VI. HASIL DAN PEMBAHASAN
6.2 Analisis Lingkungan Eksternal
6.2.1 Lingkungan Jauh
Lingkungan jauh merupakan lingkungan yang secara tidak langsung mempengaruhi keputusan strategi perusahaan dalam jangka panjang. Faktor- faktor yang biasa diperhatikan oleh Rumah Cup∙Cakes & BBQ pada lingkungan jauh adalah faktor politik, faktor ekonomi, faktor sosial dan faktor teknologi.
Kondisi politik suatu negara akan mempengaruhi iklim dunia usaha negara tersebut, khususnya untuk bisnis restoran. Situasi politik yang kurang baik akan berdampak negatif pada dunia usaha. Oleh karena itu, dalam menjalankan suatu usaha diperlukan arah, peraturan dan kebijakan-kebijakan dari pihak pemerintah yang berguna untuk kepentingan dan kesejahteraan umum. Dalam melakukan usahanya, yang harus diperhatikan oleh pihak Rumah Cup∙Cakes & BBQ adalah peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 9 Tahun 2004 tentang Retribusi Izin Usaha Kepariwisataan. Peraturan ini menyangkut perizinan suatu hotel dan restoran, yaitu Izin Prinsip dan Izin Usaha Tetap. Selain itu, Dinas Pariwisata juga mengatur tentang pajak, laporan, ketertiban umum, hukum, peraturan, pendidikan serta kelengkapan dan sebagainya.
Peraturan lainnya yang harus diperhatikan oleh Rumah Cup∙Cakes & BBQ
adalah Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 16 Tahun 2002 tentang Pajak Restoran. Pajak restoran adalah pajak yang dikenakan atas pelayanan di restoran atau rumah makan. Dasar pengenaan dan tarif pajak restoran adalah 10 persen. Peraturan-peraturan tersebut berguna untuk mendukung operasionalnya suatu usaha, baik itu usaha perorangan, usaha kecil dan menengah (UKM) atau usaha berskala besar.
Selain itu, kebijakan Pemerintah kota Bogor yang sangat mendukung sektor pariwisata merupakan peluang bagi bisnis restoran, khususnya untuk
Rumah Cup∙Cakes & BBQ untuk meningkatkan penjualan produknya. Hal ini dibuktikan dengan dikeluarkannya Peraturan Daerah Kota Bogor No. 2 Tahun 2004 tentang Rencana Strategis Pemerintahan Kota Bogor 2003-2008. Peraturan ini bertujuan untuk mengembangkan potensi pariwisata, seni dan budaya dan meningkatkan kualitas serta kuantitas pelayanan kepada wisatawan secara bertahap guna meningkatkan kunjungan wisatawan ke kota Bogor. Data perkembangan kunjungan wisatawan yang datang ke Kota Bogor dapat dilihat pada Tabel 5.
Tabel 5. Data Perkembangan Kunjungan Wisatawan ke Kota Bogor
Jenis Usaha Jenis
Wisatawan
Perkembangan Per Tahun
2005 2006 2007 2008 2009 Obyek Wisata Nusantara 1.360.374 1.267.839 1.370.119 1.163.110 1.524.044 Manca Negara 11.211 13.732 18.714 41.377 42.812 Jumlah 1.371.585 1.281.571 1.388.833 1.204.487 1.566.856 Akomodasi Nusantara 173.139 539.276 716.807 1.086.374 1.205.628 Manca Negara 13.330 36.144 31.443 102.737 104.076 Jumlah 186.469 575.420 748.250 1.189.111 1.309.704
Sumber : Dinaas Kebudayaan dan Pariwisata, 2010
Tabel 5 menunjukkan bahwa kunjungan wisatawan baik wisatawan nusantara maupun wisatawan manca negara terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Jika dibandingkan akomodasi, objek wisata lebih banyak mengalami peningkatan. Meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke kota Bogor akan mengakibatkan peningkatan permintaan masyarakat terhadap konsumsi makanan. Selain itu, peningkatan jumlah wisatawan juga akan mengakibatkan banyaknya usaha selain restoran akan berkembang, seperti tempat wisata, tempat bermain anak-anak dan pusat-pusat perbelanjaan.
Kondisi politik suatu negara akan mempengaruhi perekonomian negara tersebut. Kondisi ekonomi yang kurang stabil pada suatu negara akan berpengaruh terhadap kinerja suatu perusahaan dan industri secara keseluruhan. Kestabilan kondisi perekonomian saat ini berpengaruh terhadap iklim dunia bisnis, khususnya bisnis restoran. Salah satu faktor yang yang mengakibatkan kondisi ekonomi di sutu negara kurang stabil adalah tingkat inflasi dan harga kebutuhan pokok dan BBM.
