BAB I PENDAHULUAN
1.4. Manfaat Penelitian
1.4.2 Manfaat Praktis
Manfaat penelitian secara praktis bisa diperuntuhkan untuk beberapa pihak : 1. Penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan bagi para pembaca dari hasil
penelitian ini maupun bagi peneliti secara pribadi, yaitu untuk menambah pengetahuan dan kepekaan para pembaca yang juga terarik mengkaji atau meneliti wacana media massa secara kritis.
2. Hasil dari penelitian ini diharapakan dapat bermanfaat bagi pers sendiri, sebagai pelaku jurnalisme sehingga dapat menyajikan berita secara tepat dan berguna bagi bangsa Indonesia.
3. Pengelola media dan khalayak mampu mengembangkan dan memanfaatkan media sebagai bagian dari ruang public
4. Pemilik media diharapkan bisa mengembangkan berbagai pendekatan kontruksi, sementara khalayak bisa dengan cerdas dan lebih memahami proses kontruksi yang tidak bisa dilepaskan dari kepentingan-kepentingan golongan tertentu untuk mempengaruhi opini public.
5. Kepada masyarakat guna mengetahui dan memahami karakteristik media massa, khususnya media-media cetak nasional, dalam mewancanakan sebuah masalah atau peristiwa.
6. Kepada pemerintah agar dapat lebih peka dan dapat mengambil kebijakan yang tepat dan tegas dalam permasalahan kebebasan beragama di Indonesia.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN
2.1. Penelitian Terdahulu
Dalam teks pemberitaan Harian Kompas dan Republika pada bulan Juli 2015 dan Oktober 2015 diketahui bahwa telah terjadi peningkatan isu konflik rumah ibadah dalam kehidupan antar umat beragama di Indonesia. Dari teks pemberitan terlihat bahwa surat kabar harian Kompas dan Republika mengupas peristiwa dengan hati-hati karena hal ini merupakan peristiwa yang sangat rawan dan media merupakan mediasiasi informasi kepada masyarakat luas. Untuk membedah pemahaman mengenai wacana teks pemberitaan di balik komunikasi pemberitaan peristiwa konflik rumah ibadah yang di muat di Kompas dan Republika tersebut penelitian ini menggunakan paradigma kritis dan analisis wacana kritis Van Dijk. Hal yang sama terdapat dalam beberapa terbitan atau publikasi dari penelitian terdahulu yang relevan dengan topik yang diangkat dalam penelitian ini, yaitu tentang wacana kritis mengenai pemberitaan konflik di media cetak.
Berikut ini dipaparkan beberapa penelitian terdahulu dengan konsep yang sama atau focus kajian yang hampir sama yaitu tentang kajian wacana kritis yang telah banyak dilakukan :
1. Analisis Wacana Terhadap Teks Berita Tuntutan Pembubaran FPI pada SKH Kompas Edisi Februari 2012. Khuriyati UIN Sunan Kalijaga.
Dalam penelitian ini, mengambil analisis tentang pemberitaan SKH Kompas terkait pembubaran organisasi masyarakat FPI (Front Pembela
Islam) . Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data-data akan dianalisa menggunakan model analisis wacana yang diperkenalkan oleh Theo Van Leeuwen. Analisis Van Leeuwen secara umum menampilkan bagaimana pihak-pihak dan aktor (seseorang atau kelompok) ditampilkan dalam pemberitaan. Ada dua pusat perhatian.
Pertama, exclusion (eksklusi) , Apakah dalam suatu teks berita, ada kelompok atau aktor yang dimunculkan dalam pemberitaan dan strategi wacana apa yang dipakai untuk itu. Kedua. Inclusion ( inklusi ) , yakni aktor yang disebut ( seseorang atau kelompok masukkan dan digambarkan dalam pemberitaan. Meskipun aktor tidak dihilangkan, proses marjinalisasi seseorang atau kelompok tertentu tetap bisa dilakukan.
