2.1.5 Polis asuransi
2.1.5.3 Macam-macam polis asuransi jiwa
Pada saat ini telah berkembang berbagai jenis asuransi di masyarakat, dalam manajemen resiko asuransi memungkinkan berbagi dan mentransfer resiko. Hal ini merupakan cara terbaik untuk mengganti kerugian. Kebanyakan orang tidak mengerti perbedaan mendasar pada jenis-jenis asuransi. Padahal untuk menentukan program asuransi yang paling cocok dengan kebutuhan, harus dipahami jenis-jenis asuransi tersebut.
Asuransi dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu: 1. Asuransi Tradisional
2. Asuransi Non-Tradisional
Asuransi jiwa diberikan untuk perorangan maupun kumpulan dan diberikan dalam berbagai bentuk polis. Berikut ini penjelasan dari tiga jenis polis asuransi jiwa yang utama.
1. Asuransi Jiwa Berjangka (term life insurance)
Merupakan asuransi jiwa yang memberikan manfaat kematian jika tertanggung meninggal dalam suatu jangka waktu tertentu. Asuransi jiwa berjangka merupakan jenis asuransi jiwa yang melindungi tertanggung hingga
akhir usia, biasanya ditanggung sampai umur 99 tahun. Berikut ini karakter produk asuransi jiwa berjangka yakni:
a. Seluruh produk asuransi berjangka memberikan pertanggungan selama satu jangka waktu tertentu yang disebut jangka waktu polis (policy term).
b. Manfaat polis dapat dibayarkan hanya apabila.
c. Tertanggung meninggal dalam jangka waktu yang ditetapkan. d. Polis masih inforce ketika tertanggung meninggal dunia.
e. Jika tertanggung masih hidup sampai berakhirnya jangka waktu yang telah ditetapkan, polis tersebut dapat memberikan hak kepada pemegang polis untuk melanjutkan pertanggungan asuransi. Jika pemegang polis tidak melanjutkan pertanggungan itu, maka polis akan berakhir dan perusahaan asuransi tidak berkewajiban memberikan pertanggungan selanjutnya.
f. Perlindungan asuransi jiwa berjangka biasanya tersedia dalam bentuk polis asuransi, namun dapat juga tersedia dalam bentuk sebuah rider (asuransi tambahan) yang ditambahkan pada polis dasarnya tersebut. Jenis-jenis pertanggungan asuransi jiwa berjangka terdiri dari:
a. Asuransi jiwa berjangka dengan uang pertanggungan tetap (level term insurance) yang memberikan manfaat kematian dalam jumlah yang sama selama jangka waktu polis tersebut.
b. Asuransi jiwa berjangka dengan uang pertanggungan menurun (decreasing term life insurance) yang memberikan manfaat kematian yang nilainya menurun selama jangka waktu pertanggungan.
Asuransi jiwa berjangka biasanya dibutuhkan oleh calon pemegang polis yang:
a. Membutuhkan proteksi sementara.
b. Memiliki penghasilan kecil namun membutuhkan proteksi. c. Tertarik pada proteksi besar dan premi yang rendah.
2. Asuransi Jiwa Seumur Hidup (whole-life insurance)
Merupakan asuransi jiwa yang memberikan pertanggungan asuransi jiwa seumur hidup bagi tertanggung dan juga memiliki unsur tabungan.
Karakteristik asuransi jiwa seumur hidup adalah:
a. Memberikan pertanggungan seumur hidup kepada tertanggung selama polis masih inforce.
b. Memberikan pertanggungan asuransi dan mengandung tabungan dalam bentuk nilai tunai (cash value).
c. Memberikan pertanggungan seumur hidup dengan tarif premi tetap (level premium rate) yang tidak meningkat sejalan dengan bertambahnya usia tertanggung.
d. Memberikan fleksibilitas kepada pemegang polis untuk mengubah isi selama polis masih berlaku.
e. Pemegang polis dapat menggunakan nilai tunai sebagai jaminan untuk pinjaman polis, dan berhak menarik dana dari nilai tunai polis jika sudah terbentuk.
Asuransi jiwa seumur hidup biasanya dibutuhkan oleh calon pemegang polis yang:
a. Memiliki kebutuhan dalam mempersiapkan warisan. b. Membutuhkan perlindungan finansial jangka panjang 3. Asuransi Jiwa Dwiguna (endowment insurance)
Merupakan asuransi jiwa yang memberika manfaat polis yang dibayar pada saat tertanggung meninggal, atau pada tanggal yang ditentukan jika tertanggung masih hidup sampai tanggal tersebut.
