Entri Sulistari dan Mei Wulandari
Program Studi Pendidikan Ekonomi, FKIP- Universitas Kristen Satya Wacana
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Pengaruh motivasi terhadap pengembangan profesi guru pada mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP UKSW, 2) Pengaruh kemandirian terhadap pengembangan profesi guru pada mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP UKSW, 3) Pengaruh motivasi dan kemandirian terhadap pengembangan profesi guru pada Pendidikan Matematika FKIP UKSW. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dan menggunakan teknik pengumpulan data berupa angket. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP UKSW angkatan 2013,2014, dan 2015 dengan sampel sebanyak 40 mahasiswa. Tekhnik analisis yang digunakan adalah regresi linear. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh persamaan regresi linear sebagai berikut Y = 0,695 + 0,648 X1 + 0,633 X2 artinya pengembangan profesi di pengaruhi oleh motivasi dan kemandirian. Berdasarkan analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa: 1) motivasi berpengaruh terhadap pengembangan profesi, hal ini dibuktikan dengan Y = 1,228 + 0,583 X1 yang artinya hipotesis diterima. 2) kemandirian berpengaruh terhadap pengembangan profesi, hal ini dibuktikan dengan Y = 0,859 + 0,745 X2 yang artinya hipotesis diterima. 3) motivasi dan kemandirian berpengaruh terhadap pengembangan profesi guru pada Pendidikan Matematika FKIP UKSW. Koefisien determinasi sebesar 69,5% yang berarti 69,5% pengembangan profesi dipengaruhi oleh motivasi dan kemandirian, sedangkan 30,5% dipengaruhi faktor lain.
Kata Kunci: kemandirian, motivasi, pengembangan profesi guru, pendidikan matematika
PENDAHULUAN
Guru sebagai pendidik yang profesional dapat dibentuk melalui pengembangan profesi mahasiswa FKIP berdasarkan ajaran-ajaran Ki Hajar Dewantara. Beberapa ajaran yang dapat dianut adalah ajaran mengenai pendidikan seumur hidup, dan sifat- sifat pemimpin menurut Ki Hajar Dewantara. Guna mencapai visi tersebut, maka proses pengembangan profesi dalam diri mahasiswa LPTK perlu berjalan dengan baik.
PROSIDING SEMINAR NASIONAL DAN BEDAH BUKU |FKIP UKSW, Sala} ~ a 24 Me~ 2016
Kurikulum 2013 yang sempat diterapkan oleh pemerintah mengharuskan guru untuk lebih mandiri dan kreatif. menurut Masrun (1986:8) Kemandirian adalah suatu sikap yang memungkinkan seseorang untuk bertindak bebas,, melakukan sesuatu atas dorongan sendiri dan untuk kebutuhannya sendiri tanpa bantuan dari orang lain, maupun berfikir dan bertindak original/kreatif, dan penuh inisiatif, mampu mempengaruhi lingkungan, mempunyai rasa percaya diri dan memperoleh kepuasan dari usahanya.
Kemampuan guru dalam menyampaikan materi kepada peserta didik sangat bergantung dengan bagaimana cara guru menyampaikan materi agar peserta didik mampu mengerti dan tertarik untuk belajar. Kebanyakan guru yang masih menggunakan metode belajarkuno atau tertinggal, dianggap murid sangat monoton. Apalagi jika guru mengajar hanya duduk saja.Tentu hal tersebut menyebabkan guru kurang mandiri dan membuat siswa enggan belajar.
Alasan guru dituntut untuk lebih kreatif adalah supaya guru lebih mandiri dalam menyiapakan materi. Siswa lebih mudah menangkap mata pelajaran yang disampaikan oleh guru ketika guru lebih giat dan kreatif dalam mendesain materi semenarik mungkin.Pemberian fasilitas yang dapat mendukung proses belajar mengajar pun turut diberikan, supaya pembelajaran lebih mudah dan modern. Ditambah lagi dengan tekhnologi yang sudah canggih, tentun mempermudahkan guru untuk menggali materi sebanyak-banyaknya dari berbagai sumber.
Terlepas dari kemandirian guru, tentu saja sebagai seorang guru wajib memberikan motivasi-motivasi belajar kepada siswa. Menurut Sadirman (2007:73) menyebutkan motivasi dapat diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motivasi belajar sangat dibutuhkan untuk membangun minat siswa dalam belajar. Ketika guru dengan rapi telah menyiapkan materi akan tetapi siswa tidak memiliki motivasi belajar. Tentu materi yang disampaikan oleh guru tidak akan direspon baik oleh siswa. Oleh sebab itu guru harus sering-sering memberikan energy positif kepada siswa, baik sebelum memulai belajar maupun setelah belajar.
