Bonds I Pada tanggal 4 Desember 2017, CAP memperoleh
RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO MODAL 50. FINANCIAL INSTRUMENTS, FINANCIAL RISK AND CAPITAL RISK MANAGEMENT
C. Manajemen risiko modal Capital risk management Grup mengelola risiko modal untuk
memastikan bahwa entitas dalam Grup akan mampu untuk melanjutkan keberlangsungan usaha, selain memaksimalkan keuntungan para pemegang saham melalui optimalisasi saldo utang dan ekuitas. Strategi Grup tetap tidak berubah dari 2020.
The Group manages capital risk to ensure that entities in the Group will be able to continue as a going concern, in addition to maximize the profit of the shareholders through the optimization of the debt and equity. The Group’s strategy remains unchanged from 2020.
Struktur modal Grup terdiri dari utang, yang mencakup liabilitas sewa, pinjaman dan utang obligasi dan wesel dan instrumen keuangan derivatif yang dijelaskan pada Catatan 24, 25, 26 dan 48k, kas, setara kas dan deposito berjangka (Catatan 6) dan ekuitas pemegang saham induk, yang terdiri dari modal yang ditempatkan (Catatan 28), tambahan modal disetor (Catatan 29), penghasilan komprehensif lainnya (Catatan 32), saham diperoleh kembali (Catatan 30), komponen ekuitas lain (Catatan 31) dan kepentingan nonpengendali (Catatan 34).
The capital structure of the Group consist of debt, which includes lease liabilities, borrowings and bonds and notes payable and derivative financial instrument disclosed in Notes 24, 25, 26 and 48k, cash, cash equivalents and time deposits (Note 6) and equity attributable to equity holders of the parent, comprising of issued capital (Note 28), additional paid-up capital (Note 29), other comprehensive income (Note 32), treasury stock (Note 30), other equity component (Note 31) and non-controlling interests (Note 34).
Dewan Direksi Grup secara berkala melakukan reviu struktur permodalan Grup. Sebagai bagian dari reviu ini, Direksi mempertimbangkan biaya permodalan dan risiko yang berhubungan.
The Board of Directors of the Group periodically reviews the Group’s capital structure. As part of this review, the Board of Directors considers the cost of capital and the related risks.
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THE YEARS THEN ENDED (Continued) Rasio jumlah pinjaman bersih terhadap ekuitas
adalah sebagai berikut: Total net debt to equity ratio are as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 31, December 31,
2021 2020 *)
US$ '000 US$ '000
Pinjaman 3.100.752 2.885.439 Debt
Kas, setara kas dan deposito berjangka 2.317.393 1.135.310 Cash, cash equivalents and time deposits Pinjaman - bersih 783.359 1.750.129 Net debt
Ekuitas 4.267.075 2.957.357 Equity
Rasio pinjaman - bersih terhadap ekuitas 18% 59% Net debt to equity ratio
*) Disajikan kembali (Catatan 5) *) As restated (Note 5) D. Pengukuran nilai wajar D. Fair value measurements
Nilai wajar instrumen keuangan yang dicatat
pada biaya perolehan diamortisasi Fair value of financial instruments carried at amortized cost
Direksi menganggap bahwa nilai tercatat aset keuangan dan liabilitas keuangan dicatat sebesar biaya perolehan yang diamortisasi dan diakui dalam laporan keuangan konsolidasian mendekati nilai wajarnya karena jatuh tempo dalam jangka pendek atau menggunakan tingkat suku bunga pasar, kecuali dibawah ini:
The Directors consider that the carrying amounts of financial assets and financial liabilities recorded at amortized cost and recognized in the consolidated financial statements approximate their fair values either because of their short-term maturities or they carry market rates of interest, except below:
Nilai tercatat/ Tingkat 1/ Tingkat 2/ Tingkat 3/ Jumlah/
Carrying amount Level 1 Level 2 Level 3 Total
US$'000 US$'000 US$'000 US$'000 US$'000
31 Desember 2021 December 31, 2021
Utang obligasi dan wesel bayar 2.123.727 2.165.643 - - 2.165.643 Bonds and notes payable
Nilai tercatat/ Tingkat 1/ Tingkat 2/ Tingkat 3/ Jumlah/
Carrying amount Level 1 Level 2 Level 3 Total
US$'000 US$'000 US$'000 US$'000 US$'000
31 Desember 2020 December 31, 2020
Utang obligasi dan wesel bayar 2.301.397 2.377.726 - - 2.377.726 Bonds and notes payable
Teknik penilaian dan asumsi yang diterapkan
untuk tujuan pengukuran nilai wajar Valuation techniques and assumptions applied for the purposes of measuring fair value Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas
keuangan ditentukan sebagai berikut: The fair values of financial assets and financial liabilities are determined as follows:
• Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan syarat dan kondisi standar dan diperdagangkan di pasar aktif ditentukan dengan mengacu pada harga pasar.