Dalam teorinya Model analisis Theo Van Leeuwen menggunakan teknik eksklusi dan inklusi memiliki strategi untuk mengetahui proses pemarjinalan yang terjadi pada pemberitaan tersebut, teknik eksklusi terbagi menjadi pasivasi, nominalisasi dan penggantian anak kalimat, sedangkan teknik inklusi terbagi menjadi tujuh yakni, diferensiasi-indiferensias-abstraksi, nominasi kategoresasi, nominasi-identifikasi, determinasi-indeterminasi, asimilasi-individualisasi dan asosiasi-disasosiasi. Hasil dari penelitian tersebut mengungkapkan bahwa Kompas terkesan berhati-hati dalam setiap berita yang dipublikasikannya, pemarjinalan yang terjadi pada pemberitaan Kompas tidak secara langsung memojokan FPI, strategi eksklusi tidak terlalu digunakan, hal ini menunjukan bahwa Kompas cenderung tidak mengeluarkan aktor yang bersangkutan (FPI) . Pemberitaan pada Kompas sering melakukan strategi inklusi dimana FPI juga ditampilkan sebagai ormas yang hanya bertindak anarkis dalam melakukan aksinya, kompas tidak menyebutkan kegiatan FPI yang bersikap positif seperti kegiatan sosial. Dalam pemberitaan ini terkait dengan teknik inklusi, Kompas cenderung menyoroti sikap aparat yang bertindak aktif dan sigap.
2. Analisis Wacana Rencana Pembakaran Al-Qur‘an oleh Terry Jones Dalam Surat Kabar Harian Republika Edisi September 2010. Zuni Indana Zulfa IAIN Walisongo tahun 2011.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konstruksi Harian Republika dalam pemberitaan Rencana Pembakaran Al-Qur‘an yang marak diberitakan di berbagai media massa selama bulan September 2010.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode analisis wacana Teun A Van Dijk. Metode ini memiliki tiga tahapan penelitian yaitu tahapan teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Tiap berita akan penulis teliti dengan tiga tahapan tersebut kemudian akan
ditarik suatu kesimpulan yang sesuai dengan penelitian. Maka di setiap berita akan dikemukakan hasil simpulan yang berbeda karena didasari oleh analisis teks, kognisis sosial, dan konteks sosial. Adapun hasil analisis yang didapatkan oleh penulis adalah sebagai berikut: pertama pada berita berjudul ‗Umat Islam Jangan Terprofokasi‘, hasil penelitian menyebutkan bahwa berita ini bersifat reaktif. Dalam berita kedua, berjudul ‗FUI Kecam Rencana Pembakaran Al-Qur‘an‘ juga menyebutkan bahwa berita ini juga bersifat reaktif karena kedua berita tersebut dibangun oleh konteks sosial masyarakat saat itu. Berita ketiga dengan judul ‗Pemuka Agama AS Mengutuk‘penulis menyatakan bahwa berita tersebut bersifat mendukung atas ungkapan para nara sumber yang diwawancarai. Dalam berita ketiga berjudul ‗AS Tak Perangi Islam‘ berita ini bersifat netralisasi karena memberitakan keadaan masyarakat AS saat ulang tahun ke 10 WTC di Amerika. Sedangkan dalam berita terakhir Pembakaran Al-Qur‘an Dikecam‘ berita ini bersifat kontra karena memberitakan efek lain dari rencana Terry Jones yaitu terjadinya pembakaran serta perobekan Al-Qur‘an yang dilakukan oleh orang lain. Maka hasil analisis yang didapatkan oleh penulis adalah koran Republika mencoba mengkonstruksi kepada pembacanya untuk turut menolak rencana Terry Jones yaitu membakar Al-Qur‘an karena menganggap bahwa umat Islam adalah teroris yang harus diperangi.
3. Kontruksi Berita Larangan Pemakaian jilbab Pada Situs www.Republika.co.id. UIN Sunan Kalijaga, Ita Septiyani.
Republika online mencoba membongkar dan mengkonstruksi kasus larangan pemakaian jilbab di SMA Negeri Bali dilihat dari kacamata Islam. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yakni penelitian yang berusaha mengetahui konstruksi berita yang dibangun oleh media Republika online mengenai kasus pelarangan jilbab di SMA Negeri Bali.
