• Tidak ada hasil yang ditemukan

Masterplan Pembangunan Pertanian Kabupaten Jember

Dalam dokumen 2015 Lapkir Penyusunan Masterplan Pertanian (Halaman 177-200)

Terwujudnya Pertanian Industrial yang Unggul, Berkelanjutan dan Menyejahterakan

5.7 Masterplan Pembangunan Pertanian Kabupaten Jember

Rencana pembangunan pertanian Kabupaten Jember tertuang dalam Masterplan Pertanian yang berisikan pedoman pembangunan pertanian sebagai acuan untuk pengembangan komoditas tanaman pangan dan hortikultura unggulan Kabupaten Jember. Penyusunan Masterplan Pertanian Kabupaten mempertimbangkan visi, misi, tujuan, dan sasaran pembangunan pertanian Kabupaten Jember, arah kebijakan pembangunan pertanian Kementrian Pertanian 2015 2020, isu-isu mutakhir, dan strategi prioritas pengembangan komoditas tanaman pangan dan hortikultura unggulan yang dihasilkan dari analisis SWOT.

a) Masterplan Komoditas Tanaman Pangan (Padi, Jagung, Kedelai) Masterplan Pertanian Kabupaten Jember komoditas padi, jagung, dan kedelai untuk tahun 2016 2020 terdiri dari sembilan pilar pengembangan, sebagai berikut:

1. Pengembangan dan perluasan logistik benih 2. Penguatan kelembagaan petani

3. Penguatan permodalanpetani 4. Peningkatan pengelolaan irigasi

5. Peningkatan infrastruktur dan sarana pertanian 6. Peningkatan nilai tambah hasil pertanian

7. Penguatan jaringan pasar 8. Penguatan SDM Pertanian 9. Pengelolaan lahan & kawasan

Masing-masing pilar pengembangan mempunyai program induk yaitu pedoman kegiatan dalam rangka mewujudkan tujuan dari pilar pengembangan. Tujuan pilar pengembangan, program induk, luaran, lokasi, dan target capaian dari masing-masing program induk adalah sebagai berikut:

1. Pengembangan dan perluasan logistik benih

Tujuan = Menyediakan benih unggul spesifik lokalita bagi petani dan menumbuhkan penangkar benih unggul berbasis komunitas petani yang tersertifikasi dan mempunyai kerjasama dengan perusahaan penangkaran benih yang memiliki reputasi nasional.

Program induk:

1. Pengawasan bantuan benih unggul spesifik lokalita

Tujuan = Kebutuhan benih unggul tercukupi dan tepat sasaran. Petani padi, jagung, kedelai menggunakan benih unggul spesifik lokalita

Waktu = 2016 2020

Lokasi Prioritas

= - Sentra padi dataran rendah (Sumberbaru, Bangsalsari, Tanggul, Ambulu, Gumukmas, Puger) dan sentra padi dataran menengah (Kalisat, Silo, Sumberjambe)

- Sentra jagung (Wuluhan, Puger, Ambulu, Gumukmas, Tempurejo)

- Sentra kedelai (Bangsalsari)

Target = - Tahun 2019 wilayah sentratelah menggunakan benih unggul spesifik lokalita

- Tahun 2020semua wilayah kecamatan

2. Memberdayakan petani penangkar benih bersertifikasi

Tujuan = Munculnya penangkar benih berbasis Poktan/Gapoktan bersertifikasi

Waktu = 2017 - 2020

Lokasi Prioritas

= - Benih padi (Mayang, Ajung, Tanggul)

- Benih jagung hibrida (Ajung); Jagung komposit (Tanggul); jagung lokal (Rambipuji dan sentra jagung) - Benih kedelai (Ambulu, Bangsalsari)

Target = Tahun 2020 lokasi prioritas menjadi sentra benih dan mempunyai desa mandiri benih

3. Menjalin kemitraan dengan industri benih nasional

Tujuan = Adanya penangkar benih yang menjalin kerjasama dengan perusahaan benih nasional/swasta

Waktu = 2019 - 2020

Lokasi Prioritas

= Lokasi prioritas penangkaran benih

Target = Tahun 2020 penangkar benih telah bermitra dengan perusahaan nasional

4. Memperkuat tenaga pemulia dan pengawas benih

Tujuan = Dinas pertanian, instansi terkait, dan penangkar mempunyai pemulia profesional dan tim pengawas benih

