BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
2.5 Personal Hygiene
2.5.2 Macam-macam Tindakan Personal Hygiene
Menurut Potter dan Perry (2005) macam-macampersonal hygiene: 1. Kebersihan kulit
Kulit berfungsi sebagai pertukaran oksigen, nutrisi, dan cairan dengan pembuluh darah yang berada di bawahnya; mensintesa sel baru; dan mengeliminasi sel mati, sel yang tidak berfungsi. Sel-sel integumen memerlukan nutrisi dan hidrasi yang cukup untuk menahan cedera dan penyakit. Sirkulasi yang adekuat penting untuk memelihara kehidupan sel. Kulit seringkali merefleksikan perubahan pada kondisi fisik dengan perubahan pada warna, ketebalan, tekstur, turgor, temperatur, dan hidrasi. Umur mempengaruhi kondisi normal kulit dan tipe tindakan hygiene yang diperlukan. Dengan demikian anak-anak memiliki resistensi yang terbesar untuk infeksi dan iritasi kulit. Anak-anak lebih aktif bermain, dan ketiadaan kebiasaan hygiene yang dibentuk, perhatian terbesar diperlukan orangtua dan pemberi asuhan untuk memberikanhygienedan memulai pengajaran kebiasaanhygieneyang baik.
Salah satu cara untuk menjaga kebersihan kulit adalah dengan mandi. Dimana mandi bertujuan untuk: membersihkan kulit, yaitu pembersihan mengurangi keringat, beberapa bakteria, sebum dan sel kulit yang mati, yang meminimalkan iritasi kulit dan mengurangi kesempatan infeksi; stimulasi sirkulasi, yaitu sirkulasi yang baik ditingkatkan melalui penggunaan air hangat dan usapan yang lembut pada ekstremitas; peningkatan citra diri, mandi meningkatkan relaksasi dan perasaan segar kembali dan kenyamanan; pengurangan bau badan, yaitu sekresi keringat yang berlebihan dari kelenjar apokrin berlokasi di area aksila dan pubik menyebabkan bau badan yang tidak menyenangkan; dan peningkatan rentang gerak, yaitu gerakan ekstremitas selama mandi mempertahankan fungsi sendi.
Pembersihan mengangkat minyak yang berlebihan, keringat, sel kulit mati, dan kotoran yang meningkatkan perkembangan bakteri dapat dilakukan dengan mandi setiap hari. Setelah mandi seluruh tubuh dikeringkan supaya tidak terjadi kelembapan yang berlebihan yang akan menyebabkan maserasi kulit, yang meningkatkan perkembangan bakteri. Kebersihan kulit juga dijaga dengan membersihkan perineal setiap kali uang air besar dan buang air kecil, sebab sekresi keringat yang berlebihan dari kelenjar apokrin di daerah aksila dan pubis menyebabkan bau yang tidak sedap. Dan sekresi yang terakumulasi pada permukaan kulit sekitar genitalia berperan sebagai tempat penyimpanan infeksi.
2. Kebersihan kaki dan kuku
Kaki dan kuku seringkali memerlukan perhatian khusus untuk mencegah infeksi, bau dan cedera pada jaringan. Perawatan dapat digabungkan selama mandi atau pada waktu yang terpisah. Seringkali, orang tidak sadar akan masalah kaki dan kuku sampai terjadi nyeri atau ketidaknyamanan. Masalah dihasilkan karena perawatan yang salah atau kurang terhadap kaki dan tangan seperti menggigit kuku atau pemotongan yang tidak tepat, pemaparan dengan zat-zat kimia yang tajam, dan pemakaian sepatu yang tidak pas. Ketidaknyamanan dapat mengarah pada stres fisik dan emosional.
Jenis alas kaki yang dipakai dapat mempengaruhi masalah kaki dan kuku klien. Anak-anak seperti dewasa muda yang secara teratur gagal memakai kaus kaki akan memiliki keringat yang berlebihan yang meningkatkan pertumbuhan jamur. Sepatu sempit atau kurang pas, kaus kaki, ikat kaus kaki, atau stoking nilon sampai lutut dapat menyebabkan luka kulit tertentu dan
mengganggu sirkulasi kaki. Pengulangan pemakaian alas kaki juga menyebabkan infeksi. Karena itu gunakan kaus kaki dan stoking yang bersih setiap hari. Ganti kaus kaki dua kali sehari jika kaki berkeringat banyak. Kaus kaki harus bebas lubang atau jahitan yang menyebabkan tekanan. Dan jangan berjalan dengan kaki tanpa sepatu atau kaus kaki.