Setelah melakukan analisis dengan menggunakan konsep Critical Discourse Analysis (CDA) yang diterapkan oleh Teun Van Dijk pada tingkat teks maka diperoleh kesimpulan bahwa Republika online menggunakan struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro. Pada struktur mikro semantik, sintaksis, stilistik, dan retoris digunakan semua meskipun detil pada semantik lebih ditonjolkan. Ditinjau dari analisis konsep Van Dijk, secara garis besar kecenderungan berita yang di konstruksi oleh Republika online dalam pemberitaan kasus larangan pemakaian jilbab di SMA Negeri Bali pertama, melanggar Hak Asasi Manusia (HAM), tidak seharusnya pihak sekolah memberlakukan tidak
adil terhadap siswa yang beragama minoritas. Kedua, otonomi sekolah bertentangan dengan UU Sisdiknas Nomor 23 Bab 5, SK Dirjen Dikdasmen Nomor 100 Tahun 1991 dan UUD 1945. Ketiga, semestinya dalam menjaga kearifan lokal tidak boleh ada pelarangan pemakaian jilbab untuk menjaga kedamaian umat.
4. Kontruksi Media Cetak Terhadap Radikalisme (Analisis Wacana Kritis Terhadap Pemberitaan Pelarangan Guru Agama Asing Di Indonesia Dalam SKH Republika Edisi Januari 2015) UIN Sunana Kalijaga Yogyakarta.
Lulus Novita tahun 2015.
Berawal dari sejak Menteri Ketenaga kerjaan, Muhammad Hanif Dhakiri memberikan keputusan terkait larangan guru agama asing untuk tidak mengajar di Indonesia menuai beragam polemik. Pemerintah khawatir adanya radikalisme yang marak di semua agama di Indonesia. Dari kekhawatiran itulah media cetak seperti SKH Republika dalam mengkonstruksikan wacana radikalisme pada pemberitaan larangan guru agama asing, sebagaimana menyampaikan pesan terkait radikalisme Islam kepada pembaca terutama umat muslim. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, melihat SKH Republika mengkonstruksikan wacana radikalisme pada pelarangan guru agama asing, peneliti menggunakan analisis wacana model Norman Fairlough, untuk menganalisis berita media cetak dengan memakai analisis wacana kritis (Cricitical Discourse Analysis/CDA). Pada level analisis data model Norman Fairclough dibagi menjadi tiga elemen yaitu text, Discourse practice news room, dan sociocultural practice. analisis wacana kritis Norman Fairclough pada elemen tersebut mengungkapkan wacana yang dibentuk oleh SKH Republika. Hasil dari penelitian ini adalah Dari hasil analisis wacana pada kasus pelarangan guru agama asing pada SKH Republika wacana yang ingin dibentuk adalah sebagaimana dan sejauh mana media membentuk persepsi masyarakat atau pembaca dalam memunculkan opini publik, terutama dalam hal menyikapi, mengerti, memahami, dan sebagai pembelajaran tentang makna radikalisme dalam hal lebih ke kewaspadaan di setiap agama, terutama agama Islam di Indonesia. Radikalisme yang dimaksudkan di sini merupakan paham atau aliran yang menuju kepada gerakan-gerakan kekerasan yang mempunyai tujuan dan politik tertentu dengan mengatasnamakan agama. Selain itu konstruksi wacana radikalisme dalam teks, Discourse practice news room, dan sociocultural practice dari segi wartawan yang menulis berita serta redaktur membuat jelas bahwa peran media dalam pemberitaannya menunjukkan bagaimana ideologi dianut oleh sebuah media.
5. Analisis Konflik Pembangunan Rumah Ibadat Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (Studi Kasus Pembangunan Masjid Pembangunan Masjid Di Kota Kupang Dan Kabupaten TTU) Reynold Uran
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu hasil wawancara dengan pihak-pihak yang terlibat atau mengetahui konflik ini.
Selain dari pihak-pihak ini, data primer juga penulis dapatkan dari dokumen-dokumen penting yang dikeluarkan pemerintah yang berkaitan dengan konflik ini, dokumen dari pihak pembangun masjid, dokumen dari karang taruna dan masyarakat. Data sekunder juga penulis gunakan dalam penelitian ini seperti kliping koran lokal ; Pos Kupang dan Timor Express, media online, buku-buku referensi terkait konflik pembangunan rumah ibadat dan beberapa aturan terkait kebebasan beragama dan beribadah seperti UUD 1945, UU No.12 Tahun 2005 tentang Kovenan Internasional Hak-hak Sipil dan Politk dan KB 2 Menteri tahun 2006 yang mengatur tentang pendirian rumah ibadat dan penyelesaian konflik akibatnya. Data yang terkumpul ini kemudian diproses dengan metode analisa deskripsi kualitatif, yang bersifat menjabarkan, menerangkan dan mendeskripsikan secara terperinci mengenai fenomena yang ada dan juga disertai pandangan para pakar terkait kejadian atau fenomena tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya faktor-faktor yang menginisiasi konflik maupun faktor yang kemudian bisa menyelesaikan konflik yang muncul di tiap fase konflik seperti faktor prosedur atau teknis yang berfungsi paradoks untuk kedua konflik, faktor isu yang menyertai konflik yang membuat konflik makin kompleks, faktor aksi masyarakat dalam berkonflik, tipe konflik yang berbeda antara dua konflik, dimensi lokalitas konflik, faktor peran pemerintah daerah dan polisi, FKUB, Media Massa dan bagaimana hasil akhir yang bervariasi dari kedua konflik.
