• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI

3.11 Alat Analisis Data

3.11.3 Uji Reliabilitas

Menurut Ghozali (2006:41) reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau

konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu.

Pengukuran reliabilitas yang dilakukan pada penlitian ini adalah One Shot atau pengukuran sekali saja. Dalam hal ini pengukurannya hanya sekali dan kemudian hasilnya dibandingkan dengan pertanyaan lain atau mengukur korelasi antar jawaban pertanyaan. Suatu konstruk atau variabel dinyatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0.60.

Teknik yang digunakan untuk mengukur tingkat reliabilitas adalah Cronbach Alpha, dengan cara membandingkan nilai Alpha dengan standarnya, dengan ketentuan jika:

1. Nilai Cronbach Alpha 0,00 s.d. 0,20, berarti kurang reliabel 2. Nilai Cronbach Alpha 0,21 s.d. 0,40, berarti agak reliabel 3. Nilai Cronbach Alpha 0,42 s.d. 0,60, berarti cukup reliabel 4. Nilai Cronbach Alpha 0,61 s.d. 0,80, berarti reliabel

5. Nilai Cronbach Alpha 0,81 s.d. 1,00, berarti sangat reliabel

80 4.1 Gambaran Umum Xiaomi

Xiaomi adalah perusahaan mobile internet yang berdedikasi untuk menciptakan pengalaman pengguna dari segala aspek. Didirikan pada tahun 2010, perusahaan ini dengan cepat telah menjadi salah satu perusahaan teknologi terkemuka di Cina. Pendiri serta CEO Xiaomi adalah Lei Jun, yang merupakan orang terkaya ke-23 di Tiongkok menurut Forbes. Perusahaan ini kini bernilai lebih dari 10 miliar USD Perusahaan ini kini bernilai lebih dari 10 miliar USD dan memiliki lebih dari 3000 karyawan.

Xiaomi didirikan oleh delapan mitra pada tanggal 6 Juni 2010. Pada tahap pertama pendanaan inverstor institusi, termasuk Temasek Holdings, perusahaan investasi milik pemerintah Singapura, perusahaan pendanaan modal dari China IDG Modal dan Qiming Venture Partners, serta perusahaan pengembang prosesor Qualcomm.

Nama Xiaomi berasal dari Bahasa Mandarin, yaitu beras kecil. Pada tahun 2011, CEO Lei Jun mengatakan bahwa ada makna yang lebih besar dari nama Xiaomi. Dia menghubungkan "Xiao" sebagai konsep Buddha yang berarti sebutir beras dari Buddha adalah sama besarnya seperti gunung", dan mengatakan bahwa Xiaomi ingin bekerja dari hal-hal yang kecil, bukan memulai dari hal-hal yang

besar.Sementara tulisan "MI" pada logo merupakan singkatan dari Mobile Internet.

Singkatan ini juga memiliki arti lain, salah satunya adalah Mission Impossible karena setelah mendirikan Xiaomi, terdapat banyak hambatan yang terlihat mustahil untuk dihadapi pada saat itu. CEO Lei Jun mengatakan bahwa nama adalah tentang revolusi dan mampu membawa inovasi ke daerah baru

4.2 Karakteristik Responden

Responden dalam pnelitian ini adalah pengguna atau pembeli smartphone Xioami di ITC Roxy. Penulis mengambil sebanyak 100 orang yang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Terdapat 2 karakteristik responden yang dimasukkan dalam penelitian, yaitu berdasarkan jenis kelamin, jumlah pengeluaran rutin per bulan, dan lama penggunaan produk. Untuk memperjelas karakteristik responden yang dimaksud, maka disajikan tabel mengenai responden seperti dijelaskan berikut ini:

a. Jenis Kelamin

Tabel 4.1 Presentase Jenis Kelamin Responden

Jenis Kelamin Frekuensi (orang) Persentase (%)

Laki-laki 99 99%

Perempuan 1 1%

Jumlah 100 100%

Berdasarkan tabel 4.1 yakni deskripsi profil responden yang berdasarkan jenis kelamin, menunjukkan bahwa responden yang berjenis kelamin laki-laki sebesar 91 responden atau 91% dan yang berjenis kelamin perempuan sebesar 1 responden atau 1%.

b. Usia

Peneli menentukan sendiri range umur, yaitu 10 tahun yang dimulai pada usia 17 tahun.

