ASPEK MANAJEMEN DAN ASPEK SOSIAL
B. Strategi Integratif
8.4.2. Matriks SWOT (Strengths-Weaknesses-Opportunities-Threats Matrix)
Tujuan pada tahap pencocokan (matriks SWOT) adalah untuk menghasilkan alternatif strategi yang layak, bukan untuk memilih strategi mana yang terbaik. Tidak semua strategi yang dikembangkan dalam matriks SWOT akan dipilih untuk implementasi. Empat tipe strategi yang disarankan yaitu strategi SO (kekutan-peluang/strength-opportunities), strategi WO (kelemahan-peluang/weaknesses-opportunities), strategi ST
106 Faktor Internal Faktor Eksternal Kekuatan (Strengths-S)
1. Komunikasi yang baik antara pimpinan dan karyawan. 2. Memiliki jaringan yang luas
terhadap pemasok bahan baku. 3. Sudah berbadan hukum PT 4. Saluran distribusi pendek
dengan sistem direct selling. 5. Modal usaha tercukupi.
6. Data pencatatan keuangan tercatat lebih baik dan akurat. 7. Kemasan produk sudah cukup
baik dan rapih.
8. Lokasi Pabrik Strategis
Kelemahan (Weakness-W)
1. Rangkap jabatan pada Perusahaan.
2. Kemampuan SDM produksi yang lemah
3. Belum memiliki managemen Quality Control.
4. Belum dilakukan promosi karena tidak ada alokasi dana untuk Promosi 5. Kualitas belum terjaga
dengan Baik secara continiu. 6. Sarana transportasi yang
Kurang memadai.
7. Teknologi mesin sederhana. 8. Jenis produk yang dihasilkan
masih sedikit
Peluang (Opportunities-O)
1. Ketersediaan kredit usaha 2. Permintaan pupuk organik
yang meningkat. 3. Sektor pertanian dan
perkebunan cukup mendominasi sebagai pendapatan dan lapangan kerja di indonesia. 4. Kebijakan pemerintah Go
Organik.
5. Kondisi Pasar yang terbuka untuk perorangan & perusahaan
6. Perkembangan teknologi informasi, teknologi komunikasi dan teknologi produksi seperti mesin-mesin.
7. Harga pupuk kimia naik.
Strategi SO
1. Meningkatkan jumlah produksi untuk memanfaatkan peluang yang ada (S2,5,8 dan O2,4,5,6,7) 2. Memperluas pasar untuk
meningkatkan volume penjualan (S2,3,5,8 dan O2,4,5,6,7)
Strategi WO
1. Menghasilkan produk yang bervariasi sesuai kebutuhan pasar dan berkualitas serta terjaga kualitasnya (W3,4,7,8
dan O1,2,4,6)
2. Memanfaatkan dana kredit usaha yang ada untuk melakukan promosi dan membeli sarana transportasi (W4,6 dan O1,4,6,7)
3. Merekrut karyawan dan meningkatkan kemampuan managerial termasuk Quality Control (W1,2,5 dan O3,6)
Ancaman (Threats-T)
1. Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak.
2. Isu-isu virus antraks pada kompos.
3. Situasi keamanan dan pertahanan yang dipengaruhi situasi perubahan politik yang berpengaruh pada kebijakan.
4. Adanya produk sejenis dari daerah lain.
Strategi ST
1. Mengoptimalkan pengunaan modal untuk meningkatkan kualitas produk (S5 dan T2,4 ). 2. Memanfaatkan jaringan luas
untuk meningkatkan kerjasama dengan sub sistem hulu dan sub sistem hilir (S2,5,8,3 dan T2,3,4 )
Strategi WT
1. Melakukan kegiatan penelitian bahan baku dan pengembangan produk (W3,5,8dan T2,4)
2. Mencari alternatif energi lain (W7 dan T1)
107 1. Strategi SO
Strategi SO adalah strategi yang menggunakan kekuatan internal perusahaan untuk memanfaatkan peluang eksternal, dimana kekuatan internal dapat memanfaatkan tren dan kejadian eksternal. Strategi yang dapat digunakan yaitu meningkatkan jumlah produksi. Dengan meningkatkan jumlah produk maka perusahaan dapat memanfaatkan kebutuhan peluang pasar yang terbuka lebar, permintaan pupuk organik yang meningkat, kenaikan harga pupuk kimia dan kebijakan pemerintah yang mendukung pupuk organik. Disamping itu Peningkatan jumlah produksi dapat dilakukan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan ketersediaan modal yang ada.
Strategi lain yang dapat dilakukan oleh PT Agrindo Surya Graha adalah memperluas pasar dan meningkatkan volume penjualan. Perusahaan dapat memperluas pasar dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi untuk mengetahui keadaan pasar, sektor pertanian dan perkebunan yang mendominasi. Hal ini dilakukan agar dapat melakukan penetrasi pasar dengan mencari pelanggan-pelanggan baru.
