DALAM PEMBANGUNAN SOSIAL
B. Maqashid Tanpa kelaparan (Zero Hunger)
Upaya memenuhi pangan bagi masyarakat harus digalakan dengan memperluas lahan pertanian. Untuk itu, perbaikan sarana-sarana yang mendukung pertumbuhan hasil pertanian harus dilakukan. Apabila hasil pertanian berkurang
44
sedangkan jumlah penduduk meningkat, maka pangan tidak akan mencukupi. Akibatnya, maka akan terjadi kelaparan.
Terjadinya kelaparan, dapat ditimbulkan oleh berbagai faktor seperti kemiskinan, musim kemarau Panjang yang berpengaruh terhadap hasil panen, gagal panen karena hama, kemiskinan, kesenjangan sosial yang tinggi serta kebijakan pemerintah yang tidak tepat dalam pengelolaan pangan.
Upaya mengakhiri kelaparan dapat dilakukan dengan beberapa langkah strategis, antara lain:
1. Ketahanan Pangan
Untuk mencapai ketahanan pangan maka pengelolaan pertanian harus menjadi prioritas pemerintah dengan perbaikan irigasi dan pemberian pupuk unggul bagi para petani. Dalam hal ini Kerjasama antara berbagai unsur sangat penting baik pemerintah, masyarakat maupun swasta. Pemerintah harus mempertahankan lahan pertanian terkait pangan rakyat agar terpenuhi kebutuhan pangan. Selain itu, perubahan lahan pangan bagi industry hendaknya mempertimbangkan kondisi pangan yang ada. Lahan-lahan kosong hendaknya dimanfaatkan untuk ditanami sehingga memberi dampak manfaat yang baik bagi peningkatan pangan.
Syari‟at Islam memberikan petunjuk agar umat Islam memanfaatkan lahan-lahan kosong untuk pertanian. Rasulullah saw. bersabda:
َْٖخ َ ِضَِر ٍرِةاَس َُْٙ٘خ ُ ٍّللَّا
َلاًَ
ِرِل ْجَٗ َكَ : َينا ِعَر َ
أ ُلٜا ُغُو ااٍِّ٘ٔ ٍلااَس
اُٜلاٌََذ : اَُٚرِساَؤُٗ
َّلاِة ِها ْطِّلناَو ِفَُِّرلاَو ِدُْ
ُللَّا ٍّلَّا َض َّ ِباٍّلنا َلااٌََذ
45
Artinya: Hadis Jabir bin Abdillah r.a. ia berkata: “ada beberapa orang diantara kami yang memiliki tanah luas (lebih).
Mereka berkata; “Kami menyewakannya dengan (bagi hasilnya) sepertiga, seperempat, dan setengah. Lalu Nabi saw. Berkata; “Barangsiapa yang memiliki tanah, maka hendaklah menanaminya atau memberikannya kepada saudaranya. Apabila enggan (memberikannya), hendaklah dia memelihara tanahnya.” (Ditakhrij oleh al-Bukhari dalam kitab hibah bab Fadhl al-manihah)
Hadis di atas merupakan petunjuk bagi umat Islam agar melakukan penghijauan terhadap lahan-lahan mati agar bermanfaat bagi kehidupan manusia. Pemanfaatan lahan-lahan kosong melalui penanaman akan berdampak bagi peningkatan pertanian.
Keuntungan dari pemanfaatan lahan itu dapat dirasakan oleh semua pihak. Karena, tanaman hijau nan asri berdampak bagi tersedianya udara segar yang dapat menyehatkan pemandangan. Begitu pula dapat mengundang banyak lebah dengan bunga-bunga yang tumbuh.
Penanaman lahan dalam ajaran Islam memiliki dimensi spiritual. Karena, manfaat atau hasil usaha yang dilakukan
40Al-Bukhari, Abu Abdillah, Muhamamd bin Isma‟il bin Ibrahim bin al-Mughirah ibn Bardizbah , Shahih al-Bukhari, Juz III , no 2632 (Bayrut:
Dar thawq al-Najah, 1422H), hlm 166
46
seorang petani memberikan manfaat bagi banyak orang, bahkan binatang. Dalam hal ini dapat dilihat dalma petunjuk rasulullah saw, sebagai berikut: bersabda; “Segala hasil tanaman, baik tanaman tua, atau pun palawija yang dimakan oleh orang lain, burung dan hewan adalah menjadi shadaqah bagi si penanamnya.” (Ditakhrij oleh al-Bukhari dalam kitab al-Muzara‟ah)
Hadis di atas memberikan arahan dan petunjuk keutamaan bercoock tanam, apalagi penanaman tanaman yang dibutuhkan kebnayakan manusia. Bercocok ataman merupakan perbuatan terpuji, dimana hasil tanam dapat menjadi shadaqah bagi para petani. Sehingga pekerjaan bertani merupakan pekerjaan yang terpuji. Karena, hasil usaha par apetani dibutuhkan semua manusia yang sangat tergantung pad ahasil tani. Tidak ada seorang manusia pun di muka bumi ini yang lepas dari hasil tani, karena makan merupakan kebutuhan pokok manusia.
