• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA TEORITIS DAN KERANGKA BERPIKIR

2.2 Kerangka Teoritis

2.2.1 Manajemen Pendidikan Karakter

Manajemen pendidikan terdiri dari dua kata, yaitu manajemen dan pendidikan. Secara bahasa (etimologi) manajemen berasal dari kata kerja “to manage” yang berarti mengatur (Hasibuan, 2007:1).

Adapun menurut istilah terminologi terdapat banyak pendapat mengenai pengertian manajemen salah satunya menurut Terry manajemen adalah suatu proses khas yang terdiri atas tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian untuk menentukan serta mencapai tujuan melalui pemanfaatan SDM dan sumber daya lainnya. (Syaiful, 2013:16). Menurut Sisk mendefinisikan Management is the coordination of all resources throughthe processes of planning, organizing, directing and controlling in order to attain sted objectivies. Artinya manajemen adalah pengkoordinasian untuk semua sumber-sumber melalui proses-proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengawasan di dalam ketertiban untuk tujuan (Sisk, 1999:6).

Selanjutnya, mengenai pembelajaran berasal dari kata “instruction” yang berarti “pengajaran”. Pembelajaran pada hakikatnya adalah suatu proses interaksi antara anak dengan anak, anak dengan sumber belajar, dan anak dengan pendidik (Mansur, 2009:163).

Manajemen merupakan suatu proses yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaransasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya lainnya sebagaimana yang didefinisikan Terry, George R. management is a

43

typical process that consists of the actions of planning, organizing and controlling mobilization undertaken to determine and achieve the goals that have been determined other resource utilization (Terry, 2008:1). Sedangkan menurut Kontz, Harold dan Cyril O’Donnel memberikan batasan bahwa management is an attempt to achieve a certain goal through the activities of others through planning, organizing, placement, mobilization and control (manajemen adalah usaha mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain melalui perencanaan, pengorganisasian, penempatan, penggerakan dan pengendalian) (Kontz, Harold dan O’Donnel, 1997:3).

Menurut Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem pendidikan. Pembelajaran adalah proses interaktif peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Dari beberapa pengertian diatas dapat dikatakan bahwa manajemen pembelajaran merupakan usaha untuk mengelola pembelajaran yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran guna mencapai t ujuan pembelajaran secara efektif dan efesien.

Manajemen pada dasarnya merupakan suatu proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran atau tujuan tertentu. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut sekolah/madrasah sangat penting memahami kegunaan manajemen secara baik, agar tujuan pendidikan dapat tercapai dengan efektif dan efisien. Oleh karena itu, lembaga pendidikan perlu dikelola secara profesional agar tujuan pendidikan tercapai. Manajemen pendidikan adalah proses manajemen dalam pelaksanaan tugas pendidikan

dengan mendayagunakan segala sumber secara efisien untuk mencapai tujuan secara efektif (Zazin, 2011:46). Sedangkan menurut Husaini, manajemen pendidikan adalah seni atau ilmu mengelola sumber daya pendidikan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara (Husaini, 2008:9).

Dari defnisi di atas sangat jelas bahwa administrasi pendidikan dan manajemen pendidikan yang diterapkan bidang studi. manajemen pendidikan adalah bidang terapan dari manajemen. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa manajemen pendidikan mengacu pada penerapan teori dan praktek manajemen untuk bidang pendidikan atau lembaga pendidikan. Konsep yang sama berlaku untuk administrasi pendidikan.

Menurut Hamalik (2008:2-5) menekankan adanya ciri-ciri atau pengertian yang terkandung dalam definisi Manajemen pendidikan sebagai berikut:

1. Manajemen merupakan kegiatan atau rangkaian kegiatan yang dilakukan dari oleh dan bagi manusia.

2. Rangkaian kegiatan itu merupakan suatu proses pengelolaan dari suatu rangkaian kepada pendidikan yang sifatnya kompleks dan unik yang berbeda dengan tujuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan yang sebesar besarnya; tujuan kegiatan pendidikan ini tidak terlepas dari tujuan pendidikan secara umum dan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan oleh suatu bangsa.

3. Proses pengelolaan itu dilakukan bersama oleh sekelompok manusia yang tergabung dalam suatu organisasi sehingga kegiatannya harus dijaga agar tercipta kondisi kerja yang harmonis tanpa mengorbankan unsur-unsur

45

4. Proses itu dilakukan dalam rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, yang dalam hal ini meliputi tujuan yang bersifat umum (skala tujuan umum) dan yang diemban oleh tiap-liap organisasi pendidikan (skala tujuan khusus).

5. Proses pengelolaan ini dilakukan agar tujuannya dapat dicapai secara efektif dan efisien.

Terdapat 4 ruang lingkup manajemen pendidikan yakni : 1) Ruang lingkup menurut wilayah kerja meliputi :

a. Manajemen Pendidikan Seluruh Negara yaitu manajemen pendidikan untuk urusan nasional

b. Manajemen Pendidikan satu propinsi, yaitu manajemen pendidikan yang meliputi kerja satu provinsi

c. Manajemen Pendidikan satu Kabupaten/Kota, yaitu manajemen pendidikan yang meliputi wilayah kerja satu Kabupaten / Kota, d. Manajemen Pendidikan Satu Unit Kerja. Pengertian dalam

manajemen unit ini lebih dititik beratkan pada satu unit kerja yang langsung menangani pekerjaan mendidik misalnya ; sekolah, pusat latihan, pusat pendidikan, dan kursus-kursus. Dengan demikian maka ciri dari unit ini adalah adanya : 1) pemberi pelajaran, 2) bahan yang diajarkan. 3) penerima pelajaran, ditambah semua sarana penunjangnya.

e. Manajemen kelas. Dalam penelitian ini ruang lingkup manajemen pendidikan yang dikaji adalah manajemen pendidikan satu unit kerja yaitu sekolah

2. Ruang lingkup Menurut Obyek Garapan

Ditinjau dark obyek garapan manajemen pendidikan, ada 8 obyek garapan:

a. Manajemen siswa

b. Manajemen personal sekolah (baik tenaga kependidikan maupun tenaga manajemen)

c. Manajemen kurikulum

d. Manajemen sarana atau material

e. Manajemen tatalaksana pendidikan atau ketatausahaan sekolah f. Manajemen pembiayaan atau manajemen anggaran

g. Manajemen lembaga-lembaga pendidikan dan organisasi pendidikan h. Manajemen hubungan masyarakat atau komunikasi pendidikan

Tidak semua obyek garapan di atas dikaji, hanya manajemen siswa, manajemen personil sekolah, manajemen kurikulum serta manajemen hubungan masyarakat atau komunikasi pendidikan.