Tabel 11 Internal Strategic Factors Analysis Summery (IFAS)
MATRIKS SWOT
(4)Adanya dukungan pemerintah daerah dalam pengembangan kawasan konservasi
(4) Sosialisasi dari pemerintah masih sangat kurang
OPPORTUNITIES (O) Strategi SO Strategi WO
(1) Rehabilitasi ekosistem terumbu karang dan mangrove (2) Adanya kepedulian Internasional untuk konservasi ekosistem pesisir (3) Adanya dukungan pemerintah pusat dalam penetapan kawasan lindung
(1) Konservasi lingkungan fisik pulau dan perairan serta keanekaragaman hayati (2) Penetapan dan penegakan hukum perlindungan ekosistem pesisir (1)Peningkatan kualitas SDM (2)Rehabilitasi ekosistem pulau dan perairan
Tabel 65. (lanjutan)
OPPORTUNITIES (O) Strategi SO Strategi WO
(4) Adanya dukungan dari berbagai sektor dalam penanganan konservasi mangrove dan terumbu karang
THREATS (T) Strategi ST Strategi WT
(1) Terjadi konflik pemanfaatan
(2) Banyaknya permintaan jenis-jenis terumbu karang tertentu dari luar (3) Banyaknya permintaan
jenis-jenis ikan hias karang (4) Adanya perburuan spesies langkah (1) Penetapan zona-zona konservasi (2) Pemantauan lingkungan terintegrasi antar stakeholder (1) Penyadaran masyarakat tentang konservasi
Strategi-Strategi diatas selanjutnya diurutkan menurut peringkat berdasarkan jumlah skor unsur-unsur penyusunannya, sebagaimana disajikan pada Tabel 66 dan Tabel 67.
Tabel 66 Penyusunan peringkat strategi-strategi analisis SWOT
Unsur Kekuatan/Strength (S) Kelemahan/Weaknesses (W) Strategi (SO) Strategi (WO) Peluang/ Opportunities (O) (1) S1, S2, O1, O2 dan O4 (2) S3 dan O3 (1) W1 dan O3 (2) W2, O1, dan O2 Strategi (ST) Strategi (WT) Ancaman/ Threats (T) (1) S1,S2, dan T1 (2) S4 dan T4 (1) W2, dan T4
Tabel 67 Penentuan prioritas strategi pengembangan kawasan konservasi di Kepulauan Tanakeke
Unsur SWOT Keterkaitan Skor Peringkat
Strategi 1
Konservasi lingkungan fisik pulau dan perairan serta keanekaragaman hayati
S1, S2, O1, O2 dan
O4 2,7 1
Strategi 2 Penetapan zona-zona
konservasi S1,S2, dan T1 1,6 2
Strategi 3 Rehabilitasi ekosistem
Tabel 67. (lanjutan)
Unsur SWOT Keterkaitan Skor Peringkat
Strategi 4 Peningkatan kualitas SDM W1 dan O3 0,9 4 Strategi 5
Penetapan dan penegakan hukum perlindungan ekosistem pesisir S3 dan O3 0,6 6 Strategi 6 Pemantauan lingkungan terintegrasi antar stakeholder S4 dan T4 0.25 7
Strategi 7 Penyadaran masyarakat
tentang konservasi W2, dan T4 0.15 8
Berdasarkan hasil SWOT diatas, strategi – strategi prioritas dan kebijakan yang perlu diperhatikan dalam pengembangan kawasan Kepulauan Tanakeke untuk kegiatan konservasi, antara lain :
(1) Konservasi lingkungan fisik pulau dan perairan serta keanekaragaman hayat
(2) Penetapan zona-zona konservasi
(3) Rehabilitasi ekosistem pulau dan perairan
(4) Peningkatan kualitas SDM
(5) Penetapan dan penegakan hukum perlindungan ekosistem pesisir
(6) Pemantauan lingkungan terintegrasi antar stakeholder
(7) Penyadaran masyarakat tentang konservasi
Strategi dan Kebijakan Pengembangan Kawasan Budidaya (1) Kawasan Perikanan
(a) Rumput Laut
Faktor-Faktor penentu eksternal dan internal dalam analisis SWOT untuk pengembangan kawasan budidaya rumput laut di kepulauan Tanakeke disajikan pada Tabel 68 berikut ini ;
Tabel 68 Matriks analisis faktor-faktor strategi eksternal pengembangan kawasan budidaya rumput laut
Faktor Strategi Eksternal Bobot Rating Skor
1 2 3 4
Peluang (Opportunities) :
O1 Adanya permintaan pasar 0,20 4 0,80
O2 Adanya pabrik pengolahan rumput laut 0,20 3 0,60 O3 Adanya dukungan pemerintah setempat dalam
