• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II DASAR TEORI

A. Lingkungan Tempat Tinggal dan Lingkungan Sekolah

Belajar Fisika” berjalan dengan lancar.

Penyusunan skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana

Pendidikan Fisika, Jurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sanata

Dharma, Yogyakarta.

Penulis menyadari bahwa tanpa bantuan dan kerelaan dari beberapa pihak, penulis pasti

banyak menemui hambatan. Oleh karena itu, dengan tulus hati, penulis mengucapkan terima kasi

kepada :

1. Dr. Paulus Suparno, S.J., M.S.T., selaku dosen pembimbing yang mengarahkan dan

membimbing penulis.

2. Drs. Severinus Domi, M.Si., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Fisika Universitas

Sanata Dharma.

3. Drs. Br. Herman Yoseph, FIC, selaku Kepala SMA Pangudi Luhur Yugyakarta yang

memberikan izin kepada penulis untuk melaksanakan penelitian.

4. Drs. Ign. Suroto, selaku guru bidang studi fisika yang banyak membantu dalam

penelitian.

5. Ibu Rani, selaku guru BK yang sudah memberikan waktu untuk penulis dalam

lancarnya pengambilan data.

7. Bapak Sugeng, Ibu Heni (sekretarian JPMIPA) dan m’agus mokro, atas kerja samanya dalam melayani pembuatan surat izin penelitian.

8. Bapak dan Ibuku tercinta yang telah memberikan dukungan moril dan dana kepada

penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

9. Bang Is, Kak’Ola dan Adikku Pipin yang telah memberikan dukungan dan semangat

kepada penulis.

10. Pacarku Deodatus Bhinneka Dutha yang selalu memberikan semangat, perhatian,

kesaabaran, sayang dan cinta yang mendukungku untuk menyelesaikan skripsi ini.

11. Papa, Mama dan Kakak Mas Dutha, yang telah memberikan motivasi dan fasilitas kepada

penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

12. Keluarga Om Sarimin dan keluarga Om Wito, yang telah memberikan motivasi kepada

penulis.

13. Semua teman-teman P’Fis’05 (Nita Cicil, Nitakris, Prapti, Enny, Rita, Cici, Dini, Tuti,

Ashi, Melly, Maia, Ika, Khoti, Ira, Nuning, Feri, Dinar, Helen, Wido, Wisnu, Era, Nori,

Vega, Agus dan Arun ), terima kasih ya teman-teman atas dukungannya...& tetap

SEMANGAT !!!!

14. Nita Cicil teman satu tempat penelitian dan seangkatan yang telah membantu penulis

dalam menyelesaikan abstrak.

15. Mas Wisnu, yang telah membantu penulis dalam pengambilan data.

16. Teman-temanku yang ada di Darit, yang selalu mendukung penulis untuk menyelesaikan

(M’Yanti, M’Nana. M’ Utin dan M’ Aris) dan keluarga bapak kos, yang selalu mendukung dan memberikan semangat kepada penulis sehingga skripsi ini selesai.

18. Romo Antono, Br. Cahyo, Br. Yani, Br. Petrus, yang selalu mendoakan penulis sehingga

skripsi ini terselesaikan.

19. Coco, Cici kura-kuraku dan Dupi dan Poh yang imut selalu menemaniku begadang dan

tempatku berkeluh kesah dalam penulisan skripsi ini.

20. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Terima kasih atas segala

bantuannya dan dukungannya.

Semoga segala pengorbanan dan budi baik dari semua pihak yang telah membantu

penulis, mendapat imbalan yang pantas dari Tuhan Yang Maha Esa.

Akhir kata semoga penulisan skripsi ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, terutama bagi

almamater tercinta.

