• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manajemen BBLR dengan Perawatan Metode Kanguru

BAKSOKUDOPN

C. Manajemen BBLR dengan Perawatan Metode Kanguru

Bayi dengan berat lahir rendah (BBLR) merupakan penyumbang tertinggi angka kematian neonatal (AKN), di samping asfiksia dan infeksi. Dari sekitar 4 juta kematian neonatal di dunia, prematur dan BBLR menyumbang lebih dari seperlima kasus, dan Indonesia terdaftar sebagai negara di urutan ke-8 berdasarkan jumlah kematian neonatal per tahun menurut data WHO.

Prevalensi BBLR berdasarkan Riskesdas 2010 11,1% dan Riskesdas 2013 10,2%. sehingga perlu dilakukan berbagai upaya untuk menurunkan BBLR.

1. Manajemen BBLR

Manajemen BBLR dengan menggunakan perawatan metode kanguru merupakan salah satu cara untuk mengurangi kesakitan dan kematian yang disebabkan oleh BBLR.

2. Tujuan

Tujuan penerapan PMK untuk BBLR adalah menurunkan angka morbiditas dan mortalitas BBLR serta menurunkan rujukan BBLR ke rumah sakit.

a. Pengertian BBLR

BBLR adalah berat bayi saat dilahirkan tidak mencapai 2500 gram tanpa memandang usia kehamilan.

b. Etiologi BBLR

Sering faktor penyebab tidak diketahui atau kalaupun diketahui faktor penyebabnya tidaklah berdiri sendiri, antara lain sebagai berikut:

1) faktor genetik/kromosom;

2) infeksi;

114

3) bahan toksik;

4) radiasi;

5) insufisiensi atau disfungsi plasenta;

6) faktor nutrisi;

7) faktor lainnya, seperti merokok (atau perokok pasif), minum alkohol, bekerja berat masa hamil, kehamilan ganda, plasenta previa, obat-obatan dan sebagainya.

c. Penanganan BBLR

1) Mempertahankan suhu dengan ketat

BBLR mudah mengalami hipotermia, jadi suhu tubuhnya harus dipertahankan jangan sampai hipotermi. Jaga bayi tetap hangat.

2) Mencegah infeksi

BBLR sangat rentan terhadap infeksi. Karena itu, perhatikan prinsip-prinsip pencegahan infeksi, termasuk mencuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir sebelum dan sesudah memegang bayi.

3) Pengawasan nutrisi/ASI

Refleks menelan BBLR belum sempurna. Oleh sebab itu, pemberian nutrisi harus dilakukan dengan cermat.

4) Penimbangan ketat

Perubahan berat badan mencerminkan kondisi gizi/nutrisi bayi dan erat kaitannya dengan daya tahan tubuh. Oleh sebab itu, penimbangan berat badan harus dilakukan dengan ketat.

2. Perawatan Metode Kanguru

Kangaroo Mother Care (KMC) atau Perawatan Metode Kanguru (PMK) merupakan salah satu metode perawatan bayi berat lahir rendah untuk mencegah terjadinya hipotermi. PMK pertama kali diperkenalkan oleh Ray dan Martinez di Bogota, Kolombia pada tahun 1979. PMK merupakan alternatif pengganti incubator dalam perawatan BBLR.

Perawatan Metode Kanguru merupakan cara merawat bayi dalam keadaan telanjang (bayi hanya memakai popok dan topi), bayi diletakkan

115

secara vertikal/tegak di dada antara kedua payudara ibu (ibu dalam keadaan telanjang dada), kemudian diselimuti (Maryunanik A, 2009).

a. Pengertian Perawatan Metode

Perawatan Metode Kanguru adalah suatu cara agar BBLR terpenuhi kebutuhan khusus mereka terutama dalam mempertahankan kehangatan suhu tubuh (Kemenkes RI, 2012).

b. Prinsip PMK

Prinsip metode ini adalah menggantikan perawatan bayi baru lahir dalam inkubator dengan meniru kanguru. Ibu bertindak seperti kanguru yang mendekap bayinya dengan tujuan mempertahankan suhu bayi stabil dan optimal (36,5–37,50 derajat C). Suhu optimal ini diperoleh dengan kontak langsung kulit bayi dengan secara terus-menerus.

c. Tujuan Penerapan PMK

Tujuan penerapan PMK adalah menurunkan morbiditas dan mortalitas BBLR serta menurunkan rujukan ke rumah sakit.

e. Manfaat PMK

Perawatan Metode Kanguru dapat memberikan manfaat bagi bayi, ibu, ayah, petugas kesehatan, dan institusi rumah sakit.

1) Manfaat bagi Bayi

• Stabilisasi suhu: bayi cepat hangat dan kehangatan dapat terjaga (termoregulasi) yaitu 36,5– 7,5⁰C.

• Stabilisasi laju denyut jantung.

• Stabilisasi pernapasan, napas menjadi teratur.

• Perilaku bayi lebih baik, menangis berkurang.

• Bayi menjadi lebih sering menyusu dan lebih lama.

• Kenaikan berat badan lebih baik, pertumbuhan lebih baik.

• Lebih cepat tidur.

• Tidur lebih lelap, waktu tidur bayi lebih lama.

• Hubungan lekat bayi dan ibu lebih baik.