pengembangan budidaya rumput laut 0,10 2 0,20
O4 Sebagai sektor unggulan dimasa yang akan datang 0,10 2 0,20 O5 Dekat dengan pemasaran domestik maupun ekspor 0,10 3 0,30 Ancaman (Threats) :
T1 Terjadi fluktuasi harga, baik basa maupun kering 0,20 2 0,40
T2 Serangan penyakit 0,05 1 0,05
T3 Konflik pemanfaatan lahan 0,05 1 0,05
TOTAL 1 2,60
Tabel 69 Matriks analisis faktor-faktor strategi internal budidaya rumput laut
Faktor Strategi Internal Bobot Rating Skor
1 2 3 4
Kekuatan (Strength) :
S1 Tersedia lahan luas dan sesuai untuk dikembangkan 0,20 4 0,80 S2 Layak dan menguntungkan untuk dikembangkan 0,10 2 0,20
S3 Tersedia bibit yang memadai 0,20 3 0,60
S4 Ketersediaan tenaga kerja 0,05 1 0, 05
S5 Peralatan budidaya mudah diperoleh 0, 05 1 0,05
Kelemahan (Weaknesses) :
W1 Rendahnya kualitas SDM 0,20 3 0,60
W2 Adanya faktor musim 0,10 3 0,30
W3 Terbatasnya penguasaan teknologi pasca panen 0,10 2 0,20
TOTAL 1 2,80
Berdasarkan hasil pembobotan diatas terhadap faktor-faktor yang berpengaruh, maka faktor-faktor internal (kekuatan dan kelemahan) lebih besar pengaruhnya dibandingkan dengan kator-faktor eksternalnya (peluang dan ancaman) terhadap usaha budidaya rumput laut di kawasan Kepulauan Tanakeke. Hal ini dapat dilihat pada rasio antara faktor-faktor internal terhadap eksternal dengan nilai 2,80 : 2,60.
Selanjutnya dibuat model matrik SWOT strategi pengembangan budidaya
Tabel 70 Model matriks SWOT strategi pengembangan budidaya rumput laut di Kepulauan Tanakeke
STRENGTHS (S) WEAKNESSES (W)
(1)Tersedia lahan luas dan sesuai untuk
dikembangkan
(1) Rendahnya kualitas SDM
(2)Layak dan menguntungkan untuk dikembangkan
(2) Adanya faktor musim (3)Tersedia bibit yang
memadai
(4) Ketersediaan tenaga kerja MATRIKS
SWOT
(5) Peralatan budidaya yang mudah di peroleh
(3) Terbatasnya
penguasaan teknologi pasca panen
OPPORTUNITIES (O) Strategi (SO) Strategi (WO)
(1) Adanya permintaan pasar (2) Adanya pabrik pengolahan rumput laut (3) Adanya dukungan pemerintah setempat dalam pengembangan budidaya rumput laut (4) Sebagai sektor unggulan dimasa yang akan datang
(5) Dekat dengan
pemasaran domestik maupun ekspor
(1)Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi usaha rumput laut
(2) Peningkatan skala usaha dan skala produksi pada lahan yang sesuai
(1)Mengembangkan sumberdaya manusia melalui penyuluhan dan pelatihan pemanfaatan teknologi budidaya
THREATS (T) Strategi (ST) Strategi (WT)
(1) Terjadi fluktuasi harga, baik basa maupun kering (2) Serangan penyakit oleh virus (3) Konflik pemanfaatan lahan (1)Peningkatan akses informasi pasar dan permodalan melalui instansi/lembaga terkait (2)Penataan lokasi budidaya
rumput laut (1)Mendorong petani dalam peningkatan penguasaan teknologi pasca panen (2) Pengembangan penelitian rumput laut dengan keterlibatan perusahaan mitra dan pemerintah
Strategi-Strategi diatas selanjutnya diurutkan menurut peringkat berdasarkan jumlah skor unsur-unsur penyusunannya, sebagaimana disajikan pada Tabel 71 dan Tabel 72
Tabel 71 Penyusunan peringkat strategi-strategi analisis SWOT
Unsur Kekuatan/Strength (S) Kelemahan/Weaknesses (W) Strategi (SO) Strategi (WO) Peluang/ Opportunities (O) (1) S1-S4, O1 dan O2 (2) S1-S4 & O1-O5 (1) W1-W3 dan O1-O4 Strategi (ST) Strategi (WT) Ancaman/ Threats (T) (1) S1,S2 dan T1 (2) S1,S2 dan T3 (1) W1,W3 dan T1 (2) W2,W3 dan T2
Tabel 72 Penentuan prioritas strategi pengembangan budidaya rumput laut di Kepulauan Tanakeke
Unsur SWOT Keterkaitan Skor Peringkat
