• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Desa Gentungang Kecamatan Bajeng Barat Kabupaten Gowa. Pemilihan lokasi ini di lakukan dengan sengaja (purposive) karena sebagian besar warga Desa Gentungang berprofesi sebagai petani padi sawah.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini berlangsung selama kurang lebih dua bulan yaitu dari bulan September sampai bulan November 2021.

C. Definisi Operasional Variabel dan Pengukuran

Definisi operasional variable dan pengukuran mencakup pengertian yang dipergunakan untuk mendapatkan dan menganalisis data sesuai dengan tujuan penelitian. Variabel dalam peneitian ini dibedakan menjadi dua yaitu variabel dependen dan variabel independen. Variabel dependen (variabel terikat) adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas sedangkan variabel independen (variabel bebas) adalah variabel yang mempengaruhi variabel terkait.

Dalam peneitian ini terdapat satu variabel dependen dan satu variabel independen. Adapun definisi operasional variabel yang digunakan adalah sebagai berikut :

1) Pendapatan (X1) adalah selisih antara penerimaan usaha tani padi dan semua biaya produksi usaha tani padi selama proses produksi ataupun biaya yang dibayarkan.

2) Tingkat kesejahteraan (X2) rumahtangga petani padi adalah sebuah kondisi diamana petani padi dapat memenuhi kebutuhan pokok, baik itu kebutuhan akan makanan, pakaian, tempat tinggal, air minum yang bersih serta kesempatan untuk melanjutkan pendidikan bagi keluarganya sehingga memiliki status sosial yang sama terhadap sesama warga lainnya.

Terdapat dua variabel pengukuran dalam penelitian ini, yaitu mengukur pendapatan petani padi serta mengetahui rasio penerimaan atas biaya dan mengukur tingkat kesejahteraan rumah tangga petani padi.

1) Mengukur pendapatan petani padi diperoleh dengan menghitung selisih antara penerimaan yang diterima dari hasil usaha tani padi dengan total

biaya produksi padi yang dikeluarkan, untuk menghitung pendapatan petani padi digunakan rumus Pd = TR – TC(Rahim dan Hastuti, 2008), sedankan untuk mengetahui usaha tani mengutungkan atau tidak secara ekonomi, maka dapat dianalisis menggunakan perbandingan antara penerimaan dan biaya atau disebut analisis R/C (Return Cost Ratio) dengan menggunakan rumus R/C = PT / BT (Soekarwati, 2002).

2) Mengukur tingkat kesejahteraan petani padi menggunakan 7 variabel indikator kesejahteraan (BPS), klasifikasi kesejahteraan yang digunakan terdiri dari dua klasifikasi, yaitu rumah tangga dalam kategori sejahtera dan belum sejahtera.

D. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi adalah keseluruhan jumah yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai karasteristik dan kualitas tertentu yang ditetapkan oeh peneliti untuk diteliti dan kemudian di tarik kesimpuannya.

Berdasarkan definisi tersebut maka populasi dalam penelitian ini adalah petani padi yang ada di Desa Gentungang Kecamatan Bajeng Barat Kabupaten Gowa. Dengan jumlah populasi 150 orang.

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari populasi yang diperoleh dengan cara-cara tertentu untuk menjadi wakil dari populasi yang akan diteliti. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode acak sederhana (simple random sampling). Penentuan jumlah sampel dilakukan dengan metode

slovin, jumlah populasi 150 petani dan toleransi kesalahan (margin error) (e) sebesar 10%

n =

n =

n =

n = n = 60

berdasarkan rumus diatas, maka diperoleh jumlah sampel sebanyak 60 orang petani padi dari total populasi yang berjumlah 150 orang petani padi.

E. Teknik Pengumpulan Data

Data adalah penunjang yang sangat penting dalam sebuah penelitian semakin banyak data yang diperoleh maka semakin bagus pula hasil akhir dari suatu penelitian.Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian.

Sebelum melakukan penelitian, seorang peneliti biasanya telah memiliki dugaan berdasarkan teori yang digunakan dugaan tersebut disebut dengan hipotesis.Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut :

1. Observasi

Observasi yaitu teknik pengumpulan data dengan observasi langsung atau dengan pengamatan langsung adalah cara pengambilan data dengan cara terjun langsung pada bagian kegiatan yang dihadapi melalui pengamatan dan pencatatan sehingga diperoleh data.