Profesi guru tentu akan di sandang oleh mahasiswa yang mengambil jurusan FKIP, guru harus dibekali dengan pengetahuan yang luas dan kompetensi-kompetensi yang nantinya akan di terapkan ketika sudah terjun ke lapangan. Dalam paradigma
Jawa, pendidik diidentikan dengan guru, yang mempunyai makna “Digugu lan Ditiru”
artinya mereka yang selalu dicontoh dan dipatuhi.Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah seorang yang pekerjaannya (mata pencahariannya, profesinya) mengajar. Adapun pengertian profesi menurut Martinis Yamin (2006: 2-
Pe e g ofeeg n enddk em k n l dn e l d
3) menyatakan profesi merupakan seseorang yang menekuni pekerjaan berdasarkan keahlian, kemampuan, tehnik, dan prosedur berlandaskan intelektualitas.Dengan demikian profesi merupakan makna, bahwa profesi yang disandang oleh tenaga kependidikan atau guru, adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan pengetahuan, keterampilan, kemampuan, keahlian, dan ketelatenan untuk menciptakan anak memiliki perilaku suatu sesuai dengan yang diharapkan.
Sehingga secara garis besar Pengembangan profesi adalah kegiatan guru dalam rangka pengamalan ilmu dan pengetahuan, teknologi dan ketrampilan untuk meningkatkan mutu, baik bagi proses belajar mengajar dan profesionalisme tenaga kependidikan lainnya. Macam kegiatan guru yang termasuk kegiatan pengembangan profesi adalah: (1) mengadakan penelitian dibidang pendidikan, (2) Menemukan teknologi tepat guna dibidang pendidikan, (3) Membuat alat pelajaran/peraga atau bimbingan, (4) Menciptakan karya tulis, (5) Mengikuti pengembangan kurikulum (Zainal A& Elham R, 2007: 155).
Adapun tujuan penelitian ini adalah: 1) Adapun tujuan penelitian ini adalah: Mengetahui pengaruh kemandirian terhadap pengembangan profesi guru pada mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP UKSW. 2) Mengetahui pengaruh motivasi terhadap pengembangan profesi guru pada mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP UKSW. 3) Mengetahui pengaruh kemandirian dan motivasi terhadap pengembangan profesi guru pada mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP UKSW.
METODE PENELITIAN
Menurut Hadari Nawawi (2005:4), “metode adalah cara utama yang digunakan untuk mencapai tujuan”. Sedangkan menurut Sutrisno Hadi (2004:3), penelitian adalah
suatu usaha untuk membuka, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan usaha mana yang dilakukan dengan menggunakan metode-metode ilmiah, ilmu yang mebicarakan tentang ilmiah penelitian.
Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yaitu semua informasi diwujudkan dalam angka dan di analisis berdasarkan analisis statistic. Penelitian ini bersifat faktorial design yaitu dengan memperhatikan kemungkinan adannya variabel moderator yang mempengaruhi variabel independen terhadap variabel dependen (Sugiyono, 2015:113). Penelitian ini dimaksudkan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan dengan cara mencari besarnya pengaruh variabel independen dan dependen.
Penelitian ini dilakukan di FKIP UKSW yaitu pada mahasiswa Pendidikan Matematika angkatan 2013,2014 dan 2015 yang Populasinya dalam penelitian ini
PROSIDING SEMINAR NASIONAL DAN BEDAH BUKU |FKIP UKSW, Sala a 24 Me 2016 Descriptive Statistics Mean Std. Deviation N Pengembangan 3.3318 .60854 40 Kemandirian 3.3200 .46981 40 Motivasi 3.6112 .49283 40
adalah mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP UKSW angkatan 2013,2014, dan 2015 yang berjumlah 150 mahasiswa dengan sampel sebanyak 40 mahasiswa. Tekhnik analisis yang digunakan adalah regresi linear. Variabel dalam penelitian ini ada dua yaitu, yang pertama variabel pengembangan profesi (Y) dan variabel bebas yang mempengaruhi adalah motivasi (X1) dan kemandirian (X2). Instrument penelitian berupa item-item pertanyaan dalam bentuk angket.
HASIL PENELITIAN
Hasil penelitian terdiri dari perhitungan statistik deskriptif dan inferensial sebagaimana tercantum berikut ini.
Hasil Perhitungan Statistik Deskriptif
Perhitungan statistik deskriptif dari ketiga variabel penelitian adalah sebagai berikut.
