BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
2.3. Perilaku Sehat
2.3.2 Manajemen Kognitif Gejala
Kewaspadaan terhadap perubahan tanda-tanda fisik dan emosional dan gejala untuk menentukan tindakan yang diperlukan dalam merespon ketika terjadi tanda-tanda dan gejala. Ini meliputi upaya untuk mempertahankan kesehatan dengan mengatur aktifitas yaitu dapat mengenal perubahan yang terjadi, dapat mengambil keputusan yang tepat untuk penanganan, melaksanakan pengobatan, dan mengevaluasi terhadap tindakan yang telah dilakukan. Pasien Hipertensi mungkin membutuhkan terapi obat untuk menurunkan tekanan darah (Riegel, Jaarson & Stromberg, 2012).
Strategi kognitif koping, strategi kognitif mungkin bermanfaat untuk menghilangkan tekanan, kecemasan berlebihan, menurunkan ketakutan, dan meningkatkan relaksasi. Contohnya seperti beberapa strategi sebagai berikut : imageri : pasien berkonsentrasi pada pengalaman yang menyenangkan atau pemandangan yang tenang, Distraksi : pasien berpikir pada kisah yang menyenangkan atau cerita syair atau lagu yang di sukai, berkata pada diri sendiri dengan optimis : pasien membacakan pikiran dengan optimis (“Aku tahu semua akan baik-baik saja”), terapi musik : pasien mendengarkan musik yang menenangkan (mudah dikelola, tidak mahal, intervensi non invasif) (Smeltzer &
Bare, 2010).
2.3.2.1 Relaksasi Sebagai Manajemen Kognitif Gejala
Tekhnik relaksasi dapat membantu dalam manajemen berbagai kondisi kesehatan, termasuk cemas yang berhubungan dengan penyakit atau prosedur medis, kesulitan tidur, nyeri persalinan, mual induksi kemoterapi, dan disfungsi
join tempomandibular. Terapi psikologi, yang mengandung teknik relaksasi, dapat membantu memanajemen sakit kepala kronik dan tipe nyeri kronik lainnya pada anak-anak dan dewasa. Teknik relaksasi secara umum aman untuk orang sehat, walaupun ada beberapa laporan pengalaman kurang menyenangkan seperti peningkatan cemas. Orang dengan gangguan fisik serius atau masalah kesehatan mental harus mendiskusikan pelaksanaan teknik relaksasi dengan pemberi layanan kesehatan. Teknik relaksasi merupakan keterampilan, dan keterampilan yang sama lainnya, membutuhkan sebuah praktik. Orang yang sering menggunakan teknik relaksasi memberikan manfaat yang baik untuk kesehatan. Secara rutin, frekuensi praktik merupakan hal yang utama jika menggunakan tekhnik relaksasi untuk membantu manajemen masalah kesehatan kronik. Penggunaan berkelanjutan sangat efektif dibandingkan penggunaan jangka pendek.
Manfaat Relaksasi Bagi Hipertensi yaitu membantu mengelola stres. Stres dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah jangka pendek, dan respons relaksasi menunjukkan penurunan tekanan darah dalam jangka pendek, ini memungkinkan seseorang membutuhkannya untuk pengobatan hipertensi. Stress dapat dicegah, tapi pasien dapat menetralkan efek negatif dengan belajar bagaimana membangkitkan respon relaksasi, keadaan istirahat yang tenang adalah respon sebaliknya dari stress. Respon relaksasi membawa tubuh kembali dalam keseimbangan yaitu dengan : menarik napas dalam, mengurangi hormon stress, menurunkan denyut jantung dan tekanan darah dan merilekskan otot-otot tubuh.
Sebagai tambahan untuk efek pada tubuh, penelitian menunjukkan bahwa respon relaksasi juga meningkatkan energi dan fokus, melawan penyakit, meredakan
nyeri, meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan meningkatkan motivasi dan produktivitas. Dari semuanya yang baik adalah dengan sedikit latihan siapapun dapat mendapatkan manfaat yang banyak.
