• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manna Dan Burung Puyuh Yang Dari Allah

Doa:

Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Kami bersyukur kepada-Mu, Tuhan, karena Engkau telah menyediakan semua hal indah yang kami butuhkan untuk hidup: Makanan, pakaian, rumah dan keluarga yang indah untuk menjaga dan bermain bersama dengan kami. Kami mengetahui bahwa Engkau begitu mengasihi kami dan selalu menjaga kami. Tolonglah kami agar dapat merasa cukup dengan segala pemberian-Mu kepada kami dan selalu bersyukur kepada-Mu. Haleluya, Amin.

Manna Dan Burung Puyuh

Yang Dari Allah

PELAJARAN

Manna adalah bukti bahwa Allah tetap tinggal bersama dengan umat-Nya dan memberi perhatian atas kehidupan mereka. Ini menggambarkan ketergantungan manusia kepada allah dan kasih setia-Nya setiap saat.

PEMAHAMAN MURID-MURID

"Mengapa aku tidak mendapatkannya? Semua orang mendapatkannya!" "Ini kegiatan yang membosankan. Apakah kita tidak dapat melakukan yang lain?" "Aku menginginkan ada kamar bagi diriku sendiri! Aku tidak suka berbagi kamar dengan saudariku!" Semua perkataan ini sekali waktu pasti keluar dari mulut kita. Sebagian dari kita mudah untuk mengeluh, ketika ada hal yang tidak berjalan seperti yang kita inginkan. Ketika hal itu terjadi, maka kita dengan cepat menunjukkan kekesalan atau ketidakpuasan kita kepada sesama. Bagaimanapun, mengeluh itu adalah dosa dan tidak menyenangkan Allah, karena sungguh telah menentang Allah. Ketika kita mengeluh, sama saja kita sedang mengatakan kepada Allah bahwa Ia tidak tahu bagaimana melindungi dan memenuhi kebutuhan kita. Juga kita merasa tidak senang dengan apa yang telah Allah berikan kepada kita. Tetapi ketika kita menunjukkan kepuasan kita dalam hidup dan bahagia dengan apa yang Allah berikan kepada kita, maka sesungguhnya kita sedang menyenangkan-Nya.

Manna:

Makanan khusus yang Allah berikan kepada bangsa Israel selama mereka di padang gurun; memiliki makna apakah "manna" itu?

Burung Puyuh:

Burung kecil yang enak untuk dimakan.

Mengeluh:

Mengatakan sesuatu yang salah; menemukan kesalahan pada suatu hal.

Ulat:

Cacing; sejenis serangga yang berubah menjadi lalat.

KOSA KATA PELAJARAN

KISAH PELAJARAN

Ulasan

Pada minggu yang lalu, kita telah mempelajari tentang bagaimana bangsa Israel keluar dari Mesir. Setelah mereka keluar dari Mesir, apa yang Firaun dan para pegawainya lakukan? (Benar, mereka berubah pikiran dan mengejar bangsa Israel.) Bangsa Israel telah berkemah dekat laut Merah dan ketika melihat Firaun dan pasukannya datang mendekat, maka mereka berseru memohon pertolongan kepada Tuhan. Apa yang Tuhan lakukan? (Tuhan membelah air laut Merah, sehingga bangsa Israel dapat berjalan di tanah yang kering.) Apa yang terjadi

Keluhan Bangsa Israel

Setelah bangsa Israel menyeberangi laut Merah, maka mereka berjalan hingga sampai di padang gurun Sin. Di sanalah mereka mulai mengeluh kepada Musa dan Harun dengan perkataan: "Kami berharap Tuhan membunuh kami di Mesir! Ketika kami tinggal di sana, kami duduk dan makan roti dan daging yang kami inginkan. Tetapi kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini, di mana kami akan mati kelaparan!"

Tuhan berkata kepada Musa, "Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu. Setiap hari, bangsa Israel akan keluar dan memungut roti secukupnya untuk hari itu. Dengan cara ini, Aku akan melihat apakah mereka menaati-Ku. Tetapi pada hari keenam, mereka harus memungut roti dua kali lipat banyaknya dan siap untuk makan."

Manna Dan Burung Puyuh Yang Dari Allah

Musa berkata kepada Harun untuk mengumpulkan bangsa Israel, karena Tuhan telah mendengar keluhan mereka. Setelah Harun berkata kepada bangsa Israel, maka mereka menyaksikan ke arah padang gurun dan melihat kemuliaan Tuhan dalam awan. Tuhan berkata kepada Musa, "Aku telah mendengar sungut-sungut orang Israel! Sekarang katakan kepada mereka bahwa pada waktu senja mereka akan makan daging dan pada waktu pagi kamu akan kenyang makan roti. Mereka akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan, Allahmu."