2. Wawancara

Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan Tanya jawab secara langsung kepada petani padi yang dianggap memiliki pengetahuan terkait dengan penelitian dengan menggunakan kuesioner.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini dimana peneliti dan responden berhadapan langsung untuk memperoleh informasi secara lisan yang bertujuan untuk mendapatkan data yang dapat menjelaskan permasalahan penelitian. Untuk wawancara penelitian akan melakukan wawancara kepada petani terkait denga pendapatan petani padi dan kesejahteraan petani padi di Desa Gentungang Kecamatan Bajeng Barat Kabupaten Gowa.

3. Kuesioner

Kuesioner adalah suatu teknik pengumpulan informasi yang memungkinkan analisis mempelajari sikap-sikap, keyakinan, perilaku, dan karasteristik beberapa orang utama didalam organisasi yang bisa terpengaruh oleh sistem yang diajukan atau oleh sistem yang sudah ada.

Kuesioner juga dikenal sebagai angket. kuesioner merupakan sebua daftar pertanyaan yang harus diisi atau dijawab oleh responden.

Hal yang didapatka melalui kuesioner adalah kita dapat mengetahui

keadaan atau data pribadi seseorang, pengalaman, pengetahuan, dan lain sebagainya yang kita peroleh dari responden.

Kuesioner berbentuk daftar pertanyaan, harapan yang diinginkan melalui penyusunan kuesioner adalah mampu mengetahui variabel-variabel apa saja yang menurut responden merupakan hal yang penting.

Adapun tujuan penyusunan kuesioner adalah guna memperbaiki bagian-bagian yang kurang tepat untuk diterpkan dalam pengambilan data terhadap responden.

Responden bisa dengan mudah memberikan jawaban karena alternative jawaban sudah disediakan misalnya dalam bentuk membutuhkan checklist pada kolom selain itu, kuesioner juga memerlukan waktu yang singkat untuk menjawab pertanyaan.

4. Dokumentasi

Dokumentasi adalah cara pengumpulan data yang dilakukan dengan cara pengumpulan data-data, dokumen-dokumen tertulis ataupun hasil gambar yang diperoleh oleh peneliti. Sumber data dokumentasi dipergunakan untu menguatkan keberadaan data yang telah diperoleh dilapangan melalui observasi dan wawancar. Dokumen berguna karena dapat memberilkan latar belakang yang lebih luas mengenai pokok penelitian.

Dokumentasi adalah ditujukan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian, pengumpulan data dengan dokumentasi dimaksudkan untuk memperoleh data sekunder tentang keadaan geografis dan demografis Desa Gentungang Kecamatan Bajen Barat Kabupaten Gowa.

F. Teknik Analisis Data

Teknik analisis adalah metode atau cara untuk mendapatkan sebuah data menjadi informasi sehingga karasteristik data tersebut menjadi mudah untuk dipahami dan juga bermanfaat untuk menemukan solulsi permasalahan, yang terutama adalah masalah tentang sebuah penelitian.

Pendapatan usaha tani dapat dianalisis dengan rumus penerimaan, total biaya, dan pendpatan adalah sebagai berikut

TR = P x Q TC = TFC + TVC

= TR – TC Keterangan :

TR = Total Penerimaan usahatani TC = Total Biaya

= Pendapatan atau keuntungan usahatani P = Harga Produksi

Q = Jumlah Produksi TFC = total Biaya Tetap TVC = Total Biaya Variabel

Pengeluaran total dapat dibedakan menjadi dua, yaitu biaya tetap dan biaya tidak tetap (biaya Variabel). Biaya variabel adalah biaya yang tidak digunakan untuk proses produksi tertentu dan jumlahnya berubah sebanding dengan besarnya produksi,seperti biaya pennyusutan alat-alat pertanian dan pajak.

Untuk mengetahui keuntungan atau kelayakan usaha tani padi di Desa Gentungang digunakan pendekatan nilai R/C rasio, dengan rumus sebagai berikut ;

R/C rasio

Makin besar nilai R/C ratio suatu komoditi maka semakin tinggi keuntungan atau efesiensinya, kaidah pengujian sebgai berikut :

1. Jika R/C ratio > 1 maka komoditi padi memiliki pendapatan yang lebih baik

2. Jika R/C ratio = 1 maka komoditi padi tidak untung dantidak rugi (impas) 3. Jika R/C ratio < 1 maka komoditi padi tidak baik untuk di produksi.

