• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANAGEMENT NUTRITION IN CHRONIC KIDNEY DISEASE

MANAGEMENT NUTRITION IN CHRONIC

Pendahuluan

Terapi nutrisi adalah asupan nutrient yang dihitung dan disesuaikan dengan kebutuhan dari seseorang yang tidak normal (atau sakit) dalam upaya mencapai target tertentu (mencegah malnutrisi, mengurangi overweight, dll). Pada keadaan gagal ginjal, ginjal tidak dapat secara memadai mengeluarkan nitrogen dan sisa metabolisme, baik akut, atau kronis fungsi ginjal menurun. Spektrum gejala dan keluhan dari ginjal akut sangat bervariasi mulai dari anuria sampai dengan urin output yang memadai, dan dari periode singkat menurunnya filtrasi glomerulus sampai dengankebutuhan terhadap terapi pengganti ginjal yang berkepanjangan. Untuk mencerminkan keragaman ini, the Acute Dialysis Quality Initiative Group merekomendasikan perubahan dalam terminologi dari gagal ginjal akut (acute kidney injury=AKI) Penyebab utama AKI termasuk sepsis, trauma, hipotensi, pemakaian kontras intravena, obat-obatan, dan sudah ada penyakit ginjal kronis (CKD).

Meskipun perbaikan dalam terapi dialisis dan pemberian dukungan nutrisi, mortalitas AKI terus di kisaran 50% -60%. Banyak pedoman yang dipakai untuk mengevaluasi bukti yang mendasari pemberian dukungan nutrisi untuk pasien dengan AKI dan pada pasien penyakit ginjal kronik (PGK).

Anemia Yang Disebabkan Oleh Sayuran Pada Penderita CKD Pada pasien atau orang yang didiagnosis dengan PGK, penting bagi mereka untuk memikirkan jenis diet yang cocok dan sesuai dengan keadaan ginjalnya, namun tetap dibutuhkan oleh tubuh. Ada beberapa jenis diet dan metode yang direkomendasikan untuk pasien dengan PGK untuk menunjang kesehatan dan kondisi dari proses pemulihan.

Salah satu pilihan metode diet adalah menjadi seorang vegetarian. Hal ini disebabkan bahwa salah satu program dari diet ginjal adalah untuk mengontrol atau membatasi masukan protein.

Bagaimanapun, tubuh tetap memiliki kebutuhan untuk protein dalam jumlah yang cukup, terutama bagi pasien PGK yang rutin menjalani hemodialisis. Namun hal ini tidak menjadi hambatan bagi vegetarian atau orang yang ingin menjadi vegetarian selama proses penyembuhan.

Dengan konsultasi bersama konsultan diet, mereka dapat mengkombinasikan jenis makanan dan merencanakan menu yang sesuai dengan kebutuhan ginjalnyaa.

Keuntungan dari diet vegetarian pada panderita PGK , sebagai sumber protein nabati adalah :

- Protenuria yang rendah

- Rendahnya hambatan untuk laju filtrasi glumerolus (LGF) dan aliran darah ginjal

- Kerusakan jaringan ginjal lebih rendah dibandingkan dengan protein hewani

- Kecenderungan untuk terbentuk kista ginjal lebih rendah - Meningkatkan lemak dalam darah

Sumber protein yang berasal dari daging, ikan dan hewan lainnya dapat digantikan dari sumber tumbuhan yang memiliki protein yang sama seperti kedelai, tahu, kacang – kacangan , gandum , dan lain-lainnya. Memodifikasi sumber protein lebih efektif dibandingkan mengurangi asupan protein tubuh, terutama pada pasien PGK dengan kegagalan ginjal yang progresif

Akan tetapi, diluar dari konteks kebutuhan nutrisi dan protein tubuh kita, ginjal juga dapat mengalami masalah dari akibat diet, misalnya terjadinya anemia. Hal ini disebabkan karena vegetarian tidak mendapatkan asupan vitamin B 12 dalam diet vegetariannya, dimana B 12 didapatkan dari sumber hewani seperti daging, ikan, telur dan susu.

