BAB II KAJIAN TEORI
D. Media Pembelajaran Audio Visual
Media audio visual merupakan salah satu media teknologi moderen sekarang ini. Media ini disebut media audio visual karena dikombinasikan dari dua unsur yakni: visual (gambar) dan audio (suara). Sesuai dengan namanya media audio visual terdiri dari dua kata visual dan audio. Visual yaitu sesuatu yang dapat dilihat dengan menggunakan indera penglihatan sedangkan audio adalah suara yaitu yang dapat didengar dengan indera
Media pembelajaran visual merupakan media yang dapat dilihat dengan menggunakan alat indera penglihatan. Media visual dibagi menjadi dua yitu: pertama visual yang tidak dapat di proyeksikan (Non-projected visuals), dan yang kedua visual yang dapat diproyeksikan (Project visual), media yang dapat diproyeksikan contohnya: gambar diam (still picture), dan gambar bergerak (montion picture).
Media pembelajaran audio, yaitu media yang mengandung pesan dalam bentuk auditif (hanya dapat didengar), contoh dari media audio yaitu radio, audio kaset, laboratorium Bahasa dan lain-lain. Media ini dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan siswa belajar (Anas Salahudin 2015: 124).
Ditinjau dari perkembangannya, sebelum adanya media audio visual yang sering digunakan oleh guru yaitu media visual sebagai alat bantu mengajar. Contohnya seperti gambar, model, objek, dan alat lain yang dapat memberikan pengalaman konkrit, motivasi, serta mempertinggi daya serap dan retensi belajar siswa. Setelah adanya pengaruh dari teknologi media audio pada sekitaran pertengahan abad ke-20 media visual di kombinasikan dengan memasukkan unsur audio sebagai alat pelangkap dari media visual tersebut, sehingga dikenal dengan media audio visual dan penggunaannya lebih lengkap dan optimal (Arief S. Sadiman, dkk 2009: 7-8).
Media audio visual adalah seperangakat alat yang memproyeksikan gamabar bergerak dan bersuara. Paduan antara gambar dan suara membentuk karakter yang identik dengan objek aslinya (Hujair AH Sanaky, 2013: 119). Menurut Azhar Arysad (2011: 94), media audio visual adalah media visual yang menggabungkan penggunaan unsur suara yang memerlukan pekerjaan tambahan untuk memproduksinya.
Yudhi Munandi (2013: 133) membagi media audio visual kedalam dua bagaian yaitu: media audio visual murni dan audio visual tidak murni. Media audio visual murni dilengkapi dengan fungsi peralatan suara dan gambar digabung dalam satu unit seperti film, film gerak bersuara, televisi dan video. Media audio visual tidak murni, yakni yang kita kenal dengan slide, opaque, OHP, dan peralatan visual lainnya kemudian dimasukkan unsur suara sebagai pelengkap.
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulakan media audio visual merupakan media yang terdiri dari dua unsur penggabungan antara visual dan audio yang diproyeksikan sehingga dapat disebut audio visual. Media audio visual mengandung pesan pembelajaran yang disampaikan kepada siswa melalui penglibatan dua alat indera yaitu penglihatan dan pendengaran contohnya film, video, sound slide, televisi, dan lain-lain.
Dalam penelitian ini peneliti mencoba menggunakan jenis media audio visual yang berbasis video. Media audio visual jenis video ini merupakan media pembelajaran yang memiliki unsur gambar dan suara, gambar yang dimpilkan berupa gambar gerak dan dilengkapi dengan unsur
suara untuk memperjelas gambar. Media audio visual berbasis video ini cocok digunakan dalam mata pelajaran IPS, karena sesuai dengan kajian pembelajaran IPS yang mengkaji hal-hal yang sifatnya abstrak maka dapat divisualisasikan melalui video sehingga dalam penyampaian materi IPS akan lebih konrit kepada siswa. Selain itu juga dengan video ini dapat memberikan daya tarik kepada siswa, bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya serta dapat lebih muda dipahami oleh siswa. Kemudian media video ini mudah di buat dan didapatkan, serta peralatan dalam menampilkannya tidak membutuhkan peralatan yang rumit artinya sudah tersedia disekolah-sekolah.
2. Kalasifikasi dan jenis-jenis media Audio Visual.
Menurut Yudhi Munandi (2013: 113), media audio visual dapat di bagi menjadi dua jenis yaitu:
a. Media audio visual murni, di dalamnya dilengkapi dengan fungsi peralatan suara dan gambar dalam satu unit seperti: film gerak bersuara, televisi, dan video.
b. Media audio visual tidak murni dari peralatan visual namun
pembuatannya dapat menggabungkan unsur suara seperti slide, OHP, Opaque, dan peralatan visual lainnya bila di beri unsur suara.
