• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manfaat Dan Luaran Penelitian

Dalam dokumen SKRIPSI. Oleh : RIRI (Halaman 15-0)

BAB I PENDAHULUAN

E. Manfaat Dan Luaran Penelitian

a. Bagi UMKM Konveksi Jilbab Dayasa

Penelitian ini bertujuan agar UMKM bisa memanfaatkan hasil penelitian untuk memberi informasi mengenai penyusunan laporan keuangan dengan berpedoman kepada Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK-EMKM).

b. Bagi akademik

Untuk perkembangan ilmu pengetahuan serta bermanfaat sebagai dasar penelitian selanjutnya.

c. Bagi penulis

Penelitian ini merupakan syarat untuk memenuhi persyaratan jenjang program S1 pada Institut Agama Islam Negeri Batusangkar dan menambah pengetahuan penulis tentang pelaporan keuangan UMKM.

2. Luaran Penelitian

Dari penelitian yang dilakukan diharapkan dapat menjadi referensi di perpustakaan IAIN Batusangkar, selain itu juga diharapkan penelitian ini dapat diseminarkan nantinya.

F. Definisi Opersional 1. Laporan Keuangan

Laporan keuangan (Financial Report) adalah ikhtisar tentang keadaan keuangan (Financial) suatu perusahaan selama periode tertentu.

2. SAK-EMKM

SAK-EMKM adalah Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil dan Menengah, artinya SAK-EMKM diperuntukkan bagi entitas yang laporan keuangannya tidak akuntabel untuk publik secara luas.

Badan usaha yang tergolong ke dalam entitas tanpa akuntabilitas

publik yaitu perorangan, Persekutuan, Firma, Commonditaire Vetnootschop (CV), Perseroan Terbatas (PT) yang tidak memiliki akuntabilitas signifikan.

Menurut IAI 2018, SAK EMKM dimaksudkan untuk digunakan oleh entitas mikro, kecil, dan menengah. Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah adalah entitas tanpa akuntanbilitas publik yang signifikan.

Sebagaimana didefinisikan dalam Standar Akuntasi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP), yang memenuhi definisi dan kriteria usaha, mikro, kecil, dan menengah sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, setidaknya selama 2 tahun berturut-turut.

Penyajian laporan keuangan EMKM disusun secara rinci pada SAK EMKM yang mana penyajian harus konsisten, informasi keuangan yang komparatif, serta lengkap.

9 BAB II KAJIAN TEORI A. Landasan Teori

1. Teori Entitas

Teori entitas menekankan bahwa perusahaan merupakan unit usaha yang berdiri sendiri terpisah dari identitas pemilik. Hal ini berarti terdapat pemisahan antara kepentingan pribadi pemilik dengan kepentingan perusahaan. Dengan demikian, transaksi atau kejadian yang dicatat dan dipertanggungjawabkan adalah transaksi yang melibatkan perusahaan. Perusahaan dianggap bertindak atas nama dan kepentingannya sendiri terpisah dari pemilik. Teori entitas memiliki dua versi yaitu :

a. Versi Tradisional

Menurut pandangan tradisional, perusahaan beroperasi untuk pemegang ekuitas yaitu pihak yang memberi dana bagi perusahaan. Dengan demikian perusahaan harus melaporkan status investasi dan konsekuensi investasi yang dilakukan pemilik.

b. Versi Baru

Pandangan ini menyatakan bahwa perusahaan beroperasi atas namanya sendiri dan kepentingan terhadap kelangsungan hidupnya sendiri. Penyajian laporan keuangan kepada pemegang ekuitas dimaksudkan untuk memenuhi syarat legal dan menjaga hubungan baik dengan pemegang ekuitas dalam kaitannya dengan kebutuhan.

Implikasi teori entitas pada penelitian ini adalah teori entitas menjelaskan bahwa perusahaan beroperasi atas namanya sendiri dan kepentingan terhadap hidupnya sendiri, penyajian laporan keuangan kepada pemegang ekuitas dimaksud untuk memenuhi syarat legal dan menjaga hubungan baik dengan pemegang ekuitas dalam kaitannya dengan kebutuhan dana yang diperlukan dimasa mendatang. Dengan

mengimplementasikan SAK-EMKM dalam menyusun laporan keuangan, UMKM dapat memenuhi syarat untuk memperoleh kebutuhan modal (pengajuan kredit), dan sebagai bentuk pertanggung jawaban kepada pihak pemberi modal. Serta dengan menyusun laporan keuangan berbasis SAK-EMKM, dapat mencerminkan adanya pemisah antara keuangan perusahaan dengan keuangan pribadi, karena perusahaan merupakan unit usaha yang berdiri sendiri.