Defisiensi Vitamin B12 dapat menyebabkan gangguan sumsum tulang dari saraf spinal untuk memproduksi sel darah merah ,dimana selama sel darah merah ada, zat besi , vitamin B 12 dan asam folat tetap ada.

Apabila terjadi kekurangan salah satu dari produk ini, maka produksi sel darh merah akan terganggu dan anemia akan terjadi. Anemia yang terjadi akibat kekurangan vitamin B12 disebut anemia pernisiosa.

Dalam hal ini, pasien dengan gangguan ginjal yang mengalami anemia akibat gangguan sekresi hormon eritropoetin dari ginjal, apabila menjalani diet vegetarian, akan memiliki resiko besar mengalami anemia berat.

Pasien yang menjalani diet vegetarian yang tidak mengkonsumsi makanan dari sumber hewani dapat menambahkan supplement vitamin B 12 dalam program dietnya untuk menjaga agar kebutuhan vitamin B12 nya tercukupi.

Makanan Yang Sebaiknya Dihindari Untuk Menjaga Kesehatan Ginjal

Makanan yang berbahaya bagi ginjal sering dikonsumsi dan mudah ditemukan. Banyak yang tidak menyadarinya sampai mereka mengalami gangguan ginjal. Dengan mengetahui lebih banyak makanan yang berbahaya bagi ginjal, masyarakat seharusnya lebih bisa menghindari makanan yang memiliki dampak buruk bagi ginjal.

Makanan tidak hanya memberikan manfaat sebagai sumber nutrisi dan memiliki fungsi yang baik bagi kesehatan, tetapi juga memiliki dampak terhadap kesehatan ginjal kita.

Makanan yang berbahaya bagi ginjal umumnya berasal dari sumber hewani. Pada dasarnya, protein sangat berguna untuk mempertahankan kesehatan tubuh, Akan tetapi, konsumsi yang berlebihan dapat membahayakan ginjal kita. Sumber protein yang berasal dari hewan seperti daging dan ikan mengandung pospor dan dan purine.

Kelebihan dari dua zat tersebut akan membahayakan ginjal. Purin dapat

dapat meningkatkan keasaman darah dan nyeri di sendi dan akhirnya akan mengakibatkan efek di ginjal.

Natrium yang terlalu tinggi juga akan memberikan efek yang tidak baik buat ginjal karena dapat meningkatkan tekanan darah sehingga akan merusak ginjal. Jumlah natrium yang tinggi ditemukan dalam garam, oleh karena itu kandungan garam harus dibatasi. Hindari makanan yang terlalu asin. Makanan dan minuman dalam kemasan biasanya memiliki kandungan natrium yang tinggi di setiap kemasannya.

Oleh karena itu, makanan dan minuman kemasan memiliki konsentrasi natrium yang tinggi.

Disamping makanan, ada juga minuman seperti teh, kopi , wine dan alkohol. Jenis minuman ini dapat menyebabkan penimbunan batu di ginjal. Makanan yang berbahaya lainnya juga didapatkan pada makanan dengan kadar kalium yang tinggi. Terlalu banyak kalium akan meningkatkan kadar cairan di tubuh dan akhirnya menghancurkan sistem kerja ginjal.

Makanan yang mengandung phospor tinggi juga merupakan salah satu jenis makanan yang membahayakan ginjal. Makanan tinggi phospor biasanya ditemukan pada makanan dengan kandungan coklat, susu, kacang, dan bermacam – macam buahan. Kelebihan jumlah fosfor dalam tubuh dapat menghambat penyerapan kalsium yang dapat mempengaruhi ginjal. Untuk membantu kerja ginjal yang optimal, anda harus menjalani hidup sehat dengan mengkonsumsi banyak air putih, dan harus memperhatikan makanan yang berbahaya bagi ginjal

Diet Pada Penderita Hipertensi, Hiperkolesterolemia dan Hiperurisemia

Resep sederhana untuk meningkatkan kondisi tubuh adalah dengan makan dan olahraga yang tidak berlebihan. Akan tetapi, apa yang terjadi adalah salah satu nya tidak melengkapi yang lain. Selain itu banyaknya penyakit degenaratif membuat keadaan sulit untuk diobati.