• The fair values of financial assets and financial liabilities with standard terms and conditions and traded on active liquid markets are determined with reference to quoted market prices.
• Nilai wajar swap suku bunga dihitung dengan menambahkan nilai kini dari pembayaran bunga tetap yang telah diketahui dari awal swap (fixed leg) dan nilai kini dari pembayaran bunga mengambang yang ditentukan pada setiap tanggal pembayaran yang ditentukan (floating leg).
• The fair value of interest rate swap is computed by adding the present value of the fixed coupon payments known at the start of the swap (fixed leg) and present value of the floating coupon payments determined at the agreed dates of each payment (floating leg).
• Nilai wajar kontrak valuta berjangka mata uang asing diukur dengan menggunakan kurs kuotasi yang berasal dari suku bunga kuotasi sesuai jatuh tempo kontrak.
• Foreign currency forward contracts are measured using quoted forward exchange rates derived from quoted interest rates matching maturities of the contracts.
• Nilai tercatat dari aset dan liabilitas keuangan yang jatuh tempo dalam satu tahun mendekati nilai wajarnya karena jatuh tempo dalam jangka pendek. Untuk aset keuangan dan liabilitas keuangan jangka panjang, biaya perolehan diamortisasi mendekati nilai wajarnya karena instrumen tersebut dikenakan tingkat bunga pasar.
• The carrying amount of financial assets and liabilities due in one year approximates fair value because of their short-term maturity.
For non-current financial assets and financial liabilities, the amortized cost approximates fair value because such instruments carry market rate of interest.
Hirarki pengukuran nilai wajar atas aset dan
liabilitas Grup Fair value measurements hierarchy recognised
of the Group’s assets and liabilities Tabel berikut ini merangkum nilai tercatat dan
nilai wajar aset dan liabilitas, yang dianalisis nilai wajarnya berdasarkan pada:
The following tables summarize the carrying amounts and the fair values of the assets and liabilities, analyzed among those whose fair value is based on:
• Pengukuran nilai wajar level 1 adalah yang berasal dari harga kuotasian (tak disesuaikan) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik; yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran;
• Level 1 fair value measurements are those derived from quoted prices (unadjusted) in active markets for identical assets or liabilities that the entity can access at the measurement date;
• Pengukuran nilai wajar level 2 adalah yang berasal dari input selain harga kuotasian yang termasuk dalam level 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung (misalnya derivasi dari harga); dan
• Level 2 fair value measurements are those derived from inputs other than quoted prices included within Level 1 that are observable for the asset or liability, either directly (i.e. as prices) or indirectly (i.e.
derived from prices); and
• Pengukuran nilai wajar level 3 adalah yang berasal dari teknik penilaian yang mencakup input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi (input yang tidak dapat diobservasi).
• Level 3 fair value measurements are those derived from valuation techniques that include inputs for the asset or liability that are not based on observable market data (unobservable inputs).