Strategi 1
Peningkatan skala usaha dan skala produksi pada lahan yang sesuai
S1-S4 & O1-O5
3,75 1
Strategi 2
Mengembangkan
sumberdaya manusia melalui penyuluhan dan pelatihan pemanfaatan teknologi budidaya
W1-W3 dan O1-O4
2,90 2
Strategi 3
Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi usaha rumput laut
S1-S4, O1 dan O5
2,75 3
Strategi 4
Peningkatan akses informasi pasar dan permodalan melalui instansi/lembaga terkait
S1,S2 dan T1
1,4 4
Strategi 5
Mendorong petani dalam peningkatan penguasaan teknologi pasca panen
W1,W3 dan T1
1,2 5 Strategi 6 Penataan lokasi budidaya
rumput laut
S1,S2 dan T3
1,05 6
Strategi 7
Pengembangan penelitian rumput laut dengan keterlibatan perusahaan mitra dan pemerintah
W2,W3 dan T2
0,55 7
Berdasarkan hasil SWOT diatas, strategi – strategi prioritas yang perlu diperhatikan dalam pengembangan kawasan Kepulauan Tanakeke untuk kegiatan usaha budidaya rumput laut, antara lain :
(1)Peningkatan skala usaha dan skala produksi pada lahan yang sesuai
(2)Mengembangkan sumberdaya manusia melalui penyuluhan dan pelatihan
pemanfaatan teknologi budidaya
(3)Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi usaha rumput laut
(4)Peningkatan akses informasi pasar dan permodalan melalui instansi/lembaga
terkait
(5)Mendorong petani dalam peningkatan penguasaan teknologi pasca panen
(6)Penataan lokasi budidaya rumput laut
(7)Pengembangan penelitian rumput laut dengan keterlibatan perusahaan mitra
dan pemerintah
(b) Keramba Jaring Apung (KJA)
Faktor-Faktor penentu eksternal dan internal dalam analisis SWOT untuk pengembangan kawasan budidaya dengan KJA di kepulauan Tanakeke disajikan pada Tabel 73 berikut ini ;
Tabel 73 Matriks analisis faktor-faktor strategi eksternal pengembangan kawasan budidaya dengan KJA
Faktor Strategi Eksternal Bobot Rating Skor
1 2 3 4
Peluang (Opportunities) :
O1 Adanya permintaan pasar 0,20 4 0,80
O2 Nilai jualnya tinggi 0,15 3 0,45
O3
Adanya dukungan pemerintah setempat dalam pengembangan budidaya dengan KJA
0,10 2 0,20 O4 Sebagai sektor unggulan dimasa yang
akan datang 0,10 2 0,20
O5 Dekat dengan pemasaran domestik
maupun ekspor 0,10 3 0,30
Ancaman (Threats) :
T1 Terjadi fluktuasi harga (sesuai
perkembangan nilai rupiah dengan dollar) 0,20 2 0,40
T2 Pencemaran laut 0,05 1 0,05
T3 Konflik pemanfaatan lahan 0,10 1 0,10
Tabel 74 Matriks analisis faktor-faktor strategi internal budidaya dengan KJA
Faktor Strategi Internal Bobot Rating Skor
1 2 3 4
Kekuatan (Strength) :
S1 Tersedia lahan yang terlindung (teluk)
dan sesuai untuk dikembangkan KJA 0,20 4 0,80
S2 Layak dan menguntungkan untuk
dikembangkan dari aspek ekonomi 0,10 2 0,20
S3 Tersedia bibit ikan yang memadai 0,10 3 0,30
S4 Ketersediaan tenaga kerja 0,05 1 0,05
S5
Perairannya cukup subur karena didukung ekosistem pesisir (mangrove, lamun dan terumbu karang)
0, 05 1 0,05
Kelemahan (Weaknesses) :
W1 Rendahnya kualitas SDM 0,20 3 0,60
W2 Adanya faktor musim (timur & Barat) 0,10 2 0,20 W3 Terbatasnya penguasaan teknologi
budidaya dan pasca panen 0,10 2 0,20
W4 Terbatasnya modal usaha 0,10 2 0,20
TOTAL 1 2,60
Berdasarkan hasil pembobotan diatas terhadap faktor-faktor yang berpengaruh, maka faktor-faktor internal (kekuatan dan kelemahan) lebih besar pengaruhnya dibandingkan dengan kator-faktor eksternalnya (peluang dan ancaman) terhadap usaha budidaya dengan KJA di kawasan Kepulauan Tanakeke. Hal ini dapat dilihat pada rasio antara faktor-faktor internal dengan eksternal dengan nilai 2,60 : 2,50.