2. UMKM

a. Pengertian UMKM

Usaha Mikro Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) adalah usaha produktif milik perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang-Undang.

Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini. Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau Usaha Besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.

Usahan mikro merupakan kegiatan usaha yang dapat memperluas lapangan pekerjaan serta memberikan pelayanan ekonomi secara luas kepada masyarakat dan dapat berperan dalam proses pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat,

mendorong pertumbuhan ekonomi, serta berperan mewujudkan stabilitas nasional, selain itu, usaha mikro adalah salah satu pilar utama ekonomi nasional.

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah berasaskan : 1) Kekeluargaan

2) Demokrasi ekonomi 3) Kebersamaan

4) Efisiensi berkeadilan 5) Berkelanjutan

6) Berwawasan lingkungan 7) Kemandirian

8) Keseimbangan kemajuan 9) Kesatuan ekonomi nasional

Prinsip pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, yaitu:

1) Penumbuhan kemandirian, kebersamaan, dan kewirausahaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah untuk berkarya dengan prakarsa sendiri.

2) Perwujudan kebijakan publik yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan.

3) Pengembangan usaha berbasis potensi daerah dan berorientasi pasar sesuai dengan kompetensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

4) Peningkatan daya saing Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan penyelenggaran perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian secara terpadu.

Tujuan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah diantaranya :

1) Mewujudkan struktur perekonomian nasional yang seimbang, berkembang, dan berkeadilan.

2) Menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan Usaha Mikro, Kecil, dan menengah menjadi usaha yang tangguh dan mandiri.

3) Meningkatkan peran usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dalam pembangunan daerah, penciptaan lapangan kerja.

b. Kriteria UMKM

1) Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

2) Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp.

1.000.000.000,- (Satu Milyar Rupiah).

3) Warga Indonesia

4) Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung mapun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar.

5) Berbentuk usaha orang perorangan, badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi. Adapun kriteria UMKM berdasarkan tingkat usaha, jumlah aset dan omzet penjualannya.

6) Usaha Mikro memiliki asset maks 50 Juta dan omzet maks 300 Juta.

7) Usaha kecil memiliki asset >50 Juta – 500 Juta dengan omzet

>300 Juta – 2,5 Milyar.

8) Usaha Menengah >500 Juta – 10 Milyar dengan omzet >2,5 Milyar – 50 Milyar.

c. Ciri-Ciri UMKM

1) Jenis hasil usahanya tidak tetap, dalam arti mereka bisa sewaktu-waktu berubah usahanya.

2) Tempatnya, atau bahasa sederhananya ialah tempat usaha mereka tidak tetap dan suka berpindah-pindah.

3) Tidak memiliki sistem administrasi, walaupun yang sederhana sekalipun dan tidak jarang juga mereka tidak memisahkan keuangan usaha denga keuangan biaya pengeluaran keluarga.

4) SDM atau sumber daya manusiamya belum begitu profesional.

5) Kebanyakan mereka belum begitu mengetahui cara berhubungan dengan Bank, namun mereka biasa menggunakan layanan keuangan non-Bank (rentenir, arisan, Dll).

6) Tidak mempunyai ijin usaha apalagi nomor pokok wajib pajak atau NPWP.

d. Laporan Keuangan

Pengertian laporan keuangan menurut Ikatan Akuntasi Indonesia sebagaimana tercantum dalam Standar Akuntasi Keuangan No. 1 (IAI, 2009:9), adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas. Tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam pembuatan keputasan ekonomi. Laporan keuangan menyajikan informasi mengenai entitas yang meliputi: aset, liatibilitas, ekuitas, pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan kerugian, kontribusi dan distribusi kepada pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik dan arus kas.

