Halaman | 50
Dari 208 GP3A terbentuk, 192 GP3A telah berbadan hukum dan 17 GP3A sedang dalam proses legalisasi. Pendampingan oleh TPM dengan P3A/GP3A di Kabupaten Bima telah menjalin kerjasama konstruksi dengan program PNPM - PISEW (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah) dengan menanda tangani SP3 antara GP3A dengan PPK PNPM PISEW sebanyak 16 P3A/GP3A.
P3A/GP3A di Kab. Bima juga mulai menarik iuran IPI untuk pengelolaan Irigasi sebesar ± 1,2 ton pada musim tanam pertama. TPM/KTPM
melaksanakan sosialisasi pembentukan LEPLI dan direncanakan
Pembentukan LEPLI sebanyak 7 buah pada 7 Kecamatan Wilayah Kerja TPM/KTPM yaitu Daerah irigasi pada Kecamatan : Mada Pangga, Bolo, Woha, Monta Palibelo, Belo, dan Sape
LEPLI Damai Sepakat telah dibentuk merupakan gabungan GP3A Damai dan Gapoktan Sepakat yang berlokasi di DI Pela Cempaka, Kec.Monta Kab. Bima
Selama 4 tahun perjalanan program NTB-WRMP telah menunjukan prestasi
ukup aik yaitu de ga erhasil ya GP A Ke a g ‘e ga di Daerah
Irigasi Renga, Kecamatan Wanasaba & Aikmel Kabupaten Lombok Timur meraih Juara harapan pada lomba GP3A Tingkat Nasional Tahun 2009. Sedangkan P3A Moge Rukun , Daerah Irigasi Moge Rukun Kab. Lombok Barat berhasil meraih Juara II Lomba P3A Tingkat Nasional Tahun 2009.
Adapun kemajuan kinerja GP3A Program NTB-WRMP yang telah dicapai dari tahun 2006 – 2009 dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.1. Kemajuan Kinerja GP3A Program NTB - WRMP periode Tahun 2006 – 2009
Halaman | 51 No. Kabupaten Daerah
Irigasi P3A/GP3A/IP3A
Hasil Pendampingan 1. Dompu Laju P3ADoro Bonto Juara I Lomba P3A Provinsi NTB Tahun 2007
2. Sumbawa Moyo Hilir GP3A Orong Rea Juara I GP3A Tingkat Provinsi NTB Tahun 2006 3. Lombok Tengah Jurang Sate, Kecamatan Pringgarata GP3A Jurang Sate Hulu
Juara III Nasional Lomba GP3A Tingkat Nasional Tahun 2008 4. Lombok Timur Renga Kembang Renga Juara Harapan
Lomba GP3A Tingkat Nasional Tahun 2009. 5. Lombok Barat Gegutu P3A Moge Rukun Juara II Lomba P3A
Tingkat Nasional 2009
Dari hasil monitoring Kabupaten Bima, Dompu dan Kabupaten Sumbawa pada tanggal 13 – 18 Desember 2009 dilokasi program Konstruksi partisipatif, bahwa masyarakat petani pemakai air yang telah tergabung
dalam organisasi GP3A sepenuhnya telah dilibatkan dalam
tahapan/proses yaitu dimulai dari kegiatan penelusuran jaringan irigasi dalam rangka pelaksanaan penyusunan PSETK dan pelaksanaan konstruksi partisipatif.
Petani yang telah terorganisir dalam wadah P3A/GP3A umumnya sangat antusias dalam pelaksanaan konstruksi paritisipatif terlihat dari kwalitas campuran /spesi. Rata-rata spesi yang mereka kerjakan 1 : 4 pada DI. Roi Roka dan DI. Pela Cempaka di Kabupaten Bima, DI. Seneo dan DI. Nae di Kabupaten Dompu, dan DI. Pungka dan Embung Serading di Kabupaten Sumbawa. Disamping kwalitas campuran yang sesuai dengan ketentuan yang ada juga bahan material berupa batu, pasir dan PC mempunyai kwalitas yang memadai seperti: batu berasal dari batu gunung, pasir
Halaman | 52
berasal dari sungai yang tidak terkontaminasi lumpur dan PC dari semen Tiga Roda.
