• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I: PENDAHULUAN

3. Tujuan dan Manfaat Penelitian

3.2 Manfaat Penelitian

1. Menambah informasi dan pengetahuan tentang Gitar Bass Solid Elektrik Fretless secara detail yang terdapat masih di dalam daerah Sumatera Utara.

2. Untuk menambah wawasan tentang permainan Gitar Bass Fretless.

3. Agar adanya penelitian ini dapat menjadi bahan informasi dasar bagi penelitian selanjutnya.

4. Konsep dan Teori

4.1 Konsep

Konsep merupakan penggabungan dan perbandingan bagian-bagian dari suatu penggambaran dengan bagian-bagian dari berbagai penggambaran lain yang sejenis, berdasarkan asas-asas tertentu secara konsisten (koentjaraningrat 2009:85). Menurut (Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, 2005) konsep merupakan rancangan ide atau pengertian yang diabstrakkan dari peristiwa konkret. Maka, berdasarkan pengertian diatas penulis akan menjelaskan beberapa konsep yang berkaitan dengan tulisan ini.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ke empat kajian atau analisis adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan.Dengan demikian, kata analisis dalam tulisan ini berarti hasil penguraian objek penelitian.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pembuatan adalah proses atau cara yang dilakukan, sedangkan teknik adalah metode atau sistem di dalam mengerjakan sesuatu. Jadi yang dimaksud dengan teknik pembuatan dalam tulisan ini adalah metode atau cara dalam membuat atau menghasilkan produk gitar tersebut yang tentunya dilakukan dengan handmade dan mungkin berbeda dengan

pembuatan gitar bass dengan di pabrik. Pada tulisan ini, teknik juga mencantumkan langkah-langkah dan kerangka untuk menghasilkan Gitar Bass Solid Elektrik Fretless.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, deskripsi adalah pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata secara jelas dan terperinci. Dalam hal ini, penulis akan menjelaskan tentang gitar bass, baik fungsi maupun kegunaannya secara terperinci.

Gitar memiliki beberapa spesifikasi, yaitu gitar akustik, gitar elektrik, double bass dan gitar bass elektrik. Perbedaan antara setiap instrument ada pada teknik permainan, bentuk dan fungsinya. Gitar akustik tidak dipadukan dengan bahan elektronik, sedangkan pada gitar elektrik yang terdapat bahan elektronik.Sama halnya dengan double bass dan gitar bass elektik.

Gitar bass elektrik terdapat dua jenis, yaitu freted (menggunakan pembatas pada fingerboard) dan fretless (tidak menggunakan pembatas not pada fingerboard).Penulis membahas sekaligus membuat gitar bass elektrik fretless untuk mengenal lebih dalam tentang alat tersebut.

Kayu yang digunakan adalah kayu mahoni (sebagai body dan neck) dan kayu eboni (sebagai fingerboard).Kedua kayu adalah kayu lokal yang berasal dari Medan dan Makasar. Bahan elektroniknya berupa 1 buah pick up dan 2 buah knob yang berfungsi sebagai volume dan tune. Terdiri dari 4 senar.Dibuat dalam bentuk gitar bass modern dengan posisi saat dimainkan mengarah secara diagonal ke kiri pemain.

4.2 Teori

Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia, teori adalah pendapat yang dikemukakan sebagai keterangan mengenai suatu peristiwa atau kejadian, azas dan hukum umum yang menjadi dasar suatu kesenian atau ilmu pengetahuan dan cara atau aturan untuk melakukan sesuatu. Teori yang digunakan pada tulisan ini berfokus pada teori yang dikemukakan oleh Kashima Shusumu yaitu Measuring and Ilustrating Musical Instrument (pendekatan yang mendasar untuk membahas mengenai budaya material musik yaitu pendekatan secara struktural dan fungsional).

Studi Struktural menggunakan teknik penelitian seperti observasi, perekaman, pencatatan bentukm pengukuran dan bahan-bahan yang dipakai untuk pembuatan alat musik tersebut. Dan studi fungsional lebih berfokus pada fungsi dari alat-alat atau komponen yang memproduksi antara lain membuat pengukuran terhadap metode memainkan alat musik tersebut, keras lembutnya suara bunyi, nada, warna nada dan kualitas suara yang dihasilkan oleh alat musik tersebut. Teori metode yang dipakai dalam tulisan ini adalah pendekatan struktural.