Menurut SAK EMKM (2016) laporan keuangan memiliki tujuan untuk menyediakan informasi posisi keuangan dan kinerja suatu entitas yang bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomik oleh siapapun yang tidak dalam posisi dapat meminta laporan keuangan khusus untuk memenuhi kebutuhan informasi tersebut. Pengguna tersebut meliputi sumber daya bagi entitas, seperti kreditor maupun investor. Dalam memenuhi tujuannya, laporan keuangan juga menunjukkan pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang

dipercayakan kepadanya. Berdasarkan SAK EMKM (2016) laporan keuangan minimum meliputi:

3. Akuntansi

a. Pengertian akuntansi

Menurut American Accounting Association Akuntansi adalah suatu proses mengidentifikasi, mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas serta tegas bagi pihak yang menggunakan informasi tersebut. Akuntansi didefinisikan pula sebagai seperangkat pengetahuan yang mempelajari perekayasaan dalam penyediaan jasa yang berupa informasi keuangan kualitatif dari suatu unit organisasi dan cara penyampaian (pelaporan) informasi tersebut kepada pihak yang berkepentingan untuk dijadikan dasar pengambilan keputusan ekonomi. (Pura, 2013:4).

Akuntansi pada umumnya merupakan suatu sistem untuk menghasilkan informasi keuangan yang digunakan oleh para pemakainya dalam proses pengambilan keputusan bisnis. Tujuan informasi tersebut adalah memberikan petunjuk dalam memilih tindakan yang paling baik untuk mengalokasikan sumber daya yang langka pada aktivitas bisnis dan ekonomi. (Ikhsan & Suprapto, 2008: 18).

Akuntansi adalah proses mengenali, mengukur, dan mengkomunikasikan informasi ekonomi untuk memperoleh pertimbangan dan keputusan yang tepat oleh pemakai informasi yang bersangkutan. Dari definisi diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa :

1) Akuntansi merupakan proses yang terdiri dari identifikasi, pengukuran, dan pelaporan informasi ekonomi.

2) Informasi ekonomi yang dihasilkan oleh akuntansi diharapkan berguna dalam pengambilan keputusan mengetahui kesatuan

usaha yang bersangkutan. (Puspitawati & Anggadini, 2014: 37-38)

Jadi dapat disimpulkan bahwa Akuntansi adalah proses pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran, dan pelaporan pengelohan data sejak terjadinya transaksi, kemudian transaksi ini memiliki bukti yang sah sebagai dasar terjadinya transaksi kemudian berdasarkan data atau bukti maka diinput ke proses pengolahan data sehingga menghasilkan output berupa informasi laporan keuangan.

b. Macam-Macam Akuntansi

Sejalan dengan kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi yang pesat, telah timbul berbagai macam spesialisasi dalam akuntansi. Macam-macam akuntansi yang penting yaitu sebagai berikut:

1) Akuntansi keuangan

Fungsi akuntansi itu berhubungan dengan pencatatan transaksi-transaksi dalam suatu perusahaan atau suatu unit ekonomi yang lain, dan penyusunan laporan keuangan secara periodik dari catatan tersebut. Oleh karena itu, akuntansi keuangan menyajikan informasi keuangan yang diperlukan dalam pengambilan keputusan bagi pimpinan perusahaan, pemilik, kreditur, pemerintah, dan masyarakat. (M.Sadeli, 2011:5).

2) Auditing

Bidang aktivitas yang menyangkut suatu pemeriksaan atas catatan-catatan akuntansi secara bebas. Pemeriksaan akuntansi adalah jasa utama yang bisa diberikan oleh akuntan publik.

Dalam melaksanakan tugasnya, akutansi mengadakan pemeriksaan terhadap catatan-catatan yang mendukung laporan keuangan suatu perusahaan, dan akhirnya mengeluarkan suatu

pernyataan pendapat mengenai kelayakan dan kewajaran laporan keungan tersebut. (M.Sadeli, 2011:5)

1) Akuntansi manajemen

Jenis akuntansi ini mempergunakan data historis maupun data taksiran untuk membantu manajemen dalam operasi sehari-hari dan perencanaaan operasi mendatang.

Tujuan utama akuntansi manajemen adalah menyajikan informasi pengambilan keputusan yang relevan kepada manajemen perusahaan (pihak intern). Akuntansi manajemen memberikan sumbangan penting kepada fungsi perencanaan dan pengawasan manajemen suatu perusahaan, melalui pemanfaatan akuntansi biaya, budgeting, dan sistem akuntansi. Akuntan manajemen sesuai dengan keahlian dan pengalaman dapat diminta untuk diberikan nasehat dalam bidang kebijakan dan administrasi kepada pimpinan perusahaan. Tugas ini oleh CPA (Certified Public Accounting) sering disebut dengan Management Advisory Service atau Administrative Service. (M.Sadeli, 2011:5) 2) Akuntansi biaya

Akuntansi biaya menekankan masalah penetapan dan pengendalian biaya, terutama berhubungan dengan biaya produksi suatu barang. Kemudian perhatian yang makin meluas mulai diberikan bahwa akuntansi biaya membantu manajemen dalam perencanaan dan pengawasan biaya atas berbagai aktivitas pengadaan, pengelolaan, distribusi, dan penjualan barang atau jasa. Fungsi utama akuntansi biaya adalah mengumpulkan dan menganalisis data biaya, baik data aktual maupun data proyeksi.