GP3A memberikan kontribusi berupa pengembangan jaringan irigasi dengan jumlah tidak sedikit. Kontribusi yang mereka berikan antara satu Daerah Irigasi dengan Daerah Irigasi lainnya cukup bervariasi baik bentuk maupun jumlah kontribusi yang mereka berikan seperti: memperpanjang saluran primer, saluran skunder, penggalian sedimen, maupun berupa upah dan atau secara swadaya khususnya untuk tukang maupun upah tenaga kerja biasa (peladen). Contohnya konstribusi yang telah dilakukan di DI. Pungka (GP3A Ai Awak) di kabupaten Sumbawa sebanyak 20 M3 diperoleh dari keuntungan biaya pengangkutan batu pasir yang umumnya diangkut menggunakan truk biayanya Rp 400.000/truk, sementara biaya pengangkutan yang dilakukan anggota GP3A sebesar 250.000/truk, sehingga diperoleh keuntungan sebesar Rp. 150.000/truk. Disamping itu biaya tambahan lainnya diperoleh dari upah tukang/hari berdasarkan ketentuan yang ada sebesar Rp. 60.000/orang/hari dibayar sebesar Rp. 50.000/hari, sehingga berdasarkan ketentuan tersebut biaya yang berhasil dihemat sebesar 10.000/orang/hari. Disamping itu, sumber dana lainnya diperoleh dari iuran Anggota GP3A sebesar 20.000/ha/tahun, sehingga total dana yang terkumpul sebesar Rp. 1.050.000,-
Selain monitoring terhadap kwalitas fisik jaringan irigasi yang telah direhab/dibangun yang terdiri dari kwalitas spesi, dilakukan juga terhadap pengembangan sebagai kontribusi yang telah diberikan GP3A. Sebagai wujud nyata partisipasi GP3A juga tidak kalah pentingnya yaitu berupa partisipasi GP3A dalam pelaksanaan Operasi dan Pemeliharan (O & P) jaringan irigasi yang telah direhabilitasi/dikonstruksi. Salah satu wujud nyata partisipasi GP3A yang perlu mendapat apresiasi yaitu apabila
Halaman | 53
GP3A mampu menggali dan mengelola iuran Pengelolaan Irigasi (IPI) sesuai dengan target program NTB - WRMP. Disamping itu prestasi lainya yang perlu mendapat apresiasi bilamana wanita terlibat langsung sebagai pengurus GP3A maupun ikut dalam proses/tahapan Disain partisipatif, konstruksi partisipatif dan O & P partisipatif.
Peranan wanita dalam pelaksanaan desain, konstruksi maupun O & P partisipatif berdasarkan hasil monitoring Tim AHT konsultan yang telah berlangsung dipulau Sumbawa belum menunjukan prestasi yang signifikan. Keterlibatan/peran serta aktif wanita dalam pelaksanaan konstruksi di pulau Sumbawa (Bima, Dompu, Sumbawa) masih sangat kurang karena masyarakat masih menganggap tabu bilamana wanita ikut terlibat dalam pelaksanaan konstruksi jaringan irigasi yang umumnya dikerjakan oleh kaum pria. Wanita hanya berperan sebatas menyiapkan dan mengantar makanan untuk pekerja. Pelaksanaan monitoring konstruksi partisipatif di 6 Daerah Irigasi se-pulau Sumbawa yang terdiri dari : Kabupaten Bima 2 DI yaitu DI. Roi Roka di Kecamatan Belo dan DI. Pela Cempaka di Kecamatan Monta. Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan monitoring & evaluasi konstruksi partisipatif di Kabupaten Dompu yang meliputi 2 DI yaitu: DI. Nae Kempo di Kecamatan Kempo dan Embung Saneo di Kecamatan Woja. Selanjutnya pelaksanaan monitoring konstruksi partisipatif diwilayah DI. Pungka di Kecamatan Untir Iwis dan Embung Serading di Kecamatan Lape.
Monitoring di P. Sumbawa oleh Tim AHT Konsultan yang terdiri dari Project Liasion Coordinator (PLC) bidang Pertanian, Community Development Specialist, Agriculture suport Service Specialist, Ass. Agricultural Subprof. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi yang telah dilakukan tidak hanya memonitor pelaksanaan konstruksi semata, namun
Halaman | 54
juga melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap hasil pelaksanaan program NTB-WRMP secara menyeluruh baik tentang pelaksanaan pelatihan & penyusunan PSETK, pelaksanaan program Dem area SRI, peran fungsi TPM dalam pelaksaanaan pendampingan, peran Komir, redefinisi Tugas KPI dan berbagai kegiatan lainnya.