Tabel 4.2 Presentase Usia Responden

Usia Frekuensi (orang) Persentase (%)

<17 5 5 %

18-28 76 76 %

29-39 15 15 %

40-50 3 3 %

>50 1 1 %

Jumlah 100 100 %

Berdasarkan tabel 4.1 yakni deskripsi profil responden yang berdasarkan usia, menunjukkan bahwa responden yang berumur dibawah 17 tahun berjumlah 5 orang atau 5% dari seluruh responden, responden yang berumur antara 18-28 tahun berjumlah 76 orang atau 76% dari seluruh responden, responden yang berumur antara 28-39 tahun berjumlah 15 orang

atau 15% dari seluruh responden, responden yang berumur antara 30-40 tahun berjumlah 3 orang atau 3% dari seluruh responden dan responden yang berumur diatas 50 tahun berjumlah 1 orang atau 1% dari seluruh responden. Dalam hal ini bisa disimpulkan, pengguna atau pembeli smartphone Xioami lebih banyak pada rentan usia 18-28 tahun.

4.3 Penentuan Range

Survey ini menggunakan skala Likert dengan skor tertinggi di tiap pertanyaannya adalah 5 dan skor terendah adalah 1. Dengan jumlah responden sebanyak 100 orang, maka:

1. Skor tertinggi : 100 x 5 = 500 2. Skor terendah : 100 x 1 = 100

Sehingga range untuk hasil survey = 500−100

5 = 80 Range skor:

1. 100 – 180 = Sangat Rendah 2. 181 – 260 = Rendah

3. 261 – 340 = Cukup Tinggi 4. 341 – 420 = Tinggi

5. 421 – 500 = Sangat Tinggi

4.3 Deskripsi Variabel -Variabel Independen dan Dependen 4.4.1 Variabel Independen Ekuitas Merek (X1)

Pada penelitian ini variabel independen yang pertama yaitu Ekuitas Merek. Ekuitas merek adalah seperangkat aset dan liabilitas merek yang berkaitan dengan suatu merek, nama dan simbolnya, yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh sebuah barang atau jasa kepada perusahaan atau para pelanggan perusahaan, Aaker (2007:339)

Untuk melihat tanggapan responden terhadap variabel ekuitas merek yang terbagi atas empat dimensi, yakni Kesadaran Merek (X11), Persepsi Kualitas (X12), Asosiasi Merek (X13), dan Loyalitas Merek (X14), maka akan diuraikan sebagai berikut:

4.4.1.1 Deskripsi Dimensi Kesadaran Merek (X11)

Pada dimensi yang pertama yaitu Kesadaran Merek (X11).

Menurut Aaker dalam Simamora (2001:74), kesadaran merek untuk mengenali atau mengingat kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori produk tertentu. Terdapat empat indikator penyataan yang akan menguraikan kesadaran merek, yaitu sebagai berikut:

Tabel 4.3 : Deskripsi Dimensi Kesadaran Merek

PERNYATAAN KRITERIA FREK. BOBOT SKOR JML

Smartphone Xiaomi

Dari data tabel diatas, dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Pada indikator pertama, jumlah skor adalah 385 yang menggambarkan bahwa para responden dalam mengenali smartphone Xiaomi dengan hanya melihat dari model varian / tipenya adalah tinggi.

2. Pada indikator kedua, jumlah skor adalah 371 yang menggambarkan bahwa para responden berpendapat bahwa smartphone Xiaomi sudah dikenal dikalangan umum adalah tinggi.

3. Pada indikator ketiga, jumlah skor adalah 329 yang menggambarkan bahwa para responden mengenali smartphone Xiaomi karena populer adalah cukup tinggi.