(M.Sadeli, 2011:6).

3) Akuntansi anggaran

Jenis akuntansi ini menyajikan rencana operasi keuangan untuk suatu periode tertentu, melalui pencatatan dan meringkas data pelaksanaan. Disamping itu, juga memberikan analisis data perbandingan dan operasi sebenarnya dengan rencana yang telah ditetapkan, sehingga merupakan kombinasi kegiatan perencanaan dengan pengendalian operasi dimasa depan. (M.Sadeli, 2011:6) 4) Sistem akuntansi

Sistem akuntansi merupakan bidang khusus yang menangani perencanaan dan penerapan prosedur untuk mengumpulkan dan melaporkan data keuangan. Seorang akuntan sistem harus merencanakan suatu sistem yang memiliki unsur memeriksa dan mencocokkan (checks and balances) untuk dapat menjaga harta perusahaan, dan mempunyai arus informasi yang efisien dan bermanfaat bagi manajemen. Ia juga harus memahami penggunaan dan kegunaan dari jenis-jenis alat pemprosesan data (data processing equipment). (M.Sadeli, 2011:6)

5) Akuntansi pajak

Akuntansi pemerintah termasuk pula akuntansi lembaga-lembaga non profit (non profit organization accounting ) atau Institusional Accounting, mengkhususkan pada masalah pencatatan dan pelaporan transaksi dari unit-unit pemerintah dan organisasi non profit lainnya, seperti:

mesjid, lembaga amal, yayasan, rumah sakit, dan lembaga-lembaga pendidikan. (M.Sadeli, 2011:6-7).

6) Akutansi pemerintah

Akuntansi pemerintah termasuk pula akuntansi lembaga-lembaga non profit (non profit organization accounting) atau Institusional Accounting, mengkhususkan

pada masalah pencatatan dan pelaporan transaksi dari unit-unit pemerintah dan organisasi nonprofit lainnya, seperti:

mesjid, lembaga amal, yayasan, rumah sakit, dan lembaga-lembaga pendidikan. (M.Sadeli, 2011:6-7).

7) Akuntansi sosial

Akuntansi sosial merupakan bidang baru dalam akuntansi. Pada saat ini semakin meningkat permintaan terhadap jasa profesi untuk mengukur biaya hidup dan manfaat sosial, yang sebelumnya tidak dapat diukur. Tugas akuntansi ini ialah menyangkut masalah penggunaan dana-dana kesejahteraan sosial dalam masyarakat. (M.Sadeli, 2011:7)

8) Akuntansi international

Akuntansi ini menyangkut masalah khusus yang berkaitan dengan perdagangan internasional dari perusahaan-perusahaan multinasional. Seorang akuntan yang mengambil spesialisasi dalam bidang ini, harus memahami seluk beluk bea cukai, bidang hukum, dan perpajakan dan berbagai negara, yang berpengaruh terhadap operasi interasional perusahaan tersebut dan terhadap prinsip-prinsip akuntansi. (M.Sadeli, 2011:7).

9) Akuntansi pendidikan

Akuntansi ini merupakan bidang khusus yang menyangkut pendidikan akuntansi. Tetapi disamping mengajar, guru-guru akuntansi kadang-kadang juga mengadakan penelitian, pemeriksaan akuntansi, atau terlibat dalam pengerjaan akuntansi perpajakan atau bidang akuntansi lainnya baik sebagai tenaga lepas (part time) atau sebagai penasehat (konsultan). (M.Sadeli, 2011:7).

c. Pengguna Informasi Akuntansi

1) Investor, penanam modal, penasehat dan pemegang saham membutuhkan informasi untuk membantu menentukan apakah harus membeli, menahan, atau menjual investasinya serta untuk menilai kemampuan perusahaan dalam membayar deviden.

2) Karyawan membutuhan informasi keuangan mengenai stabilitas dan profitabilitas perusahaan, dan untuk menilai kemampuan perusahaan.