Selanjutnya dibuat model matrik SWOT strategi pengembangan budidaya
dengan KJA di Kepulauan Tanakeke seperti disjikan pada Tabel 75 dibawah ini :
Tabel 75 Model matriks SWOT strategi pengembangan budidaya dengan KJA di Kepulauan Tanakeke
STRENGTHS (S) WEAKNESSES (W)
(1)Tersedia lahan yang terlindung (teluk) dan sesuai untuk dikembangkan KJA (1) Rendahnya kualitas SDM (2) Layak dan menguntungkan untuk dikembangkan dari aspek ekonomi
(2) Adanya faktor musim (Timur dan Barat) MATRIKS
SWOT
(3)Tersedia benur ikan yang memadai
(3)Terbatasnya
(4) Ketersediaan tenaga kerja
budidaya dan pasca panen
(5) Perairannya cukup subur karena didukung ekosistem pesisir (mangrove, lamun dan terumbu karang)
(4)Terbatasnya modal usaha
OPPORTUNITIES (O) Strategi (SO) Strategi (WO)
(1) Adanya permintaan pasar (2) Nilai jualnya tinggi
(3) Adanya dukungan
pemerintah setempat dalam pengembangan budidaya dengan KJA
(4) Sebagai sektor unggulan dimasa yang akan datang (5) Dekat dengan pemasaran
domestik maupun ekspor
(1)Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi usaha budidaya dengan KJA (2) Mempertahankan konservasi ekosistem pesisir (1)Mengembangkan sumberdaya manusia melalui penyuluhan dan pelatihan pemanfaatan teknologi budidaya dan pasca panen dengan KJA (2)Peningkatan akses
informasi pasar dan permodalan melalui instansi terkait
THREATS (T) Strategi (ST) Strategi (WT)
(1) Terjadi fluktuasi harga (sesuai perkembangan nilai rupiah dengan dollar) (2) Pencemaran laut
(3) Konflik pemanfaatan lahan
(1)Penataan lokasi budidaya dengan KJA (2)Menghindari terjadinya
pencemaran perairan
(1) Pengembangan penelitian budidaya dengan KJA yang melibatkan perusahaan mitra dan pemerintah
Strategi-Strategi diatas selanjutnya diurutkan menurut peringkat berdasarkan jumlah skor unsur-unsur penyusunannya, sebagaimana disajikan pada Tabel 76 dan Tabel 77.
Tabel 76 Penyusunan peringkat strategi-strategi analisis SWOT
Unsur Kekuatan/Strength (S) Kelemahan/Weaknesses (W) Strategi (SO) Strategi (WO) Peluang/ Opportunities (O) (1) S1-S5 dan O1- O2 (2) S1,S5 & O3 (1) W1,W3,W4,O1,O2 dan O4 (2) W1,W4,O1 dan O5 Strategi (ST) Strategi (WT) Ancaman/ Threats (T) (1) S1,S5 dan T3 (2) S1,S5 dan T2 (1) W3 dan T1
Tabel 77 Penentuan prioritas strategi pengembangan budidaya dengan KJA di Kepulauan Tanakeke
Unsur SWOT Keterkaitan Skor Peringkat
Strategi 1
Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi usaha budidaya dengan KJA
S1-S5 & O1- O2
3,35 1
Strategi 2
Mengembangkan sumberdaya manusia melalui penyuluhan dan pelatihan pemanfaatan teknologi budidaya dan pasca panen dengan KJA
W1,W3,W4,O1,O2 dan O4
2,25 2
Strategi 3
Peningkatan akses informasi pasar dan permodalan melalui instansi/lembaga terkait W1,W4,O1 dan O5 1,90 3 Strategi 4 Mempertahankan konservasi ekosistem pesisir S1,S5 & O3 1,05 4 Strategi 5
Penataan lokasi budidaya dengan KJA S1,S5 dan T3 0,95 5 Strategi 6 Menghindari terjadinya pencemaran perairan S1,S5 dan T2 0,90 6 Strategi 7 Pengembangan penelitian budidaya dengan KJA yang melibatkan perusahaan mitra dan pemerintah
W3 dan T1
0,25 7
Berdasarkan hasil SWOT diatas, strategi – strategi prioritas yang perlu diperhatikan dalam pengembangan kawasan Kepulauan Tanakeke untuk kegiatan usaha budidaya dengan KJA, antara lain :
(1) Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi usaha budidaya dengan KJA
(2) Mengembangkan sumberdaya manusia melalui penyuluhan dan pelatihan
pemanfaatan teknologi budidaya dan pasca panen dengan KJA
(3) Peningkatan akses informasi pasar dan permodalan melalui instansi/lembaga
terkait
(4) Mempertahankan konservasi ekosistem pesisir
(5) Penataan lokasi budidaya dengan KJA
(6) Menghindari terjadinya pencemaran perairan
(7) Pengembangan penelitian budidaya dengan KJA yang melibatkan