Waktu = 2016 - 2018

Lokasi Prioritas

=

-Target = Tahun 2018

5. Melakukan riset perbenihan

Tujuan = Mapping kesesuaian varietas unggul sangat genjah dengan lokasi

Waktu = 2016 - 2020

Lokasi Prioritas

= Lokasi sentra

Target = Tahun 2020 untuk semua wilayah

2. Penguatan kelembagaan petani

Tujuan = Memberdayakan poktan/gapoktan agar kuat, mandiri, dan profesional

Program induk:

1. Meningkatkan peran gapoktan dengan mengembangkan Kelompok Usaha Pengolahan

Tujuan = Gapoktan mempunyai unit pengolahan (agroindustri) produktif

Waktu = 2018 2020

Lokasi Prioritas

= Sentra padi, jagung, kedelai, dan sentra benih

2. Memperkuat manajemen gapoktan yang berwawasan agribisnis melalui bimtek (bimbingan teknis) dan damtek (pendampingan teknis)

Tujuan = Gapoktan menjadi produktif dan berdaya

Waktu = 2016 2018

Lokasi Prioritas

= Sentra padi, jagung, kedelai, dan sentra benih

Target = Tahun 2018 untuk semua kecamatan

3. Partnership gapoktan dengan swasta dalam budidaya, pasca penen, dan pemasaran

Tujuan = Meningkatkan aliansi strategis poktan/gapoktan dengan swasta/instansi pemerintah dalam pengelolaan usaha tani, pengolahan pasca panen, dan pemasaran

Waktu = 2017 2020

Lokasi Prioritas

= Sentra padi, jagung, kedelai, dan sentra benih

Target = Tahun 2020 untuk semua kecamatan

4. Memperkuat jaringan poktan dengan penyuluh lapang

Tujuan = Poktan - Penyuluh mempunyai media komunikasi berbasis selular atau teknologi informasi

Waktu = 2016 2020

Lokasi Prioritas

= Sentra padi, jagung, kedelai, dan sentra benih

Target = Tahun 2020 untuk semua kecamatan

5. Peningkatan profesionalisme gapoktan

Tujuan = Gapoktan profesional yang dipimpin oleh seorang manajer

Waktu = 2019 2020

Lokasi Prioritas

= Sentra padi, jagung, kedelai, dan sentra benih

3. Penguatan Permodalan Petani

Tujuan = Meningkatkan akses permodalan petani dan mengurangi resiko kerugian petani

Program induk:

1. Mengembangkan asuransi untuk mitigasi resiko usaha tani

Tujuan = Terbentuknya asuransi pertanian

Waktu = 2018 2020

Lokasi Prioritas

= Sentra padi, jagung, kedelai, dan sentra benih

Target = Tahun 2020 di wilayah sentra padi, jagung, kedelai

2. Fasilitasi kerjasama petani dengan pengusaha

Tujuan = Meningkatnya investasi pertanian

Waktu = 2016 2017

Lokasi Prioritas

= Sentra padi, jagung, kedelai, dan sentra benih

Target = - Tahun 2017 di wilayah sentra

- Tahun 2020 di semua kecamatan

3. Optimalisasasi skim kredit KKPE dan PUAP

Tujuan = Kredit KKPE dan PUAP terserap untuk usaha-usaha produktif

Waktu = 2017 2020

Lokasi Prioritas

= Sentra padi, jagung, kedelai, dan sentra benih

Target = - Tahun 2019 di wilayah sentra

- Tahun 2020 di semua kecamatan

4. Fasilitasi pembentukan LKM berbasis gapoktan

Tujuan = Munculnya LKM di tingkat Gapoktan pada wilayah sentra

Waktu = 2016 2018

Lokasi Prioritas

= Sentra padi, jagung, kedelai, dan sentra benih

Target = - Tahun 2018 di wilayah sentra

4. Peningkatan pengelolaan irigasi

Tujuan = Petani melalui P3A mampu melakukan pengelolaan air untuk irigasi secara efektif

Program induk:

