HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN
C. Environmental Threats and Opportunities Profiles (ETOP)
4.5.3 Matriks SWOT
Berdasarkan identifikasi posisi SAP yang ditunjukan dari faktor internal dan posisi ETOP dari faktor eksternal maka tahap selanjutnya adalah mengetahui posisi matriks SWOT dari usaha pemanfaatan kawasan wisata Pantai Cermin sebagai objek wisata pantai/ alam. Seperti yang telah diuraikan di atas bahwa posisi SAP berada pada posisi usaha yang menguntungkan, sedangkan posisi ETOP berada pada posisi usaha yang spekulatif. Dari kedua posisi SAP dan ETOP maka posisi matriks SWOT berada pada usaha prospektif. Maksud dari usaha prospektif di atas adalah usaha pemanfaatan kawasan wisata Pantai Cermin mempunyai suatu prospek untuk dilakukan usaha pemanfaatan dan pengembangan sebagai objek wisata pantai/ alam.
Faktor Internal Faktor Eksternal Strengths (S)
Masing-masing objek wisata Pantai Cermin memiliki keunikan tersendiri.
Kawasan wisata Pantai Cermin memiliki aksesibilitas yang cukup baik
Event-event khusus sering dilakukan di kawasan wisata Pantai Cermin
Kawasan wisata Pantai Cermin memiliki Banyak pilihan objek wisata
Potensi kawasan wisata Pantai Cermin telah sering dipromosikan
Weaknesses (W)
Masyarakat di sekitar lokasi memiliki pendapatan yang rendah
Fasilitas pendukung wisata seperti toilet, rumah makan dan toko souvenir sangat kurang
Standarisasi harga jual produk dan restribusi sering kurang diterapkan dan diawasi
Masyarakat memiliki pemahaman yang rendah terhadap pentingnya menjaga kesehatan dalam kegiatan pariwisata
Masyarakat memiliki tingkat pendidikan yang rendah untuk menciptakan kreativitas di sektor pariwisata
Opportunities (O)
Kebijakan otonomi daerah
Program Pemerintah Pusat
Visit Indonesia 2010 PNPM- Mandiri
Posisi Kecamatan Pantai Cermin yang berdekatan
dengan rencana pembangunan Bandara Kuala
SO Strategies
Lebih mengembangkan kreatifitas event-event yang dilakukan di kawasan wisata melalui kebijakan pemerintah dalam kalender wisata tahunan Kabupaten Serdang Bedagai
Lebih mengembangkan dan menggali keunikan objek wisata Pantai Cermin dengan melibatkan masyarakat setempat melalui kegiatan PNPM Mandiri yang dilaksanakan.
WO Strategies
Menetapkan standarisai jual produk dan restribusi dalam peraturan daerah dan pemda bekerjasama dengan masyarakat untuk mengawasi pelaksanaannya.
Melibatkan masyarakat untuk menyediakan fasilitas pendukung wisata seperti toilet, rumah makan dan toko souvenir yang diatur dalam kebijakan pemerintah.
Namu dan rencana Tol Medan-Tebing Tinggi
Adanya Investor Asing yang
mau mengembangkan kawasan wisata Pantai Cermin
Lebih meningkatkan aksesibilitas kawasan wisata untuk menampung jumlah kunjungan wisatawan dengan adanya bandara kuala namu dan jalan tol
Lebih mempromosikan lagi potensi kawasan wisata kepada invenstor asing untuk mau menanamkan modalnya dan mengembangan kawasan wisata pantai cermin mejadi lebih baik.
Memasukan banyak objek wisata di Pantai Cermin ke dalam program promosi pemerintah pusat visit Indonesia 2010 untuk memperkenalkan dan meningkatkan wisatawan.
Mengembangkan kreatifitas masyarakat melalui PNPM Mandiri sehingga dapat membuat usaha-usaha yang baru di sektor pariwisata untuk meningkatkan pendapatan masyarakat
Memberikan penyuluhan kepada masyarakat oleh pemerintah melalui dinas kesehatan untuk lebih meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya kesehatan
Meningkatkan tingkat pendidikan masyarakat terhadap sektor pariwisata dengan membangun sekolah kejuruan pariwisata sehingga masyarakat dapat memanfaatkan sektor pariwisata untuk meningkatkan kesejahteraannya.
Threats (T)
Daya saing dengan objek wisata di daerah lain
Pola pemikiran masyarakat yang kurang mementingkan perjalanan wisata
Pemanfaatan ekosistem
pantai yang berpengaruh pada kelestarian lingkungan
ST Strategies
Mempertahanankan keunikan yang dimiliki kawasan wisata kepada wisatawan wisatawan untuk menghadapi daya saing dengan objek wisata di daerah lain
Mengadakan event-event yang dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung
Menjaga potensi kawasan wisata terhadap perusakan hutan bakau dengan melibatkan
WT Strategies
Melibatkan masyarakat untuk menjaga dan mengawasi standarisasi harga jual produk dan restribusi sehingga wisatawan memilih beriwisata ke objek wisata lain karena harga dan restribusinya terlalu mahal
Melakukan pemberdayaan kepada masyarakat yang bertujuan untuk menyadarkan akan potensi wisata di daerahnya serta meminimalisasi tindakan masyarakat yang dikhawatirkan
100
mengancam kelestarian lingkungan ekosistem pantai.