(c) Perikanan Tangkap
Faktor-Faktor penentu eksternal dan internal pengembangan usaha perikanan tangkap di kepulauan Tanakeke dalam analisis SWOT, disajikan pada Tabel 78 berikut ini ;
Tabel 78 Matriks analisis faktor-faktor strategi eksternal perikanan tangkap
Faktor Strategi Eksternal Bobot Rating Skor
1 2 3 4
Peluang (Opportunities) :
O1 Kebijakan pemerintah mengenai jalur
penangkapan 0,20 2 0,40
O2 Dekat dengan pemasaran domestik
maupun ekspor 0,10 2 0,20
O3 Permintaan pasar tinggi baik lokal
maupun mancanegara 0,20 4 0,80
O4 Terbentuknya Departemen kelautan dan
perikanan 0,20 3 0,60
Ancaman (Threats) :
T1 Peningkatan jumlah dan jenis alat tangkap 0,20 2 0,40
T2 Destruktif fishing 0,05 3 0,15
T3 Kemiskinan 0,05 3 0,15
TOTAL 1 2,70
Tabel 79 Matriks analisis faktor-faktor strategi internal perikanan tangkap
Faktor Strategi Internal Bobot Rating Skor
1 2 3 4
Kekuatan (Strength) :
S1 Memiliki area penangkapan yang cukup
luas 0,20 4 0,80
S2 Mempunyai potensi ikan ekonomis
penting (ikan pelagis dan ikan karang) 0,10 2 0,20
S3 Memiliki mangrove sebagai tempat spowning dan nursery ground
0,20 3 0,60 S4 Kondisi terumbu karang masih kategori
sedang - baik
Tabel 79. (lanjutan)
Faktor Strategi Internal Bobot Rating Skor
1 2 3 4
Kelemahan (Weaknesses) :
W1 Rendahnya kualitas SDM 0,20 3 0,60
W2
Lemahnya modal usaha untuk penerapan teknologi penangkapan yang lebih canggih
0,05 3 0,15
W3 Alat tangkap masih tradisional 0,10 2 0,20
W4 Alternatif mata pencaharian pd musim
barat dan timur sangat terbatas 0,05 2 0,10
TOTAL 1 2,85
Berdasarkan hasil pembobotan diatas terhadap faktor-faktor yang berpengaruh, maka faktor-faktor internal (kekuatan dan kelemahan) lebih besar pengaruhnya dibandingkan dengan kator-faktor eksternalnya (peluang dan ancaman) terhadap usaha perikanan tangkap di kawasan Kepulauan Tanakeke. Hal ini dapat dilihat pada rasio antara faktor-faktor eksternal terhadap internal dengan nilai 2,70 : 2,85.
Selanjutnya dibuat model matrik SWOT strategi pengembangan perikanan
tangkap di Kepulauan Tanakeke seperti disjikan pada Tabel 80 dibawah ini :
Tabel 80 Model matriks SWOT strategi pengembangan perikanan tangkap di Kepulauan Tanakeke STRENGTHS (S) WEAKNESSES (W) (1) Memiliki area penangkapan yang cukup luas (1) Rendahnya kualitas SDM
(2) Mempunyai potensi ikan ekonomis penting (ikan pelagis dan ikan karang)
(2) Lemahnya modal usaha untuk penerapan teknologi penangkapan yang lebih canggih (3) Memiliki mangrove
sebagai tempat spowning dan nursery ground
(3) Alat tangkap masih tradisional
MATRIKS SWOT
(4) Kondisi terumbu karang masih kategori sedang – baik
(4) Alternatif mata pencaharian pd musim barat dan timur sangat terbatas
Tabel 80. (lanjutan)
OPPORTUNITIES (O) Strategi (SO) Strategi (WO)
(1) Permintaan pasar tinggi baik lokal maupun mancanegara (2) Kebijakan pemerintah mengenai jalur penangkapan (3) Dekat dengan pemasaran domestik maupun ekspor (4) Terbentuknya Departemen kelautan dan perikanan (1) Pengaturan Fishing Ground (2) Melindungi dan mempertahankan kelestarian ekosistem pesisir (mangrove, lamun dan terumbu karang)
(1)Mingkatkan kualitas SDM
(2)Pemberian kredit murah bagi uaha nelayan (3)Menyiapkan mata pencaharian alternatif bagi nelayan pada musim barat dan timur
THREATS (T) Strategi (ST) Strategi (WT)
(1) Peningkatan jumlah dan jenis alat tangkap (2) Destruktif fishing (3) Kemiskinan
(1)Pembatasan izin usaha penangkapan ikan (pembatasan armada dan alat tangkap)
(2)Penegakan hukum
(1)Penyedian sarana dan prasarana perikanan tangkap yang rama lingkungan
Strategi-Strategi diatas selanjutnya diurutkan menurut peringkat berdasarkan jumlah skor unsur-unsur penyusunannya, sebagaimana disajikan pada Tabel 81 dan Tabel 82.