1. Peningkatan peran kelembagaan Petani Pemakai Air (P3A)

Tujuan = P3A menjadi berdaya , responsif, dan produktif

Waktu = 2016 2020

Lokasi Prioritas

= Sentra padi

Target = Tahun 2020 di wilayah sentra padi

2. Pengelolaan irigasi model partisipasif

Tujuan = Perawatan dan operasi irigasi oleh P3A/Partisipatif

Waktu = 2017 2020

Lokasi Prioritas

= Sentra padi

Target = Tahun 2020 di wilayah sentra padi

3. Penggunaan teknologi pertanian hemat air

Tujuan = Sistem irigasi menggunakan SRI

Waktu = 2018 2020

Lokasi Prioritas

= Desa-desa di wilayah sentra padi yang masih mempunyai frekuensi panen padi 1 kali

Target = Tahun 2020 di lokasi prioritas

5. Peningkatan infrastruktur dan sarana pertanian

Tujuan = Meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana pengusahaan padi, jagung, dan kedelai

Program induk:

1. Pembangunan jalan usaha tani

Tujuan = Bertambahnya jalan usaha tani (panjang & kualitas jalan) hingga ke pelosok

Waktu = 2017 2020

Lokasi Prioritas

= Sentra padi, jagung, dan kedelai dan wilayah-wilayah yang belum mempunyai jalan usaha tahi

2. Pengembangan jaringan irigasi tersier dan kuarter

Tujuan = Saluran tersier dan kuarter di daerah irigasi menjadi lebih baik

Waktu = 2017 2020

Lokasi Prioritas

= Sentra padi dan wilayah-wilayah yang teridentifikasi kondisi saluran irigasinya rusak

Target = Tahun 2020 di wilayah prioritas

3. Pengembangan waduk dan embung untuk meningkatkan debit air, jaringan irigasi primer dan sekunder

Tujuan = Dibangunnya waduk untuk meningkatkan luas daerah irigasi dan adanya embung di daerah yang sulit air

Waktu = 2018 2020

Lokasi Prioritas

= - Embung di wilayah sentra padi dan wilayah-wilayah yang teridentifikasi kekurangan air

- Waduk; perlu kajian penentuan lokasinya Target = Tahun 2020 di wilayah prioritas

4. Bantuan Sarana pembuatan pupuk organik

Tujuan = Poktan/gapoktan mempunyai sarana pembuatan pupuk organik

Waktu = 2016 2019

Lokasi Prioritas

= - Sentra padi

- Kecamatan yang mempunyai populasi ternak dengan jumlah besar

Target = Tahun 2019 di wilayah prioritas

5. Bantuan alat tanam, pompa air, panen, pasca panen

Tujuan = Tersedianya alat tanam, panen, dan pasca panen sesuai dengan kebutuhan

Waktu = 2016 2019

Lokasi Prioritas

= - Sentra padi, jagung, kedelai

- Kecamatan yang teridentifikasi kekurangan peralatan tanam, pompa air, panen, dan pasca panen

6. Peningkatan peran dan fungsi UPJA melalui bimtek dan damtek

Tujuan = Bertambahnya jumlah UPJA yang mampu mengelola jasa alsintan secara menguntungkan

Waktu = 2016 2017

Lokasi Prioritas

= Sentra padi

Target = Tahun 2017 di wilayah prioritas

7. Peningkatan pengawasan pengadaan dan distribusi bantuan

Tujuan = Terbentuknya tim pengawas yang melibatkan pihak luar (pamong/tokoh desa, pendamping desa, UPTD)

Waktu = 2016 2020

Lokasi Prioritas

= Semua kecamatan

Target = - Tahun 2018 di wilayah sentra

- Tahun 2020 di semua wilayah kecamatan

6. Peningkatan nilai tambah

Tujuan = Petani mempunyai kemampuan untuk berwirausaha, menciptakan usaha produktif bernilai tambah tinggi, dan mampu mengelola unit usahanya secara profesional

Program induk:

1. Menjalin kerjasama dengan swasta membangun usaha pengolahan

Tujuan = Rintisan kerjasama pembangunan agroindustri yang dimiliki poktan/gapoktan dengan swasta

