• Tidak ada hasil yang ditemukan

C. Nilai Manfaat Hasil Hutan

2. Manfaat Tidak Langsung

Kawasan taman nasional selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat juga dapat memberikan manfaat secara tidak langsung. Manfaat tidak langsung (manfaat intangible ) merupakan manfaat yang diperoleh dari sumberdaya alam tetapi tidak dirasakan langsung oleh masyarakat seperti rekreasi, hidrologi, pendidikan, penelitian, pengaturan iklim dan sebagainya.

Pada kawasan Taman Nasional Manusela bagi masyarakat sekitar khususnya pada desa lokasi penelitian Desa Horale, Desa Masihulan, Desa Air Besar, Desa Solea dan Desa Pasahari selain dapat merasakan manfaat langsung, dapat juga merasakan manfaat tidak langsung. Berdasarkan hasil wawancara, sebagian responden mengemukakan bahwa manfaat tidak langsung yang dapat dirasakan adalah manfaat rekreasi karena Taman Nasional Manusela sangat cocok

dijadikan sebagai kawasan wisata dengan potensi objek wisata alam dan daya tarik tersendiri dan pemandangan alam yang indah dan menarik. Kawasan Taman Nasional Manusela memiliki keunikan dan kekhasan flora maupun fauna, dengan pemandangan alamnya yang menarik dan keadaan iklimnya yang segar sehingga sangat cocok dijadikan sebagai kawasan wisata yang dapat juga menambah pendapatan masyarakat sekitar dengan adanya wisatawan yang berkunjung ke lokasi taman nasional. Selain itu manfaat tidak langsung lainnya yang dirasakan oleh masyarakat adalah sebagai pengatur dan penyedia tata air, pengendali erosi dan lain sebagainya.

Di Desa Masihulan, warga masyarakat ikut terlibat dipekerjakan dalam suatu yayasan Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS) yang tugasnya melakukan rehabilitasi terhadap satwa khususnya jenis burung yang dilindungi yang diperoleh dari hasil tangkapan masyarakat dan akan direhabilitasi kemudian akan dilepaskan kembali ke alam setelah waktunya. Hal demikian merupakan peran serta aktif masyarakat dalam menjaga kawasan Ta man Nasional selain memungut hasil hutan secara langsung.

Gambar 13. Jenis Satwa (Burung) Di Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS) Desa Masihulan

D. Persepsi Para Pihak Tentang Pemungutan Hasil Hutan 1. Persepsi Masyarakat Pemungut Hasil Hutan

Pengertian persepsi yang digunakan dalam penelitian ini menunjuk pada pandangan individu atau masyarakat sebagai objek pendukung penelitian. Persepsi masyarakat sekitar kawasan tentang Taman Nasional Manusela merupakan wujud pemahaman yang dimiliki sejak dulu kala. Menurut MacKinnon et al. (1993), interaksi masyarakat dengan kawasan yang dilindungi dapat diarahkan pada suatu tingkat integrasi dimana keperluan masyarakat akan sumberdaya alam dapat

dipenuhi tanpa mengganggu atau merusak potensi kawasan. Keberhasilan pengelolaan banyak bergantung pada kadar dukungan dan penghargaan yang diberikan oleh masyarakat sekitar kepada kawasan tersebut. Karena itu, persepsi masyarakat sekitar Taman Nasional Manusela khususnya pemanfaat hasil hutan sangat berperan penting dalam rangka keberhasilan pengelolaan taman nasional pada masa yang akan datang.

Wawancara dilakukan terhadap responden yang memiliki ketergantungan terhadap kawasan Taman Nasional Manusela. Pertanyaan yang disampaikan berupa pengetahuan masyarakat tentang arti dari sebuah taman nasional. Kemudian hal-hal yang menyangkut persepsi atau pandangan mereka tentang manfaat dengan keberadaan Taman Nasional Manusela serta larangan-larangan dalam melakukan pemungutan hasil hutan di Taman Nasional Manusela. Persepsi masyarakat ini juga meliputi persepsi tentang hasil hutan yang dimanfaatkan dan persepsi tentang petugas maupun pengelola taman nasional.