Tabel 81 Penyusunan peringkat strategi-strategi analisis SWOT
Unsur Kekuatan/Strength (S) Kelemahan/Weaknesses (W) Strategi (SO) Strategi (WO) Peluang/ Opportunities (O) (1)S1,S2 dan O2,O4 (2)S3, S4 dan O4 (1) W1dan O4 (2) W2,W3 dan O2,O4 (3) W2,W4 dan O4 Strategi (ST) Strategi (WT) Ancaman/ Threats (T) (2)S1- S4 dan T1,T2 (3)S1,S2 dan T1,T2 (1) W2,W3 dan T1-T3
Tabel 82 Penentuan prioritas strategi pengembangan perikanan tangkap di Kepulauan Tanakeke
Unsur SWOT Keterkaitan Skor Peringkat
Strategi 1
Pembatasan izin usaha penangkapan ikan (pembatasan armada dan alat tangkap)
S1- S4 dan T1,T2
2,35 1 Strategi 2 Pengaturan penangkapan untuk
nelayan tradisonal dan modern
S1,S2 dan O2,O4
Tabel 82. (lanjutan)
Unsur SWOT Keterkaitan Skor Peringkat
Strategi 3 Penegakan hukum S1,S2 dan T1,T2 1,55 3 Strategi 4
Melindungi dan
mempertahankan kelestarian ekosistem pesisir (mangrove, lamun dan terumbu karang)
S3, S4 dan O4
1,4 4 Strategi 5 Mingkatkan kualitas SDM W1dan O4 1,2 5
Strategi 6 Pemberian kredit murah bagi usaha nelayan
W2,W3 dan
O2,O4 1,15 6
Strategi 7
Penyedian sarana dan prasarana perikanan tangkap yang rama lingkungan
W2,W3 dan T1-
T3 1,05 7
Strategi 8
Menyiapkan mata pencaharian alternatif bagi nelayan pada musim barat dan timur
W2,W4 dan O4
0,85 8
Berdasarkan hasil SWOT diatas, strategi – strategi prioritas yang perlu diperhatikan dalam pengembangan kawasan Kepulauan Tanakeke untuk kegiatan usaha budidaya tambak, antara lain :
(1) Pembatasan izin usaha penangkapan ikan (pembatasan armada dan alat
tangkap)
(2) Pengaturan fishing ground untuk nelayan tradisional dan moderen
(3) Penegakan hukum
(4) Melindungi dan mempertahankan kelestarian ekosistem pesisir (mangrove,
lamun dan terumbu karang)
(5) Mingkatkan kualitas SDM
(6) Pemberian kredit murah bagi usaha nelayan
(7) Penyedian sarana dan prasarana perikanan tangkap yang rama lingkungan
(8) Menyiapkan mata pencaharian alternatif bagi nelayan pada musim barat dan
timur
(2) Kawasan Pariwisata Pesisir (a) Kawasan Pariwisata Pantai
Faktor-Faktor penentu eksternal dan internal dalam analisis SWOT untuk pengembangan kawasan pariwisata pantai di Kepulauan Tanakeke disajikan pada Tabel 83 berikut ini ;
Tabel 83 Matriks analisis faktor-faktor strategi eksternal pengembangan kawasan pariwisata pantai
Faktor Strategi Eksternal Bobot Rating Skor
1 2 3 4
Peluang (Opportunities) :
O1 Permintaan pariwisata pantai yang tinggi 0,20 4 0,80 O2 Investasi bidang pariwisata (swasta &
Pemerintah 0,10 1 0,10
O3 Kebijakan pemerintah tentang
pengembangan pariwisata pantai 0,10 3 0,30
O4 Kesempatan kerja/berusaha bagi
masyarakat lokal 0,10 3 0,30
O5 Promosi budaya 0,10 3 0,30
O6 Posisinya berada dekat dengan Kota
Makassar 0,10 3 0,30
Ancaman (Threats) :
T1 Konflik pemanfaatan lahan 0,20 2 0,40
T2 Pergeseran nilai budaya 0,05 2 0,10
T3 Pencemaran/degradasi habitat 0,05 2 0,10
TOTAL 1 2,70
Tabel 84 Matriks analisis faktor-faktor strategi internal terhadap pengembangan pariwisata pantai
Faktor Strategi Internal Bobot Rating Skor
1 2 3 4
Kekuatan (Strength) :
S1 Areal pengembangan pariwisata pantai
cukup mendukung 0,20 4 0,80
S2 Tersedianya tenaga kerja lokal 0,05 1 0,05
S3 Kondisi pantainya landai dan pasir putih 0,10 4 0,40 S4 Adanya dukungan pemerintah daerah dan
masyarakat 0,10 2 0,20
S5 Memiliki obyek wisata bahari dan
ekowisata yang menarik 0,05 3 0,15
Kelemahan (Weaknesses) :
W1 Rendahnya kualitas SDM 0,20 3 0,60
W2 Minimnya sarana dan prasarana
pendukung 0,10 3 0,30
W3 Aksesibilitas terbatas 0,10 2 0,20
W4 Besarnya gelombang dan arus laut pada
musim timur dan barat 0,05 1 0,05
W5 Minimnya suberdaya air tawar 0,05 2 0,10
Berdasarkan hasil pembobotan diatas terhadap faktor-faktor yang berpengaruh, maka faktor-faktor internal (kekuatan dan kelemahan) lebih besar pengaruhnya dibandingkan dengan faktor-faktor eksternalnya (peluang dan ancaman) terhadap pengembangan kawasan pariwisata pantai di kawasan Kepulauan Tanakeke. Hal ini dapat dilihat pada rasio antara faktor-faktor internal dengan eksternal dengan nilai 2,85 : 2,70.
