• Tidak ada hasil yang ditemukan

Materi Pembelajaran

Dalam dokumen 76 (Halaman 48-53)

Lembar Soal Post-test

III. INDIKATOR

V. Materi Pembelajaran

Energi Panas dan Bunyi A. Energi Panas

Panas merupakan salah satu bentuk energi. Energi yang dihasilkan oleh panas disebut energi panas. Dalam kehidupan sehari-hari sumber energi panas adalah matahari. Selain itu terdapat pula sumber energi panas dari gesekan benda, kompor yang menyala (api)

1. Sumber Energi Panas a Matahari

Menjemur pakaian, mengeringkan padi, dan benda basah lainnya memanfaatkan panas dari matahari. Garam dibuat melalui penguapan air laut oleh sinar matahari.

b Api

Untuk menghangatkan badan pada malam hari, sejak zaman dahulu orang suka memanfaatkan panas dari api. Api digunakan pula untuk memasak makanan, mendidihkan air atau membakar logam untuk melelehkannya. Dahulu, api

diperoleh dengancara membakar kayu kering atau ranting-ranting pohon. Sekarang api diperoleh dari gas dan minyak tanahyang merupakan hasil pengolahan minyak bumi.

c Listrik

Di rumah-rumah yang sudah terpasang aliran listrik, energi panasbanyak diperoleh melalui alat-alat listrik. Coba perhatikan alat-alat listrikberikut.

Memperoleh energi panas dari listrik sangat praktis. Nasi dapathangat terus jika disimpan di “Magic Jar”. Di Negara-negara yangmengalami musim dingin, di rumah-rumah dipasang pemanas ruangan dari listrik, tungku pemanas dengan kayu bakar sudah jarang digunakan.

d Gesekan suatu benda

Selain matahari, energi panas juga dapat dihasilkan dari gesekan antara dua buah benda. Pada saat udara dingin di pegunungan, orang yang mendaki gunung biasanya menggesek-gesekkan keduatelapak tangannya untuk memperoleh energi panas sehinggatubuhnya menjadi hangat.

2. Perpindahan Panas

a Radiasi. Radiasi adalah perpindahan panas tanpa medium perantara. Misalnya, panas matahari sampai ke bumi dan panas api dapat kitarasakan.

b Konveksi. Konveksi adalah perpindahan panas dengan disertai aliran zat perantaranya. Misalnya air yang panas akan bergerak naik.

c Konduksi. Konduksi adalah peristiwa perambatan panas yang memerlukan suatu zat/medium tanpa disertai adanya perpindahan bagian-bagian zat/medium tersebut. Misalnya, sendok terasa panas saat digunakan untuk mengaduk kopi panas.

B. Bunyi

1. Sumber Bunyi

Sumber bunyi yang banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari seperti suara manusia, burung berkicau, deru kendaraan bermotor, lonceng yang berdentang.

2. Bunyi dihasilkan oleh Benda yang bergetar

Bunyi yang kita dengar dari sumber bunyi sebenarnya dapat didengar karena adanya getaran dari sumber bunyi tersebut. Pada saat angklung kita gerakkan maka akan diperoleh bunyi. Tetapi, jika angklung tersebut didiamkan maka angklung tidak dapat mengeluarkan bunyi. Pada saat kita berbicara, pita suara yang ada di dalam tenggorokan juga bergetar. Hal ini menunjukkan bahwa benda yang bergetar akan menghasilkan bunyi.

3. Perambatan Bunyi

Bunyi dapat kita dengar dari sumber bunyi karena adanya rambatan. Rambatan tersebut terjadi karena adanya getaran pada benda yang menjadi sumber bunyi. Bunyi dapat merambat melalui benda padat, cair,dan udara. a. Bunyi merambat melalui zat padat

Apabila kita sedang berjalan di atas rel, kita dapat mendengarbunyi kereta yang bergerak dengan cara mendekatkan telinga kitapada rel tersebut. Hal

ini disebabkan karena bunyi kereta api tersebutmengalami perambatan melalui rel yang merupakan zat padat.

Dapat dibuktikan dengan kegiatan seperti ini

Tujuan: Menunjukkan bahwa bunyi merambat melalui zat padat Alat dan Bahan:

– Gelas bekas air mineral (2 buah) – Senar layangan (300 cm)

– Batang korek api – Paku

Langkah Kegiatan:

1. Lubangi bagian bawah gelas air mineral dengan menggunakan paku. 2. Ikatkan benang pada kedua gelas tersebut melalui bagian belakang

yang telah dilubangi. Agar mudah gunakan batang korek api sebagai penahannya.

3. Tarik kedua gelas mineral tersebut bersama dengan temanmu sehingga senarnya menjadi tegang.

4. Dekatkan gelas mineral dengan telingamu, kemudian suruhlah temanmu

berbicara melalui gelas mineral yang ia pegang. b. Bunyi merambat melalui zat cair

Selain dapat merambat melalui zat atau benda padat, bunyi juga dapat merambat melalui zat cair. Untuk menunjukkan bahwa bunyi dapat merambat melalui zat cair, lakukan kegiatan berikut ini!

Tujuan:Menunjukkan bahwa bunyi merambat melalui zat cair Alat dan Bahan:

– Air dalam bak mandi – Dua buah batu Langkah Kegiatan:

2. Masukan dua buah batu yang besarnya sama kedalam bak mandi yang telah berisi air tersebut.

3. Di dalam air, benturkan kedua buah batu denganmenggunakan tanganmu. Apakah kamu dapatmendengar suara atau bunyi ketika kedua batutersebut berbenturan?

4. Apa yang dapat kamu simpulkan dari kegiatan tersebut? c. Bunyi merambat melalui udara

Udara merupakan perantara yang dapat menyebabkan bunyi dapat kita dengar. Kita dapat mendengar bunyi bel yang ada di sekolah karena bunyi tersebut merambat melalui udara dan sampailah ke telinga kita. Bunyi tidak dapat merambat di dalam ruangan yang hampa udara.

4. Bunyi dapat dipantulkan atau diserap.

Selain mengalami perambatan, bunyi meng-alami pemantulan. Proses pemantulan bunyi mirip dengan proses

pemantulan cahaya. Lebih sederhana lagi, seperti pemantulan bola ketika mengenai dinding atau lantai.Pemantulan bunyi terjadi ketika bunyi mengenai dinding atau permukaan yang keras. Permukaan yang keras itu, misalnya batu, besi, seng, dan kaca.Dalam pemantulan bunyi terdapat istilah

gaung dan gema. Gaung adalah bunyi pantul yang datang sebelum bunyi asli selesai dikirim. Contoh gaung adalah ketika kamu berada di ruangan yang sempit. Apa yang kamu ucapkan tidak

terdengar jelas karena terganggu bunyi pantul. Contoh lainnya jika kamu berbicara di depan mulut kaleng. Apa yang kamu ucapkan tidak akan jelas terdengar.

Gema adalah bunyi pantul yang muncul setelah bunyi asli selesai. Jika kamu berteriak, misalnya di daerah pegunungan, setelah beberapa saat, terdengar kembali teriakanmu berteriak. Bunyi tersebut sebetulnya adalah bunyi pantul yang baru sampai di telingamu.

Selain mengalami pemantulan, bunyi mengalami penyerapan. Bunyi akan diserap jika mengenai bahan-bahan yang lunak atau berongga. Benda-benda yang dapat menyerap bunyi disebut peredam bunyi. Contoh bahan peredam bunyi adalah busa, spon, wol, kain, dan karet.

Dalam dokumen 76 (Halaman 48-53)

Dokumen terkait