Untuk mengukur tingkat kesejahteraan pada skor tingkat klasifikasi pada tujuh indikator kesejahteraan menurut BPS di hitung berdasarkan pedoman penentuan Range Skor. Rumus penentuan range skor adalah :

RS=

Keterangan : RS = Range Skor

SkT = Skor tertinggi (7 x 3 = 21), jika skor 15-21 berarti sejahtera.

SkR = Skor terendah(7 x 1 = 7), jika skor 7-14 berarti belum sejahtera.

JKI = Jumlah klasifikasi yang digunakan (2) 3 = Skor tertinggi dalam indikator BPS (baik) 2 = Skor sedang dalam indikator BPS (sedang) 1 = Skor terendah dalam indikator BPS (kurang)

30 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Letak Geografis dan Luas wilayah

Kecamatan Bajeng Barat merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Gowa yang merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Gowa yang merupakan kecamatan hasil pemekaran Kecamatan Bajeng.

Kecamatan Bajeng Barat yang terletak dibagian selatan Kabupaten Gowa dengan jarak 16 Km dari ibukota Kabupaten Gowa. penduduk asli Desa adalah suku Makassar yang mayoritas beragama islam. Kondisi letak Geografis dan Demografis yang sangat datar, yaitu di Daerah Desa Gentungang Kecamatan Bajeng Barat yang Wilayahnya datar membuat mereka harus rajin dalam bekerja dan pandai memanfaatkan waktu karena keadaan geografis yang sangat mendukung. Desa Gentungang mempunyai luas wilayah 3,30 Km².

Batas Geografis Kecamatan Bajeng Barat yaitu Sebelah Utara KecamatanBajeng, kecamatan Pallangga, sebelah Timur Kecamatan Bajeng, sebelah selatan Kecamatan Bontonompo, sebelah Barat Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar.

Secara administrasi Kecamatan bajeng Barat terdiri dari 7 Desa/Kelurahan yaitu Desa Gentungang, Desa Tanabangka, Desa Borimatangkasa, Desa Mandalle, Desa Manjalling, Desa Kalemandalle, Desa Bontomanai. Jumlah penduduk Kecamatan Bajeng Barat tercatat sebanyak 22.933 jiwa

Kondisi topografi Desa Gentungang Kecamatan Bajeng Barat mempunyai permukaan tanah yang dataran rendah atau ratah. Kondisi topografi tersebut membuat Desa Gentungang ditetapkan sebagai kawasan pertanian. Kondisi topografi, lahan dan lingkungan ini sangat cocok untuk budidaya tanaman padi, kacang-kacangan, sayur-sayuran dan jagung. Rumah rumah penduduk relative dekat dan jaraknya sangat berdekatan.

Kondisi geologi Wilayah Desa Gentungang merupakan daerah dataran rendah dengan jenis tanah sedang yang mudah berdebu dan baik untuk ditanai berbagai jenis tanaman pada musim kemarau dan mudah hancur pada musim hujan. Jenis tanahnya yang kurang subur yang disebabkan karena kurangnya cadangan air namun masih dapat dimanfaatkan warga dibidang pertanian. Potensi geologi yang ada yaitu bahan tambang galian pasir dan tanah liak untuk dijadikan batu bata.

Gambar 4.1 Peta Lokasi Penelitian

2. Keadaan Penduduk

Jumlah penduduk Desa Gentungang pada tahun 2020 sebanyak 6.072 jiwa, terdiri dari 3.032 jiwa laki-laki dan 3.04 jiwa perempuan dengan rasio jenis kelamin 99,7. Laju pertumbuhan penduduk per tahun sebesar 5,2% pertahun dengan jumlah rumah tangga sebanyak

Tabel 4.1

Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelompok umur di Desa Gentungang Tahun 2021