Waktu = 2018 2019

Lokasi Prioritas

= Sentra padi, jagung, dan kedelai

Target = Tahun 2019 di wilayah prioritas

2. Menyusun Road-map pengembagan agroindustri

Tujuan = Road-map agroindustri tanaman pangan organik

Waktu = Tahun 2016

Lokasi Prioritas

= Sentra padi dan jagung

3. Bimtek dan damtek penumbuhan kader wirausahawan

Tujuan = Menjadikan petani kader wirausahan

Waktu = Tahun 2017 - 2018

Lokasi Prioritas

= Semua kecamatan

Target = Tahun 2018di lokasi prioritas

4. Penumbuhan & penguatan KWT (Kelompok Wanita Tani)

Tujuan = Terbentuknya KWT yang mempunyai usaha produktif bernilai tambah

Waktu = Tahun 2018 2020

Lokasi Prioritas

= Semua kecamatan

Target = Tahun 2018 di lokasi prioritas

5. Sinergi gapoktan - swasta untuk mengembangkan RMU

Tujuan = Terbentuknya RMU yang dimiliki gapoktan

Waktu = Tahun 2016 - 2020

Lokasi Prioritas

= Sentra padi

Target = Tahun 2020di lokasi prioritas

7. Penguatan jaringan pasar

Tujuan = Petani mempunyai akses pasar secara langsung dan dapat menjalinpartnershipdengan pelaku pasar

Program induk:

1. Promosi dan pemasaran melalui pemanfaatan sistem informasi

Tujuan = Adanya sistem pemasaran elektronik (portal)

Waktu = 2016 2019

Lokasi Prioritas

= Semua kecamatan

Target = - Tahun 2018 di wilayah sentra padi, jagung, dan kedelai - Tahun 2019 di semua kecamatan

2. Meningkatkan market intelijen

Tujuan = Promosi produk unik Jember ke tingkat

nasional/internasional

Waktu = 2018 2020

Lokasi Prioritas

=

-Target = Tahun 2020 Jember telah dikenal luas di pasar nasional dan internasional

3. Mengembangkan sistem pemasaran memakai model resi gudang

Tujuan = Pemasaran padi, jagung, dan kedelai dengan model resi gudangl

Waktu = 2017 2020

Lokasi Prioritas

= Sentra padi dan jagung

Target = - Tahun 2019 di wilayah sentra - Tahun 2020 disemua kecamatan

4. Meningkatkan kemitraan gapoktan dengan Bulog

Tujuan = Pemasaran langsung ke Bulog

Waktu = 2016 2020

Lokasi Prioritas

= Sentra padi

Target = - Tahun 2018 di wilayah sentra - Tahun 2020 disemua kecamatan

8. Penguatan SDM pertanian

Tujuan = Meningkatkan kapasitas dan kompetensi penyuluh, pengurus poktan/gapoktan, dan lembaga fungsional pertanian

Program induk:

1. Pengembangan penyuluh spesialis

Tujuan = Tersedianya penyuluh spesialis sesuai kebutuhan

Waktu = 2017 2019

Lokasi Prioritas

= Semua kecamatan

2. Program-program pelatihan bagi pengurus gapoktan

Tujuan = Meningkatnya kemampuan manajerial gapoktan

Waktu = 2016 2019

Lokasi Prioritas

= Semua kecamatan

Target = Tahun 2019 di lokasi prioritas

3. Peningkatan jumlah dan kapasitas SDM penyuluh

Tujuan = Tersedianya penyuluh profesional baik mutu dan jumlahnya (Satu Desa Satu Penyuluh)

Waktu = 2017 2020

Lokasi Prioritas

= Semua kecamatan

Target = Tahun 2019 di lokasi prioritas

4. Intensifikasi pelatihan GAP, SL-PTT, SL PHT, dan SRI

Tujuan = Petani mempunyai kesadaran dan kemampuan menerapkan GAP, PTT, PHT, maupun SRI

Waktu = 2016 2020

Lokasi Prioritas

= Semua kecamatan

Target = - Tahun 2018 di lokasi sentra - Tahun 2020 di semua kecamatan

9. Pengelolaan Lahan & kawasan

Tujuan = Lahan tanaman pangan dapat dioptimalkan penggunaannya secara berkelanjutan dan dikelola menggunakan pendekatan kawasan

Program induk:

1. Inventarisasi lahan tanaman pangan

Tujuan = Tersedianya data base lahan pertanian spasial dan tabular

Waktu = 2016 2018

Lokasi Prioritas

= Semua kecamatan

2. Implementasi UU 41/2009 tentang perlindungan lahan tanaman pangan produktif

Tujuan = Terbitnya Peraturan Daerah tentang Konservasi Lahan Tanaman Pangan Produktif menjadi lahan abadi (hasil sinkronisasi LP2Bdengan RTRW Kabupaten Jember)

