• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lingkungan Pergaulan b.3.1 Pengertian Lingkungan

Dalam dokumen Skripsi pengaruh tingkat pengetahuan kes (Halaman 39-44)

Lingkungan keluarga merupakan variabel yang sangat kuat perilakunya terhadap perkembangan hubungan sosial remaja termasuk timbulnya perilaku nakal (Ali dan Asrori:95).

Menurut O’Connor(1994) yang dikutip oleh Suntrock 2003 mengatakan bahwa Pengaruh lingkungan terbagi menjadi (shared environmental influences) adalah pengalaman remaja yang juga dialami oleh oranglain di lingkungannya, misalnya kepribadian dan orientasi intelektual orang tua mereka, keloas sosial keluarga, dan lingkungan tetangga sekitar tempat tinggal mereka. Sebaliknya pengaruh lingkungan tak terbagi (non-shared enviroumental influences) adalah pengalaman unik remaja yang diaaminya sendiri, baik di dalam maupun di luar lingkungan keluarga, yang tidak dialami oleh kakak atau adiknya. Orang tua sering kali berinteraksi dengan cara yang berbeda-beda dengan setiap anaknya, dan setiap anaknyapun berinteraksi dengan orang tua yang sama dengan cara yang berbeda-beda. Kakak beradik biasanya memiliki teman sebaya, teman main, sahabat, dan guru yang berbeda-beda di sekolah.

Perilaku seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti yang dilakemukakan oleh Bandura:

Gambar 2.1 Teori Bandura

B

(Sumber: Harlock, 2003)

Dalam teori Bandura tentang pengaruh timbal balik tingkah laku. Faktor manusia dan kognitif, dan lingkungan.

P (c) adalah faktor manusia dan kognitif. B adalah tingkah laku

E adalah lingkungan

Tingkah laku, faktor manusia dan kognitif, dan pengaruh lingkungan beroperasi secara interaktif, tingkah laku dapat mempengaruhi kognitif dan sebaliknya aktivitas kognitif individu dapat bmempengaruhi lingkungan, pengaruh lingkungan dapat merubah proses pikiran individu dan sterusnya. Sesuai dengan teori piaget (1896-1980), menekankan bahwa remaja menyesuaikan pikiran mereka dengan memasukan gagasan-gagasan baru, karena tambahan informasi akan mengembangkan pemahaman (Santrock.2003). Dimana pemahaman ini merupakan tingkatan dari pengetahuan dapat membentuk perilaku seseorang (Wawan dan Dewi, 2010).

Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar kita dan mempengaruhi perkembangan manusia, seperti: iklim, alam sekitar, situasi ekonomi, perumahan, makanan, pakaian, manusia lain dan lain sebagainya. Lingkungan adalah suatu sistem kompleks yang berada di luar individu yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organisme, Ngalim (2004), menyatakan lingkungan sosial adalah semua orang/manusia lain yang mempengaruhi kita. Pengaruh lingkungan sosial tesebut ada yang kita terima langsung dan tidak langsung.

Pergaulan adalah kontak langsungantara satu individu dengan individu lainnya (Ahmadi dan Uhbiyati, 2001).

Lingkungan pergaulan adalah tempat berkembangnya perilaku terhadap kebiasaan yang ada di lingkungan. Lingkungan pergaulan yang kurang baik akan berpengaruh terhadap perkembangan jiwa seseorang. Hal – hal yang tidak baik yang diterimanya dalam interaksi menjadi hal yang biasa baginya. Lingkungan dan pergaulanyang tidak baik dapat mempengaruhi seseorang untuk melanggar norma – norma yang ada di dalam masyarakat (Yunita,2009).

2.2.3 Macam-macam lingkungan antara lain :

1. Lingkungan Keluarga

Lingkungan keluarga merupakan lingkungan utama yang sangat penting dalam kaitannya dengan penyesuaian diri individu. Dimana unsur-unsur di dalam keluarga seperti konstelasi keluarga, interaksi orang tua dan anak, interaksi antaranggota keluarga, peran sosial dalam keluarga, dan gangguan dalam keluarga akan berpengaruh terhadap penyesuaian diri individu (Ali dan Asrori, 2014:185-186). Keluarga merupakan variabel yang sangat kuat perilakunya terhadap perkembangan hubungan sosial remaja termasuk timbulnya perilaku nakal (Ali dan Asrori: 95).