No. Kelompok Umur Jumlah Penduduk 1

0 - 12 Bulan 96

2

13 Bulan - 4 Tahun 370

3 5 - 6 Tahun 230

4 7 - 12 Tahun 353

5 13 - 15 Tahun 293

6 16 -18 Tahun 386

7

19 - 25 Tahun 402

8

26 - 35 Tahun 389

9

36 - 45 Tahun 298

10

46 - 50 Tahun 309

11

51 - 60 Tahun 298

12

61 - 75 Tahu 189

13

Lebih dari 76 Tahun 78

Jumlah 6.072

Sumber: Kantor Desa Gentungang, Tahun 2021

Tabel 4.1 dapat diketahui bahwa total jumlah penduduk yang ada di Desa Gentungang sebanyak 6.072 jiwa, jumlah penduduk usia 26-35 tahun yang yang memiliki jumlah terbanyak yaitu 402 jiwa sedangkan kelompok sedangkan kelompok umur 0-12 bulan sebanyak 78 jiwa , 13 bulan-4 tahun sebanyak 370 jiwa, 5-6 tahun sebanyak 102 jiwa, 7-12 tahun sebanyak 353 jiwa, 13-15 tahun sebanyak 293 jiwa, 16-18 tahun sebanyak 386 jiwa, 19-25 tahun sebnyak 389 jiwa, 26-35 tahun sebanyak 402 jiwa, 36-45 tahun sebanyak 299 jiwa, 46-50 tahun sebanyak 309 jiwa, 51-60 tahun sebanyak 202 jiwa, 61-75 tahun sebanyak 180 jiwa, lebih dari 76 tahun sebanyak 96 jiwa.

3. Sektor Pertanian

Sektor pertanian adalah mata pencaharian terbanyak penduduk Desa Gentungang. Sebagian area pertanian masih bergantung pada sawah tadah hujan yang mengakibatkan hasil pertanian menjadi tidak menentu tiap tahunnya. Namun dengan adanya alat pertanian untuk menunjang proses tanam sampai proses panen menjadikan proses pertanian menjadi lebih cepat dan mudah.

Adapun masalah yang dihadapi yang dapat mempengaruhi pemberdayaan masyarakat diantaranya yakni:

1) Kurangnya pompanisasi untuk pengairan sawah, terutama pada musim kemarau.

2) Kurang suburnya tanah persawahan masyarakat diakibatkan oleh pemakaian zat-zat kimia yang berlebihan mempengaruhi zat hara yang ada didalam tanah yang pada akhirnya mempengaruhi hasil pertanian.

3) Mahalnya saprodi maupun alsintan pada musim tanam.

B. Penyajian Data (Hasil Penelitian) 1. Karasteristik Responden

a. Karasteristik Responden Berdasarkan Umur

Berdasarkan hasil penelitian dilakukan, diperoleh rata rata umur petani di Desa Gentungang Kecamatan Bajeng Barat Kabupaten Gowa sangat bervariasi berada pada kisaran antara 20 hingga 69 tahun.

Tabel 4.2

Karasteristik Responden Berdasarkan Umur

No. Usia Responden Presentase (%)

1 20 - 29 13%

2 30 – 39 28%

3 40 - 49 43%

4 50 - 69 15%

Jumlah 100

Sumber : Data Primer diolah,Tahun 2021

Berdasarkan tabel 4.2 di atas manunjukkan bahwa petani padi di Desa Gentungang paling banyak berusia 40-49 tahun yaitu sebesar 43% (26 orang). Petani padi paling muda berusia 20-29 tahun sebanyak 13% (8 orang). Petani padi yang berumur 30-39 tahun sebanyak 28%

(17 orang). Dan petani yang berumur 50-69 tahun 15% (9 orang). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar petani di Desa Gentungang berada

pada usia produktif dan menunjukkan bahwa petani yang ada di daerah penelitian ini merupakan tenaga kerja yang potensial untuk bertani

b. Karasteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Tingkat pendidikan yang paling banyak dicapai oleh petani padi Desa Gentungang Kecamatan bajeng Barat Kabupaten Gowa adalah tingkat pendidikan SMP.