6. Analisis Wacana Kritis terhadap Pemberitaaan Kasus Sampang (Aliran Sunni dan Syiah) dalam Harian Suara Merdeka (edisi Agustus – September 2012) Filayati, Citra Nita (2013) , IAIN Walisongo.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konstruksi Harian Suara Merdeka dalam pemberitaan kasus di Sampang Madura yang melibatkan warga Sunni dan Syiah edisi Agustus sampai September 2012.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis. Adapun model wacana yang dipilih adalah model wacana yang dikembangan oleh Norman Fariclough.
Dalam meneliti dengan menggunakan model ini, digambarkan memiliki
tiga bagian ; teks, discourse practice, dan sociocultural practice.
Kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah Harian Suara Merdeka lebih menampilkan pendapat masyarakat yang meminta agar kasus kekerasan mendapat penyelesaian yang tuntas. Dalam kasus ini, Suara Merdeka tidak menyudutkan salah satu pihak antara Sunni dan Syiah. Suara Merdeka juga menghimbau kepada pemerintah untuk lebih meningkatkan intelijennya dalam menanggapi kasus serupa agar tidak terulang kembali.
7. Wacana Keagamaan Syiah-Sunni Dalam Majalah Tempo Dan Suara Hidayatullah , Dadang S. Anshori 2012
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan bahasa sebagai representasi sikap media massa terhadap masalah konflik Syiah-Suni.
Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis Fowler. Sumber data adalah pemberitaan konflik Syiah-Sunni di Sampang dalam Majalah Tempo dan Suara Hidayatullah. Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, konflik Syiah-Sunni digambarkan dalam judul-judul dan sudut pandang pemberitaan. Kasus konflik Syiah-Sunni diberitakan Tempo dengan sudut pandang serangan laknat sedangkan Suara Hidayatullah menyajikan pertentangan substansi pemahaman keagamaan. Kedua, penggunaan kosakata, seperti memaksakan keyakinan, pembersihan Syiah, serangan laknat, intoleransi dapat mewakili sikap Tempo sedangkan sikap Suara Hidayatullah diwakili dengan kosakata sesat, menyesatkan, pembajakan, syirik, dan kafir.
Ketiga, berdasarkan penggunakan kosakata dan kalimat, Tempo bersikap cenderung berpihak terhadap kelompok Syiah, sedangkan Suara Hidayatullah cenderung bersikap memihak kelompok Sunni Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan kritis.
8. Kontruksi Berita Konflik Mesuji dan Lampung Selatan Di TV One (Analisis Framing Berita Konflik Mesuji dan Berita Konflik Lampung Selatan dalam Siaran Tv One 2011-2012) Shinta Paramita.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konstruksi pemberitaan konflik Mesuji dan Lampung Selatan yang disiarkan TV One dalam kurun waktu 2011 sampai 2012. Berita yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 33 berita. 18 berita membahas tentang konflik Mesuji dan 15 berita membahas tentang konflik Lampung Selatan.
Menggunakan metode framing model Dahinden dan Robert Etnam.
Metode framing yang diterapkan Dahinden berupa basic frame untuk melihat posisi dan pandangan tersendiri terhadap media dan teks berita.
Kemudian framing Entman menjelaskan bahwa dalam membuat kerangka
framing dengan cara menyeleksi dan memberi perlakukan tertentu terhadap aspek dari sebuah peristiwa yang akan diteliti dalam teks berita.