2.3.2.2 Napas Dalam
Dengan fokus penuh, napas bersih, bernapas dalam sederhana namun kuat teknik relaksasi. Mudah dipelajari, dapat dipraktekkan hampir di mana saja, dan menyediakan cara cepat untuk mengecek tingkat stres bernapas adalah landasan dari banyak praktik relaksasi lainnya, juga dapat dikombinasikan dengan elemen santai lain seperti aromaterapi dan musik. Hal ini hanya memerlukan beberapa menit dan tempat untuk berbaring. Kunci untuk bernapas dalam adalah bernapas dalam dari perut, mendapatkan udara segar sebanyak mungkin dalam paru-paru.
Ketika mengambil napas dalam dari perut, bukan napas dangkal dari bagian atas dada, menghirup lebih banyak oksigen. Semakin banyak oksigen yang didapatkan, mengurangi ketegangan, sesak napas, dan cemas.
2.3.2.3 Relaksasi otot progresif untuk menghilangkan stress
Relaksasi otot progresif adalah strategi lain yang efektif dan banyak digunakan untuk menghilangkan stres. Ini melibatkan dua langkah proses di mana ketika kelompok otot yang berbeda sistematis tegang dan rileks dalam tubuh.
Dengan latihan teratur, relaksasi otot progresif memberi kebiasaan dengan ketegangan sebagai relaksasi yang komplit yang terasa di berbagai bagian tubuh.
Kesadaran ini membantu melihat dan menangkal tanda-tanda pertama dari ketegangan otot yang menyertai stres. Dan semua tubuh relaks, sehingga membuat pikiran menjadi tenang. Dapat menggabungkan pernapasan dalam
dengan relaksasi otot progresif sebagai tambahan untuk menghilangkan tingkat stress.
2.3.2.4 Visualisasi (Imajinasi terbimbing/Guide Imagery)
Imajinasi terbimbing dapat digunakan untuk menghilangkan stress.
Visualisasi, atau citra dipandu adalah variasi pada meditasi tradisional yang dapat membantu menghilangkan stres. Ketika digunakan sebagai teknik relaksasi, citra dipandu melibatkan membayangkan sebuah adegan di mana seseorang merasa damai, bebas untuk melepaskan semua ketegangan dan kecemasan. Pilih pengaturan apa pun yang paling menenangkan untuk, apakah suasana tropis pantai, tempat masa kecil favorit, atau lembah berhutan yang tenang. Pasien dapat melakukan latihan visualisasi ini pada diri sendiri, dengan bantuan seorang terapis, atau menggunakan rekaman audio (USDH & HSNC, 2016; FCS, 2016)
Penelitian tentang hasil dari program manajemen diri penyakit kronis terhadap status kesehatan, perilaku sehat dan perawatan kesehatan didapatkan adanya peningkatan manajemen kognitif gejala (Brady et al, 2013). Hasil penelitian yang menilai efektifitas relaksasi audio pada lansia dengan hipertensi menunjukkan selama 4 minggu untuk menurunkan tekanan darah dan denyut jantung di dapatkan adanya penurunan tekanan darah sistolik sebesar 3% dengan mean penurunan 5,1 mmHg. Pada tekanan darah diastolik rata-rata penurunan 4,8% dengan mean penurunan 3,3 mmHg setelah intervensi. Latihan relaksasi dapat mendukung penurunan gejala seperti stress, penurunan denyut jantung dan menurunkan tekanan darah (Tang, Harms & Vezeau, 2008). Peran tenaga kesehatan adalah menyediakan banyak waktu dan mendukung proses perawatan
pasien hipertensi untuk meningkatkan efisiensi perilaku manajemen diri.
Kepercayaan diri yang rendah dapat menurunkan motivasi pasien untuk mencoba atau memelihara perilaku manajemen diri (Balduino et al, 2013).