• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Kestabilan agregat tanah

5.1 Identitas Petani Responden

5.1.5 Luas Lahan Responden

Luas lahan merupakan media tumbuh suatu tanaman, tempat hewan dan manusia melakukan aktivitas kehidupannya.Luas lahan sangat mempengaruhi petani dalam mengambil keputusan dan kebijakan dalam hal penggunaan bibit, pupuk, obat-obatan dan peralatan.Oleh karena itu, lahan merupakan salah satu faktor penting dalam usahatani. Luas lahan petani akan mempengaruhi efisien

42 atau tidaknya suatu usahatani, karena erat hubungannya dengan biaya yang dikeluarkan dan produksi yang diterima. Semakin luas lahan dan biaya produksi yang dikeluarkan biasanya tidak seimbang dengan produksi yang diperoleh. Luas lahan berdasarkan tingkat kepemilikan lahan rata-rata di Desa Rannaloe Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowaa, disajikan pada tabel 11 sebagai berikut: Tabel 11.Jumlah Responden Berdasarkan Luas Lahan Usahatani di Desa

Rannaloe Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa, 2016.

No Luas laha ( Ha ) Jumlah ( orang ) Persentase %

1 0,25 – 0,43 24 60

2 0,44 – 0,62 10 25

3 0,63 – 0,81 - -

4 0,82 – 1,00 6 15

Jumlah 40 100

Sumber : Data primer setelah diolah, 2015

Tabel 11 menunjukkan bahwa luas lahan petani tomat ( responden ) yang terbanyak antara 0,25 – 0,43 hektar sebanyak 24 orang atau 60% dan luas terendah yaitu 0,82 – 1,00 hektar sebanyak 6 orang atau 15%. Dengan demikian pemilihan lahan tersebut di atas sangat memunkinkan untuk di tanami tomat dengan penggunaan pupuk kandang dan mulsa plastik hitam perak, sehingga petani diharapkan dapat memanfaatkan lahan secara optimal untuk meningkatkan produksi dan pendapatan serta kesejahteraan bagi petani. Demikian juga kemandirian petani sangat berperan serta dalam meningkatkan produksi tomat tersebut.

43 5.2 Efektivitas Penggunaan Pupuk Kandang Dan Mulsa Plastik Hitam

Perak Pada Tanaman Tomat Di Desa Rannaloe.

Pupuk kandang didefinisikan sebagai semua produkbuangan dari binatang peliharaan yang dapat digunakan untuk menambahhara, memperbaiki sifat fisik, dan biologi tanah. Apabila dalam memeliharaternak tersebut diberi alas seperti sekam pada ayam, jerami pada sapi,kerbau dan kuda, maka alas tersebut akan dicampur menjadi satu kesatuandan disebut sebagai pupuk kandang pula. Beberapa petani di beberapa daerahmemisahkan antara pupuk kandang padat dan cair(Widowati et al., 2005).

Mulsa adalah material penutup tanaman budidaya yang dimaksudkan untuk menjaga kelembaban tanah serta menekan pertumbuhan gulma dan penyakit sehingga membuat tanaman tersebut tumbuh dengan baik

Tanaman tomat akan tumbuh dengan baik dan berproduksi tinggi jika cara menanam dan dipelihara baik dan benar. Adapun kegiatan yang dapat menunjang selama penanaman dan pemeliharaan tomat dapat meliputi penyiapan benih, pengolahan lahan, penanaman, pemupukan, pencegahan hama dan penyakit, penggunaan mulsa plastik perak hitam perak sampai dengan hasil produksi panen, adapun pengolahan panen yaitu dengan cara dipetik langsung.