Setiap proses pembuatan gitar bass harus disertai keuletan dan pemilihan bahan yang baik hingga sampai finishing pembuatannya. Hal itu tidak lepas dari teknik pembuatan setiap bagian gitar bass, sistem peralasan hingga ke finishing atau pun pewarnaan gitar bass tersebut.

Sejak 2500 SM sudah digunakan kayu sebagai bahan baku pembuatan alat musik (Pearson dan Webster, 1956). Peran kayu sangat penting, hal ini

dikarenakan hampir seluruh bagian dari suatu alat musik khususnya gitar bass adalah berbahan kayu. Syarat kayu sebagai bahan baku adalah jenis kayu yang memiliki perbandingan elastisitas (kelenturan) yang tinggi terhadap masa jenis dan kerapatannya (Brown, 1952). Dengan kata lain, kayu yang memiliki kualitas tinggi akan menghasilkan suara yang berkualitas tinggi juga.

5. Lokasi Penelitian

Adapun lokasi yang menjadi tempat penelitian adalah di jalan Bridjen Katamso no.89 Kelurahan Kampung Baru Kotamadya Medan tepatnya dibelakang gedung arsip, di sebuah ruangan khusus pembuatan yang juga berdekatan dengan kediaman beliau. Penulis juga mendapati informasi-informasi dari orang-orang berkelut pada bidang kayu dan musisi-musisi yang pernah membuat gitar bass dari bapak Zulkarnaen.

6. Metode dan Teknik Penelitian

Terdapat dua metode penelitian, yaitu metode penelitian kuantitaf dan kualitatif. Metode penelitian kaualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana penelitian adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi (gabungan), analisa data bersifat induktif, dan hasil penelitian lebih menekankan pada makna generalisasi.

Dalam tulisan ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif, yaitu hal yang diteliti dibuat dalam bentuk gambar, ringkasan dan menganalisis setiap penelitian secara deskriptif.

6.1 Studi kepustakaan

Sebelum melakukan penelitian lapangan, penulis membekali diri terlebih dahulu dengan melakukan studi pustaka yang bertujuan untuk mencari data dan informasi yang sebanyak-banyaknya yang tentunya relevan dengan objek yang diteliti di dalam tulisan ini nantinya.Referensi yang didapati adalah dari buku (buku dasar-dasar bermain bass, tulisan ilmiah dan catatan yang berhubungan dengan objek yang diteliti.Penulis juga mencari bahan-bahan pustaka dari media internet.

Dalam tulisan ini, agar kajian yang diteliti dapat disimak lebih luas, penulis juga melakukan studi pustaka yang berhubungan dengan sejarah, musikologi, metode penelitian, etnografi dan beberapa aspek lain yang mendukung objek penelitian. Hal itulah yang menjadi landasan penulis dalam penelitian tulisan ini.

6.2 Penelitian lapangan

Peneliti melakukan penelitian lapangan untuk dapat meneliti lebih spesifik lagi.Penulis melakukan observasi langsung ke lokasi penelitian yaitu yang berada di jl Bridjen Katamso Kelurahan Kampung Baru Kotamadya Medan, bertemu langsung dengan bapak Zulkarnaen dan membuat langsung gitar bass yang berkaitan dengan tulisan ini. Dalam penelitian lapangan, peneliti dilengkapi

dengan kamera semi DSLR, alat perekam suara dan buku catatan yang bertujuan untuk mengabadikan setiap proses penelitian.

6.3 Wawancara

Untuk melakukan wawancara penulis terlebih dahulu menyiapkan segala pertanyaan yang menyangkut dengan objek penelitian dan mencari waktu yang tepat untuk bertemu dengan narasumber dan bertemu langsung di lokasi pembuatan instrumen tersebut.Wawancara juga berlangsung menjadi informal dan bebas dan tidak terikat kepada daftar pertanyaan yang telah disusun sebelumnya.Penulis melakukan wawancara langsung kepada bapak Zulkarnaen selaku informan kunci.