Pada waktu petang, datanglah burung puyuh menutupi perkemahan itu, dan pada waktu pagi terletaklah embun di sekeliling perkemahan itu. Ketika embun itu telah menguap, tampaklah sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi. Mereka belum pernah melihat sesuatu yang seperti itu sebelumnya, dan mereka mulai bertanya seorang kepada yang lain, "Apakah ini?" Orang-orang itu menyebut roti itu "manna" (yang artinya: "apakah itu?").

Musa menjawab, "Inilah roti yang diberikan Tuhan kepadamu menjadi makananmu, Tuhan memberitahukan kepada kita untuk mengambil sebanyak yang kita perlukan. Ambillah secukupnya untuk setiap orang di dalam kemahmu."

Ulat Di Dalam Roti

Bangsa Israel melakukan apa yang difirmankan oleh Tuhan; ada yang memungut lebih, dan ada pula yang memungut sedikit. Setiap orang mengumpulkan menurut keperluannya.

Musa mengingatkan mereka, "Jangan menyimpan sedikitpun dari roti itu sampai pagi."

Beberapa orang Israel tidak mendengarkan Musa, dan mereka menyimpannya sampai pagi. Roti itu mulai berbau busuk dan berulat. Musa menjadi marah kepada mereka.

Hari Sabat - Hari Perhentian

Setiap pagi, semua orang Israel mengumpulkan manna sebanyak yang diperlukan dan ketika matahari makin terik, maka manna itu mulai mencair. Pada hari keenam, mereka mengambil dua kali lipat lebih banyak dari yang diperlukan. Musa berkata kepada orang Israel, "Inilah firman Tuhan: Besok adalah hari perhentian penuh, hari Sabat bagi Tuhan. Maka roti yang perlu kamu bakar, bakarlah, dan apa yang perlu kamu masak, masaklah. Dan segala kelebihannya biarkanlah di tempatnya untuk disimpan sampai pagi."

Jadi mereka menyimpannya sampai pagi seperti yang Musa katakan dan manna itupun tidaklah membusuk atau berulat di dalamnya. Musa berkata kepada mereka, "Makanlah manna itu pada hari ini, karena esok hari adalah hari Sabat bagi Tuhan. Dan pada hari ini, engkau tidak akan mendapatkannya di padang. Enam hari lamanya kamu memungutnya, tetapi hari ketujuh ada sabat, jadi roti itu tidak akan ada pada hari itu."

Tetapi sebagian dari mereka tidak mendengarkan perkataan Musa dan pergi keluar untuk mendapatkan roti itu. Lalu Tuhan berfirman kepada Musa, "Berapa lama lagi engkau tidak menaati perintah-Ku? Ingatlah, Tuhan telah memberikanmu hari Sabat; itulah sebabnya pada hari keenam Allah memberikan engkau roti yang cukup untuk dua hari. Semua orang harus beristirahat pada hari ketujuh; tidak ada yang boleh keluar.

Demikianlah mereka beristirahat pada hari Sabat, hari yang ketujuh.

Air Dari Dalam Batu

Pada suatu hari, bangsa Israel mulai mengeluh kembali kepada Musa, "Berikanlah kami air untuk diminum."

Musa menjawab, "Mengapa kamu mengeluh kepadaku dan mencobai Tuhan?"

Tetapi bangsa itu haus dasn tetap mengeluh, "Musa, apakah engkau membawa kami keluar dari Mesir hanya untuk membiarkan kami, keluarga kami dan ternak kami mati kehausan?"

Kemudian Musa berdoa, "Tuhan, apakah yang harus aku lakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu!"

Berfirmanlah Tuhan, "Bawalah beserta engkau beberapa orang dari para tua-tua bangsa Israel. Bawalah juga di tanganmu tongkatmu yang kaupakai untuk memukul sungai Nil, dan ketika engkau sampai di atas gunung batu di Horeb, maka Aku akan ada di sana. Pukullah batu dengan tongkat, dan dari dalamnya akan keluar air sehingga bangsa itu dapat minum."

Musa melakukan hal ini, sementara para tua-tua Israel menyaksikannya. Dia menamai tempat itu Masa (yang artinya "mencobai") dan Meriba (yang artinya "berdebat"), karena bangsa Israel telah mengeluh dan mencobai Tuhan dengan mengatakan, "Apakah Tuhan ada bersama dengan kita?"

MENGULANG DAN PERTANYAAN

1. Bangsa Israel mulai mengeluh karena tidak adanya __________ dan __________. (roti, daging)

2. Allah memberikan kepada bangsa Israel __________ dan burung puyuh untuk dimakan. (manna)

3. Setiap pagi, orang Israel mengumpulkan sebanyak yang diperlukan mereka. (Benar)

Pertanyaan untuk Direnungkan:

1. Menurut kamu, bagaimana perasaan Allah ketika bangsa Israel itu mengeluh? 2. Bagaimana Allah memelihara bangsa Israel hingga sekarang ini? Apakah

menurut kamu, Allah mengetahui bila bangsa Israel membutuhkan makanan dan air? Apakah Allah akan memberikan makanan dan air, sekalipun mereka tidak memintanya?