Adanya keanekaragaman metabolisme manusia menyebabkan meningkatnya resiko penyakit. Banyak orang menderita darah tinggi, sementara yang lainnya mengalami peningkatan kolesterol dalam darah yang akan menyebabkan penyakit jantung koroner

Diet Rendah Garam

Untuk pasien dengan hipertensi (peningkatan tekanan darah), atau penyakit ginjal, hanya sedikit masukan garam yang dibutuhkan.

Pengurangan jumlah garam tidak diterapkan pada seluruh jenis garam, namun pengurangan itu maksudnya adalah mengurangi jumlah dari garam atau natrium klorida sebagai tambahan dalam makanan terutama makanan yang mengandung MSG dan sodium karbonat

Direkomendasikan pada pasien untuk mengkonsumsi garam ( garam iodium) tidak lebih dari 6 gram per hari, setara dengan 1 sendok teh. Diet diatur untuk membantu menurunkan tekanan darah yang tinggi dan mengurangi penumpukan dari garam atau air di jaringan tubuh. Lebih mudah untuk menjalani diet ini, karena hanya mengubah diet sesuai penyakit, mengurangi kalori, konsumsi protein dan mineral sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Untuk memudahkan diet, cobalah untuk : - Jangan meletakkan garam di meja makan

- Memilih sayuran segar. Makanan kalengan mengandung banyak garam. Jika ingin mengkonsumsi sayuran kalengan, sebaiknya dicuci dahulu dengan air sebelum dimakan untuk mengurangi garam yang terkandung dalam makanan tersebut - Memilih buah segar, karena buah segar umumnya memiliki

kandungan natrium yang rendah, namun tinggi akan kalium - Menggunakan penyedap alami pada makanan seperti bawang

putih, bawang merah, jahe, kunyit, garam, gula atau cuka - Memilih makanan ringan sejenis kacang , biskuit atau

makanan ringan lain yang tidak mengandung banyak garam - Hindari kecap, MSG, touco dalam makanan yang anda

konsumsi

- Diet rendah kolesterol

Diet rendah kolesterol biasanya dijalani pada pasien yang tinggi kolesterol dan pasien dengan gangguan jantung. Sesuai dengan mekanismenya, kolesterol yang tinggi akan memicu penyumbatan pembuluh darah yang dapat menyebabkan resiko untuk serangan jantung.

Pada dasarnya, tubuh manusia membutuhkan kolesterol sebagai bagian untuk pertahanan sel seperti vitamin D, hormon anabolik, dan empedu.

Kegunaan diet ini adalah untuk menjaga kecukupan jumlah kolesterol di dalam darah , yang secara tidak langsung bersamaan dengan proses penurunan berat badan. Dalam diet, disarankan makan dalam jumlah sedikit tapi sering.

Hindari makanan yang mengandung lemak jenuh, yang umumnya ditemukan dalam daging sapi, daging domba, daging babi, susu, cream , mentega, kuning telur, dan keju. Disamping dari bahaya lemah jenuh, terdapat ancaman bahaya lemak yang bisa didapatkan dari sayuran, seperti minyak kacang dan dan minyak kelapa. Minyak ini sering dimanfaatkan dan disalahpersepsikan oleh para pedagang dalam penjualan minyak goreng. Masyarakat dikenalkan minyak goreng yang terbuat dari nabati seperti minyak kacang, minyak biji kapas, minyak kedelai, minyak jagung, dan minyak biji matahari. Memang benar bahwa minyak nabati yang berasal dari tumbuhan mengandung lemak tidak

jenuh dalam kandungannya. Akan tetapi sedikit yang mengetahui bahwa lemak jenuh tetap akan ada saat minyak tersebut masuk dalam proses pencernaan.