Berdasarkan observasi dan wawancara maka diperoleh informasi tentang hambatan atau kendala yang sering dialami petani selama ini adalah kurangnya pasokan bantuan dan distribusi pupuk kandang sehingga petani tomat dilokasi penelitian memanfaatkan kotoran ternak yang ada disekitarnya dan menggabungkannya dengan pupuk kimia pada saat pemupukan tersebut. Adapun beberapa yang dihadapi petani tomat dilokasi penelitian yaitu hama dan penyakit,

44 hama yang biasa menyerang tanaman tomat petani responden di Desa Rannaloe adalah hama kutu daun (Aphis sp.), sedangkan penyakit yang sering menyerang adalah busuk daun dengan cara melakukan penyemprotan pestisida.

Tabel 12.Efektivitas Penggunaan Pupuk Kandang Pada Tanaman Tomat Di Desa Rannaloe Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa

No. Uraian Rata-Rata Kategori

1 Penggunaan Pupuk Kandang

Oleh Petani 1,92 Sedang

2

Tanggapan Petani Terhadap Fungsi P.K Untuk Tanaman Tomat

2,47 Tinggi

3 Tanggapan Petani Terhadap

penigkatan Produksi 2,2 Sedang

4

Tingkat Pengetahuan Petani Terhadap Fungsi Dan Manfaat Pupuk Kandang

2,52 Tinggi

5 Pembuatan Pupuk Kandang Oleh

Petani 1,82 Sedang

6 Pemberian P.K Yang Tepat Oleh

Petni Terhadap Tanaman Tomat 2,15 Sedang

Jumlah 13,08

Rata-Rata 2,18 Sedang

Sumber :Data Primer Setelah Diolah, 2016

Berdasarkan Tabel 12 diatas menunjukkan bahwa efektivitas penggunaan pupuk kandang pada tanaman tomat jika dirata-ratakan masuk dalam kategori sedang dengan nilai yang dicapai 2,18. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan pengalaman petani erat hubungannya untuk mengembangkan tingkat kemampuan berfikir dan menerima teknologi informasi yang dapat

45 menguntungkan para petani dalam berusahatani tomat namun sebagian petani menganggap bahwa penggunaan pupuk kandang saja belum efektif diterapkan dan direalisasikan terhadap pertanian masa kini karena dengan menggunakan pupuk kandang belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman tomat sehingga petani masih memakai pupuk kimia sebagai tambahan unsur hara yang dibutuhkan tanaman guna membantu tanaman dapat tumbuh secara produktif dan produksi tomat meningkat secara signifikan sehingga pendapatan petani bisa meningkat pula.

Para petani tomat dilokasi penelitian mengatakan bahwa dengan penerapan penggunaan pupuk kandang memang bermanfaat terhadap kesuburan tanah dan tanaman namun tidak berpengaruh secara kontinuetas terhadap peningkatan produksi tanaman tomat sehingga petani harus memakai pupuk kimia sebagai pupuk tambahan untuk tanaman. Petani biasanya memakai pupuk kandang jika petani mendapatkan bantuan pupuk dari pemerintah untuk mengurangi biaya pengeluaran dan sebagian petani pula memanfaatkan kotoran ternak di lingkungan sekitarnya untuk dijadikan sebagai pupuk kandang yang akan diberikan pada tanaman saat pemupukan, petani yang ada di Desa Rannaloe belum mengetahui pemupukan yang tepat untuk tanaman tomat sehingga petani tersebut mencari informasi kepada petani yang memang sudah berpengalaman dalam hal pemupukanyang tepat. Petani mengharapkan adanya penyuluh memberikan informasi, arahan, bantuan, dan teknologi yang dapat memudahkan para petani dalam berusahatani tomat sehingga petani lebih mandiri, kreatif dan mampu memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada terkhusus penggunaan pupuk

46 kandang dan mulsa plastik hitam perak sehingga petani mampu, mau menerapkan secara kontinuetas terhadap teknologi pemulsaan dan pemanfaatan pupuk kandang terhadap tanaman tomat.