2. Strategi WO
Strategi WO bertujuan untuk memperbaiki kelemahan internal dengan memanfaatkan peluang eksternal. Strategi yang dapat digunakan perusahaan adalah Menghasilkan produk yang bervariasi sesuai kebutuhan pasar dan berkualitas serta terjaga kualitasnya. Hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan kemajuan dalam teknik pengolahan produk dengan dukungan kemajuan teknologi dan kebijakan pemerintah. Semakin berkualitas dan bervariasi produk yang ditawarkan kepada konsumen diharapkan akan semakin banyak mampu memenuhi kebutuhan pupuk pada konsumen dan mendukung kebijakan pemerintah dalam Go Organik.
Strategi selanjutnya adalah membeli sarana transportasi dan melakukan promosi secara intensif untuk memperluas wilayah pemasaran dengan memanfaatkan dana kredit usaha yang ada. Strategi tersebut merupakan solusi jika perusahaan belum mampu membeli kendaraan dan mengalokasi dana untuk promosi. Tidak adanya alokasi untuk promosi disebabkan perusahaan masih terfokus penggunaan dana yang ada untuk produksi. Hal ini juga penyebab tidak
108
adanya sarana kendaraan yang dimiliki perusahaan. Dengan ketersediaan peluang kredit usaha yang ada, perusahaan dapat mengambil peluang tersebut dengan pemanfaatan dana yang ada. Disamping itu dapat juga memanfaatkan peluang seperti kemajuan teknologi untuk promosi, kenaikan harga pupuk kimia sebagai pembanding, dan kebijakan pemerintah Go Organik sebagai pendukung pupuk organik. Promosi secara ekstensif dilakukan untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat secara luas sehingga produk dapat dikenal dan dapat meningkatkan permintaan konsumen. Hal ini dilakukan sebagai alternatif pengembangan pasar yang lebih luas, sehingga jika sudah tidak dapat bekerja sama dengan PT Pertani perusahaan masih dapat menjual langsung ke masyarakat. Strategi yang terakhir adalah Perekrutan karyawan dilakukan untuk mengisi posisi yang sesuai pada masing-masing divisi. Hal ini dilakukan agar dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya secara jelas. Dengan
peningkatan kemampuan manajerial diharapkan perusahaan mampu
memperhartikan dalam pengembangan pegawai terutama para pekerja produksi. Hal ini perlu didukung dengan adanya pelatihan-pelatihan pada para pegawai dan pembenahan kualitas dengan pengembangan mangerial qualiti control. Dengan adanya qualiti control diharapkan produk yang diproduksi memiliki kualitas yang baik, merata dan stabil sesuai yang diharapkan.
3. Strategi ST
Strategi ST merupakan strategi yang menggunakan kekuatan perusahaan untuk menghindari atau mengurangi pengaruh dari ancaman eksternal. Strategi yang dapat digunakan oleh perusahaan yaitu mengoptimal isasikan pengunaan modal untuk meningkatkan kualitas produk dan memanfaatkan jaringan yang luas untuk mempererat kerjasama dengan sub sistem hulu maupun dengan sub sistem hilir. Dengan mengoptimal isasikan pengunaan modal untuk peningkatan kualitas produk diharapkan mampu menghadapi ancaman produk yang sejenis dari para pesaing. Terkait dengan ancaman kebijakan politik, produk pesaing dan kelemahan bahan baku dapat diatasi dengan strategi memanfaatkan membangun hubungan kerja sama yang baik dengan industi yang terkait dari industri hulu sebagai pensupply bahan baku sampai industri hilir sebagai penyalur produk sampai ke tangan konsumen. Dengan hal ini diharapkan perusahaan mampu
109
memberikan produk yang berbahan baku aman, produk berkualiatas, harga efisien dan pasok produk yang kontiniu pada para konsumen.
4. Strategi WT
Strategi WT adalah taktik defensif yang mengarahkan pada pengurangan kelemahan internal dan menghindari ancaman eksternal. Strategi yang dapat digunakan oleh perusahaan adalah melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan terhadap produk yang dihasilkan. Hal ini dilakukan untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan sejenis, isu-isu virus pada bahan baku dan kebijakan pemerintah jika tidak mendukung lagi program ini. Penelitian dan pengembangan dapat dilakukan melalui kerjasama antara industri dengan instansi pemerintah ataupun dengan instansi pendidikan untuk dapat menghasilkan produk yang bervariasi dan berkualiatas. Kemudian mencari energi alternatif yang lebih efisien untuk mengatasi acaman kenaikan harga bahan bakar. Dengan strategi tersebut diharapkan perusahaan dapat meminimalisasi kelemahan yang dimiliki dan menghindari ancaman dari lingkungan eksternal.