Waktu = 2016 2018

Lokasi Prioritas

= Semua kecamatan

Target = Tahun 2018 di lokasi prioritas

3. Perluasan areal tanam padi, jagung, dan kedelai

Tujuan = Meningkatnya luas tanam padi, jagung dan kedelai

Waktu = 2017 2020

Lokasi Prioritas

= - Padi: Puger, Bangsalsari, Wuluhan, Umbulsari, Gumukmas, Sumberbaru, Tanggul, Jenggawah, dan Jombang

- Jagung: Ledokombo, Sumberjambe, Puger - Kedelai; Sumberbaru, Bangsalsari

Target = - Tahun 2018 di lokasi prioritas - Tahun 2020 semua kecamatan

4. Reboisasi lahan sekitar DAS

Tujuan = Meningkatkanresapan air di sekitar DAS

Waktu = 2017 2020

Lokasi Prioritas

= Perlu identifikasi lokasi sepanjang DAS yang memerlukan konservasi

Target = Lokasi prioritas

5. Optimasi lahan-lahan yang Indeks Pertanaman (IP) rendah

Tujuan = Pencapaian IP 400 untuk padi di wilayah yang sesuai

Waktu = 2017 2020

Lokasi Prioritas

= - Sentra padi

- Perlu identifikasi lokasi yang memungkinkan dicapainya IP 400 untuk tanaman padi

6. Pembentukan kawasan agribisnis tanaman pangan organik untuk komoditas padi dan jagung

Tujuan = Terbentuknya kawasan tanaman pangan organik

Waktu = 2018 2020

Lokasi Prioritas

= - Kawasan agribisnis padi/beras organik (Kalisat, Sumberjambe)

- Kawasan agribisnis jagung organik (Tempurejo, Puger) - Kawasan agribisnis kedelai organik (Umbulsari,

Balung)

- Kecamatan yang menjadi podusen kompos Target = Lokasi prioritas

7. Optimasi lahan-lahan tidur yang menjadi kewenangan perhutani

Tujuan = Meningkatnya penggunaan lahan tidur atau non-produktif untuk budidaya jagung dan kedelai

Waktu = 2017 2020

Lokasi Prioritas

= - Jagung : Silo, Mumbulsari, Ledokombo, Panti - Kedelai: Bangsalsari; Mumbulsari; Umbulsari Target = Lokasi prioritas

8. Advokasi petani untuk menghindari alih fungsi lahan

Tujuan = Menurunnya alih fungsi lahan

Waktu = 2019 2020

Lokasi Prioritas

= Wilayah yang ditetapkan sebagai LP2B

Target = Lokasi prioritas

9. Fasilitasi sertfikasi lahan pertanian abadi

Tujuan = Lahan abadi tersertifikasi

Waktu = 2018 2020

Lokasi Prioritas

= Wilayah yang ditetapkan sebagai lahan abadi, dan sentra padi dan jagung

10. Pengembangan usaha tani berskala ekonomi

Tujuan = Terbentuknya petani hamparan pada poktan/gapoktan

Waktu = 2016 2018

Lokasi Prioritas

= Sentra padi, jagung, dan kedelai

Target = Lokasi prioritas

11. Pemupukan berimbang dan diintegrasikan dengan pupuk organik

Tujuan = Memperbaiki kesuburan tanah

Waktu = 2016 2019

Lokasi Prioritas

= - Sentra padi, jagung, dan kedelai

- Kawasan agribisnis tanaman organik padi, jagung, kedelai

- Wilayah pertanian yang teridentifikasi sebagai lahan kurang atau tidak subur

Target = Lokasi prioritas

Masterplan Pertanian Kabupaten Jember akan menjadikan sektor pertanian mempunyai karakter atau ciri sebagai Pertanian Industrial yang majudan memberikan dampak besar terhadap kesejahteraan petani dan masyarakat. Pelaksanaanprogram-program induk akan menghasilkan output atau capaian strategis yang dapat dijadikan iconbahwa Kabupaten Jember adalah sebagai berikut:

1. Menjadi daerah mandiri pangan(padi, jagung, dan kedelai) 2. Mempunyai sentra penangkar benih unggul tersertifikasi 3. Menggunakan varietas unggul yang bersifat spesifik lokalita

