• Tidak ada hasil yang ditemukan

VII. ANALISIS LINGKUNGAN EKSTERNAL

7.1 Lingkungan Makro

Seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk, kebutuhan masyarakat akan air mineral untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, terutama untuk dikonsumsi semakin meningkat. Diketahui bahwa total konsumsi air mencapai 26 miliar liter per tahun, padahal ketersediaan air yang layak minum, berkualitas dan terjamin kesehatannya, makin sulit diperoleh1. Oleh sebab itu, industri AMDK terus berkembang, dan perusahaan yang menggarap bisnis ini semakin banyak. Data perusahaan AMDK di Kabupaten Bogor dapat dilihat pada Lampiran 4.

Peningkatan jumlah penduduk merupakan salah satu kekuatan ekonomi makro pertama yang dipantau oleh pemasar, karena oranglah yang membentuk pasar beserta karakteristiknya. Para pemasar sangat tertarik pada ukuran dan tingkat pertumbuhan populasi di kota, wilayah, dan negara yang berbeda, distribusi umur dan bauran etnis, level pendidikan, pola rumah tangga, serta karaktersitik dan pergerakan regional. Jumlah penduduk di Kabupaten Bogor tahun 2003 – 2008 dapat dilihat pada Tabel 13.

Tabel 13. Jumlah Penduduk di Kabupaten Bogor Tahun 2003 - 2008 Tahun Jumlah Penduduk Kabupaten Bogor (Jiwa) %

2004 3,436,690

2005 3,475,861 1.14

2006 3,757,546 8.10

2007 4,251,838 13.15

2008 4,330,749*) 1.86 Sumber : Dinas Kependudukan Kabupaten Bogor, 2008

Ket : *) Data sampai dengan bulan Agustus 2008

7.1.2. Faktor Ekonomi

Krisis ekonomi berkepanjangan yang terjadi sejak tahun 1997 hingga kini belum pulih 100 persen walaupun sudah berlangsung lebih dari sepuluh tahun menyusul terjadinya krisis-krisis lainnya seperti krisis politik dan krisis kepemimpinan nasional. Namun upaya pemerintah untuk memulihkan perekonomian nasional pasca krisis ekonomi 1997 pun terus bergulir dari semua potensi bangsa yang ada terus dikerahkan untuk mencapai pemulihan tersebut. Salah satu indikatornya adalah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Kenaikan harga BBM ini sedikit banyak akan memicu kenaikan harga produk yang diakibatkan kenaikan biaya transportasi.

Meskipun kondisi perekonomian belum pulih sepenuhnya, akan tetapi kondisi sekarang lebih baik dibandingkan pada saat mengalami krisis sebelumnya. Letak Kabupaten Bogor yang mengelilingi seluruh wilayah Kotamadya Bogor, karena letaknya, Kabupaten Bogor menjadi penghubung antara Kota Bogor dengan DKI Jakarta sebagai Ibukota Negara. Selain itu, Kabupaten Bogor juga menjadi penghubung alternatif Bandung dengan Jakarta, karena letaknya berbatasan dengan Ibukota Negara, maka Bogor merupakan

hinterland (wilayah penyangga) bagi Jakarta. Hal ini merupakan potensi yang strategis untuk perkembangan dan pertumbuhan kegiatan ekonomi. Selain letaknya yang strategis pemerintah Kabupaten Bogor juga memprioritaskan pembangunan sektor industri yang ditunjang oleh sektor pertanian.

Salah satu industri yang banyak didirikan di Kabupaten Bogor yaitu industri AMDK. Pengaruh langsung yang dirasakan oleh perusahaan adalah peningkatan biaya produksi, transportasi, bahan baku dan upah kerja akibat kenaikan harga BBM dan melemahnya nilai tukar rupiah. Kondisi seperti ini akan menurunkan daya beli masyarakat sehingga perlu diantisipasi oleh perusahaan, misalnya menjaga harga jual produk tetap stabil sehingga dapat bersaing dengan para pesaingnya. Meskipun demikian daya beli masyarakat yang turun tidak berpengaruh terhadap penurunan daya beli terhadap produk AMDK.