Beberapa masalah umum kaki dan kuku antara lain: infeksi jamur kaki (tinea pedis), kuku yang tumbuh ke dalam, dan bau kaki. Infeksi jamur kaki merupakan ketidaksamaan sisi dan keretakan kulit terjadi antara jari dan tumit kaki. Kaki yang melepuh kecil berisi cairan dapat terlihat. Masalah ini disebabkan pemakaian alas kaki yang ketat. Implikasi dari infeksi jamur dapat menyebar ke bagian tubuh yang lain, khususnya tangan. Hal ini sangat menular dan seringkali kambuh. Intervensi untuk mengatasi kondisi ini sebaiknya kaki berventilasi baik. Pengeringan kaki dengan baik setelah mandi dan penggunaan bedak membantu mencegah infeksi. Mengenakan kaus kaki atau stoking yang bersih mengurangi insiden. Masalah kuku yang tumbuh ke dalam yaitu dimana jari kaki atau jari tangan masuk ke dalam jaringan yang halus sekitar kuku. Kuku yang masuk ke dalam akibat dari pemotongan kuku yang tidak tepat. Hal ini bisa menyebabkan nyeri lokal jika terkena tekanan. Intervensinya adalah sering berendam pada larutan antiseptik yang panas dan pengangkatan bagian kuku yang telah tumbuh ke dalam bagian kulit. Masalah lain yaitu bau kaki, dimana hal ini terjadi karena akibat keringat yang berlebihan yang meningkatkan perkembangan mikroorganisme. Implikasinya yaitu dapat menyebabkan ketidaknyamanan akibat keringat yang berlebihan. Intervensinya yaitu pencucian yang sering, penggunaan
deodorant kaki dan bedak, dan pemakaian alas kaki yang bersih mencegah atau mengurangi masalah.
3. Kebersihan mulut
Hygiene mulut yang baik termasuk kebersihan, kenyamanan, dan kelembaban struktur mulut. Hygiene mulut membantu mempertahankan status kesehatan mulut, gigi, gusi, dan bibir. Menggosok membersihkan gigi dari partikel-partikel makanan, plak; memasase gusi; dan mengurangi ketidaknyamanan yang dihasilkan dari bau dan rasa yang tidak nyaman. Flossing membantu lebih lanjut dalam mengangkat plak dan tartar di antara gigi untuk mengurangi inflamasi gusi dan infeksi. Hygienemulut yang lengkap memberikan rasa sehat dan selanjutnya menstimulus nafsu makan. Sepanjang masa hidup seseorang, perubahan fisiologi mempengaruhi kondisi dan penampilan struktur rongga mulut. Anak dapat terjadi karies gigi pada gigi susu karena pola makan atau kurangnya perawatan gigi. Pada anak usia 8-6 tahun 20 gigi susu telah ada. Usia 2 tahun anak mulai menggosok gigi dan belajar praktik hygiene dari orangtua, karies gigi menjadi masalah jika mengabaikan kebersihan gigi. Pada usia 6 tahun, gigi bayi mulai tanggal dan digantikan gigi permanen.
Tujuan pembersihan mulut antara lain, supaya mukosa mulut terhidrasi dengan baik dan mulut tetap terasa nyaman. Dua tipe masalah besar mulut adalah karies gigi (lubang) yang paling sering dialami oleh orang muda dan penyakit periodontal yang sering dialami oleh orang dewasa. Perkembangan lubang merupakan proses patologi yang melibatkan kerusakan email gigi pada akhirnya melalui kekurangan kalsium. Selanjutnya dengan perkembangan lubang,
gigi menjadi kecoklatan atau kehitaman. Masalah mulut lainnya yaitu: halitosis (bau napas) yang merupakan akibat dari hygiene mulut yang buruk, pemasukan makanan tertentu, atau proses infeksi atau penyakit. Hygiene mulut yang tepat dapat mengeliminasi bau kecuali penyebabnya adalah kondisi sistemik seperti penyakit liver atau diabetes; keilosis, gangguan bibir yang retak terutama pada sudut mulut. Pemberian minyak pada bibir mempertahankan kelembaban, dan salep antijamur atau antibakteri memperkecil perkembangan mikroorganisme.