4. Mempunyai kawasan agribisnis padi, jagung, dan kedelai organik maupun non-organik

5. Mempunyai wilayah mandiri benih

6. Menerapkan asuransi pertanian untuk mitigasi resiko kegagalan panen komoditas padi dan jagung

7. Menerapkan model penjualan resi gudang untuk menekan fluktuasi harga komoditas padi

8. Gapoktan menjadi lebih berdaya dan mandiri karena menjadi lembaga bisnis, misalnya mempunyai unit usaha RMU, penangkaran benih, pembuatan kompos, mengelola jasa alsintan, dan LKM, serta mempunyai aliansi strategis dengan swasta/instansi pemerintah. 9. Mempunyai lahan-lahan abadi tersertifikasi untuk pengusahaan

tanaman pangan.

10. Mempunyai model pengelolaan irigasi secara partisipatif untuk operasi dan perawatan sarana irigasi.

11. Mempunyai penyuluh pertanian dengan kapasitas dan kompetensi yang unggul. Satu Desa Satu Penyuluh.

12. Mempunyai model pemasaran komoditas pangan secara elektronik 13. Mempunyai data base profil poktan yang terkoneksi via internet

sehingga dapat diakses secara on-line

b) Masterplan Komoditas Hortikultura Unggulan

Masterplan Pertanian Kabupaten Jember komoditas hortikultura unggulan untuk tahun 2016 2020 terdiri dari delapan pilar pengembangan, sebagai berikut:

1. Pengembangan benih unggul hortikultura 2. Penguatan kelembagaan petani

3. Penguatan permodalan petani 4. Peningkatan sarana pertanian 5. Peningkatan nilai tambah 6. Penguatan jaringan pasar 7. Penguatan SDM petani

8. Pengelolaan lahan dan kawasan

Tujuan pilar pengembangan, program induk, luaran, lokasi, dan target capaian dari masing-masing program induk secara rinci adalah sebagai berikut:

1. Pengembangan benih unggul hortikultura

Tujuan = Menyediakan benih unggul spesifik lokalita bagi petani hortikultura dan menumbuhkan penangkar benih unggul berbasis komunitas petani yang tersertifikasi dan mempunyai kerjasama dengan perusahaan penangkaran benih yang memiliki reputasi nasional.

Program induk:

1. Memperkuat tenaga pemulia dan pengawas benih

Tujuan = Adanya pemulia yang berkompeten dan terbentuknya tim pengawas benih unggul hortikultura

Waktu = 2016 2020

Lokasi Prioritas

=

-Target = Tahun 2020

2. Memberdayakan petani penangkar benih bersertifikasi

Tujuan = Terbentuknya penangkar benih hortikultura unggul berbasis poktan/gapoktan bersertifikasi

Waktu = 2017 2020

Lokasi Prioritas

= - Benih/bibitmanggis (Tanggul)

- Benih/bibit jeruk siam (Bangsalsari, Semboro, Umbulsari)

- Benih/bibit durian (Bangsalsari, Panti, Sumberjambe) - Benih pepaya (Ledokombo, silo)

- Benih/bibit alpukat (Silo)

- Benih/bibit jamur (Ajung, Rambipuji)

- Benih kacang panjang (Umbulsari, Semboro, Ajung; Tempurejo)

- Benih cabe (Kalisat, Gumukmas, Ajung, Sumberjambe) Target = Tahun 2020 lokasi prioritas menjadi sentra benih

3. Menjalin kemitraan dengan industri benih nasional

Tujuan = Adanya penangkar benih yang menjalin aliansi dengan perusahaan benih nasional

Waktu = 2019 - 2020

Lokasi Prioritas

= Lokasi prioritas penangkaran benih

Target = Tahun 2020 penangkar benih telah beraliansi dengan perusahaan nasional

4. Melakukan riset perbenihan

Tujuan = Menghasilkan benih/bibit unggul spesifik lokalita

Waktu = 2018 - 2020

Lokasi Prioritas

= - Sentramanggis (Tanggul, Sumberbaru, Sukorambi, Panti)

- Sentra jeruk siam (Umbulsari, Semboro, Jombang) - Sentra durian (Bangsalsari, Panti, Sumberjambe) - Sentra pepaya (Ledokombo, silo)

- Sentra alpukat (Silo)

- Sentra jamur (Ajung, Panti, Sukorambi, Rambipuji) - Sentra kacang panjang (Umbulsari, Semboro, Ajung;