7.1.3. Faktor Alam

Saat ini faktor alam menjadi sangat penting berkaitan dengan pengaruh industri AMDK terhadap lingkungan. Hingga kini perusahaan yang “mengeksploitasi” sumber mata air di Kabupaten Bogor, jumlahnya mencapai puluhan. Mulai dari perusahaan berskala kecil, menengah hingga perusahaan berskala besar. Data di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bogor tercatat 44 mata air yang sudah dimanfaatkan oleh perusahaan AMDK. Keberadaan perusahaan AMDK tersebut, di satu sisi membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui lapangan kerja. Namun di sisi lainnya, masyarakat juga khawatir akan adanya dampak negatif dari eksploitasi air tersebut. Ancaman yang berdampak pada kelestarian lingkungan hidup itu akan jadi kenyataan bila tidak ada upaya pencegahan. Kondisi lingkungan alam ini dapat berubah menjadi rusak disebabkan karena ulah manusia seperti penggundulan hutan, dibutuhkan upaya konservasi untuk perlindungan sumber mata air tersebut.

7.1.4. Faktor Teknologi

Perkembangan teknologi di bidang mesin-mesin pengolahan AMDK dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi kerja yang tidak hanya meningkatkan

produktivitas kerja, melainkan juga dapat menekan biaya produksi yang berpengaruh terhadap keuntungan perusahaan. Sejak berdirinya PT. Buana Tirta Abadi teknologi yang digunakan dalam pengolahan AMDK sudah sesuai standar perusahaan AMDK. Selama proses pengolahan dilakukan pengendalian kualitas produk yang dibagi menjadi tiga, yaitu kualitas air, kualitas kemasan, dan kualitas proses produksi. Sistem yang digunakan dalam proses produksi adalah filterisasi dan ozonisasi. Pengemasan produk dilakukan dengan menggunakan mesin, kecuali untuk ukuran galon pengemasan dilakukan secara manual.

Pemakaian teknologi lain yang digunakan yaitu dengan memanfaatkan sarana komunikasi dan transportasi, hal ini dilakukan untuk pencapaian pendistribusian produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Diharapkan dengan penggunaan sarana komunikasi memungkinkan seseorang yang berjauhan dapat melakukan transaksi jual beli.

7.1.5. Faktor Politik

Peranan faktor politik merupakan salah satu faktor yang menjadi perhatian bagi setiap pengusaha dalam menjalankan usahanya. Perubahan-perubahan yang terjadi baik itu situasi politik, peraturan-peraturan ataupun kebijakan yang akan dilakukan oleh pemerintah pusat/daerah perlu dicermati oleh setiap perusahaan untuk mengambil suatu langkah keputusan dalam menjalankan usahanya. Situasi politik yang tidak stabil akan mengganggu perekonomian secara keseluruhan terutama aktifitas suatu perusahaan yaitu dengan melemahnya nilai tukar rupiah, dan hal ini akan berdampak pada sektor industri baik yang bergerak di sektor produksi, jasa maupun sektor-sektor lainnya. Melemahnya nilai tukar rupiah merupakan suatu ancaman bagi suatu perusahaan. Hal ini perlu dicermati dalam strategi produk karena mempengaruhi nilai daya beli masyarakat.

7.1.6. Faktor Sosial Budaya

Seiring dengan perkembangan zaman dan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat telah banyak mempengaruhi pola hidup dan nilai budaya masyarakat. Salah satunya kebutuhan akan air minum yang mudah didapat baik pada saat mereka berada dirumah, diluar lingkungannya, maupun dalam perjalanan. Di samping itu tingkat kesadaran masyarakat semakin tinggi akan kesehatan hidupnya. Masyarakat kota kini sudah pada taraf tidak bisa lepas dari AMDK. Hal ini menjadi suatu peluang bagi para pengusaha untuk membuat perusahaan yang dapat mengolah mengemas air yang sehat, mudah didapatkan dan mudah dibawa. Untuk mewujudkan hal tersebut terciptalah AMDK.

7.2. Lingkungan Mikro

Dokumen terkait