Lebih lanjut Entman menjelaskan bahwa framing merupakan kegiatan pemberi definisi, penjelasan, evaluasi, dan rekomendasi terhadap peristiwa yang diwacanakan. Konsepsi mengenai framing dari Entman tersebut menggambarkan secara luas bagaimana peristiwa dimaknai dan ditandakan oleh wartawan. Dari penjelasan di atas maka didapat frame-frame yang membentuk pola dalam konflik Mesuji dan Lampung Selatan. Frame tersebut adalah motif konflik, dinamika konflik, dan penyelesaian konflik.
Hasil penelitian dalam konflik Mesuji TV One lebih memusatkan perhatian kepada kebrutalan dan tidak anarki yang dilakukan masyrakat Mesuji. Sedangkan dalam Lampung Selatan TV One lebih memusatkan perhatian kepada masyarakat Lampung yang mudah terprovokasi dan mudah emosinal. Dalam frame dinamika konflik perbedaan mulai terlihat dalam konflik Mesuji frame lebih dipusatkan kepada kritik terhadap kinerja pemerintah, sedangkan dalam konflik Lampung Selatan frame lebih mengangkat menderitanya masyarakat etnis Bali di pengungsian.
Dalam frame penyelesaian konflik dari ke kedua konflik tersebut mempunyai kesamaan bahwa konflik hanya bisa diselesaikan oleh pemerintah. Dari temuan di atas menunjukan bahwa wartawan tidak kritis dalam melihat fenomena yang terjadi di Mesuji dan Lampung Selatan.
Sehingga mereka menciptakan kualitas berita yang rendah. Kualitas berita yang rendah itulah yang diserap audien dan akhirnya persepsi mereka akan kedua konflik tersebut akan bergeser.
9. Konflik Agama dalam Media Berita Online (Kajian Kritis Pemberitaan Konflik Cikeusik Dalam Portal VIVA.CO.ID Pada Periode Bulan Februari 2011) M. Fikri. Ar 2012
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konstruksi berita-berita konflik Ahmadiyah di Cikeusik yang diberita-beritakan media berita-berita online VIVA.co.id, pada periode bulan Februari 2011. Satu masalah pokok tersebut dikaji dan diteliti berdasarkan data-data 170 berita konflik Cikeusik, dan dilengkapi wawancara mendalam dengan pengelola media berita online VIVA.co.id tersebut, hingga dihasilkan kesimpulan dan temuan-temuan yang bersifat spesifik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Critical Discourse Analysis (CDA) model Norman Fairclough yang secara garis besar mencakup analisis multilevel, dari level mikro (teks), level meso (praktik wacana), dan level makro (sosiokultural) yang secara bersama-sama diterapkan untuk membaca, menganalisis dan menginterpretasi teks-teks berita konflik Cikeusik yang sudah ditetapkan sebelumnya. Di dalamnya, peneliti menemukan kecenderungan bahwa masing- masing pihak yang terikut dalam konflik Cikeusik memiliki pengaruh dan peran yang berbeda. Hasil penelitian menemukan kecenderungan bahwa massa penyerang dikonstruksikan sebagai pihak agresor yang brutal, sementara di lain pihak, korban konflik Cikeusik
dikonstruksikan menjadi pihak yang mengalami trauma psikologis. Model konstruksi konflik yang terbangun di dalamnya adalah spiral konflik, sedangkan konstruksi ideologi di dalamnya adalah ideologi liberal yang bergerak bebas, terbuka, dengan menjadikan insiden konflik sebagai bahan utama pemberitaan.
10. Relasi antara Pengetahuan Agama dan Kekerasan Atas Nama Agama.
Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama pada tahun 2009 dan dipublikasikan pada 2010.
Penelitian tersebut memiliki tujuan untuk mengetahui lima hal, pertama, ada tidaknya hubungan antara pemahaman agama dengan tindak kekerasan atas nama agama; kedua ada tidaknya hubungan antara aktualisasi ajaran agama dengan tindak kekerasan atas nama agama, ketiga, ada tidaknya perbedaan tindak kekerasan atas nama agama antara orang yang memiliki pemahaman agama yang tingggi dengan yang memiliki pemahaman agama yang rendah, keempat adalah ada tidaknya perbedaan tindak kekerasan atas nama agama antara orang yang kuat keinginan melakukan aktualisasi agama dengan yang kurang kuat, dan terakhir adalah ingin mengetahui alternatif solusi untuk mengurangi atau meredam munculnya tindak kekerasan atas nama agama. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode gabungan kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif menggunakan survei yang dilakukan pada 6 propinsi di Indonesia yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, NTB, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Barat. Teknik pengambilan sampel menggunakan Multistage Random Sampling. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara pengetahuan agama dengan tindak kekerasan atas nama agama.