Tabel 4.3

Karasteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan No. Lulusan Pendidikan Jumlah (Orang) Presentase (%)

1 Tidak Sekolah 3 5%

2 SD 15 25%

3 SMP 25 38%

4 SMA 38 32%

Jumlah 60 100

Sumber : Data Primer diolah, Tahun 2021

Berdasarkan gambar 4.3 petani yang berpendidikan terakhir SD sebanyak 15 orang (25%), petani yang berpendidikan terakhir SMP sebanyak 23 orang (38%), petani yang berpendidikan SMA sebanyak 19 orang (32%), dan petani yang tidak sekolah sebanyak 3 orang (5%) dari total 60 responden. Sebagian besar responden berpendidikan terakhir SMP. Hal teresebut terjadi karena adanya keterbatasa biaya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

c. Karasteristik Responden Berdasarkan Jumlah Tanggunngan

Terkait dengan jumlah tanggungan keluarga, hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah tangga petani padi memiliki jumlah tanggungan berkisar antara 1 orang sampai 8 orang.

Tabel 4.4

Karasteristik Responden Berdasarkan Jumlah Tanggungan

No

Banyaknya Tanggungan

(Orang)

Jumlah Tanggungan (Orang)

1 1

4

2 2

8

3 3

16

4 4

5

5 5

9

6 6

5

7 7

3

8 8

1 Sumber : Data Primer diolah, Tahun 2021

Berdasarkan gambar 4.4 di atas menunjukkan bahwa rumah tangga petani padi memiliki jumlah tanggungan berkisar antara 1 sampai 8 orang. Adapun petani padi yang memiliki jumlah tanggungan 1 orang yaitu sebanyak 4 responden, petani padi yang memiliki jumlah tanggungan 2 orang yaitu sebanyak 8 responden, petani padi yang memiliki jumlah tanggungan sebanyak 3 orang yaitu sebanyak 16 responden, jumlah petani padi yang memiliki jumlah tanggungan sebanyak 4 orang yaitu sebanyak 5 responden, jumlah petani padi

yang memiliki tanggungan sebnyak 6 orang yaitu sebanyak 9 responden, jumlah petani padi yang memiliki tanggungan sebanyak 7 orang yaitu sebanyak 3 responden, dan jumlah petani padi yang memiliki 8 orang sebanyak 1 responden. Hasil ini menunjukkan bahwa jumlah tanggungan responden paling besar berada diantara 3-5 orang dengan persentase sebesar 69% jumlah tanggungan petani padi di Desa Gentungang termasuk dalam klasifikasi cukup banyak.

d. Karasteristik Responden Berdasarkan Luas Lahan

Tabel 4.5

Karasteristik Responden Berdasarkan Luas lahan No. Luas Lahan (are) Jumlah (Orang) Presentase %

1 20-30 are 10 17%

2 40-50 are 8 13%

3 60-50 are 18 30%

4 70-85 are 24 40%

Jumlah 60 100

Sumber: Data Primer diolaH,Tahun 2021

Berdasarkan tabel 4.5 menunjukkan bahwa luas lahan petani padi di Desa Gentungang dengan 60 responden yang paling banyak yaitu 70-85 are dengan jumlah 24 orang responden dengan persentase 40%. Sedangkan petani padi yang memiliki luas lahan antara 60-50 are sebanyak 18 orang dengan persentase 30%.

sedangkan Petani padi yang memiliki luas lahan 20-30 are sebanyak 10 orang dengan persentase 17%, dan yang paling sedikit dengan luas

lahan 40-50 are sebanyak 8 orang dengan persentase 13% dari 60 responden. Status kepemilikan lahan seluruhnya adalah milik sendiri.

e. Jumlah Produksi

Tabel 4.6 Jumlah Produksi Padi

NO.

Jumlah Produksi

(Karung) Jumlah (orang)

1 50 – 75 50

2 80 – 95 10

Jumlah 60

Sumber: Data Primer diolah,Tahun 2021

Berdasarkan tabel 4.6 diatas menunjukkan bahwa jumlah produksi yang dihasilkan oleh petani di Desa Gentungang dengan 60 responden yang paling banyak dihasilkan antara 50 – 75 karung yaitu berjumlah 50 orang dan jumlah produksi antara 80 – 95 karung berjumlah 10 orang. Jumlah produksi yang dihasilkan setiap petani / responden berbeda walaupun luas lahan yang dikelola sama tergantung dari cara perawatan mulai dari musim tanam sampai musim panen.