Tempurejo)

- Benih cabe (Kalisat, Sukowono, Gumukmas, Puger) Target = Tahun 2020 untuk semua wilayah

5. Bantuan benih unggul spesifik lokalita

Tujuan = Kebutuhan benih/bibit unggul spesifik lokalita tercukupi dan tepat sasaran

Waktu = 2016 2020

Lokasi Prioritas

= Wilayah sentra hortikultura unggulan

Target = Tahun 2020 petani di wilayah sentra telah menggunakan benih/bibit unngul

2. Penguatan kelembagaan petani

Tujuan = Memberdayakan poktan/gapoktan agar dapat melakukan pembinaan agribisnis

Program induk:

1. Meningkatkan peran Gapoktan melalui kelompok agribisnis hotikultura unggulan

Tujuan = Gapoktan mempunyai kelompok agribisnis hortikultura unggulan

Waktu = 2016 2018

Lokasi Prioritas

= Wilayah sentra hortikultura unggulan

Target = Tahun 2020 di lokasi prioritas

2. Memperkuat kelompok agribisnis hortikultura melalui bimtek, damtek, dan studi banding

Tujuan = Kelompok agribisnis hortikultura menjadi produktif dan berdaya

Waktu = 2016 2019

Lokasi Prioritas

= Wilayah sentra hortikultura unggulan

Target = Tahun 2019 di lokasi prioritas

3. Meningkatkan aliansi strategis antara kelembagaan petani dengan swasta

Tujuan = Meningkatkan aliansi strategis poktan/gapoktan dengan swasta/instansi pemerintah dalam pengelolaan usaha tani, pengolahan pasca panen, dan pemasaran

Waktu = 2017 2020

Lokasi Prioritas

= Wilayah sentra hortikultura unggulan

Target = Tahun 2020 di lokasi prioritas

4. Pengembangan klinik hortikultura

Tujuan = Terbentuknya klinik hortikultura yang dapat menjadi media efektif untuk menangani permasalahan dalam budidaya hortikultura unggulan

Lokasi Prioritas

= Wilayah sentra hortikultura unggulan

Target = Tahun 2019 di lokasi sentra

5. Mengembangkan asosiasi petani hortikultura

Tujuan = Terbentuknya lembaga profesi petani hortikultura unggulan

Waktu = 2017 2018

Lokasi Prioritas

= Wilayah sentra hortikultura unggulan

Target = Tahun 2018di lokasi sentra

3. Penguatan Permodalan Petani

Tujuan = Meningkatkan akses permodalan petani dan mengurangi resiko kerugian petani

Program induk:

1. Mengembangkan asuransi untuk mitigasi resiko usaha tani

Tujuan = Terbentuknya asuransi pertanian

Waktu = 2019 2020

Lokasi Prioritas

= Wilayah sentra hortikultura unggulan

Target = Tahun 2020 di lokasi prioritas

2. Fasilitasi kerjasama petani dengan pengusaha

Tujuan = Meningkatnya investasi budidaya hortikultura

Waktu = 2017 2018

Lokasi Prioritas

= Wilayah sentra hortikultura unggulan

Target = Tahun 2018 di lokasi prioritas

3. Optimalisasasi skim kredit KKPE, PUAP, LKM

Tujuan = Kredit KKPE,LKM, dan PUAP terserap untuk usaha-usaha produktif hortikultura

Waktu = 2017 2020

Prioritas

Target = Tahun 2020 di lokasi prioritas

4. Peningkatan infrastruktur dan sarana pertanian

Tujuan = Meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana pengusahaan padi, jagung, dan kedelai

Program induk:

1. Pembangunan jalan usaha tani

Tujuan = Bertambahnya jalan usaha tani (panjang & kualitas jalan) hingga ke pelosok

Waktu = 2018 2020

Lokasi Prioritas

= Wilayah sentra hortikultura unggulan

Target = Tahun 2020 di wilayah prioritas

2. Bantuan Alat tanam, panen, pasca panen, pupuk, obat-obatan

Tujuan = Tersedianya alat tanam, panen, dan pasca panen sesuai dengan kebutuhan

Waktu = 2017 2019

Lokasi Prioritas

= Wilayah sentra hortikultura unggulan

Target = Tahun 2019 di wilayah prioritas

3. Peningkatan pengawasan pengadaan dan pemberian bantuan

Tujuan = Terbentuknya tim pengawas yang melibatkan pihak luar (pamong/tokoh desa, pendamping desa, UPTD)