Karakteristik asuransi jiwa dwiguna adalah:
a. Memberikan suatu jumlah manfaat tertentu apakah tertanggung hidup sampai akhir jangka waktu pertanggungan atau meninggal selama jangka waktu pertanggungan.
b. Memiliki tanggal jatuh tempo (maturity date), yaitu tanggal pembayaran uang pertanggungan oleh perusahaan asuransi kepada pemegang polis jika tertanggung masih hidup.
c. Dapat menghasilkan nilai tunai dengan lebih cepat. d. Tarif premi biasanya tetap
Asuransi jiwa dwiguna biasanya dibutuhkan oleh calon pemegang polis yang:
a. Ingin mempersiapkan dana pensiun b. Ingin melakukan tabungan jangka pendek c. Ingin mempersiapkan dana pendidikan anak
4. Asuransi kerugian adalah asuransi yang memberikan ganti rugi kepada tertanggung yang menderita kerugian barang atau benda miliknya, kerugian mana terjadi karena bencana atau bahaya terhadap mana pertanggungan ini diadakan yaitu:
- Kehilangan nilai pakai - Kekurangan nilainya
- Kehilangan keuntungan yang diharapkan oleh tertanggung
Penanggung tidak harus membayar ganti rugi kepada tertanggung kalau selama jangka waktu perjanjian objek pertanggungan tidak mengalami bencana atau bahaya yang dipertanggungkan.
5. Asuransi jiwa adalah perjanjian tentang pembayaran uang dengan nikmat dari premi yang berhubungan dengan hdup atau matinya seseorang termasuk juga perjanjian asuransi uang kembali dengan pengertian cacatan dengan perjanjian dimaksud tidak termasuk perjanjian asuransi kecelakaan (yang masuk dalam asuransi kerugian berdasarakan Pasal Ia Bab I Saatblad 1941-101). Dalam asuransi jiwa penanggung akan tetap mengembalikan uang yang diperjanjikan, kepada tertanggung apabila
tertanggung meninggalkan dalam masa berlaku perjanjian, atau pada saat berakhirnya jangka waktu perjanjian keperluannya sukarela.43
6. Asuransi sosial adalah asuransi yang memberikan jaminan kepada masyarakat dan diselangarakan oleh pemerintah, yaitu:
- Asuransi kecelakaan lalu lintas (jasa raharja). - Asuransi AsTek, AsKes, AsABRI
a. Polis ditaksir
Polis ditaksir atau valued merupakan polis yang jumlah harga pertanggungannya ditaksir, didalam polis dicantumkan syarat valued at atau so valued. Polis ini dapat berupa polis perjalanan atau polis waktu atau polis yang lainnya.
Untuk harga pertanggungan Rp 10. 000. 000,- misalnya, maka di dalam polis dicantumkan valued at Rp. 10. 000. 000,- atau Rp. 10. 000. 000,- so valued. Berarti harga pertanggungan yang disetujui oleh penanggung dan tertanggung adalah sebesar Rp. 10. 000. 000,- tidak menjadi soal apakah harga yang sebenarnya (real value) lebih besar atau lebih kecil dari itu.
Bila dialami total loss, maka ganti rugi Rp. 10. 000. 000,- asalkan total loss diakibatkan oleh resiko (bahaya) yang ditanggung oleh polis. Bila dialami partial loss, maka ganti rugi sesuai dengan kerugian.
b. Polis tidak ditaksir
Polis tidak ditaksir atau unvalued policy merupakan kebalikan dari valued policy. Harga pertanggungan yang dicantumkan dalam polis diperlukan sebagai
43 H. Man Suparman Sastrawidjaya, 2004, Hukum Asuransi Perlindungan Tertanggung Asuransi Deposito, Usaha Perasuransian, PT Alumni, Bandung, h. 9
dasar untuk perhitungan premi asuransi dan batas maksimal ganti rugi. Bila harga pertanggungan Rp. 5 juta dan harga yang sebenarnya (real value) hanya Rp. 4 juta maka apabila dialami total loss maka ganti ruginya sesuai dengan real value. Jika dialami partial loss Rp 1 juta, maka ganti rugi Rp 1 juta karena jumlah ini merupakan kerugian yang sebenarnya. Bila barang yang rusak itu masih bisa dijual Rp 500. 000,- maka ganti rugi Rp. 500. 000,-
Bila harga pertanggungan Rp. 5 juta dan harga sebenarnya Rp. 6 juta. Bila dialami total loss, maka yang diganti Rp 5 juta. Kelebihan yang Rp. 1 juta dianggap tidak diasuransikan.
c. Polis perjalanan
Polis perjalanan menjamin insurable interest selama dalam perjalanan dari tempat pemberangkatan sampai dengan ke tempat tujuan. Kedua tempat itu harus disebutkan namanya di dalam polis perjalanan, misalnya dari Tanjung Priok ke London. Jalan yang ditempuh oleh alat pengangkut harus jalur yang lazim. Bila ada penyimpangan yang diperlukan dalam perjalanan, penyimpangan itu harus disebutkan dalam polis kontrak.
Polis perjalanan dapat digunakan untuk menanggung barang dalam perjalanan maupun dalam alat pengangkut. Polis perjalanan yang digunakan dalam pengangkutan melalui laut disebut voyage policy.
d. Polis waktu
Polis waktu merupakan polis yang terikat dengan jangka waktu, misalnya 6 bulan, 12 bulan atau lebih dari 12 bulan, yang lazim adalah 12 bulan. Premi dibayar dimuka ketika polis dikeluarkan oleh penanggung.