6.4Kerja laboratorium

Semua data yang telah diperoleh akan dikaji, diolah dan dianalisis dalam kerja laboratorium. Data yang didapat dari lapangan dan semua data hasil dari studi kepustakaan selanjutnya akan dibuat dalam bentuk tulisan ilmiah yang berupa skripsi yang disusum secara sistematis dengen mengikuti kerangka serta teknik penulisan secara ilmiah.

BAB II

BIOGRAFI BAPAK ZULKARNAEN LUBIS 2.1 Biografi Bapak Zulkarnaen Lubis

Biografi yang akan dibahas disini hanya berupa biografi ringkas dan hanya memuat hal-hal umum mengenai kehidupan Bapak Zulkarnaen Lubis dimulai dari masa kecil hingga masa kehidupannya sekarang ini, termasuk pula pengalaman beliau sebagai pembuat instrumen gitar-gitar tersebut dan pengalaman berkesenian lainnya. Biografi yang di bahas di sini sebagian besar adalah hasilwawancara dengan Bapak Zulkarnaen Lubis dan juga wawancara denganteman-teman atau musisi yang pernah terlibat dengan beliau.

Zulkarnaen Lubis lahir di kelurahan Bandar Selamat, kecamatan Medan Tembung, kota Medan pada tgl 28 Desember 1975. Beliau adalah anak dari Bapak Mustakim Lubis dan Ibu Kesumawati Batubara.

Jalan hidup beliau yaitu berkarir di dalam bidang musik tidak didukung oleh kedua orang tuanya, baik itu kecintaannya akan kesenian musik maupun kegiatan beliau dalam memproduksi alat musik.

Pada masa kecilnya, Bapak Zulkarnaen Lubis bersekolah di TK Nusaindah.Sebelum beliau memulai pendidikannya di TK tersebut, Bapak Zulkarnaen sudah tertarik “memegang-megang”instrumen ukulele 7namun tidak bisa memainkannya.Kemudian beliau melanjutkan perguruan sekolah dasar di SDN 101778.Sejak kelas 6 SD Zulkarnaen mulai mengenal musik. Beliau suka mendengarkan musik di media pemutar kaset ( atau biasa yang disebut taperecorder). Namun, saat itu hanya sekedar mendengar musik, belum ada niat untuk belajar musik.

Zulkarnaen kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu SMPN 15. Pada saat itu beliau memilih untuk belajar musik dengan gitar akustik.Alasannya, gitar elektrik adalah barang yang mahal pada saat itu dibandingkan sekarang.

Zulkarnaen belajar gitar akustik karena senang dan tertarik untuk mempelajari lagu-lagu yang sedang terkenal pada jaman itu. Khususnya lagu pada tahun 80-an seperti lagu band Deep Purple dan band God Bless.Beliau belajar gitar akustik tersebut secara otodidak. Dengan kata lain, belajar dengan

7

Ukulele adalah alat musik petik sejenis gitar berukuran kecil, sekitar 20 inci dan merupakan alat musik asli Hawaii.

kemampuan sendiri tanpa sekolah atau mengikuti kursus untuk belajar gitar akustik.Dan sejak kecil, beliau memang suka membongkar mainannya. Semua kegiatan musik tersebut beliau lakukan hingga menyelesaikan pendidikan di STM Teladan Medan.

Zulkarnaen mulai berkuliah di D1 Polmed USU pada tahun 95-an. Saat masa kuliah, beliau tetap melanjutkan musiknya.Beliau mulai belajar gitar bass.Alasannya karena sudah banyak pemain musik yang berebut untuk bermain gitar elektrik.Namun, alat musik major Zulkarnaen tetap gitar elektrik. Lagu-lagu yang dibahas semasa beliau menjadi bassis adalah lagu band Red Hot Chilli Pepper. Beliau juga pernah menjadi vokalis saat mengisi acara pentas seni dan sekaligus menjadi gitaris juga. Selesai perkuliahan, beliau baru mulai memperdalam ilmu gitar elektrik.

Setelah menyelesaikan perkuliahannya, Zulkarnaen bekerja di Warung Telekomunikasi selama satu sampai dua tahun. Kemudian beliau hijrah ke Batam untuk mencari pekerjaan di sana. Namun, alhasil beliau tidak menemukan pekerjaan apapun dan menyebabkan beliau menjadi pengangguran selama satu setengah tahun. Lalu beliau mengambil keputusan untuk hijrah lagi ke kota Jakarta.