Sampai pertengahan bulan Desember 2009 progres fisik dari ke - 6 lokasi DI yang telah dicapai rata-rata 95 % dan diharapkan pada akhir bulan Desember 2009 target fisik mencapai 100 %. Adapun nama DI, lokasi, prosentase progres fisik, volume, dan kontribusi GP3A dalam pelaksanaan konstruksi partisipatif dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.2. Data Hasil Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Konstruksi Partisipatif Kabupaten Bima, Dompu, dan Sumbawa Program NTB-WRMP
Tahun 2009, status Desember 2009.
No Nama DI
Lokasi Luas
Areal
Nama GP3A Volume Kontribusi Progres
fisik (%)
Desa Kecamat
an Ha
I. Kabupaten Bima
1. DI. Roi Roka Roka Belo 803 Ilurasi 373 M3
Mengangkat sedimen sepanjang 373 M3
90 % 2. DI. Pela Cempaka Sie Monta 280 Damai 560 M3 662 M3 100 % II. Kabupaten Dompu
1. DI. Nae Nae Kempo 315 Sama Ncaha 398 M3 72 M3 90 % 2. Embung Seneo Saneo
Woja
300 Laboga 201 M3 18 M3
90 %
III. Kabupaten Sumbawa
1. DI. Pungka Pungka Untir Iwis 185 Aik Awak 22 M3
Tenaga kerja sebanyak 8 or, 10 hr, Rp 30.000 = Rp 2.400.000,- 100%
2. Embung Serading Lab. Kuris Lape 189 Balong Niat 55M3 20 M3 100%
Halaman | 55
Disamping keberhasilan yang telah juga ditemukan kendala / permasalahan. permasalahan yang mendasar yang dijumpai berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi dijumpai beberapa permasalahan yaitu:
(1). Dijumpai sebagian besar GP3A belum memahami dan belum mampu
menggali potensi yang dimiliki di wilayah kerjanya masing-masing untuk menambah kas GP3A melalui usaha ekonomi produktif, untuk itu kedepan diperlukan adanya pelatihan-pelatihan bagi para pengurus GP3A dengan materi pelatihan yang lebih aplikatif bukan teori semata. Atau bila memungkinkan diperlukan adanya program studi banding kedaerah-daerah yang telah melaksanakan kegiatan usaha ekonomi produktif.
(2) Kendala yang dihadapi petani umumnya dibidang pemasaran hasil
pertanian, untuk itu diperlukan adanya fasilitasi dari pihak Dinas Pertanian untuk melakukan terobosan – terobosan khususnya terkait dengan pemasaran hasil-hasil pertanian melalui program aplikatif bukan pelatihan teoritis semata.
b. Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM), Peraturan Daerah, PSETK, dan Redefinisi Tugas KPI
Pengadaan/ rekrutmen kembali Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) kewenangan provinsi tahun 2009 saat ini telah dilakukan oleh Bappeda Provinsi NTB dengan total TPM provinsi = 21 orang. Sedangkan TPM /KTPM kabupaten ditempatkan di 7 (tujuh) kabupaten sebanyak 81 orang. Beberapa penggantian personil TPM dikarenakan dari evaluasi kinerja TPM oleh Bappeda Prov. NTB menunjukkan hasil yang kurang memuaskan.
Salah satu tugas konsultan adalah membantu PPIU dan KPIU didalam mengimplementasikan Panduan Pendampingan oleh Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) dan Kelompok Pendamping Lapangan (KPL) mengacu
Halaman | 56
kepada Panduan Pendampingan oleh TPM untuk Pemberdayaan Organisasi P3A/GP3A/IP3A yang diterbitkan oleh Ditjen Bina Bangda Kementerian Dalam Negeri tahun 2007. Sebagai tahapan awal kegiatan pendampingan yang sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan program PPSIP NTB–
WRMP yaitu: Pengadaan TPM/KTPM yang kemudian dilanjutkan dengan dengan kegiatan Pelatihan bagi TPM/KTPM dan Pelaksanaan kegiatan pendampingan.