Tingkat 1/ Tingkat 2/ Tingkat 3/ Jumlah/
Level 1 Level 2 Level 3 Total
US$'000 US$'000 US$'000 US$'000
31 Desember 2021 December 31, 2021
Aset yang diukur pada nilai wajar Assets measured at fair value
Aset keuangan pada FVTPL Financial asset at FVTPL
Investasi pada saham - - 124 124 Investment in shares Instrumen keuangan derivatif - 15 - 15 Derivative financial instrument
15 124 139
Aset keuangan pada FVTOCI Financial asset at FVTOCI
Investasi pada obligasi 206.129 - - 206.129 Investment in bonds
Ditetapkan sebagai lindung nilai arus kas Designated as cash flow hedge
Instrumen keuangan derivatif - 13.898 - 13.898 Derivative financial instrument Liabilitas yang diukur pada nilai wajar Liabilites measured at fair value
Liabilitas keuangan pada FVTPL Financial liabilities at FVTPL
Liabilitas keuangan derivatif - 1.770 - 1.770 Derivative financial liabilities
Ditetapkan sebagai lindung nilai arus kas Designated as cash flow hedge
Instrumen keuangan derivatif - 1.830 - 1.830 Derivative financial instrument
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THE YEARS THEN ENDED (Continued) Tingkat 1/ Tingkat 2/ Tingkat 3/ Jumlah/
Level 1 Level 2 Level 3 Total
US$'000 US$'000 US$'000 US$'000
31 Desember 2020 December 31, 2020
Aset yang diukur pada nilai wajar Assets measured at fair value
Investasi pada saham - - 186 186 Investment in shares
Aset keuangan pada FVTPL Financial asset at FVTPL
Instrumen keuangan derivatif - 16 - 16 Derivative financial instrument
16 186 202
Aset keuangan pada FVTOCI Financial asset at FVTOCI
Investasi pada obligasi 32.942 - - 32.942 Investment in bonds
Ditetapkan sebagai lindung nilai arus kas Designated as cash flow hedge
Instrumen keuangan derivatif - 4.217 - 4.217 Derivative financial instrument
Liabilitas yang diukur pada nilai wajar Liabilites measured at fair value
Liabilitas keuangan pada FVTPL Financial liabilities at FVTPL
Liabilitas keuangan derivatif - 4.823 - 4.823 Derivative financial liabilities
Ditetapkan sebagai lindung nilai arus kas Designated as cash flow hedge
Instrumen keuangan derivatif - 599 - 599 Derivative financial instrument
Nilai wajar atas aset keuangan dan liabilitas keuangan Grup yang diukur pada nilai wajar secara berulang
Fair value of the Group’s financial assets and financial liabilities that are measured at fair value on a recurring basis
Sebagian dari aset keuangan dan liabilitas keuangan Grup diukur pada nilai wajar pada akhir setiap periode pelaporan. Tabel berikut memberikan informasi mengenai bagaimana nilai wajar dari aset keuangan dan liabilitias keuangan ditentukan (secara khusus, teknik penilaian dan input yang digunakan).
Some of the Group’s financial assets and financial liabilities are measured at fair value at the end of each reporting period. The following table gives information about how the fair values of these financial assets and financial liabilities are determined (in particular, the valuation technique(s) and inputs used).
Aset keuangan/Liabillitas keuangan
Financial assets/Financial
liabilities
Teknik penilaian dan input utama/
Valuation technique(s) and key input(s)
Input signifikan yang tidak dapat diobservasi/
Significant unobservable input(s)
Hubungan dan sensitivitas atas input yang tidak dapat diobservasi dengan nilai wajar/
Relationship and sensitivity of unobservable inputs to fair value Kontrak forward mata uang
asing dan swap suku bunga/
Foreign currency forward contracts and interest rate swaps
Arus kas diskonto. Arus kas
masa depan diestimasi
berdasarkan nilai tukar forward (dari nilai tukar
forward yang dapat
diobservasi pada akhir periode pelaporan) dan nilai tukar
kontrak forward,
didiskontokan pada tingkat yang mencerminkan risiko kredit dari berbagai pihak lawan./
Discounted cash flow. Future cash flows are estimated based on forward exchange rates (from observable forward exchange rates at the end of the reporting period) and contract forward rates, discounted at a rate that reflects the credit risk of various counterparties.
