• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

4.5 Analisis Data

4.5.1 Identifikasi Lingkungan Wisata

4.5.1.1 Lingkungan Internal

Kekuatan yang dimiliki suatu wisata adalah hasil dari analisa lingkungan internal wisata. Secara garis besar kekuatan yang dimiliki oleh Taman Wisata Iman Sitinjo yang didapatkan dari analisa lingkungan internal adalah sebagai berikut :

Pengembangan Taman Wisata Iman Sitinjo dapat berlangsung secara kontiniu sesuai dengan program kerja yang telah ditetapkan. Program kerja tersebut direalisasikan sesuai dengan target yang ada, sesuai pembagian kerja pada setiap staf. Dengan kemampuan serta kompetensi yang dimiliki oleh pengelola wisata di masing-masing bidang, membuat TWI Sitinjo terus mengalami kemajuan. b) Akomodasi penginapan yang memadai

Akomodasi penginapan yang disediakan di TWI Sitinjo ini cukup membantu bagi wisatawan yang hendak menginap di lokasi ini. Sehingga wisatawan tidak perlu ke kota Sidikalang untuk menginap. Penginapan ini juga terbagi atas dua yaitu VIP dan standart dengan pelayanan yang ramah dari pihak pengelola. c) Pemasaran dengan kerjasama yang baik antara pengelola & pemerintah daerah

Pemasaran TWI Sitinjo yang dilakukan oleh pihak pengelola yaitu Disbudparpora bekerja sama dengan pemkab Dairi berjalan dengan baik. Hal ini terlihat dari masyarakat yang menerima adanya wisata religi ini, wisata ini mampu menarik perhatian publik. Pengelola berhasil memasarkan objek wisata ini dengan segala yang ditampilkan. Jadi pemasaran yang dilakukan untuk pengembangan Taman Wisata Iman Sitinjo ini baik.

d) Objek wisata religi yang unik

TWI Sitinjo merupakan wisata religi yang unik dan mampu menarik perhatian wisatawan. Jika wisata religi yang ada pada umumnya dibeberapa daerah hanya menyuguhkan satu rumah ibadah saja, misalnya Wisata Lumbini (Pagoda) di tanah Karo yang merupakan lokasi ibadah umat Budha, atau rumah ibadah umat Hindu di Bali. Lain halnya dengan TWI Sitinjo yang memiliki rumah ibadah 5

agama (Islam, Protestan, Katolik, Hindu, dan Budha), taman Firdaus beserta patung Adam dan Hawa, serta beberapa petung tokoh agama.

e) Lokasi yang strategis

Lokasi TWI Sitinjo ini cukup strategis karena dekat dengan akses jalan besar, pangkalan angkutan umum, dan tidak begitu jauh dari kota Sidikalang. Lokasi ini merupakan daerah yang dilewati jika menuju Sidikalang.

f) Suasana dengan latar belakang hutan pinus

TWI Sitinjo merupakan wisata religi yang berada di kawasan hutan pinus yang memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang beribadah atau rekreasi. Wisatawan dapat menikmati keindahan alam, dan meninggalkan sejenak kesibukan sehari-hari.

g) Jasa photografer membantu dalam mengabadikan momen

Bagi wisatawan yang memasuki TWI Sitinjo, adanya jasa photografer sangat membantu mereka dalam mengabadikan momen berkunjung tersebut. Dimana jasa photografer di wisata religi ini langsung mencetak hasil photo, sehingga wisatawan tidak perlu mencetak foto didaerah asalnya.

h) Pelayanan yang baik oleh pedagang souvenir

Dalam suatu lokasi wisata kerap kali dilengkapi dengan penjualan souvenir. Wisatawan merasa puas berkunjung ke TWI Sitinjo karena pelayanan yang diterima dari pedagang souvenir tersebut ramah.

i) Variasi souvenir dengan harga terjangkau

Variasi souvenir dengan harga terjangkau yang di dagangkan di lokasi TWI Sitinjo menjadi daya tarik bagi wisatawan. Variasi tersebut seperti pakaiaan, topi, simbol keagamaan, miniatur rumah ibadah dan rumah adat.

j) Pengelola melakukan riset dengan mengunjungi wisata diluar Dairi

Dilakukannya kunjungan ke lokasi wisata luar Dairi oleh pihak pengelola merupakan hal yang mampu menumbuhkan ide baru untuk pengembangan TWI Sitinjo. Kegiatan ini dilakukan pengelola guna melihat hal yang perlu dibenahi di lokasi wisata yang ada di Dairi.