Yogyakarta,

DAFTAR ISI

Hal

HALAMAN JUDUL... i

HALAMAN PERSETUJUAN... ii

HALAMAN PENGESAHAN... iii

HALAMAN MOTO ... iv

HALAMAN PERSEMBAHAN ... v

HALAMAN KEASLIAN KARYA ... vi

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ... vii

ABSTRAK ... viii

ABSTRACT... vix

KATA PENGANTAR ... x

DAFTAR ISI... xiii

DAFTAR TABEL... xvii

DAFTAR GAMBAR ... xix

DAFTAR LAMPIRAN... xx

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 4

C. Tujuan Penelitian ... 4

E. Manfaat Penelitian ... 6

BAB II DASAR TEORI ... 7

A. Lingkungan Tempat Tinggal dan Lingkungan Sekolah... 7

1. Pengertian Lingkungan ... 7

2. Lingkungan Tempat Tinggal dan Lingkungan Sekolah... 9

a. Lingkungan Sosial ... 9

b. Lingkungan Nonsosial ... 13

B. Belajar Fisika ... 13

1. Pengertian Belajar ... 13

2. Belajar Fisika ... 17

3. Prestasi Belajar Fisika... 21

C. Kerangka Berpikir... 24

D. Hipotesis Penelitian ... 25

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 26

A. Jenis Penelitian... 26

B. Tempat dan Waktu Penelitian ... 26

C. Populasi dan Sampel Penelitian ... 26

D. Variabel Penelitian... 27

E. Instrumen Penelitian ... 28

1. Kuesioner Lingkungan Fisik dan Sosial Tempat Tinggal dan Lingkungan Sekolah ... 28

3. Observasi Lingkungan Fisik Sekolah dan Proses

Mengajar Guru Fisika ... 31

4. Wawancara Lingkungan Fisik dan Sosial Tempat Tinggal Siswa ... 33

5. Dokumentasi Prestasi Belajar Fisika siswa... 37

F. Validitas ... 38

G. Metode Analisis Data... 38

1. Korelasi Lingkungan Fisik dan Sosial Tempat Tinggal dan Lingkungan Sekolah dengan Prestasi Belajar Fisika ... 39

2. Koding Lingkungan Fisik dan Sosial Tempat Tinggal dan Lingkungan Sekolah ... 40

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 41

A. Hasil Penelitian ... 41

1. Lingkungan Sosial Tempat Tinggal Siswa dan Lingkungan Sosial Sekolah ... 41

2. Lingkungan Fisik Tempat Tinggal dan Lingkungan Fisik Sekolah Siswa ... 43

3. Tes Prestasi Belajar Fisika Siswa ... 45

4. Prestasi Belajar Fisika Siswa ... 47

5. Observasi Lingkungan Fisik Sekolah dengan Cara Mengajar Guru ... 48

6. Wawancara... 51

1. Hubungan Antara Lingkungan Sosial Tempat Tinggal Siswa dan

Lingkungan Sosial Sekolah dengan Prestasi Belajar Fisika

Siswa ... 57

2. Hubungan Antara Lingkungan Fisik Tempat Tinggal Siswa dan Lingkungan Fisik Sekolah dengan Prestasi Belajar Fisika Siswa ... 58

C. Pembahasan Hasil Penelitian ... 59

1. Hubungan Antara Lingkungan Sosial Tempat Tinggal Siswa dan Lingkungan Sosial Sekolah dengan Prestasi Belajar Fisika Siswa ... 59

2. Hubungan Antara Fisik Tempat Tinggal Siswa dan Lingkungan Fisika Sekolah dengan Prestasi Belajar Fisika Siswa ... 62

3. Faktor Manakah di Antara Lingkungan Sosial Tempat Tinggal Siswa dan Lingkungan Sosial Sekolah dengan Lingkungan Fisik Tempat Tinggal Siswa dan Lingkungan Fisik Sekolah yang Menunjukkan Korelasi yang Lebih Signifikan Terhadap Prestasi BelajarFisika Siswa... 66 BAB V PENUTUP... 67 A. Kesimpulan ... 67 B. Saran ... 68 C. Keterbatasan Penelitian... 68 DAFTAR PUSTAKA ... 69 LAMPIRAN

DAFTAR TABEL

Hal.