4. Pada indikator keempat, jumlah skor adalah 445 yang menggambarkan bahwa para responden dalam mengenali smartphone Xiaomi dengan hanya melihat dari logo “Mi” adalah sangat tinggi.

Dapat disimpulkan bahwa indikator yang paling besar yang memengaruhi dimensi kesadaran merek adalah pada indikator keempat yaitu logo bahwa para responden dalam mengenali smartphone Xiaomi dengan hanya melihat dari logo “Mi”. Sedangkan indikator yang sedikit memengaruhi dimensi kesadaran merek adalah. Indikator ketiga yang menggambarkan bahwa para responden mengenali smartphone Xiaomi karena populer.

4.4.1.2 Deskripsi Persepsi Kualitas (X12)

Persepsi kualitas juga merupakan persepsi pelanggan terhadap keseluruhan kualitas atau keunggulan suatu produk atau jasa layanan berkaitan dengan apa yang diharapkan oleh pelanggan (Durianto, 2001:96).

Pada dimensi yang kedua yaitu Persepsi Kualitas (X12), terdapat empat indikator penyataan yang akan diuraikan sebagai berikut:

Tabel 4.4 : Deskripsi Dimensi Persepsi Kualitas

Dari data tabel diatas, dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Pada indikator pertama, jumlah skor adalah 426 yang menggambarkan bahwa smartphone Xiaomi mempunyai kinerja yang memuaskan adalah sangat tinggi.

2. Pada indikator kedua, jumlah skor adalah 433 yang menggambarkan bahwa smartphone Xiaomi mudah untuk dioperasikan atau digunakan adalah sangat tinggi.

3. Pada indikator ketiga, jumlah skor adalah 426 yang menggambarkan bahwa smartphone Xiaomi mempunyai banyak fitur adalah sangat tinggi.

4. Pada indikator keempat, jumlah skor adalah 433 yang menggambarkan bahwa smartphone Xiaomi adalah handphone yang berkualitas adalah sangat tinggi.

Dapat disimpulkan bahwa indikator yang paling besar yang memengaruhi dimensi persepsi merek adalah pada indikator kedua dan indikator keempat yang menggambarkan bahwa smartphone Xiaomi mudah untuk dioperasikan atau digunakan dan merupakan handphone yang berkualitas adalah sangat tinggi. Sedangkan bahwa indikator yang paling kecil adalah indikator kesatu dan ketiga yang menggambarkan bahwa smartphone Xiaomi mempunyai kinerja yang memuaskan dan mempunyai banyak fitur.

4.4.1.3 Deskripsi Asosiasi Merek (X13)

Menurut David A.Aaker (1997), asosiasi merek adalah segala hal yang berkaitan dengan ingatan mengenai sebuah merek (dalam Humdiana, 2005:47).

Pada dimensi yang pertama yaitu Asosiasi Merek (X13), terdapat lima indikator penyataan yang akan diuraikan sebagai berikut:

Tabel 4.5: Deskripsi Dimensi Asosiasi Merek

PERNYATAAN KRITERIA FREK. BOBOT SKOR JML

Dari data tabel diatas, dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Pada indikator pertama, jumlah skor adalah 425 yang menggambarkan pendapat bahwa smartphone Xiaomi sessuai dengan gaya hidup para responden adalah sangat tinggi.

2. Pada indikator kedua, jumlah skor adalah 473 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa smartphone Xiaomi termasuk produk yang ekonomis (terjangkau) adalah sangat tinggi.

3. Pada indikator ketiga, jumlah skor adalah 444 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa smartphone Xiaomi mempunyai antarmuka MIUI yang menarik adalah sangat tinggi.

4. Pada indikator keempat, jumlah skor adalah 328 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa smartphone Xiaomi mempunyai desain yang berbeda dengan ponsel lain adalah cukup tinggi.

5. Pada indikator kelima, jumlah skor adalah 391 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa smartphone Xiaomi mempunyai kredibelitas yang baik adalah tinggi.

Dapat disimpulkan bahwa indikator yang paling besar yang memengaruhi dimensi asosiasi merek adalah pada indikator kedua yang menggambarkan bahwa smartphone Xiaomi termasuk produk yang ekonomis (terjangkau). Sedangkan bahwa indikator yang paling kecil adalah indikator kesatu smartphone Xiaomi sessuai dengan gaya hidup para responden.