Waktu = 2018 2020

Lokasi Prioritas

= Wilayah sentra hortikultura unggulan

Target = Tahun 2019 di wilayah prioritas

5. Peningkatan nilai tambah hasil pertanian

Tujuan = Petani hortikultura mempunyai kemampuan untuk berwirausaha dan mampu mengelola unit usahanya dengan baik

Program induk:

1. Menjalin kerjasama dengan swasta membangun usaha pengolahan

Tujuan = Rintisan kerjasama pembangunan agroindustri yang dimiliki poktan/gapoktan dengan swasta

Waktu = 2019 2020

Lokasi Prioritas

= Wilayah sentra hortikultura unggulan

Target = Tahun 2020 di wilayah prioritas

2. Menyusun Road-Map pengembagan agroindustri berbasis tanaman hortikultura

Tujuan = Road-map agroindustri hortikultura

Waktu = Tahun 2016

Lokasi Prioritas

= Wilayah sentra hortikultura unggulan

Target = Tahun 2016 di wilayah prioritas

3. Fasilitasi sertifikasi prima produk hortikultura

Tujuan = Komoditas segar hortikltura mempunyai sertifikat Prima-3 dan Prima-2 sehingga layak ekspor

Waktu = Tahun 2017 2020

Lokasi Prioritas

= Wilayah sentra hortikultura unggulan

Target = Tahun 2020 di wilayah prioritas

6. Penguatan jaringan pasar

Tujuan = Petani mempunyai akses pasar secara langsung dan dapat menjalinpartnershipdengan pelaku pasar

Program induk:

1. Promosi dan pemasaran melalui pemanfaatan sistem informasi

Tujuan = Adanya sistem pemasaran elektronik (portal)

Waktu = 2016 2019

Lokasi Prioritas

Target = Tahun 2020 di wilayah prioritas

2. Meningkatkan kemitraan poktan/gapoktan dengan swasta

Tujuan = Poktan/gapoktan mempunyai kerjasama dalam memasarkan produk hortikultura

Waktu = 2018 2020

Lokasi Prioritas

= Wilayah sentra hortikultura unggulan

Target = Tahun 2020 di wilayah prioritas

3. Meningkatkan diplomasi dagang ditingkat nasional dan internasional untuk membuka pasar

Tujuan = Produks hortikultura diminati pasar nasional dan luar negeri

Waktu = 2017 2020

Lokasi Prioritas

= Wilayah sentra hortikultura unggulan

Target = Tahun 2020 buah-buaha unggulan, kubis, kacang panjang dapat menembus pasar ekspor

4. Pembangunan sub terminal agribisnis hortikultura

Tujuan = Terbangunnya sub terminal agrobisnis untuk produk hortikultura

Waktu = 2019 2020

Lokasi Prioritas

= Tanggul, Bangsalsari, atau Rambipuji

Target = Tahun 2020

5. Promosi melalui event spesial kontes manggis, durian, alpukat dan pameran hortikultura

Tujuan = Adanya event nasional/internasional komoditas manggis, durian, jeruk, alpukat (kontes, konferensi, gelar produk, dsb)

Waktu = 2018 2020

Lokasi Prioritas

= Wilayah sentra hortikultura unggulan

7. Penguatan SDM pertanian

Tujuan = Meningkatkan kapasitas dan kompetensi penyuluh, pengurus poktan/gapoktan, dan lembaga fungsional pertanian

Program induk:

1. Pengembangan penyuluh spesialis hortikultura unggulan

Tujuan = Tersedianya penyuluh spesialis sesuai kebutuhan

Waktu = 2017 2019

Lokasi Prioritas

= Wilayah sentra hortikultura unggulan

Target = Tahun 2019 di lokasi prioritas

2. Program-program pelatihan bagi kelompok hortikultura

Tujuan = Meningkatnya kemampuan manajerial kelompok hortikultura

Waktu = 2016 2019

Lokasi Prioritas

= Wilayah sentra hortikultura unggulan

Target = Tahun 2019 di lokasi prioritas

3. Intensifikasi pelatihan budidaya tanaman organik, GAP, GMP, SL-PTT,

Dalam dokumen 2015 Lapkir Penyusunan Masterplan Pertanian (Halaman 177-200)