Semasa di Jakarta beliau mencoba menghidupi dirinya dengan melakukan kegiatan seperti ‘mengamen” serta pernah bekerja di bidang penjualan gitar antar kota, contohnya Jakarta ke bandung dan sebaliknya. Beliau mengatakan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan di Jakarta tetap akan berhubungan dengan bidang musik.

Kemudian dari Jakarta, Zulkarnaen kembali lagi ke kota asal, yaitu kota Medan. Di Medan beliau mendapat pekerjaan di PT. JAMSOSTEK.Saat itulah beliau dapat membeli gitar elektrik menggunakan penghasilan sendiri dan mulai mempelajari lebih dalam mengenai gitar elektrik, baik dari segi permainan maupun fisik dari gitar elektrik tersebut.

Zulkarnaen membeli sebuah gitar buatan Korea. Rasa penasaran akan gitar listrik mendorongnya untuk membongkar gitar eletrik buatan Korea yang dia miliki dan membandingkannya dengan gitar listrik buatan USA. Dari situ beliau mengetahuiperbedaan-perbedaan gitar eletrik baik dari segi suara yang dihasilkan maupun harga dari setiap gitar elektrik.

Umumnya orang-orang pada saat itu hanya mengenal gitar elektrik dari segi mereknya saja.Sedangkan Zulkarnaen mengetahui bahwa jenis kayu dapat mempengaruhi kualitas dari sebuah gitar elektrik.

Zulkarnaen mengatakan bahwa bakat yang dimiliki beliau sekarang dalam membuat sebuah gitar bukanlah dari orang tuanya, meskipun bapak dari Zulkarnaen bisa bermain gitar. Usaha memproduksi alat musik ini beliau lakukan dengan sendiri tanpa campur tangan orang lain. Awalnya istri beliau juga tidak setuju dengan kegiatan beliau dalam membuat gitar tersebut.

Istri Zulkarnaen bernama Ibu Nurhusna, berumur 33 tahun.Mereka dikarunia 2 orang anak dan 1 masih dalam kandungan.Anak pertama bernama Naurah Rizky Lubis dan anak kedua bernama Dlorif Mufid Lubis. Pertama kali beliau mengenal sang istri adalah setelah beliau pulang dari kota Jakarta ke kota Medan. Usia pernikahan mereka hingga sekarang hampir menjalani tujuh tahun.

Istri beliau bekerja sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil) di Pemprov dan kini beliau bekerja sebagai pengawas gudang Pemprov.Namun, dengan berjalannya waktu, istri beliau pun mulai menyetujui pembuatan gitar tersebut.

Zulkarnaen mulia belajar membuat gitar elektrik pada tahun 2008, di kediamannya yang berada di Kelurahan Bandar selamat.Beliau mulai mencari bahan-bahan kayu yang akan dipakai dalam pembuatan dan membaca-baca bagaimana teknik pembuatan gitar elektrik di jejaring sosial seperti google8. Namun, layaknya sebuah percobaan, beliau sering mengalami kesalahan dalam pembuatan yang mengakibatkan beliau mengalami kerugian hingga jutaan karena harus membeli bahan-bahan yang cukup mahal.Saat gitar pertama sudah dibuat, masih ada presisi (ukuran pada setiap bagian gitar elektrik) yang belum sesuai.

Tiga tahun kemudian, sekitar tahun 2011, selama proses pembelajaran tersebut, akhirnya Zulkarnaen berhasil menciptakan satu gitar elektrik yang baik. Sejak saat itu Zulkarnaen mulai mendapat pesanan gitar elektrik.pesanan pertama berasal dari orang berkebangsaan Tionghoa (suku Cina) dan model yang diminta adalah seperti gitar elektrik merk Shecter. Saat mulai memproduksi gitar elektrik, beliau sudah berhenti bekerja di PT. JAMSOSTEK.

Menurut pengakuan beliau saat pesanan pertama diterima, beliau merasa gugup, gemetaran sekaligus bahagia.Hal itu disebabkan baru kali ini karya beliau mulai dikenal orang dan memproduksi untuk publik.Harga pesanan gitar tersebut adalah satu juta delapan ratu ribu rupiah.Harga tersebut disesuaikan dengan bahan-bahan dan spesifikasi yang digunakan pada gitar elektrik yang dibuat.Alat

8

Google adalah jejaring sosial yang berisi informasi dari setiap aspek kehidupan sehari-hari.

yang digunakan juga bukan dari mesin melainkan alat yang langsung dikerjakan dengan tangan sendiri.