4.4.1.4 Deskripsi Loyalitas Merek (X14)

Sumarwan (2003:325) loyalitas merek adalah sikap positif seorang konsumen terhadap suatu merek dan konsumen memiliki keinginan yang kuat untuk membeli merek yang sama pada saat sekarang maupun masa yang akan datang.

Pada dimensi yang pertama yaitu Loyalitas Merek (X14), terdapat empat indikator penyataan yang akan diuraikan sebagai berikut:

Tabel 4.6 : Deskripsi Dimensi Loyalitas Merek

PERNYATAAN KRITERIA FREK. BOBOT SKOR JML Xiaomi ketika ada versi yang baru

Sangat setuju 53 5 265

Dari data tabel diatas, dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Pada indikator pertama, jumlah skor adalah 431 yang menggambarkan pendapat bahwa para responden akan merekomendasikan smartphone merek Xiaomi kepada orang lain adalah sangat tinggi.

2. Pada indikator kedua, jumlah skor adalah 384 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa mereka mengutamakan membeli smartphone merek Xiaomi adalah tinggi.

3. Pada indikator ketiga, jumlah skor adalah 313 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa mereka akan membeli smartphone merek Xiaomi ketika ada versi yang baru adalah cukup tinggi.

4. Pada indikator keempat, jumlah skor adalah 442 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa mereka merasa puas menggunakan smartphone Xiaomi adalah sangat tinggi.

Dapat disimpulkan bahwa indikator yang paling besar yang memengaruhi dimensi loyalitas merek adalah pada indikator keempat yang menggambarkan bahwa para responden merasa puas menggunakan smartphone Xiaomi. Sedangkan bahwa indikator yang paling kecil adalah indikator kesatu smartphone Xiaomi sessuai dengan gaya hidup para responden. Sedangkan indikator yang paling kecil pengaruhnya adalah indikator ketiga, yang menggambarkan pendapat para responden bahwa

mereka akan membeli smartphone merek Xiaomi ketika ada versi yang baru.

4.4.2 Variabel Independen Bauran Pemasaran (X2)

Fandy Tjiptono (2012:10), bauran pemasaran merupakan seperangkat alat yang dapat digunakan pemasar untuk membentuk karakteristik barang atau jasa yang ditawarkan kepada pelanggan. Bauran pemasaran merupakan seperangkat variabel pemasaran yang dikuasai oleh perusahaan dan digunakan untuk mencapai tujuan perusahaan (Djaslim Saladin, 2005:5).

Pada penelitian ini variabel independen yang kedua yaitu Bauran Pemasaran (X2), untuk melihat tanggapan responden terhadap variabel Bauran Pemasaran yang terbagi atas empat dimensi, yakni Produk (X21), Harga (X22), Promosi (X23), dan Tempat (X24) akan diuraikan sebagai berikut:

4.4.2.1 Deskripsi Dimensi Produk (X21)

Tjiptono (1997:95) menyatakan bahwa secara konseptual, produk adalah pemahaman subyektif dari produsen atas sesuatu yang bisa ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemahaman kebutuhan dan keinginan konsumen, sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli pasar.

Pada dimensi yang pertama yaitu Produk (X14), terdapat empat indikator penyataan yang akan diuraikan sebagai berikut:

Tabel 4.7: Deskripsi Dimensi Produk

PERNYATAAN KRITERIA FREK. BOBOT SKOR JML

Dari data tabel diatas, dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Pada indikator pertama, jumlah skor adalah 391 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa desain smartphone merek Xiaomi menarik adalah tinggi.

2. Pada indikator kedua, jumlah skor adalah 422 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa spesifikasi hardware (perangkat keras) smartphone Xiaomi berkualitas adalah sangat tinggi.

3. Pada indikator ketiga, jumlah skor adalah 426 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa kinerja smartphone merek Xiaomi bisa diandalkan adalah sangat tinggi.