Menurut Hujair AH Sanaky (2013: 119), ada empat jenis media audio visual yaitu: televisi, video-cd, film, dan sound slide.
a. Televisi (TV)
Televisi yaitu berasal dari dua kata yaitu: tele (Bahasa yunani), yang berarti jauh, dan visi (Bahasa Latin), yang berarti penglihatan. Pengertian secara singkat bearti televisi yitu: penglihatan jauh Television (Bahasa ingris) yang berarti melihat jauh, contoh permainan sepak bola diluar negeri, maka kita yang berada di Indonesia dengan siaran langsung di televisi kita dapat melihat permainan sepak bola tersebut dengan jarak jauh. Televisi merupakan sebua perangkat elektronik yang dapat menyampaikan pesan atu informasi dengan tampilan gambar gerak dan dilengkapi suara.
Peran Televisi yang menampilkan gambar hidup maupun sebagai radio, yang dapat dilihat dan didengar, dengan bantuan pesawat televisi, kita dapat memperoleh atau menerima pesan secara langsung dan bahkan pada waktu yang bersamaan. Penrkembangan teknologi sekarang ini, televisi bukanlah merupakan barang yang mewah lagi, bahkan sekarang ini semua orang bias memilikinya, karena harganya sudah terjangkau, televisi mulai digunakan di rumah-rumah, perkantoran, dan bahkan disekolah-sekolah, oleh karena itu televisi dapat dijadikan sebagai alat untuk membantu proses pembelajaran, maupun hiburan. Sebagaimana kita melihat sekarang ini program siaran televisi sangat disenagi baik di kalangan orang dewasa hingga anak-anak. Oleh karena itu siaran televisi yang disenagi oleh anak-anak, sangat cocok jika dijadikan media untuk belajar.
b. Video-VCD
Video-VCD merupakan, gambar gerak yang di dalamnya juga mempuyai unsur suara, Video-VCD dapat di tampilkan di medium video dan video compact disk. Video-VCD biasanya sering di gunakan oleh lembaga-lembaga pendidikan jarak jauh, sebagai saran penyampaian materi pembelajaran. Antara video-VCD dan televisi mampu menyampaikan pesan pembelajaran bersifat realistic. Salah satu keunggulan dari Video-VCD ini yaitu: mampu memperlambat sesuat yang cepat, dan mampu mempercepat sesuatu yang sangat lambat, seperti mengamati perkembangan makhluk hidup, tumbuhan, dan lai-lain.
Menurut Hujair AH Sanaky (2013: 123) yang menjadi karakteristik media Video-VCD yaitu: (1) gambar bergerak yang disertai unsur suara; (2) data digunakan untuk sekolah jarak jauh; (3) memiliki perangkat slow montion untuk memperlambat proses atau peristiwa yang berlangsung.
c. Media sound slide (slide bersuara)
Menurut bentuknya, media sound slide ini termasuk media grafis yang dapat diproyeksikan (transparant instructional media) karena dibuat di atas bidang transparan, artinya bidang yang tembus cahaya, yang terproyeksikan pada bidang layar dengan alat proyektor yang compatible, yakni menggunakan slide proyektor. Media sound
slide yaitu kombinasi dari komponen sound (suara) dan slide yang merupakan media pembelajaran yang bersifat audio visual
Dari beberapa jenis media audio visual diatas mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing. Oleh karena itu guru harus menyesuaikan dengan berbagai pertimbangan yang telah dibahas sebelumnnya. Paling penting adalah, media yang hendak digunakam tersebut mempunyai tujuan yang jelas dalam pembelajaran, dan dapat memberikan pengaruh yang positif kepada siswa hingga pembelajaran lebih optimal, dan dapat tercapainya tujuan pembelajaran yang telah di tentukan.
3. Kelebihan dan kekurangan media Audio Visual.
Menurut Hujair AH Sanaki (2013:109) beberapa kelebihan media dan kekurangan dari media audio visual yaitu:
a. Kelebihan.
1) Kelebihan dari media audio visual yaitu dapat menyajikan objek belajar secara konkret atau pesan pembelajaran secara realistilk sehingga sangat baik untuk menambah pengalaman balajar.
2) Sifatnya yang audio visual, sehingga memiliki daya Tarik tersendiri dan dapat menjadi pemacu atau memotifasi pembelajar untuk belajar.
4) Mengurangi kejenuhan belajar, terutama jika dikombinasikan dengan teknik mengajar secara ceramah dan diskusi persoalan yang ditayangkan.
5) Menambah daya tahan ingatan atau retensi tentang obyek belajar yang dipelajari pembelajar.
6) Portable dan mudah didistribusikan
b. Kekurangan
1) Pengadaannya menggunakan biaya yang mahal
2) Tergantung pada sumber daya listrik sehingg tidak dapat disajikan disegala tempat.
3) Hal-hal yang bersifat hiburan mudah mempengaruhi perhatian siswa sehingga menggangu prroses belajar mengajar.
4) Membutuhkan tenaga tambahan.