Komposisi penempatan TPM Provinsi didasarkan kepada DI. Kesepakatan provinsi NTB tahun 2009-2010 yang telah ditandatangani Dinas/Instansi terkait antara lain : Dinas PU Provinsi NTB, Bappeda Provinsi NTB dan Dinas Pertanian Provinsi NTB. Daerah irigasi kesepakatan berjumlah 21 (Dua Puluh Satu) DI. tersebar di 7 (tujuh) Kabupaten dengan Komposisi sebagai berikut:
Tabel 4.3. Daftar DI. dan Rencana jumlah penempatan TPM pada DI. Kesepakatan Kewenangan Provinsi (areal 1000-3000 ha) Provinsi NTB tahun
2009
No Kabupaten/Nama DI Kecamatan Jumlah Penempatan TPM 1 2 Lombok Barat Bagik Kembar Santong Gangga Gangga 2 3 4 5 6 7 Lombok Tengah Bisok Bokah Gede Bongoh Katon Parung
Mujur I & Batu Ngampah
Kopang Batukliang Utara Praya Timur Janapria Praya Timur 5 8 9 10 Lombok Timur Pelapak Sambelia Belanting Sakra Barat Sambelia Sambelia 3 11 Sumbawa Barat Kalimantong I Taliwang 2
Halaman | 57
No Kabupaten/Nama DI Kecamatan Jumlah Penempatan TPM 12 Kalimantong II Taliwang 13 14 15 16 Sumbawa Beringin Sila Meronge/Tiu kulit Kakiang Buer Komplek Utan Rhee Plampang Moyo Hilir Alas 4 17 18 19 Dompu Baka DahaI, II Laju Woja Hu u Dompu 3 20 21 Bima Ncanga Kai Sumi Bolo Sape 2 Total 18 21
Sedangkan dimasing-masing Kabupaten melalui Bappeda Kabupaten selaku KPMU/KPIU tahun 2009 telah pula direkrut sebanyak 81 TPM / KTPM tersebar di 7 (tujuh) Kabupaten. Kabupaten yang terbanyak menempatkan TPM / KTPM yaitu Kabupaten Sumbawa, sedangkan Kabupaten yang terkecil dalam penempatan TPM yaitu Kabupaten Lombok Barat.
Tabel. 4.4. Data TPM / KTPM per - Kabupaten berdasarkan DI kewenangan Provinsi
(1000 - 3000 ha) dan Kabupaten (<1000 ha) NTB - WRMP Tahun 2009.
No. Provinsi/Kabupaten Jumlah TPM/KTPM (Orang) Jumlah (org) DI. Kewenangan Provinsi (1000-3000 ha) DI.Kewenangan Kabupaten (<1000 ha) 1. Lombok Barat 2 5 7 2. Lombok Tengah 5 12 17 3. Lombok Timur 3 11 14 4. Sumbawa 4 18 22 5. Sumbawa Barat 2 12 14 6. Dompu 3 14 17 7. Bima 2 9 11
Halaman | 58
Total 21 81 102
c. Perda dan PSETK
Konsultasi Publik Draft Perda tentang Irigasi Provinsi NTB telah dilaksanakan pada tanggal 11 Juni 2009. Hasil konsultasi publik ini telah dikonsultasikan oleh Tim beranggotakan unsur komisi III DPRD Prov NTB, Bappeda Prov dan Dinas PU Prov NTB ke Bappenas dan Kementerian Dalam Negeri pada tanggal 28 – 30 Desember 2009, dan akan dibahas di legislatif pada Januari 2010. Sementara itu raperda Irigasi Kabupaten Lombok Barat hingga akhir Desember 2009 baru akan diagendakan pembahasan di tingkat legislatif pada Januari 2010.
Tahun 2009 diseluruh Kabupaten akan melaksanakan kegiatan Pelaksanaan dan Penyusunan Profil Sosial Ekonomi Teknis dan Kelembagaan (PSETK), dan akan dijadikan basis data dalam mendukung sequence (urutan) pelaksanaan rehabilitasi partisipatif. ToT PSETK NTB WRMP kepada seluruh pengelola program di NTB telah dilaksanakan oleh Ditjen Bina Bangda Kementerian Dalam Negeri pada 22 – 25 Juli 2009 di Hotel Lumire Jakarta.