4. Pada indikator keempat, jumlah skor adalah 376 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa kemasan kardus smarphone Xiaomi sangat kokoh adalah tinggi.

Dapat disimpulkan bahwa indikator yang paling besar yang memengaruhi dimensi produk adalah pada indikator ketiga yang menggambarkan bahwa kinerja smartphone merek Xiaomi bisa diandalkan.

Sedangkan bahwa indikator yang paling kecil adalah indikator keempat, kemasan kardus smarphone Xiaomi sangat kokoh.

4.4.2.2 Deskripsi Dimensi Harga (X22)

Swastha (2000:147) mengemukakan bahwa harga adalah jumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah produk atau jasa. Pada dimensi yang kedua yaitu Harga (X22), terdapat tiga indikator penyataan yang akan diuraikan sebagai berikut:

Tabel 4.8 : Deskripsi Dimensi Harga

PERNYATAAN KRITERIA FREK. BOBOT SKOR JML

Dari data tabel diatas, dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Pada indikator pertama, jumlah skor adalah 452 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa harga smartphone merek Xiaomi bersaing dengan smartphone lain adalah sangat tinggi.

2. Pada indikator kedua, jumlah skor adalah 442 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa harga smartphone merek Xiaomi sebanding dengan kualitasnya adalah sangat tinggi.

3. Pada indikator ketiga, jumlah skor adalah 414 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa harga smartphone merek Xiaomi dapat dijangkau oleh semua kalangan adalah tinggi.

Dapat disimpulkan bahwa indikator yang paling besar yang memengaruhi dimensi harga adalah pada indikator kesatu yang menggambarkan bahwa harga smartphone merek Xiaomi bersaing dengan smartphone lain. Sedangkan indikator yang paling kecil adalah indikator ketiga yang menjelaskan harga smartphone merek Xiaomi dapat dijangkau oleh semua kalangan.

4.4.2.3 Deskripsi Dimensi Promosi (X23)

Evans dan Berman (1995:40) mengartikan promosi adalah setiap bentuk dari komunikasi yang digunakan untuk menginformasikan, membujuk, dan atau mengingatkan orang - orang tentang produk suatu organisasi atau perorangan, jasa, citra, ide-ide, keterlibatan dalam kelompok atau pengaruh yang kuat dalam masyarakat.

Pada dimensi yang ketiga yaitu Promosi (X23), terdapat tiga indikator penyataan yang akan diuraikan sebagai berikut:

Tabel 4.9 : Deskripsi Dimensi Promosi

PERNYATAAN KRITERIA FREK. BOBOT SKOR JML

smartphone merek

Dari data tabel diatas, dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Pada indikator pertama, jumlah skor adalah 389 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa konsumen dapat mengetahui informasi tentang smartphone Xiaomi diberbagai media adalah tinggi.

2. Pada indikator kedua, jumlah skor adalah 389 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa informasi yang ditemukan terkait smartphone merek Xiaomi sudah lengkap adalah tinggi.

3. Pada indikator ketiga, jumlah skor adalah 409 yang menggambarkan pendapat para responden informasi yang ditemukan terkait smartphone merek Xiaomi menarik untuk diamati adalah tinggi.

Dapat disimpulkan bahwa ketiga indikator dapat berpengaruh tinggi terhadap dimensi promosi, tetapi yang lebih berpengaruh adalah indikator ketiga yang menggambarkan pendapat para responden informasi yang ditemukan terkait smartphone merek Xiaomi menarik untuk diamati.

4.4.2.4 Deskripsi Dimensi Tempat (X24)

Lupiyoadi (2001:61), tempat dalam pelayanan merupakan gabungan antara lokasi dan keputusan atas saluran distribusi, dalam hal ini berhubungan dengan bagaimana cara penyampaian barang atau jasa kepada konsumen dan di mana lokasi yang strategis

Pada dimensi yang keempat yaitu Tempat (X24), terdapat empat indikator penyataan yang akan diuraikan sebagai berikut:

Tabel 4.10: Deskripsi Dimensi Tempat

PERNYATAAN KRITERIA FREK. BOBOT SKOR JML

Dari data tabel diatas, dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Pada indikator pertama, jumlah skor adalah 345 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa mereka dapat membeli smartphone Xiaomi di wilayah terdekat adalah tinggi.