Dua tahun setelah tinggal di daerah Kelurahan Bandar Selamat, beliau pindah ke jalan tembung dan masih menjalankan produksi gitar di rumah beliau selama satu tahun.Kemudian beliau beserta istri dan anak-anak pindah ke jalan bridgen katamso hingga sekarang, yang merupakan tempat pembuatan gitar dan objek lapangan si penulis.

Sebelumnya dalam pembuatan gitar Zulkarnaen tidak mau untuk dipublis.Beliau masih membuat gitar dengan meniru merek-merek yang sudah ada.Hal itu dikarenakan beliau merasa karya gitarnya tersebut masih belum dewasa dalam pembuatan.hingga beliau mendapat pengakuan dari Bapak Dedi, gitaris dari grup band Medan dan musisi lainnya bahwa gitar produksi Zulkarnaen sudah layak barulah beliau mulai mempubliskannya. Salah satu prestasi yang beliau dapat adalah beliau pernah di wawancarai oleh sebuah stasiun televisi, yaitu TVRI, mengenai pembuatannya gitar elektriknya.

Total gitar elektrik dan bass elektrik yang sudah diproduski Zulkarnaen hingga saat ini sudah mencapai 21 buah. Belum termasuk pesanan yang masih dalam proses pembuatan. mulai dari penulisan skripsi ini, gitar bass fretless buatan Zulkarnaen mulai menggunakan merek sendiri yaitu Orif. Nama tersebut terinspirasi dari anak kedua beliau.Anak kedua beliau suka memegang gitar beliau.

Umumnya beliau lebih berfokus dalam pembuatna gitar elektrik.menurut beliau, pembuatan gitar bass elektrik lebih capek dan alat kurang memadai. Beliau

juga mengatakan gitar bass elektrik pertama dibuat karena adanya desakan dari konsumen.Begitu juga pada gitar bass untuk skripsi ini.

Faktor lain mengapa Zulkarnaen mau membuat gitar bass elektrik adalah beliau berharap pada penulis agar karyanya bisa dipromosikan juga. Zulkarnaen juga memiliki tujuan dalam memproduksi ini, yaitu agar warga kota Medan tidak perlu lagi ke luar kota untuk membuat sebuah gitar elektrik ataupun gitar bass elektrik.

Musisi yang sudah memakai gitar produksi Zulkarnaen seperti donny bass, ion Mubarak, anak-anak sekolahan dan anak kuliahan. Adapun musisi terkenal Medan yang membantu dalam mengatur kenyaman bermain gitar Zulkarnaen, yaitu Codek.

Untuk target berikutnya, Zulkarnaen akan membuat headstock9 dengan bentuk yang diciptakan beliau sendiri dan memproduksi gitar elektrik dengan merek Orif sebanyak mungkin dan dipasarkan pada tahun 2016. Beliau juga akan menghakpatenkan merek Orif.

Beliau hanya menerima pesanan gitar elektrik dan bass elektrik yang sesuai dengan hasil karya Zulkarnaen sendiri tanpa menggunakan merek lain lagi. Dan kayu yang akan dipakai dalam produksi gitar berikutnya adalah kayu yang asli berasal dari Indonesia.

9

BAB III

TEKNIK PEMBUATAN GITAR BASS SOLID ELEKTRIK FRETLESS

3.1 Sejarah Singkat Mengenai Gitar Bass

Sejarah gitar dipercaya dimulai di wilayah Timur Tengah. Di antara puing-puing yang ditemukan di Babilonia, yang paling relevan adalah gitar yang dibuat pada 1900-1800 SM. Dari masa itu, hingga tahun 1650, gitar mengalami evolusi yang begitu rumit dan beraneka ragam. Begitu banyak jenis dan masing-masing memiliki nama yang berbeda.