41 Al-Bukhari, Abu Abdillah, Muhammad bin Isma‟il bin Ibrahim bin al-Mughirah ibn Bardizbah , Shahih al-Bukhari, Juz III , no 2320 (Bayrut:
Dar thawq al-Najah, 1422H), hlm 103
47 2. Manajemen Pangan Terintegrasi
Manajemen pangan terintegrasi artinya berupa kebijakan tentang tata kelola pangan yang terintegrasi antar berbagai elemen dalam upaya memenuhi ketahanan pangan. Kebijakan melibatkan bidang pertanian, perdagangan, industry dan sarana umum. Hal tersebut sangat penting agar terpenuhi kebutuhan pangan masyarakat masyarakat yang aman dan terkendali serta antisipasi mengatasi stuasi darurat yang akan dihadapi.
Ketersediaan pangan yang cukup dapat meminimalisir terjadinya krisis pangan yang dapat mengakibatkan kelangkaan pangan sehingga terjadi kelaparan.
Untuk itu diperlukan strategi yang tepat agar tidak terjadi krisis pangan yang berdampak pada kelangkaan bahan pangan.
Pemenuhan pangan yang baik berdampak bagi stabilitas keamanan dan kesejahteraan masyarakat. Apabila terjadi kelangkaan pangan maka akan timbul masalah sosial disamping kelaparan. Tindak criminal terkadang terjadi akibat kekurangan pangan.
Dalam upaya tata Kelola manajemen perlu adanya perangkat yang tepat serta sumber daya mansuia yang handal, professional, dapat dipercaya serta memiliki kecakapan dalam menjaga keberlanjutan (sustainability) program. Wawasan yang luas bagi terciptanya ketahanan pangan sangat diperlukan.
Dalam sejarah kehidupan manusia sebagaimana disebutkan dalam Alquran surat Yusuf/12 ayat 47-49 yang menggambarkan kondisi sulit yang dihadapi bangsa Mesir saat itu. Strategi yang dianjurkan yaitu melakukan penghematan serta menyimpan hasil panen untuk waktu yang akan datang dalam upaya mengantisipasi terjadinya krisis pangan.
48
Menghemat anggaran biaya belanja negara snagat penting dilakukan agar stabilitas ekonomi terjaga, terutama terkait pangan. Menyimpan kebutuan-kebutuhan pokok manusia dianjurkan untuk menjaga stabilitas ekonomi negara.
Berbeda dengan penimbunan untuk memonopoli dengan menjual pangan ke masyarakat ketika stok langka dengan harga setinggi-tingginya.
Penimbunan kebutuhan pokok merupakan tindakan yang dilarang dan pemerintah harus menindak keras pelaku. Hal ini dipertegas oleh hadits Nabi SAW. yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah tentang haramnya menimbun bahan pangan (al-ihtikar):
ٍََّْٓشَو ًََِْْٙق ُللَّا ٍّلَّ َض ِللَّا ُلُٜشَر َلاًَ
« : َِٖٔ
َرََُخْضا ََُٜٛذ
ٌئِؼاَخ
»
ْٓصم ٙسرخا
Artinya: Orang yang menimbun dagangannya berdosa.”
Menimbun barang dagangan terutama bahan makanan pokok merupakan perbuatan tercela dan dapat mengakibatkan kerugian bagi banyak orang. Akibat lain yang terjadi adalah stabilitas harga yang terganggu. Karena penimbunan barang itu dilarang, maka keuntungan dari menimbun merupakan hal yang dilarang pula.
3. Pembangunan Sarana Pertanian Yang dibutuhkan Petani Pembangunan sarana prasarana seperti irigasi merupakan sesuatu yang sangat penting bagi pertanian. Adanya pengairan yang cukup bagi pertanian akan meningkatkan hasil pertanian.
Sehingga diharapkan dapat menekan terjadinya gagal panen.
Pemerintah sebagai pemegang kendali pembangunan irigasi dan sarana pertanian lainnya perlu meningkatkan
49 pembangunan irigasi yang memadai dengan kondisi lahan-lahan pertanian yang tersedia. Kerjasama antara semua unsur yang berkepentingan sangat diperlukan agar terjadinya kesepahaman.
4. Penyediaan Pupuk Yang Terjangkau
Tersedianya pupuk yang terjangkau sangat membantu petani dalam pemeliharaan lahan pertanian. Pihak-pihak yang menyalahgunakan pupuk petani hendaknya diberikan sanksi hukum yang setimpal. Apabila petani dapat memperoleh pupuk yang mereka butuhkan dengan mudah serta harganya terjangkau maka biaya pemeliharaan pertanian yang dikeluarkan menjadi berkurang. Hal demikian dapat meningkatkan penghasilan para petani.
5. Edukasi Gizi Sehat dan Seimbang Untuk Anak
Penyampaian informasi tentang gizi seimbang dan sehat bagi anak-anak balita harus disampaikan kepada masyarakat.
Apabila kebutuhan gizi terpenuhi bagi semua anak-anak, maka mereka akan menjadi generasi yang maju dan cerdas. Jika masyarakat tidka mampu menyediakannya, maka peran pemerintah diperlukan untuk memebrikan abntuan bagi mereka.
Apabila anak-anak terpenuhi gizinya maka dapat menghindari terjadinya kelaparan dan kurang gizi bagi anak-anak.
Terpenuhinya pangan bagi masyarakat dapat menguatkan kehidupan sehingg amemperkuat ekonomi, spiritual, terjaminnya generasi yang baik serta menguatkan jiwa mereka dan Pendidikan pun terjaga. Untuk itu, mempertahankan ketersediaan pangan harus benar-benar menjadi prioritas.
50
C. Maqashid Hidup sehat dan sejahtera (Good Health and