2. Pada indikator kedua, jumlah skor adalah 337 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa mereka dapat menjangkau distributor smartphone Xiaomi dengan berbagai trasnportasi umum adalah cukup tinggi.

3. Pada indikator ketiga, jumlah skor adalah 299 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa lokasi distributor smartphone Xiaomi tersebar sehingga mudah dijangkau adalah cukup tinggi.

4. Pada indikator ketiga, jumlah skor adalah 304 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa smartphone Xiaomi selalu tersedia pada semua distributor ponsel adalah cukup tinggi.

Dapat disimpulkan bahwa indikator yang paling besar yang memengaruhi dimensi tempat adalah pada indikator kesatu yang menggambarkan bahwa bahwa mereka dapat membeli smartphone Xiaomi di wilayah terdekat. Sedangkan indikator yang paling kecil adalah indikator ketiga yang menjelaskan lokasi distributor smartphone Xiaomi tersebar sehingga mudah dijangkau.

4.4.3 Variabel Dependen Keputusan Membeli (Y)

Peter dan Olson (1999:162) menyatakan bahwa inti dari pengambilan keputusan konsumen adalah proses pengitegrasian yang

megkombinasikan pengetahuan untuk mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternatif, dan memilih salah satu diantaranya.

Pada penelitian ini variabel dependen yaitu Keputusan Membeli, untuk melihat tanggapan responden terhadap variabel Keputusan Membeli yang terbagi atas empat dimensi, yakni Kemantapan pada sebuah produk (Y1), Kebiasaan dalam membeli produk (Y2), Memberikan rekomendasi kepada orang lain (Y3), dan Melakukan pembelian ulang (Y4) akan diuraikan sebagai berikut:

Tabel 4.11: Deskripsi Dimensi keputusan Membeli

PERNYATAAN KRITERIA JUMLAH BOBOT SKOR JML Saya memantapkan

Dari data tabel diatas, dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Pada indikator pertama, jumlah skor adalah 413 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa mereka memantapkan diri smartphone merek Xiaomi karena kebutuhan (pekerjaan, gaya hidup, dll) adalah tinggi.

2. Pada indikator kedua, jumlah skor adalah 349 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa mereka melakukan pembelian ulang terhadap varian smartphone Xiaomi yang lain adalah tinggi.

3. Pada indikator ketiga, jumlah skor adalah 264 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa mereka tidak mempertimbangkan dalam membeli smartphone Xiaomi adalah cukup tinggi.

4. Pada indikator ketiga, jumlah skor adalah 346 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa mereka akan terbiasa membeli smartphone Xiaomi adalah tinggi.

Dapat disimpulkan bahwa indikator yang paling besar yang memengaruhi dimensi tempat adalah pada indikator kesatu yang menggambarkan bahwa para responden memantapkan diri smartphone merek Xiaomi karena kebutuhan (pekerjaan, gaya hidup, dll). Sedangkan indikator yang paling kecil adalah indikator ketiga yang menjelaskan bahwa para responden tidak mempertimbangkan dalam membeli smartphone Xiaomi.

4.5 Pengolahan Data dengan Structural Equation Modeling (SEM)

Setelah melakukan pengolahan karakteristik data dan statistic deskriptif secara umum, kemudian peneliti melakukan analisis lanjutan dengan menggunakan Structural Equation Model (SEM). Dengan SEM, peneliti mendapatkan model hubungan Ekuitas Merek, Bauran Pemasaran dan Keputusan Membeli Smarphone Xiaomi di ITC Roxy Mas.

Dikarenakan jumlah populasi sedikit, maka untuk pengolahan data dilakukan dengan pendekatan Partial Least Square (PLS) yang memungkinkan penyelesaian permasalahan penelitian dapat diolah dengan baik.