3) Pemberi pinjaman membutuhkan informasi keuangan untuk memutuskan apakah pinjaman dan bunganya dapat dibayar pada jatuh tempo atau tidak.

4) Pemasok dan kreditor usaha lainnya. Informasi keuangan digunakan untuk memutuskan apakah jumlah terutang akan dibayar pada saat jatuh tempo.

5) Pelanggan. informasi keuangan digunakan untuk menilai kelangsungan hidup perusahaan.

6) Pemerintah, Informasi keuangan dibutuhkan untuk mengatur aktivitas perusahaan, menetapkan kebijakan pajak dan sebagai dasar untuk menyusun statistik pendapatan nasional.

7) Masyarakat, informasi keuangan digunakan untuk membantu masyarakat dengan menyediakan informasi kecenderungan dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan. (Bahri, 2016:2-3)

d. Siklus Akuntansi

Siklus akuntasi adalah tahapan-tahapan mulai terjadinya transaksi sampai dengan penyusunan laporan keuangan sehingga siap untuk pencatatan berikutnya. Siklus akuntansi dimulai dari bagaimana transaksi itu dicatat, bagaimana munculnya akun-akun pada jurnal dan bagaimana akun itu dinilai serta disajikan di laporan keuangan dan kembali pencatatan transaksi berikutnya seperti tahapan-tahapan sebelumnya. (Bahri, 2017:18).

Siklus akuntasi merupakan serangkaian kegiatan akuntasi yang dilakukan secara sistematis, dimulai dari pencatatan akuntansi sampai dengan penutupan pembukuan. (Hutauruk, 2017:6).

Adapun siklus akuntansi adalah sebagai berikut : 1) Penganalisisan transaksi (analizing transaction)

2) Pencatatan atau pembukuan transaksi kedalam jurnal (Recording Transactions in journals).

3) Pemindahan debit dan kredit dari jurnal ke pos/rekening yang sesuai dalam buku besar (posting debits anmd credits from journals to individual account).

4) Mempersiapkan neraca percobaan dan mengkompilasikan angka-angka yang dibutuhkan untuk menyusun laporan keuangan (mempersiapkan suatu lembar kerja) (preparing a trial balance and compling the figures needed for the contruction of financial statement [preparing a worksheet]).

5) Mempersiapkan laporan keuangan (preparing finacial ststement)

6) Membukukan penyesuaian sesuai posnya dan menutup buku (recording adjusting and closing entries in the general journal).

7) Melakukan penyesuaian sesuai posnya dan menutup buku (posting adjusting and closing entries).

8) Menyiapakan neraca percobaan selain tutup buku (preparing a post-closing trial balance.

4. Laporan Keuangan

a. Pengertian Laporan Keuangan

Laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama periode pelaporan dan dibuat untuk mempertanggungjawankan tugas yang dibebankan kepada pihak perusahaan. Manajemen

perusahaan bertanggungjawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan perusahaaan. Laporan keuangan merupakan informasi dan dibutuhkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan.

(Bahri, 2016:134)

Laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas suatu entitas.

Unsur yang berkaitan langsung dengan posisi keuangan dalam laporan posisi keuangan adalah aset, liabilitas, dan ekuitas, sedangkan unsur yang berkaitan dengan kinerja dalam laporan laba rugi adalah penghasilan dan beban. Laporan arus kas mengambarkan baik elemen laporan laba rugi dan beberapa perubahan dalam elemen laporan posisi keuangan. (Surya, 2012:

16)

Laporan keuangan merupakan media komunikasi dan pertanggungjawaban antara perusahaan dan pemiliknya atau pihak lain yang mempunyai hubungan dengan perusahaan tersebut.

Laporan keuangan sangat penting dalam suatu perusahaan, karena laporan keuangan tersebut akan memberikan informasi yang berkaitan dengan kondisi suatu perusahaan sehingga pihak-pihak yang berkepentingan terhadap informasi itu akan mengambil keputusan yang berhubungan dengan perusahaan tersebut. (Pura, 2013:86).

Tujuan laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta penambahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen, atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. (Najmudin, 2011:64-65).

Secara umum laporan keuangan bertujuan untuk memberikan informasi keuangan suatu perusahaan, baik pada saat tertentu maupun pada periode tertentu. Tujuan pembuatan dan penyusunan laporan keuanganm yaitu:

1) Memberikan informasi tentang jenis aset (harta) yang dimiliki perusahaan.