Tabel 4.5. Perkembangan pelaksanaan dan penyusunan PSETK sampai Desember 2009
No. Kabupaten Kegiatan Hasil kegiatan
1. Lombok Barat Sampai Tahun 2008
melaksanakan PSETK di 10 DI Tahun 2009 : PSETK
dilaksanakan di 19 DI.
Data profil P3A/GP3A pada DI wilayah program NTB-WRMP di Kabupaten Lombok Barat. PSETK tahun 2009 sedang dalam
proses finalisasi 2 Lombok Tengah Pelaksanaan dan penyusunan
PSETK akan dilakukan September 2008 di 16 DI melalui Lokakarya Penyusunan PSETK.
Tahun 2009 : dilaksanakan di 5
PSETK 2009 sedang dalam tahap finalisasi
Halaman | 59
No. Kabupaten Kegiatan Hasil kegiatan
DI.
3. Lombok Timur PSETK 2008 = 11 DI PSETK 2009 dilaksanakan di
11 DI
PSETK 2009 dalam proses finalisasi.
4. Sumbawa Barat PSETK 2009 = 2 DI PSETK 2009 dalam proses finalisasi.
5. Sumbawa PSETK tahun 2006 di 24 DI, Namur tidak mengacu pada panduan PSETK, dan dilaksanakan oleh Dinas PU. PSETK 2009 = 1 DI
PSETK 2009 dalam proses finalisasi.
6. Dompu PSETK 2009 dilaksanakan di 14 DI
Data dalam bentuk dokumen tertulis belum terkumpul
PSETK 2009 dalam proses finalisasi.
7. Bima PSETK 2009 dilaksanakan di 11 DI
Masih menggunakan data yang telah ada sebelumnya
8. Provinsi NTB PSETK 2009 dilaksanakan di 21 DI luasan provinsi (1000-3000 ha)
Masih dalam proses finalisasi
d. Komisi Irigasi
Kegiatan rapat komisi irigasi provinsi dan kabupaten sudah menunjukkan hasil yang cukup baik. Sekretariat komisi irigasi di provinsi dan kabupaten sudah mulai berfungsi sebagai dapur kegiatan komisi irigasi.
Pada bulan Agustus 2009 komisi irigasi Lombok Tengah (27 Agustus) dan Lombok Timur (3 dan 10 Agustus) dan Komisi Irigasi Kab. Lombok Barat (6 Juli dan Oktober 2009) telah bersidang dan mengesahkan proposal GP3A dalam rangka pelaksanaan konstruksi partisipatif. Komir Lombok Tengah mengesahkan 14 Proposal GP3A, diikuti Komir Lotim sebanyak 25 proposal GP3A, dan Komir Lobar sebanyak 12 GP3A.
Pada tanggal 5 Oktober 2009 Komisi Irigasi Kab. Sumbawa telah melaksanakan rapat dan merekomendasikan 13 usulan GP3A untuk pelaksanaan rehabilitasi partisipatif di 13 daerah irigasi tahun 2009.
Halaman | 60
GP3A Kab . Sumbawa tersebut adalah GP3A Brang Kolong (DI E. Brang Kolong), Jompong (DI E. Jompong), GP3A Sejari (DI E. Sejari), GP3A Sepakat (DI E. Selante), GP3A Sepayung (DI E Sepayung Dalam), GP3A Kokar Pakir (DI E. Lamenta), GP3A Kasuangi (DI E. Kaswangi), GP3A Tiu Nawa (DI Marente), GP3A Saling Beme (DI Ai Putik), GP3A Blong Niat (DI E Serading), GP3A Nangka Jolo (DI Kuang Rako), GP3A Ai Awak (DI Pungka) dan GP3A Srinani (DI Tiu Bulu).
Pada 23 Oktober 2009 Komisi Irigasi Kab Dompu telah menyetujui dan mengesahkan 9 usulan GP3A untuk kegiatan konstruksi partisipatif.
Pada 31 Oktober 2009 Komisi Irigasi Kab. Bima telah menyetujui dan mengesahkan 11 usulan GP3A untuk kegiatan konstruksi partisipatif. Hasil rapat komir tersebut adalah:
Ada 11 GP3A di Kab. Bima yang mengajukan proposal dengan
kelengkapan proposal yang diajukan GP3A terdiri dari : Akte notaris, rekening, NPWP, Surat Perjanjian Kerja Sama, Peta DI, Skema DI, verifikasi, RAB, kuantitas harga dan gambar rencana.