Makin baik pengetahuan agama seseorang, maka makin tidak terdorong orang tersebut untuk melakukan tindak kekerasan atas nama agama; dan sebaliknya makin kurang pengetahuan agama seseorang, maka kecenderungan kekerasan atas nama agama akan meningkat. Berdasarkan persamaan regresi antara variabel pengetahuan agama dengan tindak kekerasan atas nama agama, diketahui bahwa jika pengetahuan agama meningkat satu unit, maka kekerasan atas nama agama akan berkurang sebesar 0,366 unit. Penelitian ini juga menemukan bahwa tidak ada kaitan antara keinginan aktualisasi ajaran agama dengan kekerasan atas nama agama. Kesimpulan ini ditunjang oleh data deskriptif jawaban responden, yang mayoritas tidak ingin atau tidak setuju jika ajaran Islam diterapkan secara paksa; dan mayoritas responden menolak jika agama Islam dijadikan agama negara. Ketiga diperoleh data bahwa terdapat perbedaan pemahaman keagamaan responden berdasarkan propinsi, dan akibat
perbedaan pemahaman ini dapat menimbulkan konflik antar umat sesama agama. Sementara temuan keempat menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan tindak kekerasan atas nama agama lantaran perbedaan aktualisasi ajaran agama.
Tabel 2.1. Matrik Penelitian Sejenis
No Nama Judul Metedologi Hasil Analisis
Hasil dari penelitian tersebut mengungkapkan bahwa Kompas terkesan berhati-hati dalam setiap berita yang dipublikasikannya,
pemarjinalan yang terjadi pada pemberitaan Kompas tidak secara langsung memojokan FPI, strategi eksklusi tidak terlalu digunakan, hal ini yang hanya bertindak anarkis dalam melakukan aksinya, kompas tidak menyebutkan kegiatan FPI yang bersikap positif seperti kegiatan sosial.
Dalam pemberitaan ini terkait dengan teknik inklusi, Kompas cenderung menyoroti sikap aparat yang bertindak aktif dan sigap.
Dalam penelitian ini media bersikap atau berupaya netral dan juga mendorong pemerintah agar lebih tegas dengan pemberitaan-pemberitaan kinerja pemerintah atau aparat
2. Zuni Indana didapatkan oleh penulis adalah koran Republika mencoba mengkonstruksi kepada pembacanya untuk turut menolak rencana Terry Jones yaitu membakar Al-Qur‘an karena menganggap bahwa umat Islam adalah teroris yang harus diperangi.
Dalam penelitian ini Republika secara tegas memperlihatkan sebagai media umat muslim.
3. UIN Sunan
Ditinjau dari analisis konsep Van Dijk, secara garis besar kecenderungan berita yang di konstruksi oleh Republika online dalam pemberitaan kasus larangan pemakaian jilbab di SMA Negeri Bali pertama, melanggar Hak Asasi Manusia (HAM), tidak seharusnya pihak
Dalam penelitian ini Republika juga memperlihatkan sebagai
Provinsi Nusa seperti faktor prosedur atau teknis yang berfungsi hasil akhir yang bervariasi dari kedua konflik pemerintah yang tidak memiliki kebebasan.
2. Penggunaan kosakata, seperti memaksakan keyakinan,
sedangkan Suara kepada kebrutalan dan tidak anarki yang dilakukan wartawan tidak kritis dalam melihat fenomena yang terjadi di Mesuji dan Lampung Selatan. Sehingga mereka menciptakan kualitas berita yang rendah. Kualitas berita yang rendah itulah yang diserap audien dan akhirnya persepsi mereka akan kedua konflik tersebut akan bergeser.
Penelitian ini memperlihatkan sikap media yang medorong pemerintah agar lebih tegas dan media berupaya netral dalam pemberitaannya. ideologi di dalamnya adalah
Penelitian ini memperlihatkan sikap media yang medorong pemerintah agar lebih tegas dan media berupaya netral dalam pemberitaannya. ideologi di dalamnya adalah