Berdasarkan tabel di atas, tampak bahwa variabel pengembangan profesi memiliki rata-rata sebesar 3,33 dengan standar deviasi 0,6. Sedangkan variabel kemandirian memiliki rata-rata 3,32 dengan standar deviasi 0,47. Selain itu, variabel motivasi memiliki rata-rata 3,61 dengan standar deviasi 0,49. Angka-angka tersebut kemudian diuji dengan statistik inferensial untuk diketahui pengaruh setiap variabel independen terhadap dependen.
Hasil Perhitungan Statistik Inferensial
Hasil uji coba kemudian di analisis menggunakan uji regresi linear. Dimana variabel motivasi terdapat hasil Y = 1,228 + 0,583 X1 yang artinya hipotesis diterima. Variabel kemandirian Y = 0,859 + 0,745 X2 yang artinya hipotesis diterima. Kemudian pengaruh motivasi dan kemandirian di uji dengan pengembangan profesi menggunakan analisis regresi linear menghasilkan Y = 0,695 + 0,648 X1 + 0,633 X2. Artinya jika nilai koefisiensi regresi positif berarti variabel independen berpengaruh positif terhadap variabel dependen.
Pe e g ofe eg¡ ¡ n ¢ £¤¥ enddk £ ¦em¦ k §¨n¦ © ¡l¦ dn £eª ¡l d
Pengujian hipotesis menyatakan bahwa “Ada hubungan positif signifikan antara
motivasi dan kemandirian terhadap pengembangan profesi mahasiswa Pendidikan
Matematika FKIP UKSW”. Motivasi dan kemandirian yang diberikan oleh guru
sangat berpengaruh terhadap belajar mahasiswa. Dengan demikian motivasi dan kemandirian mempengaruhi pengembangan profesi guru. Karena dengan adanya dorongan guru yang kearah positif maka guru tersebut dapat dikatakan sebagai guru yang berhasil dalam mendidik siswa.
Tabel 1 Koefisien Regresi Pengaruh Kemandirian Terhadap Pengembangan Profesi
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) .859 .576 1.490 .144 Kemandirian .745 .172 .575 4.333 .000
Tabel 2 Koefisien Persamaan Regresi Pengaruh Motivasi Terhadap Pengembangan Profesi
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1.228 .644 1.908 .064 motivasi .583 .177 .472 3.299 .002
Tabel 3 Koefisien Regresi Pengaruh Kemandirian dan Motivasi Terhadap Pengembangan Profesi
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) .695 .638 1.090 .283 kemandirian .633 .250 .488 2.534 .016 motivasi .148 .238 .120 .624 .537
PROSIDING SEMINAR NASIONAL DAN BEDAH BUKU |FKIP UKSW, Sala« ¬ a 24 Me¬ 2016
KESIMPULAN
Berdasarkan dari penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa: 1) Kemandirian berpengaruh positif signifikan terhadap pengembangan profesi. 2) Motivasi berpengaruh positif signifikan terhadap pengembangan profesi. 3) Kemandirian dan Motivasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap pengembangan profesi. Berdasarkan kesimpulan tersebut, maka disarankan kepada pimpinan progdi, dosen, dan mahasiswa untuk meningkatkan kemandirian dan motivasi jika hendak meningkatkan pengembangan profesi mahasiswanya.
DAFTAR PUSTAKA
Hadari, Nawawi. 2005.Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Gajah Mada. Hadi, sutrisno. 2004.Penelitian Research. Yogyakarta: BPFE.
Arikunto,Suharsimi. 1990. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rieneka Cipta.
Denim, Sudarwan. 2011.Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Alfabeta. Denim, Sudarwan. 2002.Menjadi Peneliti Kualitatif. Bandung: Pustaka Setia. Hasibuan, Malayu, 2005: 43. Organisasi dan Motivasi. Jakarta: PT Bumi Aksara Martinis, Yamin. 2006. Profesionalisasi Guru dan Implementasi Kurikulum
Berbasis Kompetensi. Jakarta: Gaung Persada Press.
Sugiyono. 2005.Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Masrun.1986. “Studi Tentang Kemandirian Sebagai Kualitas Kemandirian”, Makalah Seminar Ilmu-ilmu Sosial:Mempersiapkan Masyarakat Masa Depan di Ujung Pandang.
Sadirman. 2007.Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Pandangan dan Kon®e¯°± ² ³ ´³´µ¶²·´¸¶ ³ ¹¶º» ± ¼ ¶² ½¶º ¶¾¿°À½ ÀÁ À û ¶º Ä ¶ ¼¶ ²
PANDANGAN DAN KONSEP PENDIDIKAN