4. Fungsi dan Manfaat media Audio Visual.
Pada dasarnya fungsi dan manfaat media audio visual sama dengan fungsi dan manfaat media pembelajaran pada umumnya seperti yang dikemukakan oleh Hujair AH Sanaky (2013: 111). Adapun fungsi dan manfaat media secara umum sebagai berikut:
a. Fungsi media pembelajaran
1) Menghadirkan objek sebanarnya dan objek yang langkah melalui visual atau gambar (diam/gerak).
4) Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera seperti misalya: Objek yang terlalu besar dapat digantikan dengan realita, gambar, film, dan lainnya. Objek yang terlalu capat dapat di perlambat melalui film atau video, dan begitu juga sebaliknya objek yang terlalu lambat, seperti pertumbuhan hewan, tumbuhan dapat di percepat dengan film atau video. Melihat peristiwa-peristiwa masa lalu seperti film sejarah dapat ditampilkan lewat film atau video. Dan lain-lain
5) Informasi dapat di sajikan berulang-ulang.
b. Manfaat media pembelajaran
1) Memberikan daya tarik dalam proses pembelajaran
2) Menyajikan pesan atau informasi dengan cepat
3) Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya, serta dapat lebih mudah di pahami oleh siswa.
4) Siswa akan lebih aktif dalam proses pembelajaran 5) Metode pembelajaran lebih bervariasi
6) Pesan yang disampaikan secara berulang-ulang.
7) Menciptakan situasi dankondisi belajar yang menyenangkan dan tanpa tekanan
5. Langkah-langkah penggunaan audio visual dalam pembelajaran IPS
Menurut Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (2013: 131), mengutarakan langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam penggunaan media audio, didasarkan pada system pemanfaatannya dalam pembelajaran, maka langkah-langkah tersebut sebagai berikut:
a. Tahap persiapan
1) Persiapan dalam merencanakan, berkonsultasi tentang
perencanaan, mencatat beberapa hal yang membangkitkan interes, bahan diskusi, dan cara mengkaji pemahaman dan apresiasi
2) Memberikan pengarahan khusus terhadap ide-ide yang sulit bagi siswa pada meteri yang dikemukakan.
3) Kelompok sasaran harus diperhitungkan, apakah kelompok
perorangan atau kelompok kecil, ataukah besar.
4) Usahakan sasaran harus dalam keadaan siap. Arahkan mereka dengan berbagai stimulus. Pusatkan perhatiannya dengan melalui suatu komentar, atau melalui suatu pernyataan pendahuluan.
5) Memeriksa dan mempersiapkan perlengakapan yang akan di
gunakan. Misanlnnya proyektor, laptop dan lainnya.
b. Tahap penyajian
1) Menyajikan dalam waktu yang tepat dan efisien agar tidak menimbulkan kejenuhan bagi siswa
2) Mengatur situasi ruangan, biasanya media audio visual yang disajikan dengan bantuan proyektor ruangannya lebih bagus tidak terlalu terang.
3) Memberikan semangat untuk memulai melihat, mengamati,
mendengarkan, dan berkosentrasi terhadap permasalahan yang akan dihadapi.
4) Mengusahakan mereka memmperhatikan dalam waktu yang
tenang. Memusatkan perhatian mereka terhadap materi yang di tayangkan
5) Menghubungkan apa yang didengar, dilihat pada saat itu dengan kaitannya dengan pembelajaran.
c. Tindak lanjut
Tindak lanjut dilaksanakan sebagai perbaikan jika dalam penyajian masih terdapat beberapa yang perlu diperbaiki, atau di ulang. Menurut Omar Hamalik (Joni Purwono 2014: 135-136), langkah-langkah yang harus ditempuh oleh guru dalam penggunaan media audio visual dalam pembelajaran mencakup tiga aspek yaitu:
1. Tahap persiapan
Langkah ini meliputi persiapan bagi guru dan siswa, guru
menetapkan segala persiapan yang terkait dengan media,
mempersiapkan siswa dalam menerima program yang disajikan sehingga mereka dapat mengetahui apa yang mereka terima, serta pengalaman-pengelaman apa yang mereka terima.
2. Pelaksanaan
Pada tahap langkah pelaksanaan ini guru memandu siswa melihat dan mendengar, mengamati secara seksama yang di tayangkan pada layar LCD, menghubungkan apa yang mereka lihat, dengar dan amati dengan kaitanya dengan materi.
3. Tahap lanjutan, kegiatan lanjutan dilakukan dalam bentuk diskusi. Dari pendapat di atas langkah-langkah penggunaan media audio visual dalam pembelajaran IPS yang harus dilakukan meliputi tiga aspek yaitu tahap Persiapan, penyajian, dan tindak lanjut. Tahap persiapan, memersiapkan segala keperluan terkait dengan media audio visual serta cara penyajiannya. Tahap penyajian, menyajikan materi dengan media audio visual dengan memperhatikan situasi dan kondisi kelas, memberikan semangat dan memusatkan perhatian siswa dalam menyajikan media audio visual, selanjutnya tahap lanjutan, tahap lanjutan sebagai refleksi untuk perbaikan serta menghubungkan apa yang dilihat, didengar, dan diamati siswa dengan materi.