Tabel 3.1 Kisi-Kisi Kuesioner Lingkungan Sosial Tempat Tinggal

dan Lingkungan Sekolah... 29

Tabel 3.2 Kisi-Kisi Kuesioner Lingkungan Fisik Tempat Tinggal

dan Lingkungan Sekolah... 29

Tabel 3.3 Kisi-Kisi Tes Prestasi Belajar Fisika ... 30

Tabel 3.4 Pemberian Skor Kuesioner ... 39

Tabel 4.1 Skor Lingkungan Sosial Tempat Tinggal Siswa dan

lingkungan Sosial Sekolah ... 41

Tabel 4.2 Sebaran Frekuensi Skor Lingkungan Sosial Tempat Tinggal

Siswa dan Lingkungan Sosial Sekolah ... 42

Tabel 4.3 Skor Lingkungan Fisik Tempat Tinggal Siswa dan

Lingkungan Fisik Sekolah Siswa ... 43

Tabel 4.4 Sebaran Frekuensi Skor Lingkungan Fisik Tempat Tinggal

Siswa dan Lingkungan Fisik Sekolah Siswa... 44

Tabel 4.5 Nilai Tes Prestasi Belajar Fisika Siswa ... 45

Tabel 4.6 Sebaran Frekuensi Skor Tes Prestasi Fisika Siswa dalam

Interval ... 46

Tabel 4.7 Skor Prestasi Belajar Fisika Siswa... 47

Tabel 4.8 Sebaran Frekuensi Skor Prestasi Belajar Fisika Siswa dalam

Tabel 4.9 Ringkasan Perhitungan Data Lingkungan Sosial Tempat

Tinggal Siswa dan Lingkungan Sosial Sekolah dengan

Prestasi Belajar Fisika Siswa... 57

Tabel 4.10 Ringkasan Perhitungan Data Lingkungan Fisik Tempat

Tinggal Siswa dan Lingkungan Fisik Sekolah dengan

DAFTAR GAMBAR

Hal

Gambar 1. Histogram Sebaran Skor Lingkungan Sosial Tempat Tinggal

Siswa dan Lingkungan Sosial Sekolah ... 43

Gambar 2. Histogram Sebaran Skor Lingkungan Fisik Tempat Tinggal

Siswa dan Lingkungan Fisik Sekolah Siswa... 45

Gambar 3. Histogram Sebaran Skor Tes Prestasi Belajar Fisika Siswa

Dalam Interval... 46

Gambar 4. Histogram Sebaran Skor Prestasi Belajar Fisika Siswa

Hal

Lampiran 1 : Surat Permohonan Ijin Penelitian di SMA Pangudi Luhur

Yogyakarta... . 71

Lampiran 2 : Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta... ... 72

Lampiran 3 : Lembar Kuesioner ... 73

Lampiran 4 : Lembar Tes... 79

Lampiran 5 : Lembar Observasi ... 82

Lampiran 6 : Lembar Pertanyaan-Pertanyaan Wawancara ... 85

Lampiran 7 : Data Skor Lingkungan Sosial Tempat Tinggal Siswa dan Lingkungan Sosial Sekolah ... 87

Lampiran 8 : Data Skor Lingkungan Fisik Tempat Tinggal Siswa dan Lingkungan Fisik Sekolah ... 89

Lampiran 9 : Data Tes Prestasi Belajar Fisika ... 91

Lampiran 10 : Data Prestasi Belajar Fisika Siswa ... 93

Lampiran 11 : Data Observasi ... 96

Lampiran 12 : Data Jawaban Pertanyaan Wawancara ... 101

Lampiran 13 : Data Koding dari Wawancara ... 108

Lampiran 14 : Data Hasil Keseluruhan Prestasi Belajar Fisika ... 120

Lampiran 15 : Data Perhitungan Hubungan Lingkungan Sosial Tempat Tinggal Siswa dan Lingkungan Sosial Sekolah dengan Prestasi Belajar Fisika... 122

Lampiran 16 : Data Perhitungan Hubungan Lingkungan Fisik Tempat Tinggal

Siswa dan Lingkungan Fisik Sekolah dengan Prestasi Belajar

Fisika ... 124

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Seorang siswa dalam belajar fisika dikatakan kurang berhasil apabila

perubahan tingkah laku yang terjadi belum mampu menentukan

kebijaksanaannya untuk mencapai suatu hasil yang telah ditetapkan secara

tepat dalam waktu yang telah ditentukan. Untuk mencapai suatu hasil belajar

yang maksimal, banyak aspek yang mempengaruhinya, salah satu aspek yakni

prestasi belajar. Ilmu-ilmu yang diperoleh siswa dalam pendidikan bersifat

kualitatif kemudian dinyatakan secara kuantitatif, yaitu nilai-nilai atau prestasi

belajar. Prestasi belajar diperoleh melalui tes hasil belajar.