Perusakan hutan bakau di sepanjang pantai
Pembuatan usaha Tambak di sepanjang pantai
masyarakat sekitar
Melibatkan masyarakat untuk meminimalisir kegiatan-kegiatan yang dilakukan yang dapat merusak kelestarian lingkungan
Menyadarkan masyarakat terhadap limbah usaha tambak yang dilakukan untuk menjaga potensi dan keunikan kawasan wisata
Meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan bagi pribadi dan masyarakat.
Meningkatkan pemahaman masyarakat untuk mendapatkan pendapatan dari sektor pariwisata sehingga masyarakat tidak melakukan usaha tambak yang dapat mengganggu kawasan wisata
Dari matriks SWOT tersebut didapat strategi-strategi yang dapat dilakukan untuk pengembangan kawasan wisata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat yaitu :
SO Strategies
1. Lebih mengembangkan kreatifitas event-event yang dilakukan di kawasan wisata melalui kebijakan pemerintah dalam kalender wisata tahunan Kabupaten Serdang Bedagai
2. Lebih mengembangkan dan menggali keunikan objek wisata Pantai Cermin dengan melibatkan masyarakat setempat melalui kegiatan PNPM Mandiri yang dilaksanakan.
3. Lebih meningkatkan aksesibilitas kawasan wisata untuk menampung jumlah kunjungan wisatawan dengan adanya bandara kuala namu dan jalan tol
4. Lebih mempromosikan lagi potensi kawasan wisata kepada invenstor asing untuk mau menanamkan modalnya dan mengembangan kawasan wisata pantai cermin mejadi lebih baik.
5. Memasukan banyak objek wisata di Pantai Cermin ke dalam program promosi pemenrintah pusat visit Indonesia 2010 untuk memperkenalkan dan meningkatkan wisatawan.
ST Strategies
1. Mempertahanankan keunikan yang dimiliki kawasan wisata kepada wisatawan wisatawan untuk menghadapi daya saing dengan objek wisata di daerah lain 2. Mengadakan event-event yang dapat menarik minat wisatawan untuk
3. Menjaga potensi kawasan wisata terhadap perusakan hutan bakau dengan melibatkan masyarakat sekitar
4. Melibatkan masyarakat untuk meminimalisir kegiatan-kegiatan yang dilakukan yang dapat merusak kelestarian lingkungan
5. Menyadarkan masyarakat terhadap limbah usaha tambak yang dilakukan untuk menjaga potensi dan keunikan kawasan wisata
WO Strategies
1. Menetapkan standarisai jual produk dan restribusi dalam peraturan daerah dan pemda bekerjasama dengan masyarakat untuk mengawasi pelaksanaannya. 2. Melibatkan masyarakat untuk menyediakan fasilitas pendukung wisata seperti
toilet, rumah makan dan toko souvenir yang diatur dalam kebijakan pemerintah.
3. Mengembangkan kreatifitas masyarakat melalui PNPM Mandiri sehingga dapat membuat usaha-usaha yang baru di sektor pariwisata untuk meningkatkan pendapatan masyarakat
4. Memberikan penyuluhan kepada masyarakat oleh pemerintah melalui dinas kesehatan untuk lebih meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya kesehatan
5. Meningkatkan tingkat pendidikan masyarakat terhadap sektor pariwisata dengan membangun sekolah kejuruan pariwisata sehingga masyarakat dapat memanfaatkan sektor pariwisata untuk meningkatkan kesejahteraannya.
WT Strategies
1. Melibatkan masyarakat untuk menjaga dan mengawasi standarisasi harga jual produk dan restribusi sehingga wisatawan memilih beriwisata ke objek wisata lain karena harga dan restribusinya terlalu mahal
2. Melakukan pemberdayaan kepada masyarakat yang bertujuan untuk menyadarkan akan potensi wisata di daerahnya serta meminimalisasi tindakan masyarakat yang dikhawatirkan mengancam kelestarian lingkungan ekosistem pantai.
3. Meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan bagi pribadi dan masyarakat.
4. Meningkatkan pemahaman masyarakat untuk mendapatkan pendapatan dari sektor pariwisata sehingga masyarakat tidak melakukan usaha tambak yang dapat mengganggu kawasan wisata
Dari semua strategi yang telah disebutkan diatas, diperoleh strategi yang utama untuk menentukan prioritas strategi yang ada dengan mengambil skor tertinggi dari elemen faktor kekuatan dengan elemen faktor kesempatan (SO Strategies) yang dapat melibatkan masyarakat secara penuh sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat. Strategi utama tersebut adalah melibatkan masyarakat untuk melakukan kreatifitas dalam membuat berbagai macam atraksi dan event wisata dengan memberikan pendidikan dan pelatihan baik dari program PNPM Mandiri maupun penyuluhan dari pemerintah daerah yang ditetapkan dalam kalender wisata tahunan Ksbupaten Serdang Bedagai.
Kemudian memberikan pemahaman kepada masyarakat terhadap peningkatan pendidikan dan kesehatan melalui program kebijakan pemerintah daerah sehingga masyarakat sadar akan pentingnya berpartisipasi dalam kegiatan pariwisata dan menjaga kelestarian lingkungan dalam menjaga kondisi ekosistem pantai.
BAB V