Mukosa, lidah, dan bibir akan menjadi merah muda, lembab, dan utuh serta gigi akan bebas dari partikel makanan jika dilakukan perawatan mulut setelah makan dan sebelum tidur, seperti menggosok gigi dengan sikat gigi lembut dengan gerakan horizontal dan mencuci mulut juga bibir. Hal ini akan meningkatkan jaringan gusi, mengurangi kotoran, dan menghasilkan pengontrolan plak. Sikat gigi yang lembut dengan gerakan horizontal membantu melindungi jaringan gusi yang lembut dan mencegah perdarahan. Gosok gigi dengan teliti sedikitnya empat kali sehari (setelah makan dan waktu tidur) adalah dasar program hygiene mulut yang efektif. Sikat gigi harus memiliki pegangan yang lurus, dan bulunya harus cukup kecil untuk menjangkau semua bagian mulut. Sikat gigi harus diganti setiap 3 bulan. Bahkan, permukaan sikat yang bulat dengan bulu yang lembut, banyak, dari nilon adalah yang terbaik. Bulu halus yang bundar menstimulasi gusi tanpa menyebabkan abrasi atau perdarahan. Baik sikat atau spon yang digunakan, membilas dengan teliti setelah menggosok gigi penting untuk mengurangi partikel makanan yang dikeluarkan atau kelebihan pasta gigi. Beberapa orang menyukai memakai obat kumur karena rasa yang menyenangkan.
Bagaimanapun penggunaan obat kumur dalam jangka waktu yang lama akan mengeringkan mukosa.
4. Kebersihan rambut
Rambut normal adalah bersih, bercahaya dan tidak kusut, untuk kulit kepala harus bebas dari lesi. Sepanjang hidup, perubahan dan perkembangan, distribusi, dan kondisi rambut dapat mempengaruhi hygiene yang dibutuhkan seseorang. Praktik keperawatan rambut yang baik harus dilakukan rutin untuk memenuhi kebutuhan hygiene seseorang. Perawatan rambut dan kulit kepala bertujuan untuk membersihkan kulit kepala dan rambut sehingga tetap terjaga sehat dan mencapai rasa nyaman dan harga diri yang baik.
Penyikatan yang sering membantu mempertahankan kebersihan rambut dan mendistribusi minyak secara merata sepanjang helai rambut. penyisiran hanya membentuk gaya rambut dan mencegah rambut kusut. Sisir bergerigi pendek cukup untuk rambut pendek, tapi sisir bergerigi panjang dipilih untuk rambut keriting. Sisir bergerigi tajam dan tidak beraturan dapat melukai kulit kepala. Selain dari itu, bersampo juga sangat mempengaruhi kebersihan kulit kepala dan rambut. Bersampo membuat rambut bersih. Frekuensi bersampo tergantung rutinitas pribadi sehari-hari dan kondisi rambut. Tetapi sampo yang tersisa menyebabkan rambut kusam. Sampo yang mengering menyebabkan iritasi kulit kepala.
5. Kebersihan mata, telinga, dan hidung
Perhatian khusus diberikan untuk membersihkan mata, telinga, dan hidung adalah saat mandi. Secara normal tidak ada perawatan khusus yang
diperlukan untuk mata karena secara terus-menerus dibesarkan air mata, dan kelopak mata dan bulu mata mencegah masuknya partikel asing. Seseorang hanya memerlukan untuk memindahkan sekresi kering yang terkumpul pada kantus sebelah dalam atau bulu mata. Pembersihan mata biasanya dilakukan selama mandi dan melibatkan pembersihan dengan waslap bersih yang dilembabkan dengan air. Sabun yang menyebabkan panas dan iritasi biasanya dihindari.
Hygienetelinga mempunyai implikasi utuk ketajaman pendengaran bila substansi lilin atau benda asing berkumpul pada kanal telinga luar, yang mengganggu konduksi suara. Pembersihan telinga merupakan bagian rutin dalam kegiatan mandi di tempat tidur. Pembersihan berakhir dengan waslap yang dilembabkan, dirotasikan ke kanal telinga dengan lembut, kerja terbaik untuk pembersihan.
Hidung memberikan indera penciuman tetapi juga memantau temperatur dan kelembapan udara yang dihirup serta mencegah masuknya partikel asing ke dalam sistem pernapasan. Pembersihan hidung biasanya dilakukan dengan mengangkat sekresi hidung secara lembut dengan menggunakan tissue. Hal ini menjadi hygiene harian yang diperlukan. Jika mengeluarkan kotoran dengan kasar bisa mengakibatkan tekanan yang mencederai gendang telina, mukosa hidung, dan bahkan struktur mata yang sensitif. Perdarahan hidung adalah tanda kunci dari pengeluaran yang kasar, iritasi mukosa, atau kekeringan.