2. Biaya Tetap (Fixed Cost), Biaya Variabel dan Pendapatan Petani

Hasil Survey dengan menggunakan kuesioner terhadapat petani padi yang ada di Desa Gentungang dengan jumlah Responden 60 orang, maka dapat diketahui sebagai berikut :

a. Biaya Tetap (Fixed Cost)

Biaya tetap (fxed cost) adalah biaya yang jumlahnya selalu sama meskipun jumlah produksi berubah-ubah . biaya tetap adalah biaya yang tidak mempengaruhi produksi dan terus dikeluarkan walaupun produksi yang diperoleh banyak atau sedikit dan meskipun tidak melakukan produksi, besarnya biaya tidak tergantung pada besar kecilnya biaya produksi yang diperoleh

Tabel 4.7

Rata-Rata Biaya Tetap dan Pajak yang dikeluarkan oleh Petani Padi

No Jenis Alat Total Biaya (Rp)

1 Nilai Penyusutan alat (NPA) 525.000

2 Pajak 60.000

Jumlah 585.000

Sumber: Data Primer diolah,Tahun 2021

Tabel 4.7 menunjukkan bahwa total nilai penyusutan alat (NPA) adalah sebesar Rp.525.000 sedangkan total pajak adalah sebesar Rp 60.000, jadi total biaya tetap adalah sebesar Rp 585.000. biaya tetap untuk usaha tani padi memiliki biaya yang cukup tinggi diakibatkan banyak alat yang digunakan. Sedangkan Traktor dan alat pemotong padi tidak masuk dalam biaya tetap karena traktor yang digunakan dalam pengolahan dan panen traktor dan mesin pemotong padi yang disewa oleh petani dari kelompok tani sehingga petani cukup

membayar sewanya saja, serta traktor dan mesin pemotong padi masuk dalam biaya variabel. Sedangkan total pajak bumi dan bangunan (PBB) adalah sebesar Rp 60.000 per hektar.

b. Biaya Variabel

Biaya Variabel adalah semua biaya yang dikeluarkan oleh petani responden untuk pembelian pupuk, benih, dan sebagainya yang biayanya berubah-ubah. Biaya variabel dalam penelitian ini meiputi pupuk,pestisida, benih, dan tenaga kerja.

Tabel 4.8

Hasil Rekapitulasi Rata-rata Biaya Variabel Petani Padi di Desa Gentungang Kecamatan Bajeng Barat Kabupaten Gowa

No uraian Total Biaya (Rp)

1 Pupuk 1.500.000

2 Pestisida 825.000

3 Tenaga Kerja 1.000.000

4 Karung 102.000

5 Benih 350.000

6 Solar 120.000

7 sewa Traktor dan Mesin pemotong padi 500.000

Jumlah 4.397.000

Sumber: Data Primer diolah,Tahun 2021

Tabel 4.8 di atas menunjukkan bahwa penggunaan pupuk rata-rata per hectare/are dengan total biaya Rp 1.500.000 dimana pupuk yang digunakan yaitu pupuk urea, ZA dan Poska, pestisida dengan total biaya Rp 825.000 yang terdiri dari herbisida dan insektisida, tenaga kerja yaitu dengan total Rp 1.000.000 tenaga kerja mulai pengolahan sampai pasca panen, karung yang digunakan berjumlah 205 lembar dengan total biaya Rp 102.000, sedangkan benih

berjumlah 397 kg dengan total biaya Rp 350.000, serta solar sebagai bahan bakar mesin berjumlah 100 liter dengan total biaya Rp 120.000, sewa traktor dan mesin pemotong padi dengan total biaya Rp 500.000 jadi total biaya variabel yang digunakan dalam usahatani padi permusim rata-rata sebesar Rp 4.397.000.

c. Pendapatan Petani Padi

Pendapatan petani merupakan penghasilan yang diterima oleh petani padi dari usaha tani yang dihitung dari selisih antara total penerimaan dengan total biaya.

Tabel 4.9

Pendapatan Petani Padi di Desa Gentungang

No Pendapatan

Jumlah Respond

en (Orang)

Presentase

1 Rp 1.000.000 – 10.000.000 22 37%

2 Rp 11.000.000 – 15.000.000 29 50%

3 Rp 16.000.000 – 18.000.000 5 9%

4 Rp 19.000.000 – 20.000.000 4 7%

Jumlah 60 100%

Sumber: Data Primer diolah,Tahun 2021

Tabel 4.9 menunjukkan pendapatan petani padi di Desa Gentungang Memiliki pendapatan yang relative berbeda-beda, tergantung dari luas lahan dan jumlah produksi yang dihasilkan.