Proposal GP3A yang disahkan Komir Kab. Bima terdiri dari:
1. GP3A Sekar Kuning, DI Sumi, Rencana Anggaran Biaya (RAB), Rp. 137 juta
2. GP3A Sama Ngawa – DI Sape, RAB Rp. 142 juta
3. GP3A Ilu Rasi – DI Roi Roka, RAB Rp. 146 juta 4. GP3A Angi Dai – DI Leho, RAB 137 juta 5. GP3A La Raji – DI Embung Cera, RAB 146 juta 6. GP A Wu u –DI Wu u, ‘AB 7 juta
7. GP3A Sama Kai – DI Bonto Kape, RAB 110 juta
8. GP3A Damai – DI Pela Cempaka, RAB 113 juta
Halaman | 61
10. GP3A Mori Sama2 – DI Rade, RAB 112 juta
11. GP3A Maci Ntanda – DI Nggewu, RAB 60 juta
Sedangkan Komisi Irigasi Prov NTB telah melaksanakan rapat pada 9 Nop 2009, dan telah menyetujui 19 proposal GP3A untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi partisipatif di DI provinsi (1000 – 3000 ha).
Komir Kab. Sumbawa Barat telah menyetujui 1 proposal GP3A Kecamatan Seteluk pada rapat komir tanggal 23 Nopember 2009 yang kemudian akan ditindaklanjuti dengan konstruksi partisipatif tahun 2009. Komir Sumbawa Barat kembali bersidang pada tanggal 30 Nopember 2009 untuk membahas pengalokasaian Dana Pengelolaan Irigasi/DPI.
Komir Kab. Sumbawa telah melaksanakan rapat pada tanggal 21 Nopember 2009 untuk menentukan Rencana Tata Tanam Global (RTTG) DI Kabupaten masa tanam 2009/2010 di 35 DI, dan telah terbit Keputusan Bupati Sumbawa No 1248/ 2009 , tanggal 16 Desember 2009 : tentang Penetapan Rencana Tata Tanam Tahunan yang meliputi RTTG dan RTTD MT 2009-2010.
Komir Kab. Sumbawa juga telah melaksanakan rapat pada tanggal 21 Desember 2009 untuk membahas draft Perbup Sumbawa tentang Jasa Lingkungan.
e. Pekerjaan Fisik ( Desain dan Konstruksi / Rehabilitasi Partisifasif )
Penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) untuk sub proyek A2 dan B2 antara Bupati dengan GP3A di tahun 2009 dilaksanakan di 7 kabupaten yaitu Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, dan Bima. MoU GP3A Kab. Sumbawa Barat akan diselesaikan pada bulan Oktober 2009.
Halaman | 62
Sampai dengan bulan Desember 2009, 149 (seratus empat puluh sembilan) MoU (Nota Kesepahaman) antara Gubernur/ Bupati dengan Gabungan P3A untuk PPSIP telah ditandatangani oleh Gubernur NTB dan Bupati di 7 (tujuh) kabupaten yaitu :
MoU Gubernur NTB dan GP3A tahun 2009 telah ditandatangani
dengan 20 GP3A.
MoU Gub NTB dengan GP3A Tahun 2008 telah dilaksanakan pada 16 Agustus 2008 untuk 22 GP3A
Kabupaten Lombok Barat sebanyak 12 GP3A dengan rincian : 4 MoU Bupati Lombok Barat (Mei 2009) dengan 4 (empat) GP3A : No. 690/379/PU.PE/2009 sampai No. 690/382/PU.PE/2009, dan dengan 8 GP3A dengan Nomor MoU : 610/1002/PU-PE/2009.
Kabupaten Lombok Tengah melalui 14 MoU Bupati Lombok Tengah dengan 14 (empat belas) GP3A : No 01/HKM/2009 sampai 014/HKM/2009.
Kabupaten Lombok Timur melalui MoU Bupati No 181/12/PU/2009
tanggal 24 April 2009, sebanyak 25 GP3A.
Kabupaten Dompu melalui 12 MoU Bupati dengan 12 GP3A.