Prestasi belajar siswa banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik

berasal dari dirinya (internal) maupun dari luar dirinya (eksternal). Prestasi belajar yang dicapai siswa pada hakikatnya merupakan hasil interaksi antara

berbagai faktor tersebut. Oleh karena itu, pengenalan guru terhadap faktor

yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa penting sekali artinya dalam

rangka membantu siswa mencapai prestasi belajar yang seoptimal mungkin

sesuai dengan kemampuannya masing-masing ( Uzer Usman & Lilis Setiawati, 1993 : 9-10).

Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar digolongkan menjadi

Faktor dari dalam yaitu faktor-faktor yang dapat mempengaruhi belajar

yang berasal dari siswa yang sedang belajar. Faktor-faktor itu meliputi : 1). fisiologi dan, 2). psikologis. Fisiologi meliputi kondisi jasmaniah secara umum dan kondisi panca indra. Karena anak yang segar jasmaninya akan

lebih mudah proses belajarnya, dan kondisi panca indra yang baik akan

memudahkan anak dalam proses belajar. Sedang faktor psikologis yang dapat

mempengaruhi proses dan hasil belajar adalah kecerdasan, bakat, minat,

motivasi, emosi dan kemampuan kognitif (NN1, 2008 : 1-2 ).

Faktor dari luar yaitu faktor-faktor yang berasal dari luar siswa yang

mempengaruhi proses dan hasil belajar. Faktor-faktor ini meliputi : 1). lingkungan fisik dan 2). lingkungan sosial. Lingkungan fisik yaitu faktor yang mempengaruhi dalam proses belajar misalnya keadaan udara, cuaca, waktu,

tempat atau gedung sekolah, alat yang dipakai untuk belajar seperti

alat-alat pelajaran. Lingkungan sosial di sini adalah manusia atau sesama manusia,

baik manusia itu ada (kehadirannya) ataupun tidak langsung hadir. Kehadiran orang lain pada waktu sedang belajar, sering kali mengganggu aktivitas

belajar. Dalam lingkungan sosial yang mempengaruhi belajar siswa ini dapat

dibedakan menjadi tiga, yaitu: 1). lingkungan sosial siswa di rumah yang meliputi seluruh anggota keluarga yang terdiri atas: ayah, ibu, kakak atau adik

serta anggota keluarga lainnya, 2).lingkungan sosial siswa di sekolah yaitu : teman sebaya, teman lain kelas, guru, kepala sekolah serta karyawan lainnya,

dan 3).lingkungan sosial dalam masyarakat yang terdiri atas seluruh anggota masyarakat (NN1, 2008 : 1-2 ).

Lingkungan masyarakat dan lingkungan keluarga memberikan

pengaruh yang besar terhadap perkembangan siswa karena kedua lingkungan

ini akan berhubungan erat dengan pertumbuhan dan perkembangan siswa.

Lingkungan masyarakat dan lingkungan keluarga merupakan tempat belajar

yang pertama kali sehingga lingkungan ini sangat lekat dengan diri siswa.

Lingkungan belajar siswa dan peranan orang tua dalam mengawasi

siswa belajar memberikan pengaruh yang positif terhadap keberhasilan belajar

fisika karena selama ini siswa masih menganggap bahwa belajar fisika itu

sulit. Kesulitan ini dilihat dari prestasi belajar fisika yang cenderung rendah

dibandingkan dengan pelajaran lainnya. Fisika merupakan pelajaran yang

memadukan antara teori dengan penerapan rumus-rumus jika hal tersebut

tidak didukung dengan lingkungan belajar yang baik maka prestasi dari

pelajaran fisika tidak ada peningkatan.