2) Memberikan informasi tentang jenis liabilitas dan ekuitas yang dimiliki perusahaan.

3) Memberikan informasi tentang jenis pendapatan yang diperoleh pada suatu periode tertentu.

4) Memberikan informasi tentang jumlah biaya dan jenis biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam suatu periode tertentu.

5) Memberikan informasi tentang perubahan yang terjadi terhadap aset, liabilitas, dan ekuitas perusahaan.

6) Memberikan informasi tentang kinerja manajemen perusahaan dalam suatu periode.

7) Memberikan informasi tentang catatan atas laporan keuangan.

8) Informasi keuangan lainnya. (Kasmir, 2010: 86-87) Tujuan umum laporan keuangan sebagai berikut:

1) Memberikan informasi yang terpercaya tentang sumber-sumber ekonomi dan kewajiban perusahaan dengan maksud:

a) Untuk menilai kekuatan dan kelemahan perusahaan.

b) Untuk menunjukkan posisi keuangan dan investasinya.

c) Untuk menilai kemampuannya dalam menyelesaikan utang-utangnya.

d) Menunjukkan kemampuan sumber-sumber kekayaannya yang ada untuk pertumbuhan perusahaan.

2) Memberikan informasi yang terpercaya tentang sumber kekayaan bersih yang berasal dari kegiatan usaha dalam mencari laba dengan maksud:

a) Memberikan gambaran tentang dividen yang diharapkan pemengang saham.

b) Menunjukan kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban kepada kreditor, supplier, pegawai, pajak, mengumpulkan dana untuk perluasan perusahaan.

c) Memberikan informasi kepada manajemen untuk digunakan dalam pelaksanaan fungsi perencanaan dan pengawasan.

3) Menunjukkan tingkat kemampuan perusahaan mendapatkan laba dalam jangka panjang:

a) Menaksir informasi keuangan yang dapat digunakan untuk menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.

b) Mengungkapkan informasi relevan lainnya yang dibutuhkan para pemakai laporan (Harahap, 2011: 126-127).

b. Jenis-Jenis Laporan Keuangan

Menurut SAK-EMKM Laporan Keuangan UMKM meliputi informasi posisi keuangan entitas terdiri dari informasi mengenai asset, liabilitas, dan ekuitas dan disajikan dalam laporan posisi keuangan. Unsur-unsur tersebut didefinisikan sebagai berikut menurut (SAK EMKM, 2016)

1) Aset adalah sumber daya yang dikuasai oleh entitas sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari manfaat ekonomi dimasa depan diharapkan akan diperoleh entitas.

2) Liabilitas adalah kewajiban entitas yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan arus keluar dari sumber daya entitas yang mengandung manfaat ekonomik.

3) Ekuitas adalah hak residual atas asset entitas setelah dikurangi seluruh liabilitasnya.

Informasi kinerja entitas terdiri dari informasi mengenai pendapatan dan beban selama periode pelaporan, dan disajikan dalam laporan laba rugi.

1) Pendapatan adalah kenaikan manfaat ekonomi selama periode pelaporan dalam bentuk arus kas masuk atau kenaikan aset, atau penurunan liabilitas yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal

2) Beban adalah penurunan manfaat ekonomi selama periode pelaporan dalam bentuk arus kas keluar atau penurunan aset, atau kenaikan liabilitas yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak disebabkan oleh distribusi kepada penanam modal.

Dasar Pengukuran unsur laporan keuangan dalam SAK EMKM adalah biaya historis. Biaya historis suatu aset adalah sebesar jumlah kas atau setara kas yang dibayarkan untuk memperoleh aset tersebut pada saat perolehan. Biaya historis suatu liabilitas adalah sejumlah kas atau setara kas yang diterima atau jumlah kas yang diperkirakan akan dibayarkan untuk memenuhi liabilitas dalam pelaksanaan usaha normal.

Pengakuan unsur laporan keuangan merupakan proses pembentukan suatu pos dalam laporan keuangan atau laporan aba rugi yang memenuhi kriteria :

1) Manfaat ekonomi yang terkait dengan pos-pos aset, liabilitas, penghasilan dan beban dapat dipastikan akan mengalir ke

1) Manfaat ekonomi yang terkait dengan pos-pos aset, liabilitas, penghasilan dan beban dapat dipastikan akan mengalir ke

Dalam dokumen SKRIPSI. Oleh : RIRI (Halaman 15-0)

Dokumen terkait