Tidak berlaku/Not applicable Tidak berlaku/Not applicable
Instrumen utang yang
terdaftar di bursa / Listed debt instruments
Harga kuotasian pada pasar aktif/
Quoted bid prices in an active market.
Tidak berlaku/Not applicable Tidak berlaku/Not applicable
Tidak ada transfer antara tingkat 1, 2 dan 3
pada tahun berjalan. There were no transfers between level 1, 2 and
3 in the year.
51. KONDISI INDUSTRI 51. INDUSTRY CONDITION Secara historis, industri petrokimia selalu
mempunyai siklus tertentu. Perubahan di dalam permintaan dan penawaran yang berakibat pada tingkat utilisasi operasi merupakan faktor kunci yang mempengaruhi siklus industri dan profitabilitas dari industri tersebut. Kebutuhan dari industri dipengaruhi oleh aktivitas ekonomi sementara penawarannya dipengaruhi oleh tambahan kapasitas baru.
The petrochemical industry has historically been cyclical. Changes in supply and demand and resulting operating utilization levels are key factors that influence the cycle and profitability of the sector. Industry demand is primarily influenced by economic activity while supply is affected by new capacity additions.
Permintaan petrokimia merupakan elemen kunci dari barang-barang konsumen yang tak terhitung jumlahnya, secara intrinsik terkait dengan permintaan dan pengeluaran konsumen. Aktivitas konsumen, dan lebih umum lagi, pertumbuhan ekonomi telah didorong selama beberapa dekade oleh tren ekonomi makro seperti globalisasi, urbanisasi, pertumbuhan populasi usia kerja, peningkatan mobilitas dan peningkatan standar hidup, terutama di pasar negara berkembang seperti di Asia. Faktor-faktor seperti peningkatan kapasitas penyulingan minyak mentah, pertumbuhan populasi, dan peningkatan standar hidup masyarakat diperkirakan akan mendorong pertumbuhan pasar di Asia Pasifik di tahun-tahun mendatang.
Demand for petrochemicals is a key element of countless consumer goods, is intrinsically linked to consumer demand and spending. Consumer activity, and more generally, economic growth has been driven for decades by such macroeconomic trends as globalization, urbanization, growth of the working age population, increasing mobility and improvement in living standards, particularly in emerging markets such as those in Asia. Factors such as increasing crude oil refining capacity, growing population, and improving standard of living of the masses are expected to fuel the growth of the market in Asia Pacific in the coming years.
Namun, diketahui juga secara luas bahwa mewabahnya pandemi global, COVID-19, berdampak negatif terhadap perekonomian global termasuk industri petrokimia akibat lockdown, pembatasan mobilitas lintas negara dan gangguan logistik.
However, it is also widely known that the outbreak of global pandemic, COVID-19, has negatively affected the global economy including petrochemical industry due to lockdowns, limited mobility across nations and logistic disruptions.
Di sisi bahan baku, harga minyak mentah meningkat pada tahun 2021 karena pelonggaran pembatasan terkait pandemi mendorong peningkatan mobilitas manusia sebagai hasil dari meningkatnya tingkat vaksinasi COVID-19, dan pertumbuhan ekonomi mengakibatkan permintaan minyak global meningkat lebih cepat daripada pasokan minyak bumi. Peningkatan produksi yang lebih lambat sebagian besar disebabkan oleh pengurangan produksi minyak mentah OPEC+
yang dimulai pada akhir 2020. Harga bahan baku utama seperti Naphtha, yang merupakan produk sampingan dari minyak, juga meningkat sejalan dengan minyak mentah. Untungnya, pemulihan tajam dalam permintaan plastik pada tahun 2021 menjadi pemicu terang di tengah masa yang penuh tantangan yang menghasilkan margin yang sehat pada produk secara keseluruhan.