Bagaimanapun meyakinkannya minyak goreng nabati karena mengandung lemak tidak jenuh, namun saat ia masuk kedalam tubuh manusia, akibat reaksi alami proses pencernaan , pada akhirnya lemak tak jenuh tersebut akan berubah menjadi asam lemak jenuh. Fokusnya adalah mengurangi makanan berminyak. Apabila hal itu telah terjadi, segera imbangi dengan olahraga, sehingga lemak jenuh akan dibakar menjadi energi. Mulailah untuk memilih makanan dengan tinggi karbohidrat atau serat seperti roti, nasi, gandum. Ayam dapat dikonsumsi tanpa kulit.

Untuk tambahan dapat ditambah dengan putih telur. Jangan lupa mengurangi makanan yang kaya akan gula seperti es krim, coklat, minuman ringan dan lainnya.

Diet Purin

Mengurangi konsumsi purin diperlukan pada pasien dengan gangguan asam urat, dimana hal ini sangat dipengaruhi oleh gaya hidup dan diet. Diet rendah purin bertujuan untuk mengurangi makanan kaya akan purin seperti sarden, kale, jeroan,bayam. Jika normal kebutuhan purin berkisar antara 600 – 1000 mg, pada program diet purin dikurangi sekitar 120 – 150 mg. Dengan diet purin, kandungan purin bisa berkurang di dalam darah dan meningkatkan pengeluaran asam urat.

Diet purin dapat dilakukan dengan tips berikut :

- Mengonsumsi kalori, protein, mineral, dan vitamin sesuai dengan kebutuhan tubuh

- Dengan menggunakan makanan tinggi karbohidrat, dapat mengurangi asam urat dari urin. Karbohidrat kompleks yang dibutuhkan lebih dari 100 g/ hari. karbohidrat kompleks terdapat pada ubi, roti, dan kentang.

- Diet rendah lemak juga dibutuhkan karena lemak memiliki kecenderungan untuk menghambat pengeluaran asam urat - Disamping diet rendah lemak, diet rendah protein juga

dibutuhkan, karena protein bisa meningkatkan level asam urat dalam darah. Jumlah protein yang direkomendasikan untuk pasien maksimal berkisar 50 – 70 g/hari

- Untuk mengurangi kelebihan asam urat dan mencegah penumpukan asam urat di ginjal, cobalah untuk minum 2 – 3liter/ hari

- Jauhi alkohol, karena alkohol dapat mencegah pelepasan asam urat dalam tubuh

Buah dan Pasien Dengan Penyakit Ginjal

Berdasarkan paradigma yang menunjukkan bahwa buah-buahan mampu menyediakan nutrisi terbaik untuk tubuh, masyarakat sering percaya bahwa seseorang yang sedang sakit membutuhkan tambahan buah semasa dalam tahap penyembuhan. Tapi sayangnya tidak semua penyakit bisa disembuhkan dengan buah-buahan . Beberapa penyakit malah bisa bertambah buruk akibat buah- buahan, salah satunya adalah penyakit ginjal.

Bertambahnya asam akan mengganggu sistem kerja ginjal, terutama ginjal yang telah mengalami perburukan dibandingkan ginjal pada orang yang sehat. Jika kita mengkonsumsi buah yang mengandung banyak zat asam, ada kemungkinan ginjal akan mengalami inflamasi, infeksi atau bahkan akan mencetuskan terjadinya batu ginjal.

Melihat hal ini, kita harus melakukan konsultasi kesehatan dengan para ahli secara rutin pada pasien dengan penyakit ginjal. Hal ini dimaksudkan kita harus meningkatkan kondisi ginjal dibandingkan mengabaikannya akibat kerja yang berlebihan akibat asupan buah – buahan.