3. Kapankah kamu merasakan sulit untuk tidak mengeluh? Kepada siapa kamu paling sering berkeluh-kesah? Mengapa kita tidak perlu berkeluh-kesah? 4. Apa yang dapat kita lakukan selain mengeluh?

AKTIVITAS 1

Lihatlah Lembar Kerja pada Buku Aktivitas Murid yang berjudul:

“Terima Kasih Banyak!”

Petunjuk:

Mintalah murid-murid untuk menyelesaikan setiap doa dengan menggambarkan rumah, makanan kesukaan, pakaian kesukaan dan orang yang mereka sukai. Ketika mereka telah menggambarkannya, maka katakan tentang bagaimana Allah menyediakan kamu rumah, makanan, dan pakaian. Diskusikanlah cara Allah memakai sesama untuk menolong memenuhi kebutuhan kita.

AKTIVITAS 2

"Terima Kasih Allah, Karena..."

Sasaran:

Membuat kartu ucapan syukur untuk Allah.

Bahan:

Karton berwarna putih dengan ukuran 8,5" x 11" (22 x 28 cm) Berbagai macam majalah dan koran

Krayon ataupun spidol Perekat

Cara :

1. Bagikan karton itu. Mintalah murid-murid untuk melipatnya menjadi setengah bagian.

2. Tulislah pada bagian depan kartu itu dengan tulisan

"Terima Kasih Allah, Karena..."

3. Biarkanlah murid-murid melihat majalah untuk hal-hal yang mereka syukuri, seperti: Rumah, keluarga, teman, makanan, pakaian, dan lain sebagainya. Rekatkanlah gambar itu di dalam kartu. bila mereka tidak dapat menemukan sebuah gambar tertentu, maka mereka dapat menggambarnya pada kartu itu. 4. Ingatkan murid-murid untuk bersyukur kepada Allah dalam doa mereka minggu

“Terima Kasih Banyak!”

Selesaikan setiap doa dengan menggambarkan rumah, makanan kesukaan, pakaian kesukaan dan orang yang mereka sukai.

Ketika mereka telah menggambarkannya,

maka katakan tentang bagaimana Allah menyediakan kamu rumah, makanan, dan pakaian.

Diskusikanlah cara Allah memakai sesama untuk menolong memenuhi kebutuhan kita.

Kitab Bacaan:

Kel. 19:1-20:21

Kebenaran Alkitab:

Kita harus berani hidup beda terhadap orang di sekitar kita dengan menaati firman Allah.

Tujuan Pelajaran:

Mengikuti firman Allah dengan penuh keberanian dan iman.

Ayat Hafalan:

“Aku hendak berpegang pada firman-Mu." (Mzm. 119:17b)

Doa:

Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Tuhan, terima kasih, karena Engkau telah memimpin kami di sini pada hari ini. Kami datang untuk mempelajari apa yang Engkau ingin kami ketahui tentang bagaimana menjalani hidup yang baik. Berilah kami kekuatan dan keberanian untuk menaati firman-Mu. Kiranya kami memuliakan nama-Mu. Haleluya, Amin.

PERSIAPAN MENGAJAR

Gunung Sinai

Letak gunung ini sulit untuk dipastikan. Sebagian ada yang mengatakan bahwa letaknya di ujung selatan semenanjung Sinai yang berbentuk segitiga, diapit oleh dua lengan laut Merah. Sementara lainnya, ada yang mengatakan bahwa gunung Sinai juga disebut gunung Horeb di dalam kitab Perjanjian Lama.

Sepuluh Perintah Allah

Sepuluh Perintah Allah adalah dasar hukum moral. Empat perintah yang pertama berhubungan dengan sikap kita terhadap Allah, sedangkan enam perintah lainnya berhubungan dengan sikap kita terhadap sesama. Hukum ini dibuat oleh Allah di atas dua loh batu yang kemudian ditempatkan dalam tabut perjanjian. Sepuluh Perintah Allah menyatakan inti dari apa yang Allah tuntut dari umat yang ingin hidup dalam perjanjian bersama dengan-Nya. Selain itu, juga menyatakan karakter moral dari Allah. Dengan demikian, kita dapat lebih mengenal seperti apa Allah yang menyelidiki pola hidup kita itu. Yesus merangkum Sepuluh Perintah Allah menjadi dua bagian utama: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." (Mat. 22:37-39)

Sepuluh Perintah Allah