On feedstock side, Crude oil prices increased in 2021 as loosening pandemic-related restrictions causing higher people mobility as a result of increasing COVID-19 vaccination rates, and a growing economy resulted in global petroleum demand rising faster than petroleum supply. The slower increase in production was mostly attributable to OPEC+ crude oil production cuts that started in late 2020. Major feedstock price such as Naphtha, being a byproduct of oil, also increased in-line with crude oil. Fortunately, the sharp recovery in plastics demand in 2021 was the bright spark amidst the challenging time resulting in healthy margin on overall products.
Terlepas dari situasi COVID-19 yang sedang berlangsung, laba di tahun ini Grup meningkat signifikan dibandingkan dengan tahun 2020 yang disebabkan oleh eksekusi yang baik dari strategi Manajemen secara keseluruhan, penurunan biaya terstruktur, dengan pemerataan penjualan produk yang baik dan ketahanan keuangan yang berkelanjutan.
Despite ongoing COVID-19 situation, the Group’s profit for the year was significantly higher as compared to 2020 due to good execution of the overall Managements’ strategy, structural cost reduction, coupled with good product mix and sustained financial resilience.
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan) THE YEARS THEN ENDED (Continued) Grup juga dapat mempertahankan akses ke bank
dan pasar modal obligasi dengan harga yang kompetitif dan fasilitas kredit impor dan ekspor yang diperpanjang dan diperluas. Grup juga memiliki manajemen liabilitas yang proaktif melalui pembelian kembali obligasi USD dan terus menumbuhkan basis investor domestik dengan mengembangkan pasar obligasi Rupiah untuk menghasilkan portofolio sumber pembiayaan yang proactive liability management through USD bond buyback and continuously growing its domestic investor base by developing rupiah bond market to yield competitive financing sources portfolio.
Dari sisi operasional, kinerja operasional yang berkelanjutan dan keselamatan tetap menjadi fokus utama Grup dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat bagi karyawan dan pengunjung eksternal di semua lokasi seperti fasilitas produksi, site office dan kantor pusat.
Grup menegaskan kembali tujuannya untuk menghindari risiko penularan yang dapat datang kapan saja dan di mana saja. Komitmen Grup pada penerapan Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola (ESG) yang berdampak juga telah menerima penghargaan dan kemitraan yang diterima sepanjang tahun. Selain itu, inisiatif Transformasi Digital telah berhasil diterapkan di proses bisnis Grup dan telah membantu Grup untuk menavigasi operasinya selama pandemi. Hal ini juga telah diapresiasi dengan CAP menerima penghargaan INDI 4.0 (Indeks Kesiapan Industri Indonesia) untuk kategori digitalisasi agresif.
From operational perspective, sustained operational and safety performance remain the major focus of the Group with strict health protocols implementation for employees and external visitors in all locations such as production facilities, site office and head office. The Group reiterates its aim to avoid the risk of transmission that may come anytime and anywhere. The Group’s commitment on impactful Environmental, Social and Governance (ESG) stewardship has also been rewarded and partnerships received during the year. In addition to that, Digital Transformation initiatives have been succesfully implemented across the Group's business process and have helped the Group to navigate its operation during pandemic. This also has been appreciated by CAP receiving INDI 4.0 (Indonesia Industry Readiness Index) award for the aggresive digitalisation category.
Industri berada pada jalur yang sesuai dengan pemulihan kondisi ekonomi domestik secara keseluruhan. Hal ini didukung oleh pulihnya tingkat permintaan barang konsumsi seiring dengan mobilisasi secara perlahan kembali normal dan peningkatan permintaan produk sanitasi dan kesehatan. Grup akan terus melanjutkan rencana ekspansinya pada CAP2 untuk meningkatkan antara lain pertumbuhan dan profitabilitas.
The industry is on track with overall recovery of domestic economic conditions. This is supported by recovering demands on consumer goods as mobilization is slowly returning along with demand on sanitary or healthcare products. The Group will continue to progress with its expansion plan on CAP2 to further improve growth and profitability, among others.
52. REKONSILIASI LIABILITAS YANG TIMBUL
DARI AKTIVITAS PENDANAAN 52. RECONCILIATION OF LIABILITIES ARISING