Selanjutnya dibuat model matrik SWOT strategi pengembangan kawasan
pariwisata pantai di Kepulauan Tanakeke seperti disjikan pada Tabel 85 dibawah ini :
Tabel 85 Model matriks SWOT strategi pengembangan kawasan pariwisata bahari di Kepulauan Tanakeke
STRENGTHS (S) WEAKNESSES (W)
(1) Areal pengembangan pariwisata pantai cukup mendukung
(1) Rendahnya kualitas SDM
(2) Tersedianya tenaga kerja lokal
(2)Minimnya sarana dan prasarana pendukung (3) Kondisi pantainya landai
dan pasir putih
(3)Aksesibilitas terbatas (4) Adanya dukungan
pemerintah daerah dan masyarakat
(4) Besarnya gelombang dan arus laut pada musim timur dan barat MATRIKS
SWOT
(5) Memiliki obyek wisata bahari dan ekowisata yang menarik
(5) Minimnya suberdaya air tawar
OPPORTUNITIES (O) Strategi (SO) Strategi (WO)
(1) Permintaan pariwisata pantai yang tinggi (2) Investasi bidang
pariwisata (swasta & Pemerintah (3) Kebijakan pemerintah tentang pengembangan pariwisata pantai (4) Kesempatan kerja/berusaha bagi masyarakat lokal (5) Promosi budaya (6) Posisinya berada dekat
dengan Kota Makasar
(1)Pengembangan potensi wisata pantai dengan bekerjasama pemerintah daerah dan masyarakat (2) Melakukan promosi
melalui media cetak dan elektronik serta membuat profile lokasi wisata pantai secara regional, nasional dan internasional
(1) Meningkatka kualitas SDM dalam rangka mendukung kegiatan pariwisata pantai (2) Membangun sarana dan
prasarana pendukung untuk wisata pantai
Tabel 85. (lanjutan)
THREATS (T) Strategi (ST) Strategi (WT)
(1) Konflik pemanfaatan lahan (2) Pergeseran nilai budaya (3)Pencemaran/degradasi habitat
(1) Penataan lokasi wisata pantai yang berbasis masyarakat
(2) Melindungi pantai dari berbagai sumber pencemar/degradasi habitat
(1)Penguatan nilai-nilai sosial budaya, keagamaan dan cinta lingkungan
Strategi-Strategi diatas selanjutnya diurutkan menurut peringkat berdasarkan jumlah skor unsur-unsur penyusunannya, sebagaimana disajikan pada Tabel 86 dan Tabel 87.
Tabel 86 Penyusunan peringkat strategi-strategi analisis SWOT
Unsur Kekuatan/Strength (S) Kelemahan/Weaknesses (W) Strategi (SO) Strategi (WO) Peluang/ Opportunities (O) (1) S1-S5 dan O1-O3 (2) S1,S3,S5 dan O1- O3,O5,O6 (1) W1, O1,O2,O3 dan O6 (2) W2,W5 dan O1-O4 Strategi (ST) Strategi (WT) Ancaman/ Threats (T) (1) S1,S2,S5 dan T1,T3 (2) S1,S3,S5 dan T3 (1) W1 dan T2,T3
Tabel 87 Penentuan prioritas strategi pengembangan kawasan pariwisata pantai di Kepulauan Tanakeke
Unsur SWOT Keterkaitan Skor Peringkat
Strategi 1
Melakukan promosi melalui media cetak dan elektronik serta membuat profile lokasi wisata pantai secara regional, nasional dan internasional S1,S3,S5 dan O1- O3,O5,O6 3,15 1 Strategi 2 Pengembangan potensi wisata pantai dengan bekerjasama pemerintah daerah dan masyarakat
S1-S5 dan O1-O3
2,8 2
Strategi 3
Meningkatka kualitas SDM dalam rangka mendukung kegiatan pariwisata pantai
W1,O1,O2,O3 dan
O6 2,1 3
Strategi 4
Membangun sarana dan prasarana pendukung untuk wisata pantai
W2,W5 dan O1-O4
Tabel 87. (lanjutan)
Unsur SWOT Keterkaitan Skor Peringkat
Strategi 5
Penataan lokasi wisata pantai yang berbasis masyarakat
S1,S2,S5 dan T1,T3
1,5 5
Strategi 6
Melindungi pantai dari
berbagai sumber pencemar/degradasi habitat
S1,S3,S5 dan T3
1,4 6
Strategi 7
Penguatan nilai-nilai sosial budaya, keagamaan dan cinta lingkungan
W1 dan T2,T3
0,8 7