2. Kelemahan (Weakness)

Kelemahan yang dimiliki wisata adalah hasil dari analisa lingkungan internal wisata. Secara garis besar kelemahan yang dimiliki oleh Taman Wisata Iman Sitinjo yang didapatkan dari analisa lingkungan internal adalah sebagai berikut:

a) Pelayanan petugas retribusi dan penampilan photografer yang kurang baik

Pelayanan yang dilakukan oleh petugas retribusi terkesan kurang ramah kepada wisatawan. Petugas retribusi juga kerap kali tidak memberikan tiket masuk bagi bagi wisatawan yang telah membayar. Hal ini bisa mempengaruhi data jumlah pengunjung dan pendapatan TWI Sitinjo.

Penampilan photografer juga menjadi kekurangan dari segi pelayanan, dimana penampilan photografer yang kurang rapi memberikan kesan kurang baik yang tidak menunjukkan profesi sebagao photografer.

b) Minimnya fasilitas tempat sampah, penerangan, penunjuk arah serta posisi denah kurang tepat

Dalam TWI Sitinjo ada beberapa fasilitas yang masih minim dan perlu diperhatikan. Seperti jumlah tempat sampah yang minim, sarana penerangan yang sangat kurang, penunjuk arah yang tidak memadai serta denah lokasi yang posisinya tidak strategis dan sulit untuk dilihat.

c) Bangunan yang rusak dan sebagian jalan tidak beraspal

Beberapa bangunan di TWI Sitinjo mengalami kerusakan dan perlu direnovasi. Seperti bangunan Bahtera Nuh yang memerlukan renovasi baik mengenai warna/ cat serta toilet yang ada di bahtera itu sudah mengalami kerusakan cukup parah. Pondok-pondok kecil yang ada di sepanjang jalur pejalan kaki di lokasi wisata juga sudah banyak mengalami kerusakan dan perlu perbaikan. Jembatan yang berada tepat diatas aliran air juga mengalami kerusakan dan dapat membahayakan wisatawan yang melewatinya. Jalan yang menjadi sarana penting juga tidak beraspal di beberapa tempat di dalam lokasi wisata.

d) Tarif retribusi yang tinggi

Tarif retribusi yang ditetapkan oleh pengelola berdasarkan Perbup nomor 24 tahun 2015 yang menurut wisatawan terlalu tinggi. Komentar ini dikatakan wisatawan semenjak terjadinya kenaikan tarif tersebut.

e) Promosi yang kurang

Promosi merupakan kunci memperkenalkan wisata kepada publik. Dilihat dari menurunnya pengunjung TWI Sitinjo dapat dikarenakan minimnya promosi yang dilakukan. Sehingga minat berkunjung wisatawan masih kurang terutama masyarakat diluar Dairi.

f) Tidak adanya akomodasi bus

TWI Sitinjo tidak memliki akomodasi bus khusus untuk wisatawan. Wisatawan yang tidak menggunakan kendaraan pribadi mengalami kesulitan jika harus berjalan dari gerbang masuk hingga lokasi wisata.

g) Minimnya dana

Dana yang dimiliki untuk pengembangan masih dikatakan minim, hal ini bisa dilihat terkendalanya pembangunan di beberapa aspek, seperti Taman Firdaus yang belum selesai, jalan di beberapa lokasi belum di aspal.

h) Dikenakannya pembayaran menggunakan sarana umum toilet

Wisata religi yang bisa dikatakan luas ini tentunya dilengkapi dengan sarana umum yaitu toilet. Namun yang menjadi kekurangan di wisata ini adalah dikenakannya pembayaran terhadap penggunaan toilet, hal ini menjadi keluhan wisatawan.

4.5.1.2 Lingkungan Eksternal

Dokumen terkait