Kabupaten Sumbawa telah melaksanakan MoU dengan 21 GP3A, (8 GP3A pada tahun 2008 dan 13 GP3A tahun 2009).
Kabupaten Sumbawa Barat telah melaksanakan MoU dengan 5 GP3A :
melalui MoU Bupati No : 63 – 67 Tahun 2009.
Kabupaten Bima, sebanyak 18 GP3A dengan MoU Bupati No: 24/2009
M/1430 H
Telah terbit Surat Edaran Dirjen Sumber Daya Air No.IK.01.02-DA/404 tanggal 22 Juni 2009 tentang Komisi Irigasi dan Kerjasama Pengelolaan Irigasi secara Partisipatif, dan harus digunakan sebagai acuan pelaksanaan konstruksi partisipatif.
Halaman | 63
Pekerjaan desain & konstruksi partisipatif di provinsi dan masing-masing kabupaten tetap dilanjutkan dengan tetap mengacu daerah irigasi prioritas yang menjadi kesepakatan. 3 (tiga) Panduan pelaksanaan rehabilitasi partisipatif telah diterbitkan oleh Direktorat Irigasi, Ditjen Sumber Daya Air , Dep. Pekerjaan Umum pada bulan Mei 2008. Tiga panduan tersebut adalah :
Panduan Penyusunan Kerangka Acuan Kerja untuk pekerjaan Survei, Investigasi, dan Desain Partisipatif (SID Partisipatif) ;
Panduan Pelaksanaan Survei, Investigasi, Desain Partisipatif untuk pekerjaan Rehabilitasi Partisipatif , dan ;
Panduan Pelaksanaan Konstruksi Partisipatif
Provinsi dan Kabupaten dapat menggunakan Panduan ini sebagai acuan kegiatan fisik dengan menyesuaikan kondisi lokal. Namun di beberapa kabupaten tingkat pemahaman pengelola program terhadap konstruksi partisipatif masih terbatas pada pemahaman proyek bukan program, sehingga panduan ini masih perlu disosialisasikan secara lebih komprehensif. Tabel dibawah ini adalah luasan kegiatan desain dan konstruksi partisipatif yang akan dilaksanakan di provinsi dan 7 kabupaten TA 2009.
Tabel 4.6. Pekerjaan Desain dan Konstruksi Partisipatif (Sub. Comp.B.3) di Provinsi dan Kabupaten TA 2009 Status Desember 2009
Kegiatan Rencana 2009 (ha) Realisasi 2009 (ha) Catatan Design Partisipatif (Provinsi) 29,592 di 18 DI
100% Perlu sosialisasi lebih komprehensif terhadap 3 (tiga) panduan yaitu : kerangka acuan kerja SID, panduan survei, investigasi, desain partisipatif, dan Konstruksi Partisipatif
(Provinsi)
30,355 di 19 DI
Halaman | 64 Kegiatan Rencana 2009 (ha) Realisasi 2009 (ha) Catatan Design Partisipatif (Kabupaten) 25,270 di 71 DI 100% panduan konstruksi partisipatif
Luasan yang dilaksanakan hanya disesuaikan dengan dana yang tersedia, belum seluruhnya luasan D.I. yang bersangkutan Konstruksi Partisipatif (Kabupaten) 33,449 di 91 DI 90%
Sumber: Verifikasi Data dari DIPA Dinas PU Prov. NTB dan Kabupaten Tahun 2009. Pelaksanaan konstruksi partisipatif dilaksanakan atas dasar usulan / proposal selektif dari GP3A untuk pekerjaan rehabilitasi partisipatif secara swakelola dan kontraktuil , dan dilaksanakan melalui Surat Kesepakatan Kerjasama – SKKS, dan atau Surat Perjanjian Kerjasama/SPKS.