Dari permasalahan di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian

tentang “Korelasi antara lingkungan tempat tinggal dan sekolah dengan

prestasi belajar fisika pada siswa kelas XI IPA di SMA Pangudi Luhur

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, masalah

pokok yang akan diteliti sebagai berikut:

1. Adakah korelasi antara lingkungan sosial tempat tinggal siswa dan

lingkungan sosial sekolah siswa dengan prestasi belajar fisika di kalangan

siswa-siswi kelas XI IPA SMA Pangudi Luhur Yogyakarta ?

2. Adakah korelasi antara lingkungan fisik tempat tinggal siswa dan

lingkungan fisik sekolah dengan prestasi belajar fisika di kalangan

siswa-siswi kelas XI IPA SMA Pangudi Luhur Yogyakarta ?

3. Faktor manakah di antara lingkungan sosial tempat tinggal siswa dan

lingkungan sosial sekolah dengan lingkungan fisik tempat tinggal siswa

dan lingkungan fisik sekolah yang menunjukkan korelasi yang lebih

signifikan terhadap prestasi belajar fisika di kalangan siswa-siswi kelas XI

IPA SMA Pangudu Luhur Yogyakarta ?

C. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan perumusan masalah di atas, penelitian ini mempunyai

tujuan sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui korelasi antara lingkungan sosial tempat tinggal siswa

dan lingkungan sekolah dengan prestasi belajar fisika di kalangan

2. Untuk mengetahui korelasi antara lingkungan fisik tempat tinggal siswa

dan lingkungan fisik sekolah dengan prestasi belajar fisika di kalangan

siswa-siswi kelas XI IPA SMA Pangudi Luhur Yogyakarta ?

3. Untuk mengetahui faktor manakah di antara lingkungan sosial tempat

tinggal siswa dan lingkungan sosial sekolah dengan lingkungan fisik

tempat tinggal siswa dan lingkungan fisik sekolah yang menunjukkan

korelasi yang lebih signifikan terhadap prestasi belajar fisika di kalangan

siswa-siswi kelas XI IPA SMA Pangudi Luhur Yogyakarta ?

D. Pembatasan Variabel

Permasalahan dalam penelitian ini adalah korelasi antara tempat

tinggal dan sekolah dengan prestasi belajar fisika.

1. Lingkungan fisik

Lingkungan fisik dalam penelitian ini meliputi : alat-alat belajar, suhu,

ventilasi udara, penerangan untuk belajar, warna dinding, ruang belajar,

dan waktu belajar.

2. Lingkungan sosial

a. Lingkungan keluarga meliputi : cara orang tua mendidik, relasi antar

keluarga, suasana belajar, keadaan ekonomi keluarga, pengertian keluarga,

tingkat pendidikan.

b. Lingkungan sekolah meliputi cara guru mengajar, penggunaan media yang

aktivitas guru dalam mengelola kelas, dan fenomena yang terjadi dari

aktivitas tubuh, aktivitas verbal dan non verbal.

c. Lingkungan masyarakat meliputi : peran serta siswa dalam kegiatan

masyarakat dan teman bergaul.

3. Prestasi belajar

Prestasi belajar dalam penelitian ini menggunakan data nilai tugas-tugas

dari pelajar fisika kelas XI. Data-data tersebut kemudian dirata-rata

menjadi satu nilai fisika

E. Manfaat Penelitian

1. Bagi guru dan orang tua

Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu guru memperlancar proses

belajar siswa. Demikian juga dengan orang tua siswa agar turut aktif

memberikan dorongan serta menciptakan suasana yang memungkinkan

tumbuhnya gairah belajar yang tinggi dalam diri siswa.

2. Bagi penelitian

a. Sebagai sarana untuk mempraktekkan teori-teori yang telah diperoleh

selama perkuliahan.

b. Penelitian ini diharapkan dapat memperluas wawasan untuk

mengimplementasikan pengetahuan yang telah didapatkan oleh peneliti

sebelumnya.

BAB II DASAR TEORI

A. Lingkungan Tempat Tinggal dan Lingkungan Sekolah 1. Pengertian Lingkungan

Lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terhadap

pembentukan dan perkembangan prilaku individu, baik lingkungan fisik

maupun lingkungan sosio-psikologis, termasuk di dalamnya adalah belajar.