Tabel 19. Persepsi Pe mungut Hasil Hutan

No. Persepsi Pemanfaat Hasil Hutan Jumlah Presentase (%)

1

Pengetahuan tentang keberadaan TN Manusela

• Istilah Taman Nasional

• Tidak mengetahui istilah taman nasional

52 10

83.87 16.13

2

Larangan -larangan dalam pemungutan hasil hutan TN Manusela

• Pemungutan hasil hutan merupakan kegiatan yang tidak diperbolehkan

• Pem ungutan hasil hutan merupakan kegiatan yan g diperbolehkan

35

27

56.46

43.54

3 Harapan dengan keberadaan TN Manusela • Mengemukakan harapan

• Tidak mengemukakan harapan

62 -

100 -

Hasil wawancara yang dilakukan terhadap responden (83,87%) sebagian besar mengetahui keberadaan serta istilah taman nasional namun ada juga yang tidak mengetahui istilah dari taman nasional (16,13%). Adanya pemahaman masyarakat bahwa taman nasional merupakan kawasan penyangga yang di dalamnya tidak boleh ada kegiatan yang berlangsung, merupakan kawasan lindung karena terdapat banyak flora maupun fauna yang langka serta merupakan tempat memelihara kelestarian hutan.

Beberapa manfaat kawasan konservasi dikategorikan oleh Dixon dan Sherman (1990) antara lain : manfaat rekreasi, perlindungan daerah aliran,

proses-proses ekologis, keragaman hayati, pendidikan dan penelitian, manfaat-manfaat konsumtif, manfaat-manfaat non konsumtif serta nilai-nilai masa depan. Berdasarkan hasil wawancara, responden sangat merasakan manfaat dari keberadaan taman nasional. Ketergantungan hidup masyarakat sebagian besar pada kawasan taman nasional. Namun, adanya perbenturan tentang larangan-larangan dalam kawasan Taman Nasional Manusela.

Sebesar 43,54% responden menyatakan bahwa kegiatan yang mereka lakukan merupakan kegiatan yang diperbolehkan karena selama pengambilan yang dilakukan tidak merusak kawasan dan mengganggu ekosistem yang ada didalamnya sedangkan responden lainnya sebesar 56,46% mengakui bahwa kegiatan yang mereka lakukan benar-benar sangat dilarang dan tidak diperbolehkan oleh petugas maupun pengelola Taman Nasional Manusela.

Sebagaimana persepsi-persepsi yang disebutkan di atas, 100 % responden juga mengemukakan harapan-harapan dengan adanya Taman Nasional Manusela, bahwa taman nasional harus memperhatikan kepentingan mereka. Melihat situasi dan kondisi perekonomian saat ini yang cukup memprihatinkan, tentunya mereka sangat menggantungkan hidupnya pada kawasan. Harapan lain yang dikemukakan yaitu agar pihak petugas di lapangan maupun pengelola dapat bekerjasama dengan masyarakat melakukan sosialisasi sehingga dapat menjaga keutuhan dan kelestarian kawasan taman nasional yang dapat memberikan manfaat bagi sesama. Masyarakat bersedia ikut serta apabila suatu saat diminta untuk terlibat dalam pengelolaan taman nasional misalnya melakukan patroli secara bersama-sama.

Pemerintahan desa lokasi penelitian setempat pun sangat mengharapkan agar pengelola dan petugas Taman Nasional Manusela memperhatikan warga masyarakatnya karena bagaimana pun masyarakat menggantungkan kehidupan pada kawasan taman nasional. Kerjasama yang baik antara pihak pengelola dan pemerintahan desa perlu penguatan kemitraan sehingga akan menciptakan suatu hubungan timbal balik yang positif antara taman nasional dan masyarakat yaitu kepentingan masyarakat secara wajar terpenuhi dan kepentingan taman nasional tetap terpelihara.

Dokumen terkait