Beberapa kalangan berpendapat lain, menganggap gitar justru berasal dari Negara Spanyol karena alat musik gitar mirip dengan alat musik Spanyol yang bernama Vihuela yang beredar pada awal abad ke-16. Gitar ini mempunyai cara pembuatan yang sama dengan alat musik ukulele. Gitar pertama kali yang dibuat

sebenarnya berukuran sangat kecil dan juga hanya memiliki empat dawai, seperti ukulele.

Alat musik bass pertama kali dibuat di dunia adalah contrabass atau double bass.Contrabass ditemukan di Eropa pada abad ke-15.Contrabass identik dengan orchestra karena masih merupakan keluarga violin (violin, viola dan cello). Alat musik ini bertuning G-D-A-E sama seperti gitar bass tetapi tidak memiliki fret. Adapun faktor utama contrabass diciptakan pada masa itu.

Menurut sumber gitargorsir.blogspot.com, Contrabass diciptakan pertama kali karena tanpa adanya suara bass dalam suatu lagu, lagu tersebut tidak memiliki sesuatu yang bisa menggetarkan ruangan, sehingga tidak bisa merasuk ke jiwa pendengar dan lagu terasa kosong.Untuk itu, contrabass diciptakan untuk mengisi kekosongan lagu tersebut dan hal ini terus menerus berlanjut sampai adanya gitar bass yang merupakan pengganti peran contrabass dalam sebuah band.

Cara memainkan contrabass ada dua, yaitu dengan cara digesek dan dipetik. Bermain dengan gesek sama caranya seperti bermain gitar bass. Dalam hal ini biasa disebut pizzicato untuk cara bermain petikan bagi keluarga violin.

Seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi, contrabass mengalami evolusi.

Pada tahun 1920an, Lloyd Loar, yang bekerja untuk Gibson10, mendesign double bass elektrik pertama. Bass ini menggunakan pickup electro-stratic11 tapi

10

Gibson Guitar Corp. adalah perusahaan gitar Amerika yang berdiri di tahun 1902

sebagai “The Gibson Mandolin-Guitar Mfg. Co., Lt.” di kalamazoo dan menjadi produser alat musik terbesar di Amerika dan beberapa produknya menjadi favorit banyak musisi dunia.

11

Pickup electro-stratic adalah alat mengkonversi gerakan mekanis menjadi sinyal listrik dengan cara yang berbeda-beda sesuai dengan kapasitas listriknya.

amply12 untuk frekuensi bass belum ada cara untuk mendengarkan instrument double bass tersebut.

Diawal tahun 1930an, Paul Tutmarc menjadi orang pertama yang memperbaiki ukuran double bass menjadi lebih praktis. Ukuran yang pertama dibuat hanya sebesar cello, namun hasilnya memiliki berat yang berlebihan dan akhirnya diperbaiki bentuknya lebih menyerupai gitar.

Bass baru yang diciptakan ini memiliki panjang 42”, solid body, menggunakan kayu walnut hitam dan senar piano yang tetap dilengkapi dengan pickup.

Pertengahan tahun 30an, beberapa pengembang instrument musik, seperti Lyon & Healy dan Gibson & Rickenbacker memulai memasarkan eksperimental elektrik bass yang sama dengan prototype bass Tutmarc, yang sedikit lebih besar dibandingkn dengan double bass yang standard. Namun, bagaimanapun bass itu tetap berukuran tinggi, tidak memiliki fret dan dimainkan secara vertical atau berdiri.

Sekitar tahun 1940, Paul Tutmarc memulai memproduksi gitar bass.Produksi ini didistribusikan oleh L.D. Heater Music Co., di Portland, Oregon dan menjadi distributor terbesar untuk elektrik bass. Beliau menamainya dengan bass gitar dengan inovasi menjadi adanya fret dan dimainkan secara horizontal.

Fitur utama dari produk tersebut adalah:

- Pickup, didesain karena double bass sering tertutup dengan brass section dari sebuah band jazz.

12

Amply atau amplifier adalah alat untuk memperbesar suara alat musik yang

- Ukuran, pemain double bass harus bisa berpergian sendiri karena ukurannya yang besar sehingga sering sekali ketinggalan di setiap perjalannya.

Kemudian pada tahun 1951, Leo Fender (penemu asal Amerika sekaligus pendiri Fender Musical Instruments Corporation, Musicman dan G&L Musical Instruments), menciptakan precision bass. Penamaan precision bass dikarenakan

Dokumen terkait