2. Lingkungan Sekolah

Sekolah adalah lingkungan pendidikan sekunder. Bagi anak yang sudah bersekolah, lingkungan yang tiap hari dimasukinya selain lingkungan rumah adalah lingkungan sekolah. Tidak mengherankan jika pengaruh sekolah terhadap perkembangan jiwa remaja cukup besarma

3. Lingkungan Masyarakat

Masyarakat sebagai lingkungan tersier (ke tiga) adalah lingkungan yang terluas bagi remaja sekaligus paling banyak menawarkan pilihan.

Terutama dengan maju pesatnya teknologi komunikasi massa, maka tidak ada batasan geografis, etnis, politis maupun sosial antara satu masyarakat dengan masyarakat lainnya. Pengaruh lingkungan pada tahapannya yang pertama diawali dengan pergaulan dengan teman. Pada usia 9 – 15 tahun hubungan perkawanan merupakan hubungan yang akrab yang diikat oleh minat yang sama, kepentinngan yang sama, dan saling membagi perasaan, saling tolong menolong untuk memisahkan masalah bersama ( Sarwono: 150: 161)

Lingkungan merupakan bagian terpenting dan mendasar dari kehidupan manusia. Sejak dilahirkan manusia sudah berada dalam lingkungan baru dan asing baginya. Dari lingkungan baru inilah sifat dan perilaku manusia terbentuk dengan sendirinya. Lingkungan yang baik akan membentuk pribadi yang baik, sementara lingkungan yang buruk akan membentuk sifat dan perilaku yang buruk pula. Anak-anak berkembang dari suatu hubungan interaksi antara gerakan-gerakan dalam dan kondisi lingkungan luar.

Dimensi lingkungan bisa dibedakan menjadi tiga kelompok yakni lingkungan fisik, lingkungan sosial dan lingkungan kultural. Ketiga dimensi ini akan memberikan pengaruh yang besar terhadap perilaku manusia.

Persepsi lingkungan adalah interpretasi tentang suatu setting oleh individu, didasarkan latar belakang budaya, nalar dan pengalaman individu tersebut. Setiap orang dapat mempunyai gambaran yang berbeda sesuai proses persepsi masing-masing.

2.2.4 Pengelompokan Sosial remaja

Pengelompokan sosial remaja terdiri dari: 1. Teman dekat

Remaja biasanya memiliki dua atau tida teman dekat atau sahabat karib. Mereka adalah sesame seks yang mempunyai minat dan kemampuan yang sama. Teman dekat saling mempengaruhi satu sama lain meskipun kadang – kadang juga bertengkar.

2. Kelompok kecil

Kelompok ini biasanya teridiri dari kelompok teman-teman dekatnya. Pada mulanya terdiri dari seks yang sama kemudian meliputi dari seks yang sam, tetapi kemudian meliputi kedua jenis seks.

3. Kelompok besar

Kelompok bersar, terdiri dari beberapa kelompok kecil dan kelompok teman dekat, berkembang dengan meningatnya minat akan pesta dan berkencan. Karena kelompok ini besar, maka penyesuaian minat berkurang di antara anggota-anggotanya sehingga terdapat jarak sosial yang lebih besar diantara mereka.

4. Kelompok yang teroganisasi

Kelompok remaja yang dibina oleh orang dewasadibentuk oleh sekolah dan dibentuk oleh sekolah dan organisasimasyarakat untuk memenuhi kebutuhan sosial para remaja yang tidak mempunyai klikatau kelompok besar. Banyak remaja yang mengikuti kelompok seperti itu merasa diatur dan kurang minatnya enam belas atau tujuh belas tahun.

5. Kelompok geng

Remaja yang tidak termasuk klik atau kelompok besar dan yang merasa tidak puas dengan kelompok yang terorganisasi mungkin mengikuti kelompok geng. Anggota yang biasanya terdiri dari anak – anak sejnis dan minat utama mereka adalah untuk menghadapi

penolakan teman-teman untuk menghadapi penolakan teman-teman mealui perikau antisocial (Suntrock, 2003)

Dalam dokumen Skripsi pengaruh tingkat pengetahuan kes (Halaman 39-44)

Dokumen terkait