Desain Partisipatif
DI kewenangan provinsi (1000-3000 ha)
Pelaksanaan Desain partisipatif Tahun 2009 untuk DI Kewenangan provinsi (1000 – 3000 ha) secara swakelola (7 DI) di WS. P.Lombok dilaksanakan di DI. Bagik Kembar (1305 ha), DI. Santong (1807 ha), DI. Parung (1270 ha), DI. Katon (1885 ha), DI Mujur – I/Bt. Ngapah (1301) , DI. Sambelia (1666 ha ) dan DI. Pelapak (1424 ha). Total areal = 10.658 ha
Sedangkan Pelaksanaan desain partisipatif secara swakelola (6 DI) di WS. Sumbawa dilaksanakan di DI. Kalimantong I (1550 ha), DI. Beringin Sila (2400 ha), DI. Kalimantong II (1550 ha), DI. Tiu Kulit (Ka-Ki) = 1877 ha, DI. Buer Komplek Kiri (1639 ha) dan DI. Pongal Kakiang (2743 ha) . Total areal = 11.759 ha
Pelaksanaan Desain partisipatif secara swakelola (5 DI) di WS. Bima Dompu Tahun 2009 adalah di : DI. Baka (1810 ha) , DI. Ncangakai (1065 ha) , DI. Daha I,II (1273 ha), DI. Laju (1050 ha), dan DI. Sumi (1977). Total areal = 7.175 ha. Sementara itu, desain partisipatif untuk kabupaten telah dilaksanakan di 71 DI dengan total area 25,270 ha. Pada bulan Nopember
Halaman | 65
2009 kegiatan desain partisipatif telah selesai seluruh DI kewenangan provinsi dan DI kewenangan kabupaten.
Rehabilitasi Partisipatif
DI kewenangan provinsi (1000-3000 ha)
Pelaksanaan Rehabilitasi dan Peningkatan dengan Metode Partisipatif tahun 2009 DI kewenangan provinsi (1000-3000 ha) dilaksanakan di 19 Daerah Irigasi, dengan luas 30,355 ha dengan keterangan sebagai berikut : DI WS. Pulau Lombok Rehabilitasi Partisipaitif dilaksanakan di 9 DI , yaitu DI. Bagik Kembar (1305 ha), DI. Santong II (1807 ha), DI Bisok Bokah (1255 ha) , DI. Parung (1270 ha), DI. Katon (1885 ha), DI Mujur – I/Bt. Ngapah (1301) , DI. Sambelia (1666 ha ) , DI. Pelapak (1424 ha) dan DI Belanting ( 1300 ha) .
Sedangkan pelaksanaan Rehabilitasi dengan Metode Partisipatif di WS. Pulau Sumbawa tahun 2009 dilaksanakan di 5 DI , yaitu DI. Kalimantong I (1550 ha), DI. Beringin Sila (2400 ha), DI. Kalimantong II (1550 ha), DI. Tiu Kulit (Ka-Ki) = 1877 ha, DI. Buer Komplek Kiri (1639 ha) .
Pelaksanaan rehabilitasi partisipatif secara swakelola (5 DI) di WS. Bima Dompu Tahun 2009 adalah di : DI. Baka (1810 ha) , DI. Ncangakai (1065 ha) , DI. Daha I,II (1273 ha) , DI. Laju (1050 ha), dan DI. Sumi (1977). Sedangkan pekerjaan konstruksi partisipatif untuk DI kewenangan Kabupaten sedang dilaksanakan di 91 DI dengan total area 33,449 ha .
Direkomendasikan pada pelaksanaan sub proyek A1/A2 dan B1/B2 pada Tahun 2009 dan 2010 harus mengikuti urutan (sequence) sebagai berikut (sesuai dalam Aide Memoire NTB WRMP Bank Dunia November 2008) :
a. Penempatan TPM ;
b. Pelaksanaan PSETK (Profil Sosial Ekonomi, Teknis dan Kelembagaan);
Halaman | 66
d. Pelatihan design dan konstruksi partisipatif ;
e. Penandatanganan MoU antara Prov/Kab – GP3A yang berlaku
multiyear
f. Pengesahan Proposal GP3A oleh Komir ; g. Implementasi konstruksi partisipatif.
Pekerjaan fisik yang tidak mengikuti sequence / urutan seperti tersebut di atas maka tidak dapat memproses pengalokasian dana grant.
Sampai dengan akhir Desember 2009, total proposal GP3A yang telah direkomendasikan oleh komisi irigasi adalah 106 proposal konstruksi partisipatif TA. 2009, proposal tersebut diantaranya adalah :
Provinsi NTB : 19 Proposal (9 GP3A di Pulau Lombok dan 10 GP3A di
Pulau Sumbawa)
Kab. Lombok Barat : 12 proposal