Berdasarkan hasil dari penelitian dari aspek tanggapan petani terhadap produksi diperoleh dari 20 responden 11 orang yang mengatakan telah menerima informasi dari penyuluh akan tetapi hal in brlum terlalu efektif disebabkan karena adanya hama penganggu tanaman seperti ulat,yang menganggu pertumbuhan tanaman sehingga mempengaruhi hasil produksi petani, sedangkan 9 orang mengatakan hasil produksi cukup baik karena karena mengikuti arahan dari penyuluh dan belajar dari media.

Berdasarkan hasil penelitian dari aspek pengetahuan petani terhadap fungsi dan manfaat dari pupuk kandang diperoleh dari 20 responden 15 orang mengatakan telah mengetahui manfaat dari pupuk kandang pada tanaman tomat karena telah menerima informasi dari penyuluh, sedangkan 5 orang belum tahu tentang manfaat dari pupuk kandang pada tanaman tomat halini hal ini disebabkan karena kurang mengikuti penyuluhan

Berdasarkan hasil penelitian dari aspek pembatan pupuk kandang oleh petani diperoleh dari 20 responden 11 orang yang mengatakan melakukan pembutan pupuk kandang setelah menerima informasi dari penyuluh,sedangkan 9 orang mengatakan belum tahu tentang pembutan pupuk kadang hal ini disebabkan karena petani jarang mengikuti penyuluhan

Berdasarkan hasil penelitian dari aspek pemberian pupuk kandang yang tepat oleh petani terhadap tanaman tomat diperoleh dari 20 responden 11 orang

47 yang mengatakan belum mengetahui bagai mana pemberian pupuk yang tepat oleh petani disebabkan karena kurangnya informasi dari penyuluh,sedangkan 9 orang yang mengatakan telah mengerti karena sering mencari informasi dari maedi ataupun dari penyuluh.

Tabel 13.Efektivitas Penggunaan Mulsa Plastik Hitam Perak Pada Tanaman Tomat Di Desa Rannaloe Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa

No. Uraian Rata-Rata Kategori

1 Tingkat Pengetahuan Petani

Terhadap Penggunaan Mulsa 2,35 Tinggi

2 Tingkat Informasi Cara Penggunaan

Mulsa 2,55 Tinggi

3 Tingkat produktifitasPenggunaan

Mulsa Oleh Petani 2,12 Sedang

4 Penggunaan Mulsa Untuk Penigkatan

Produksi Tanaman Tomat 2,67 Tinggi

5 Mulsa Untuk Menekan Pertumbuhan

Gulma 2,52 Tinggi

6 Tingkat Penggunaan Mulsa Oleh

Petani 2,07 Sedang

Jumlah 14,28

Rata-Rata 2,38 Tinggi

Sumber :Data Primer Setelah Diolah, 2016

Berdasarkan Tabel 13 diatas menunjukkan bahwa tingkat efektivitas penggunaan mulsa plastik hitam perak pada tanaman tomat jika dirata-ratakan masuk dalam kategori Tinggi dengan nilai yang dicapai 2,38. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan pengalaman petani erat hubungannya untuk mengembangkan tingkat kemampuan berfikir dan menerima teknologi informasi yang diberikan penyuluh sudah efektif diterima dan diterapkan para petani karena dengan adanya informasi terhadap penggunaan mulsa, petani yang diberikan

48 arahan dapat menerima informasi dari penyuluh.Dengan adanya informasi mengenai penggunaan mulsa dan petani merasakan ada perubahan dalam hal budidaya tomat.

Berdasarkan hasil penelitian dari aspek tingkat informasi cara penggunaan mulsa diperoleh dari 20 responden 15 orang yang mengatakan telah mendapat informasi terkait penggunaan mulsa plastic pada tanaman karena hasil informasi yang diperoleh petani berasal dari penyuluh dan media, sedangkan 5 orang yang belum tahu tentang penggunaan mulsa plastik hal ini disebabkan karena petani jarang mengikuti penyuluhan.