Bagaimana Seharusnya Makan Penderita Gagal Ginjal Kronik?

Ada kegagalan fungsi ginjal yang telah berlangsung lama pada penderita dengan gagal ginjal kronik. Diet disesuaikan dengan kebutuhan untuk menjaga kecukupan asupan makanan dan nutrisi seimbang tanpa mengganggu fungsi ginjal, dan meminimalkan kerusakan ginjal.

Diet pada pasien dengan gagal ginjal kronik pada dasarnya memperlambat penurunan fungsi ginjal dengan cara mengurangi kerja nefron dan mengurangi kadar urea darah.

Diet Yang Dibutuhkan Bagi Penderita PGK

Normalnya pasien dengan PGK memerlukan 35 kkal/kgBB.

Pada pasien geriatri ( lebih dari 60 tahun), kalori yang dibutuhkan adalah 30 kkal/kgBB , sesuai dengan komposisi berikut :

- Karbohidrat sebagai sumber energi sebanyak 50 – 60 % dari total kalori

- Protein untuk mempertahankan jaringan tubuh dan mengganti kerusakan sel sekitar 0,6 g/KgBB. Jika masukan energi tidak cukup, proteinbisa diberikan sampai 0,75g/Kg. Protein yang diberikan kurang dari normal, oleh karena itu disebut diet rendah protein. Disarankan 50% protein yang dikonsumsi adalah protein hewani . Anda dapat menggantinya dengan protein nabati yan berasal dari kedelai segai variasi menu.

- Lemak dibutuhkan untuk energi sebesar 30 %, lebih disarankan lemak tak jenuh.

- Kebutuhan cairan disesuaikan dengan jumlah urin output dalam 24 jam ditambah IWL

- Garam disesuaikan dengan ada tidaknya hipertensi. Sebagaimana proses keseimbangan cairan tubuh . restriksi garam berkisar antara 2,5 – 7,6 g/ hari sampai 1000 – 3000 mg natrium / hari - Kalium disesuaikan dengan ada tidaknya hiperkalemia , 40 – 70

meq/ hari

- Jumlah fosfor yang disarankan ≤ 10 mg/ kg/ hari - Kalsium 1400 – 1600 mg/ hari

DAFTAR PUSTAKA

Cano NJM, Aparico M, Brandori G, Carero JJ, Cianciaruso B, Fiaccadusi E et al. ESPEN Guidelines on Parenteral Nutrition : Adult Renal Failure. Clinical Nutrition 28 (2009) 401–414.

Brown RO, Charlene Compher, and the American Society for Parenteral and Enteral Nutrition (A.S.P.E.N.) Board of Directors. A.S.P.E.N.

Clinical Guidelines: Nutrition Support in Adult Acute and Chronic Renal Failure JPEN J Parenter Enteral Nut 2010 34: 366.

Kondrup J, Allison S.P, Elia M, Vella B and Plauth M. ESPEN Guidelines for Nutrition Screening 2002. Clinical Nutrition (2003) 22(4): 415–421

Locatelli F, Fouque D, Heimburger O, Drueke T.B, Cannata J.B, Horl W.H, et al. Nutritional status in dialysis patients : a European consensus. Nephrol Dial Transplant (2002) 17:563-572.

Lochsa H, Allisonb S.P, Meierc R, Pirlicha M, Kondrupd J, Schneidere St, et al. Introductory to the ESPEN Guidelines on Enteral Nutrition: Terminology, Definitions and General Topics. Clinical Nutrition (2006) 25, 180–186.

Singer P, Berger M.M, Berghe G.V, Biolo G, Calder P, Forbes A, et al.

ESPEN Guidelines on Parenteral Nutrition: Intensive care. Clinical Nutrition 28 (2009) 387–400