Menurut Pristiadi Utomo (2009:2) lingkungan itu merupakan kesatuan ruang

dengan semua benda dan keadaan makhluk hidup termasuk di dalamnya

manusia dan perilakunya serta makhluk hidup lainnya. Lingkungan itu terdiri

dari unsur-unsur biotik (makhluk hidup), abiotik (benda mati) dan budaya

manusia.

Menurut UURI No.4 Tahun 1982 & UURI No.23 Tahun 1997 tentang

lingkungan hidup, lingkungan didefinisikan sebagai kesatuan ruang dengan

semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya

manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan

dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya (Rauda Agus Udaya,

2009:2).

Menurut Soerjono Soekanto dalam Rauda agus Udaya (2009:2),

lingkungan dibedakan dalam kategori-kategori sebagai berikut :

1. Lingkungan fisik, yakni semua benda mati yang ada di sekeliling manusia.

2. Lingkungan biologi, yakni segala sesuatu di kelilingi manusia yang berupa

organisme yang hidup (manusia termasuk juga di dalamnya).

3. Lingkungan sosial yang terdiri dari orang-orang, baik individual maupun

kelompok yang berada di sekitar manusia.

Pristiadi Utomo (2009:3-4) juga mengatakan bahwa lingkungan

merupakan sumber belajar yang kaya dan menarik untuk anak-anak.

Lingkungan mana pun bisa menjadi tempat yang menyenangkan bagi

anak-anak. Jika pada saat belajar di kelas anak diperkenalkan oleh guru mengenai

binatang, dengan memanfaatkan lingkungan anak akan dapat memperoleh

pengalaman yang lebih banyak lagi. Dalam pemanfaatan lingkungan tersebut

guru dapat membawa kegiatan-kegiatan yang biasanya dilakukan di dalam

ruangan kelas ke alam terbuka dalam hal ini lingkungan. Namun jika guru

menceritakan kisah tersebut di dalam ruangan kelas, nuansa yang terjadi di

dalam kelas tidak akan sealamiah seperti halnya jika guru mengajak anak

untuk memanfaatkan lingkungan.

Manfaatkan lingkungan sekitar dengan membawa anak-anak untuk

mengamati lingkungan akan menambah keseimbangan dalam kegiatan dalam

belajar. Artinya belajar tidak hanya terjadi di ruangan kelas namun juga di luar

ruangan kelas dalam hal ini lingkungan sebagai sumber belajar yang sangat

berpengaruh terhadap perkembangan fisik, keterampilan sosial, dan budaya

Menurut Vygotsky (2009:2) perkembangan individu atau siswa dan

perkembangan pendidikan sekolah juga melibatkan lingkungan fisik dan

lingkungan sosial. Lingkungan berubah secara konstan dan lingkungan

berhubungan secara nyata dengan individu yang mempunyai peranan penting

dalam perkembangan. Perkembangan siswa melibatkan lingkungan keluarga,

lingkungan sekolah, lingkungan tempat tinggal dan lingkungan kebudayaan di

mana siswa itu tinggal.

Untuk mendapatkan hasil belajar yang baik, terutama hasil belajar fisika

lingkungan yang mendukung sangatlah penting. Untuk itu lingkungan tempat

tinggal dan lingkungan sekolah sangat perlu diperhatikan untuk tercapainya

hasil belajar yang lebih baik, khususnya hasil belajar fisika.

2. Lingkungan Tempat Tinggal dan Lingkungan Sekolah

Menurut Muhibbin Syah (1995:137) lingkungan tempat tinggal

dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

a. Lingkungan sosial

Lingkungan sosial adalah manusia atau sesama manusia, baik manusia

itu ada atau pun tidak langsung hadir. Lingkungan sosial tersebut terdiri dari

lingkungan sekolah, lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat.