Berdasarkan hasil penelitian dari aspek tingkat produktifitas penggunaan mulsa oleh petani yang diperoleh dari 20 responden 11 orang yang mengatakan telah menenggunakan mulsa karena mampu menekam pertumbuhan gulma pada tanaman sehingga produktifitas penggunaan mulsa tetap meningkat kerena adanya informasi dari penyuluh tentang pentingnya mengunakan mulsa, sedangkan 9 orang mengatakan belum mengetahui tentang pentingnya menggunakan mulsa pada tanaman tomat hal ini disebabkan petani jarang mengikuti penyuluhan.

Sedangkan berdsarkan hasil penelitian dari aspek penggunaan mulsa untuk penigkatan produksi pada tanaman tomat diperoleh dari 20 responden 15 orang yang mengatakan telah merasakan hasil dari penggunaan mulsa mampu menigkatkan hasil produksi tanaman tomat,sedangkan 5 orang yang mengatakan belum tahu cara menigkatkan hasil produksi tanaman tomat dengan menggunakan mulsa hal ini disebabkan karena petani jarang mengikuti penyuluhan.

49 Berdasarkan hasil penelitian dari aspek mulsa untuk menekan pertumbuhan gulma di peroleh dari 20 responden 15 orang yang mengatakan telah mengetahui manfaat dari mulsa bahwa mulsa dapat menekan pertumbuhan gulma pada tanaman hal ini disebabkan karena informasi yang diperoleh dari penyuluhan,sedangkan 5 orang yang mengatakan belum mengerti manfaat dari penggunaan mulsa hal ini disebabkan karena petani jarang mengikuti penyuluhan

Berdasarkan hasil penelitian dari aspek tingkat penggunaan mulsa oleh petani di peroleh dari 20 responden 11 orang yang mengatakan bahwa tingkat penggunaan mulsa belum efektif karena kurangnya informasi yang di peroleh dari penyuluh untuk petani hal ini disebabkan karena terbatasnya penyuluh yang ada di tempat penelitian yang saya lakukan, sedangkan 9 orang yang mengatakan mengunakan mulsa karena adanya bimbigan dari penyuluh yang ad di tempat penelitian sehingga petani menggunakan mulsa dengan baik

50 V1. KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Efektivitas penggunaan pupuk kandang dan mulsa plastik hitam perak pada tanaman tomat di Desa Rannaloe Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa sudah mengalami peningkatan.

6.2. Saran

Dengan adanya seseorang penyuluh di Desa Rannaloe Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa kiranya penyuluh datang memberikan informasi terkait Efektivitas penggunaan pupuk kandang dan mulsa Plastik hitam perak pada tanaman tomat agar pengetahuan petani semakin meningkat, kepada pihak terkait baik intansi atau lembaga supaya memberikan materi-materi penyuluhan pertanian yang baik dan benar kepada petani, dan sebagai tambahan referensi untuk peneliti selanjutnya terkait efektivitas penggunaan pupuk kandang dan mulsa plastik hitam perak pada tanaman tomat.

51

DAFTAR PUSTAKA

Agromaret. 2013. Pemasangan Mulsa Plastik Hitam-Perak (PHP).http://www.agromaret.com/post/pemasangan_mulsa_plastik_hitam

_perak_ph p/91217140515.Diakses pada tanggal 14 Desember 2013. Anonim. 2012. Penggunaan Mulsa. http://fiver-rock..com/2012/05/ini-blog-

baru-ku.html. Diakses pada tanggal 12 Desember 2013.

Cahyono Bambang, 2005. Tomat ( Budidaya dan analisis usaha tani). Kanisus.Yogyakarta

Gary Dessler, 2003, Manajemen Sumber Daya Manusia.Penerbit: PT Indeks. Ghuman, B.S., H.S. Sur. 2001. Tillage and residue management effects on soil

properties and yields of rainfed maize and wheat in a subhumid subtropical climate.Soil Till. Res. 58:1-10.

Handoko, Hani, 2003, Manajemen.edisi 2. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.