Pendapatan petani padi per satu kali panen denngan pendapatan terbesar adalah Rp 20.450.000 dan pendapatan terendah adalah Rp

2.580.000 dari 60 responden semua memiliki pendapatan yang berbeda beda, petani yang memiliki pendapatan antara 1-10 juta terdiri dari 22 orang. Petani dengan pendapatan antara 11-15 juta terdiri dari 29 orang. Petani dengan pendapatan antara 16-18 juta terdiri dari 4 orang. Petani padi dengan pendapatan antara 19-20 juta terdiri dari 4 orang. Dan Petani padi dengan pendapatan antara 20 juta terdiri dari 3 orang. Semua responden yang berjumlah 60 orang memiliki rasio (R/C) > 1 maka semua petani mengalami keuntungan.

d. Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga Petani Padi

Berikut ini merupakan hasil survey dengan menggunakan kuesioner mengenai tingkat kesejahteraan rumah tangga petani padi di Desa Gentungang berdasarkan kriteria Badan Pusat Statistik (2014) dengan menggunakan 7 indikator kesejahteraan yaitu kependudukan, kesejahteraan dan gizi, pendidikan, ketenagakerjaan, taraf dan pola komsumsi, perumahan dan lingkungan, dan sosial lainnya

Tabel 4.10

Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga Petani di Desa Gentungang

No Tingkat

Kesejahteraan Nilai Skor

Jumlah

Petani Persentase KK

1 Rendah 12 – 15 5 8%

2 Sedang 18 – 22 40 66%

3 Tinggi 21 – 27 15 25%

Jumlah 60 100

Sumber: Data Primer diolah,Tahun 2021

Tabel 4.1 di atas dapat disimpulkan bahwa berdasarkan kategori Kesejahteraa, maka sebagian besar petani padi berada pada

tingkat kesejahteraan sedang sebanyak 40 petani atau 66%.

Sedangkan pada tingkat kesejahteraan rendah sebanyak 5 petani atau 8% dan selebihnya berada pada tingkat kesejahteraan tinggi yaitu sebanyak 15 petani atau 25%.

Berdasarkan hasil survey dengan menggunakan kuesioner menurut 7 variabel indikator kesejahteraan, dengan jumlah Responden 60 orang, maka di peroleh kesejahteraan petani padi mengalami tingkat kesejahteraan yang baik.

C. Pembahasan

Hasil penelitian yang dilakukan peneli melalui survei dan menggunakan kuesioner, maka berikut ini penjabaran mengenain analisis pendapatan dan tingkat kesejahteraan rumah tangga petani padi di Desa Gentungang Kecamatan Bajeng Barat Kabupaten Gowa.

1. Pendapatan Petani Padi

Menurut sandono Sukirno (2010), pendapatan adalah jumlah penghasilan yang diterima oleh penduduk atas prestasi kerjanya selama satu periode tertentu baik harian, mingguan atau tahunan. Sedangkan pendapatan rumah tangga menurut T. Gilarso (2002) adalah balasan jasa atau jasa imbalan yang diperoleh karena sumbangan yang diberikan dalam kegiatan produksi, pendapatan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah jumlah pendapatan yang diperoleh petani padi dalam jangka wakru satu periode yaitu 4 bulan

Menurut badan Pusat statistik (BPS), pendapatan rumah tangga merupakan pendapatan yang diterima oleh rumah tangga bersangkutan

baik yang berasal dari pendapatan kepala rumah tangga maupun pendapatan anggota-anggota rumah tangga.

Usaha tani padi adalah usaha yang memberikan konstribusi besar bagi pendapatan rumah tangga petani padi terutama petani padi didesa Gentungang yang merupakan mata pencaharian utama penduduknya.

Berdasarkan hasil survey kuesioner dari 60 responden dapat diketahui bahwa jumlah pendapatan petani padi di Desa Gentungang termasuk dalam kategori cukup tinggi. Jumlah pendapatan yang diperoleh

Berdasarkan hasil survey kuesioner dari 60 responden dapat diketahui bahwa jumlah pendapatan petani padi di Desa Gentungang termasuk dalam kategori cukup tinggi. Jumlah pendapatan yang diperoleh

Dokumen terkait