116

• Berkurangnya kejadian infeksi.

• Bayi merasa lebih aman dan nyaman.

2) Manfaat PMK bagi Ibu

• Mempermudah pemberian ASI.

• Meningkatkan produksi ASI.

• Meningkatkan rasa percaya diri ibu.

• Meningkatkan hubungan kedekatan dan kasih sayang ibu dengan bayi.

• Memberikan ketenangan pada ibu.

• Ibu dapat beraktifitas lebih cepat.

3) Manfaat bagi Ayah

• Meningkatkan peran ayah dalam perawatan bayi.

• Meningkatkan kelekatan ayah dan bayi (bonding).

4) Manfaat bagi Petugas Kesehatan

• Dapat diterapkan dengan kondisi tenaga kesehatan maupun alat yang kurang memadai, ibu lebih berperan dalam perawatan bayi.

• Bayi dapat dipulangkan lebih cepat.

5) Manfaat bagi Institusi Rumah Sakit

• Lama perawatan bayi lebih pendek

• Efisiensi anggaran (penggunaan fasilitas incubator berkurang) e. Syarat melakukan Perawatan Metode Kanguru

Syarat melakukan PMK menurut Kemenkes RI ( 2012), antara lain 1) bayi memiliki berat lahir < 2500 gram; 2) bayi tidak mengalami kesulitan bernapas; 3) bayi tidak mengalami kesulitan minum; 4) bayi tidak kejang; 5) bayi tidak diare; 6) ibu, bapak, dan keluarga bersedia dan tidak sedang sakit f. Edukasi ibu

1) Diskusikan PMK dengan ibu sesegera mungkin.

2) Tawarkan sebagai metode alternative dari metode konvensional (inkubator) saat bayi sudah siap.

117

3) Jelaskan keuntungan metode ini.

5) Hindarkan bayi dari indoor dan outdoor pollution (asap rook, asap dapur, asap pembakaran sampah, serta asap kendaraan bermotor).

6) Jika terdapat kendala, bicarakan dan cari jalan keluarnya.

7) Ibu harus mendapat support oleh tenaga kesehatan.

8) PMK dapat dilakukan oleh ibu, bapak, dan anggota keluarga lain yang sehat.

g. Pelaksanaan Perawatan Metode Kanguru

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan Perawatan Metode Kanguru sebagai berikut:

1) Posisi Melakukan PMK

• Bayi telanjang dada (hanya memakai popok, topi, kaus tangan, kaus kaki), diletakkan telungkup di dada dengan posisi tegak atau diagonal.

Tubuh bayi menempel/ kontak langsung dengan ibu.

• Atur posisi kepala, leher dan badan dengan baik untuk menghindari terhalangnya jalan napas. Kepala menoleh ke samping di bawah dagu ibu (ekstensi ringan).

• Tangan dan kaki bayi dalam keadaan fleksi seperti posisi “katak” .

• Kemudian “fiksasi” dengan selendang atau baju kanguru.

• Ibu mengenakan pakaian/blus longgar sehingga bayi berada dalam 1 pakaian dengan ibu. Jika perlu, gunakan selimut.

• Selain ibu, ayah dan anggota keluarga lain bisa melakukan metode kanguru.

2) Nutrisi

Dengan PMK frekuensi menyusui meningkat karena ibu menjadi lebih cepat tanggap apabila bayi ingin menyusu. Bayi bisa menyusu lebih lama dan lebih sering. Apabila bayi tidak mampu menelan ASI, dapat dilakukan

118

pemasangan Oro Gastric Tube (OGT) untuk kemudian dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

3) Dukungan

Tenaga kesehatan memberi dukungan dan memastikan ibu dan keluarga mampu melaksanakan PMK. Keluarga memberi dukungan emosional dan psikis kepada ibu dalam pelaksanaan PMK. Kunjungan neonatal pada BBLR lebih sering daripada bayi lahir berat normal, sangat bergantung pada kondisi bayinya, sehingga pada saat pelayanan neonatal bidan atau perawat harus terus mendorong ibu dan keluarga melaksanakan PMK sampai berat bayi di atas 2.500 gram.

4) Pemantauan

BBLR yang dirawat di fasilitas kesehatan yang dapat dipulangkan lebih cepat (berat 2.000 gram) harus dipantau untuk tumbuh kembangnya. Apabila didapatkan tanda bahaya harus dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

Kunjungan BBLR minimal dua kali dalam minggu pertama, dan selanjutnya sekali dalam setiap minggu sampai berat bayi 2.500 gram.

Pada saat memberikan pelayanan neonatal baik bidan maupun perawat menggunakan form MTBM sebagai standar pelayanan.

Hal-hal yang perlu dipantau selama PMK sebagai berikut.

• Pastikan suhu aksila normal (36,5⁰C–37,5⁰C).

• Pastikan pernapasan normal (30–60 ×/menit)

• Pastikan tidak ada tanda bahaya.

• Pastikan bayi mendapatkan ASI yang cukup (minimal menyusu setiap 2 jam).

• Pastikan pertumbuhan dan perkembangan membaik (berat badan akan turun pada minggu pertama antara 10–15%), pertambahan berat badan pada minggu kedua adalah 15 gram/kg/hari.

119