Hartatik, W., D. Setyorini, L.R. Widowati, dan S. Widati.2005.Laporan

AkhirPenelitian Teknologi Pengelolaan Hara pada Budidaya PertanianOrganik.Laporan Bagian Proyek Penelitian Sumberdaya Tanah

danProyek Pengkajian Teknologi Pertanian Partisipatif (Tidakdipublikasikan).

Hasibuan, B. E., 2006. Pupuk dan Pemupukan.USU Press. Medan.

Kadarso. 2008. Kajian penggunaan jenis mulsa terhadap hasil tanaman cabai

merah varietas Red Charm.Agros 10:134-139.

Kurniawan, 2005.Efektivitas Azospirillum kemanpuan melakukn tugas yang telah

d sepakati.Institut Pertanian Bogor.

Noor Juliansyah, 2011. Metode Penelitian, Skipsi, TESIS, Disertasi, Dan Karya

ilmiah. Kencana. Jakarta.

Patong, 2006. Pola Pikir Petani. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta

Prajnanta, F. 2002. Kiat Sukses Bertanam Cabai di Musim Hujan. Penebar Swadaya. Depok.

Richard M. Steers 2013, Organizational Behavior edisi Indonesia.Jakarta: Salemba

52

Santi, L. P., A. Dariah, dan D. H. Goenadi.2008. Peningkatan kemantapan agregattanah mineral oleh bakteri penghasileksopolisakarida. Menara

Perkebunan.76(2): 93-103.

Simamora, D. T. 2009. Respon Pertumbuhan Dan Produksi TanamanTomat

(Lycopersicum esculentum Mill.) Terhadap Pemberian Pupuk Organik Cair Dan Padat. USU Repository

Sugiyono, 2010.Metode Peneitian Pendidikan Kuantitatf, Kualitatif Dan R&D. Penerbit ALfabeta. Bandung

Triana Kartika Santi, 2006. Pengaruh Pemberian Pupuk Kompos Terhadap

Pertumbuhan Tanaman Tomat (Lycopersicum Esculentum Mill). Jurnal

Ilmiah Progresif, Volume 3. No.9. FKIP. Universitas 17 Agustus 1945 Bayuwangi

Tugiyono, 2005, Bertanam Tomat.Penebar Swadaya. Jakarta

Wan Arfiani Barus, 2004. Pertumbuhan dan Produksi Cabai ( Capsicum Annum

L.) Dengan Penggunaan Mulsa Dan Pupuk PK. Staf Kopertis Wil.1 Dpk

Fakultas Pertanian. UNHAM

53 Lampiran I. Identitas Responden

Nama : Umur : Pendidikan : Tanggungan keluarga : Pengalaman berusahatani : Luas lahan :

Efektivitas Penggunaan Pupuk Kandang Dan Mulsa Pada Tanaman Tomat A. Tingkat Efektivitas Penggunaan Pupuk Kandang

1. Apakah bapak menggunakan pupuk kandang pada tanaman tomat anda ?

a. Ya 3

b. Kadang-kadang 2 c. Tidak pernah 1

2. Apakah penggunaan pupuk kandang dapat bermanfaat bagi tanaman tomat bapak ?

a. Ya 3

b. Kadang-kadang 2 c. Tidak pernah 1

3. Apakah dengan menggunakan pupuk kandang dapat meningkatkan produksi ?

a. Ya 3

b. Kadang-kadang 2 c. Tidak pernah 1

4. Apakah bapak tahu fungsi dan manfaat dari pupuk kandang ?

a. Ya 3

b. Kadang-kadang 2 c. Tidak pernah 1

5. Apakah bapak yang membuat pupuk kandang untuk digunakan pada saat pemupukan ?

a. Ya 3

b. Kadang-kadang 2 c. Tidak pernah 1

54 6. Apakah bapak tahu kapan pemberian pupuk kandang yang tepat ?

a. Ya 3

b. Kadang-kadang 2 c. Tidak pernah 1

B. Tingkat Efektivitas Penggunaan Pupuk Kandang Dan Mulsa Plastik

Dokumen terkait