Berdasarkan hasil SWOT diatas, strategi – strategi prioritas yang perlu diperhatikan dalam pengembangan Kepulauan Tanakeke untuk kawasan pariwisata pantai, antara lain :
(1) Melakukan promosi melalui media cetak dan elektronik serta membuat
profile lokasi wisata pantai secara regional, nasional dan internasional
(2) Pengembangan potensi wisata pantai dengan bekerjasama pemerintah
daerah dan masyarakat
(3) Meningkatkan kualitas SDM dalam rangka mendukung kegiatan
pariwisata pantai
(4) Membangun sarana dan prasarana pendukung untuk wisata pantai
(5) Penataan lokasi wisata pantai yang berbasis masyarakat
(6) Melindungi pantai dari berbagai sumber pencemar/degradasi habitat
(7) Penguatan nilai-nilai sosial budaya, keagamaan dan cinta lingkungan
(b)Kawasan Pariwisata Bahari
Faktor-Faktor penentu eksternal dan internal dalam analisis SWOT untuk pengembangan kawasan pariwisata bahari di Kepulauan Tanakeke disajikan pada Tabel 88 berikut ini ;
Tabel 88 Matriks analisis faktor-faktor strategi eksternal pengembangan kawasan pariwisata bahari
Faktor Strategi Eksternal Bobot Rating Skor
1 2 3 4
Peluang (Opportunities) :
O1 Permintaan pariwisata bahari yang tinggi 0,20 4 0,80
O2 Investasi bidang pariwisata 0,10 1 0,10
O3 Kebijakan pemerintah tentang pengembangan
Tabel 88. (lanjutan)
Faktor Strategi Eksternal Bobot Rating Skor
1 2 3 4
Peluang (Opportunities) :
O4 Kesempatan kerja/berusaha bagi masyarakat lokal 0,10 3 0,30
O5 Promosi budaya 0,05 2 0,10
O6 Posisinya berada dekat dengan Kota Makasar 0,15 3 0,45 Ancaman (Threats) :
T1 Konflik pemanfaatan lahan 0,20 3 0,60
T2 Pergeseran nilai budaya 0,05 2 0,10
T3 Pencemaran/degradasi habitat 0,05 1 0,05
TOTAL 1 2,70
Tabel 89 Matriks analisis faktor-faktor strategi internal terhadap pengembangan pariwisata bahari
Faktor Strategi Internal Bobot Rating Skor
1 2 3 4
Kekuatan (Strength) :
S1 Areal pengembangan pariwisata bahari cukup
mendukung 0,20 4 0,80
S2 Tersedianya tenaga kerja 0,05 2 0,10
S3 Kondisi ekosistem terumbu karang masih cukup
bagus 0,10 3 0,30
S4 Adanya dukungan pemerintah daerah dan
masyarakat 0,10 2 0,20
S5 Memiliki objek wisata pantai dan ekowisata sebagai
paket wisata bahari 0,05 2 0,10
Kelemahan (Weaknesses) :
W1 Rendahnya kualitas SDM 0,20 3 0,60
W2 Minimnya sarana dan prasarana pendukung 0,10 3 0,30
W3 Aksesibilitas terbatas 0,10 2 0,20
W4 Besarnya gelombang dan arus laut pada musim
timur dan barat 0,05 1 0,05
W5 Minimnya suberdaya air tawar 0,05 3 0,15
TOTAL 1 2,80
Berdasarkan hasil pembobotan diatas terhadap faktor-faktor yang berpengaruh, maka faktor-faktor internal (kekuatan dan kelemahan) lebih besar pengaruhnya dibandingkan dengan faktor-faktor eksternalnya (peluang dan ancaman) terhadap pengembangan kawasan pariwisata bahari di kawasan Kepulauan Tanakeke. Hal ini dapat dilihat pada rasio antara faktor-faktor internal dengan eksternal dengan nilai 2,80 : 2,70.
Selanjutnya dibuat model matrik SWOT strategi pengembangan kawasan pariwisata bahari di Kepulauan Tanakeke seperti disjikan pada Tabel 90 dibawah ini :
Tabel 90 Model matriks SWOT strategi pengembangan kawasan pariwisata bahari di Kepulauan Tanakeke
STRENGTHS (S) WEAKNESSES (W)
(1) Areal pengembangan pariwisata bahari cukup mendukung
(1) Rendahnya kualitas SDM
(2) Tersedianya tenaga kerja (2)Minimnya sarana dan prasarana pendukung (3) Kondisi ekosistem
terumbu karang masih cukup bagus
(3)Aksesibilitas terbatas