebalan tubuh manusia terhadap virus influenza ini berlainan, artinya kebal terhadap virus jenis A belum tentu kebal terhadap virus jenis B. Cuaca juga sangat berpengaruh terhadap kondisi seseorang. Di Indonesia khususnya pada musim pancaroba atau pergantian musim dari kemarau ke penghujan atau sebaliknya seringkali banyak dijumpai orang dewasa maupun anak-anak yang terkena influenza, batuk dan pilek. Penyakit ini mudah sekali ditularkan karena pengaruh cuaca yang buruk.
PENGEMBANGAN TATAKOTA, TATAWILAYAH, DAN PERENCANAAN