Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang semakin pesat, kebutuhan akan suatu konsep dan mekanisme pembelajaran berbasis TIK menjadi tidak terelakkan lagi. Konsep yang kemudian terkenal dengan sebutan e-learning ini membawa pengaruh terjadinya proses transformasi pendidikan konvensional ke dalam bentuk elektronik, baik dari segi penyajian, isi, maupun sistemnya. Saat ini konsep e-learning sudah banyak diterima oleh masyarakat dunia, terbukti dengan maraknya implementasi e-learning di lembaga industri maupun lembaga pendidikan.
Penggunaan internet untuk keperluan pendidikan yang semakin luas terutama di negara maju merupakan fakta yang menunjukkan bahwa dengan media internet dimungkinkan proses pembelajaran yang lebih efektif. Hal ini terjadi karena dengan sifat dan karakteristik internet yang cukup khas, sehingga bisa digunakan sebagai media pembelajaran seperti media lain yang telah dipergunakan sebelumnya seperti radio, televisi, cdrom interaktif, dan lain-lain. Sebagai media yang diharapkan akan menjadi bagian dari suatu proses pembelajaran di sekolah, internet harus mampu memberikan dukungan bagi terselenggaranya proses komunikasi aktif antara guru dan siswa
Geografi SMA K - 8 125 sebagaimana yang dipersyaratkan dalam suatu kegiatan pembelajaran. Kondisi yang harus mampu didukung oleh internet terutama berkaitan dengan strategi pembelajaran yang dikembangkan kalau dijabarkan secara sederhana bisa diartikan sebagai kegiatan komunikasi yang dilakukan untuk mengajak siswa mengerjakan tugas-tugas dan membantu siswa dalam memperoleh pengetahuan yang dibutuhkan dalam rangka mengerjakan tugas tersebut (Boettcher 1999 dalam Hasbulah 2006).
Media pembelajaran merupakan alat bantu dalam pembelajaran. Keberadaan media, baik yang berupa audio maupun visual, dapat membentuk pemahaman yang konkrit dari sebuah penjelasan yang abstrak. Pemahaman yang konkrit tersebut merupakan modal untuk mencapai hasil belajar yang baik.
Dalam pembelajaran, teknik penggunaan dan pemanfaatan media turut memberikan andil yang besar dalam menarik perhatian mahasiswa, karena pada dasarnya media mempunyai dua fungsi utama, yaitu media sebagai alat bantu dan media sebagai sumber belajar bagi mahasiswa (Djamarah, 2002; 137).
Umar Hamalik (1986), Djamarah (2002) dan Sadiman, dkk (1986), mengelompokkan media ini berdasarkan jenisnya ke dalam beberapa jenis : (a) Media auditif, yaitu media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja, seperti tape recorder; (b) Media visual, yaitu media yang hanya mengandalkan indra penglihatan dalam wujud visual; (c) Media audiovisual, yaitu media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, dan media ini dibagi ke dalam dua jenis: (1) audiovisual diam, yang menampilkan suara dan visual diam, seperti film sound slide dan, (2) audiovisual gerak, yaitu media yang dapat menampilkan unsur
Geografi SMA K - 8 126 suara dan gambar yang bergerak, seperti film, video cassete dan VCD.
Pembelajaran yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi atau menggunakan multimedia disebut dengan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif. Penggunaan media pembelajaran ini dimaksudkan untuk membantu dosen dalam penyampaian materi dan juga membantu mahasiswa dalam memahami materi yang diajarkan.
Multimedia interaktif merupakan kombinasi berbagai media dari komputer, video, audio, gambar dan teks. Hofstetter dalam Sarwiko, 2010 mendefinisikan "multimedia interaktif adalah pemanfaatan komputer untuk menggabungkan teks, grafik, audio, gambar gerak ( video dan animasi ) memiliki kesatuan dengan link dan tool yang tepat sehingga memungkinkan pemakai multimedia dapat melakukan navigasi, berinteraksi, berkreasi, dan berkomunikasi”.