1. Lingkungan Sosial Sekolah

Demi kesuksesan belajar mengajar, banyak sekali hal-hal yang harus

diketahui oleh setiap pelajar, agar suatu hasil pembelajaran yang

maksimal. Dalam kegiatan pembelajaran ini, bukan hanya ditempuh

melalui pendidikan formal melainkan informal. Lingkungan sekolah yang

kondusif, sangat mendukung kenyamanan dan kelangsungan proses belajar

mengajar di suatu sekolah. Perkembangan dunia yang cepat seiring dengan

era globalisasi, menambah semakin besar ragam pengaruh lingkungan

yang menerpa dunia pendidikan.

Model sekolah unggul dan terpadu menjamur dipelosok daerah,

dimulai dari yang menyatakan berstandar nasional sampai internasional.

Tidak menutup kemungkinan bahwa semua itu hasil kerja sama antara

guru dan siswanya. Perlu diketahui bahwa proses kegiatan belajar

mengajar, bukan hanya diperoleh dalam kelas, tapi bisa juga diperoleh di

luar kelas. Para pelajar bisa belajar bersama dengan memberdayakan

lingkungan sekolah yang nyaman dan indah.

Dalam suatu sekolah dapat dikatakan sebagai sekolah yang memiliki

tempat strategis dengan lingkungan kondusif bila memenuhi beberapa

syarat (NN2, 2008:2-3):

a. Lingkungan fisik, meliputi di dalam kelas maupun di luar kelas.

Lingkungan fisik dalam kelas meliputi sarana dan prasarana

prasarana disesuaiakan dengan penggunaan ruang. Ruang kelas untuk

belajar berbeda dengan ruang kelas untuk kegiatan praktikum seperti

laboratorium. Alat-alat canggih seperti komputer/ internet secara

online yang langsung bisa digunakan oleh para guru dan siswa.

b. Lingkungan sosial interaksi belajar mengajar antara guru dan siswa

yang menyenangkan sangat memotivasi belajar siswa. Penerapan

model-model pembelajaran yang beraneka ragam, bervariasi dapat

mengatasi kejenuhan siswa. Pergaulan antar sesama teman harus

dilaksanakan secara harmonis. Dalam pergaulan harus pandai

menyeleksi ajakan teman. Bila ajakan itu merupakan kegiatan yang

merugikan, sebaiknya dihindari.

2. Lingkungan Sosial Keluarga

Lingkungan memiliki peran penting dalam mewujudkan kepribadian

anak. khususnya lingkungan keluarga. Kedua orang tua adalah pemain

peran ini. Lingkungan keluarga adalah sebuah basis awal kehidupan bagi

setiap manusia. Keluarga menyiapkan sarana pertumbuhan dan

pembentukan kepribadian anak sejak dini. Dengan kata lain kepribadian

anak tergantung pada pemikiran dan perlakuan kedua orang tua dan

lingkungannya.

Keluarga merupakan bagian dari sebuah masyarakat. Unsur-unsur

yang ada dalam sebuah keluarga baik budaya, ekonomi bahkan jumlah

khususnya ayah dan ibu. Pengaruh keluarga dalam pendidikan anak sangat

besar dalam berbagai macam sisi. Keluargalah yang menyiapkan potensi

pertumbuhan dan pembentukan kepribadian anak. Lebih jelasnya,

kepribadian anak tergantung pada pemikiran dan tingkah laku kedua orang

tua serta lingkungannya.

Bagi kebanyakan anak, lingkungan keluarga merupakan lingkungan

pengaruh inti. Keluarga dipandang sebagai lingkungan dini yang dibangun

oleh orangtua dan orang-orang terdekat. Dalam bentuknya keluarga selalu

memiliki kekhasan. Setiap keluarga selalu berbeda dengan keluarga

lainnya. Ia dinamis dan memiliki sejarah, nilai-nilai, kebiasaan yang turun

temurun mempengaruhi secara akulturatif (tidak tersadari). Sebagaian ahli

menyebutnya bahwa Pengaruh keluarga amat besar dalam pembentukan

pondasi kepribadian anak. Keluarga yang gagal membentuk kepribadian

anak biasanya adalah keluarga yang penuh konflik, tidak bahagia, tidak

solid antara nilai dan praktek, serta tidak kuat terhadap nilai-nilai baru

yang rusak.

3. Lingkungan Sosial Masyarakat

Dalam pendidikan sains dan matematika, sosiokulturalisme mulai

Dokumen terkait