4.5.1 Spesifikasi Model

Dalam penelitian ini terdapat dua jenis variable, yaitu variable laten dan variable teramati. Variabel laten yang digunakan dalam penelitian ini adalah Ekuitas Merek, Bauran Pemasaran dan Keputusan Membeli. Penentuan variable laten ini berdasarkan penelitian terdahulu, seperti yang sudah dijelaskan pada bab sebelumnya. Namun, karena dalam SMART PLS penamaan hanya bisa sampai 8 karakter, sehingga penamaan variable-variabel tersebut disesuaikan sebagai berikut.

1. Ekuitas Merek disimbolkan menjadi X1

2. Bauran Pemasaran disimbolkan menjad X2 3. Keputusan Membeli disimbolkan menjadi Y

Sedangkan untuk variable teramati, penentuan variable juga dilakukan berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya,.

Terdapat 4 jenis variable teramati dari variable laten Ekuitas Merek, yaitu Brand Awareness, Perceived Quality, Brand Association dan Brand Loyalty. Ada pula Terdapat 4 jenis variable teramati dari variable laten Bauran Pemasaran, yaitu Produk, Harga, Promosi, dan Tempat. Sedangkan untuk variable teramati dari variable Keputusan Membeli yaitu Kemantapan Membeli, Pembelian Ulang, Perimbangan Membeli Dan Keterbiasaan Membeli. Untuk memudahkan dalam pengolahan data, variable teramati yang digunakan dalam penelitian ini disesuaikan sebagai berikut.

No. Variabel Laten Variabel Teramati Simbol

1

Ekuitas Merek (X1)

Brand Awareness X11 Perceived Quality X12 Brand Association X13 Brand Loyalty X14

2

Bauran Pemasaran

Produk X21

Harga X22

(X21)

Promosi X23

Tempat X24

3

Keputusan Membei

Kemantapan pada sebuah produk

Y1 Melakukan

pembelian ulang

Y2 Pertimbangkan

dalam membeli

Y3 Kebiasaan dalam membeli produk

Y4

Dalam penelitian ini didapatkan suatu model dan hipotesis awal antara variable laten dengan variable teramati.

Penggambaran model akan ditampilkan di bawah ini.

Gambar 4.12: Model Penelitian 4.5.1 Evaluasi Measurement (Outer) Model

Pengujian model penelitian ini digunakan untuk mengukur validitasi dan realibilitas model peelitian yang telah dibuat. Uji validitas terbagi menjadi dua yaitu validitas konvergen dan validitas diskriminan.

4.5.1.1 Uji Validitas Konvergen

Uji validitas konvergen dapat diukur melalui factor loading.

Factor loading akan merepresentasikan seberapa banyak faktor bisa menjelaskan variabel didalam faktor analisis. Kriteria pada factor loading adalah ukuran refleksif individual dikatakan berkorelasi jika

> 0.7 dengan konstruk yang ingin diukur. Namun untuk penelitian tahap awal dari pengembangan skala pengukuran nilai factor loading 0.5 sampai 0.6 dianggap cukup (Ghazaki, 2009). Pada penelitian ini, peneliti mengambil kriteria factor loading >0.5

Tabel 4.12 : Loading Factor Laten

X1 X2 Y

Teramati

X11 0.344

X12 0.806

X13 0.882

X14 0.901

X21 0.870

X22 0.728

X23 0.651

X24 0.585

Y1 0.753

Y2 0.821

Y3 0.686

Y4 0.806

Berdasarkan data diatas ada satu indikator yang nilai loading factor < 0,5, adalah indikator brand awareness yang disimbolkan dengan X11. Ini berarti indikator brand awareness tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap konstruk ekuitas merek.

Sementara indikator lainnya hasilnya telah memenuhi convergant validity karena semua factor loading > 0.5. Dengan demikian, dapat disimpulkan convergant validity dari kelompok konstruk endogen tacit knowledge, dan kinerja individu adalah valid.

4.5.1.2 Uji Validitas Diskriminan

Uji Validitas Diskriminan diukur dengan melihat nilai square

Uji Validitas Diskriminan diukur dengan melihat nilai square

Dokumen terkait