Keuntungan dan kelebihan menggunakan multimedia interaktif dalam pembelajaran diantaranya adalah sebagai berikut : (a) sistem pembelajaran lebih inovatif dan interaktif, (b) pengajar akan selalu dituntut untuk kreatif inovatif dalam mencari terobosan pembelajaran, (b) mampu menggabungkan antara teks, gambar, audio, musik, animasi gambar atau video dalam satu kesatuan yang saling mendukung guna tercapainya tujuan pembelajaran, (c) menambah motivasi pembelajar selama proses pembelajaran hingga didapatkan tujuan pembelajaran yang diinginkan, (d) mampu menvisualisasikan materi yang selama ini sulit untuk diterangkan hanya sekedar dengan penjelasan atau alat peraga yang konvensional, (e) melatih pembelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan.
Selain media-media tersebut di atas, kehadiran perangkat komputer telah merupakan suatu hal yang harus dikondisikan dan
Geografi SMA K - 8 127 disosialisasikan untuk menjawab tantangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Komputer mempunyai peranan yang sangat penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang mencakup tutor, tutee dan tools dalam implementasi dan aplikasi bidang ilmu lain maupun dalam pengembangan IPTEK itu sendiri.
Hal ini dipertegas oleh B.J. Habibie bahwa dewasa ini tidak ada satu disiplin ilmu pengetahuan yang tidak menggunakan cara berfikir analitis, matematis, dan numerik (Baisoeti, 1998 dalam Adri 2008). Kenyataan ini menunjukan bahwa peran komputer akan menjadi keharusan yang tidak bisa ditawar, terutama dalam penataan kemampuan berfikir, bernalar dan pengambilan keputusan dalam era persaingan yang sangat kompetitif.
Dengan kemajuan teknologi komunikasi yang baru, model penyampaian melalui banyak jalur berbasis multimedia terus berkembang sebagai suatu alat yang sangat handal. Kemampuan untuk menggabungkan teks, diagram, dan gambar dengan video dan suara sangat menunjang kemampuan mentransmisikan informasi yang bermakna dan pembangunan teknologi yang bersifat maya (virtual), dapat meningkatkan efektivitas pendekatan tersebut, bahkan lebih dari itu. Banyak siswa, bahkan sekalipun mereka belum mengerti betul komputer berharap memperoleh kemudahan dengan materi tersebut.
Dengan berkembangnya teknologi e-media sebagai media pendidikan, maka sarana dan prasarana untuk pemanfaatannya juga berkembang, salah satu sarana tersebut adalah komputer.
Pengajaran berbatuan komputer merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh para ahli sejak beberapa dekade yang lalu, karena dengan batuan komputer ini proses pengajaran berjalan lebih interaktif dan membantu terwujudnya pembelajaran yang mandiri.
Dengan perkembangan teknologi komputer ini, maka metoda
Geografi SMA K - 8 128 pendidikan juga berkembang, sehingga proses pengajaran berbantuan komputer ini maju terus menuju kesempurnaannya, namun secara garis besarnya, dapat dikatergorikan menjadi dua, yaitu computer-based training (CBT) dan Web-based training (WBT).
1. Computer-based Training (CBT)
CBT merupakan proses pendidikan berbasiskan komputer, dengan memanfaatkan media CD-ROM dan disk-based sebagai media pendidikan (Horton, dalam Adri, 2008). Dengan memanfaatkan media ini, sebuah CD ROM bisa terdiri dari video klip, animasi, grafik, suara, multimedia dan program aplikasi yang akan digunakan oleh peserta didik dalam pendidikannya.
Dengan CBT, proses pendidikan melalui classroom tetap dapat terlaksana, sehingga interaksi dalam proses pendidikan dapat terus berlangsung, yang dibantu oleh kemandirian peserta didik dalam memanfaatkan CBT.
2. Web-based training (WBT)
Web-based training (WBT) sering juga diidentikkan dengan e-learning, dalam metoda ini selain menggunakan komputer sebagai sarana pendidikan, juga memanfaatkan jaringan internet, sehingga seorang yang akan belajar bisa mengakses materi pelajarannya dimanapun dan kapanpun, selagi terhubung dengan jaringan Internet (Rossett, 2002).
5) Pemanfaatan Internet Untuk mencari informasi dengan Searc