Perubahan inflasi akan mengakibatkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) meningkat. Meningkatnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akan berpengaruh pada harga kebutuhan pokok (bahan baku). Tingkat inflasi di Indonesia dapat dilihat pada Tabel 6.
Tabel 6. Tingkat Inflasi di Indonesia Tahun 2004-2008 Tahun Inflasi (%) 2004 5.40 2005 17.11 2006 6.60 2007 6.59 2008 11.06
Sumber : Badan Pusat Statistik, 2009
Tabel 6 merupakan tingkat inflasi di Indonesia. Inflasi yang tinggi dan kenaikan harga BBM akan mengakibatkan harga bahan baku meningkat. Kenaikan harga bahan baku akan berhubungan dengan biaya operasional suatu perusahaan, sehingga akan membuat harga jual dari suatu produk menjadi tinggi dan mengakibatkan menurunnya daya beli masyarakat terhadap suatu barang.
Kehidupan politik, secara langsung maupun tidak langsung, memiliki pengaruh terhadap kondisi ekonomi di sebuah negara. Hal ini dikarenakan kondisi ekonomi suatu negara akan dipengaruhi oleh kebijakan-kebijakan yang ditentukan baik oleh lembaga legislatif maupun lembaga eksekutif. Selain kondisi politik dan ekonomi pada suatu negara, kondisi sosial juga harus diperhatikan oleh
Rumah Cup∙Cakes & BBQ.
Lingkungan sosial merupakan sebuah aspek interaksi antar manusia, melalui pengelompokan manusia, baik dekat maupun jauh, yang mana mempengaruhi pertahanan dan pertumbuhan sebuah organisasi. Banyak aspek pengelompokan manusia yang dapat mempengaruhi aktifitas bisnis di Indonesia. Pengelompokan orang bisa berdasarkan etnik, budaya, agama, politik, pekerjaan yang mana merupakan sebagai gambaran komponen lingkungan sosial. Kelompok tersebut memiliki pengaruh dalam kegiatan bisnis dan pertumbuhan ekonomi melalui kekuatan masing masing yang mereka miliki.
Lingkungan sosial akan berpengaruh terhadap perusahaan terutama terhadap tingkat penjualan produk dari suatu perusahaan tersebut. Perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin dinamis, dimana produktivitas kerja yang semakin tinggi menyebabkan semakin sedikitnya waktu yang dibutuhkan untuk dapat menyediakan makanan sehingga masyarakat lebih cenderung untuk makan diluar rumah. Alasan masyarakat makan diluar rumah adalah adanya pelayanan yang baik yang membuat konsumen nyaman berada di sebuah restoran, variasi
menu makanan sehingga konsumen bisa memilih apa yang mereka inginkan dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen akan pangan, citarasa yang beragam, kelezatan dan kecepatan dalam menyajikan suatu hidangan. Selain perubahan gaya hidup yang semakin dinamis, jumlah penduduk yang semakin besar dan terus bertambah di kota Bogor (Tabel 2) juga akan mengakibatkan meningkatnya permintaan masyarakat terhadap konsumsi akan pangan karena setiap manusia membutuhkan makanan untuk kelangsungan hidupnya.
Sistem informasi dan teknologi telah menjadi komponen yang sangat penting bagi keberhasilan bisnis dan organisasi. Teknologi informasi dapat membantu segala jenis bisnis meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses bisnis. Teknologi informasi muncul sebagai akibat semakin merebaknya globalisasi dalam kehidupan organisasi, semakin kerasnya persaingan bisnis, semakin singkatnya siklus hidup barang dan jasa yang ditawarkan, serta meningkatnya tuntutan selera konsumen terhadap produk dan jasa yang ditawarkan. Untuk mengantisipasi semua ini, Rumah Cup∙Cakes & BBQ harus selalu berusaha mencari terobosan baru dengan memanfaatkan teknologi.
Dalam menarik konsumen, Rumah Cup∙Cakes & BBQ harus bisa memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada, baik teknologi dalam hal informasi maupun komunikasi. Kemudahan komunikasi dengan pelanggan dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan teknologi sistem telekomunikasi, seperti telepon. Telepon akan memudahkan dalam hal penerimaan pesanan. Penggunaan teknologi yang baik akan mengakibatkan kapasitas produksi yang dihasilkan menjadi lebih banyak sehingga akan berpengaruh pada peningkatan penjualan perusahaan.