Media bagan merupakan salah satu dari media pembelajaran. Sub bab ini membahas tentang media bagan namun sebelumnya akan di bahas tentang media pembelajaran terlebih dahulu.

2.1.4.1.Media Pembelajaran

Media pembelajaran adalah alat yang membantu proses belajar mengajar dan berfungsi untuk memperjelas makna pesan yang disampaikan, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih baik dan sempurna (Kustandi, 2011: 9). Ada 4 kegunaan media pembelajaran yang dijelaskan oleh Sadiman (2009: 17- 18). Kegunaan yang pertama, media mampu memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka). Kedua, media dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera, seperti objek yang terlalu besar bisa digantikan dengan realita gambar, film bingkai, film, atau model; objek yang kecil dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai, film, atau gambar; gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat, dapat dibantu dengan

bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, film bingkai, foto maupun secara verbal; objek yang terlalu kompleks (misalnya mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram, dan lain-lain; dan konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim, dan lain-lain) dapat divisualisasikan dalam bentuk film, film bingkai, gambar, dan lain-lain.

Ketiga, penggunaan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini media pendidikan berguna untuk menimbulkan kegairahan belajar; memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan; memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan minatnya.

Keempat, setiap siswa memiliki sifat yang unik, ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda tetapi kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa. Oleh karena itu guru banyak mengalami kesulitan bilamana semuanya itu harus diatasi sendiri. Hal ini akan lebih sulit bila latar belakang lingkungan guru dan siswa juga berbeda. Masalah tersebut juga dapat diatasi dengan media pendidikan karena media pendidikan dapat memberikan perangsang yang sama; menyamakan pengalaman; dan menimbulkan persepsi yang sama.

Secara singkat Sudjana dan Riva’I (Kustandi, 2011: 25) juga

mengemukakan empat manfaat media pembelajaran dalam proses belajar siswa. Pertama, media pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa, sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar. Kedua, bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa dan memungkinkan

menguasai dan mencapai tujuan pembelajaran. Ketiga, media membuat metode mengajar akan lebih bervariasi, jadi tidak hanya komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga. Keempat, media membuat siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, memerankan, dan lain- lain.

2.1.4.2.Media Bagan

Anitah (2010: 14) mengungkapkan media bagan adalah gambaran dari sesuatu yang dilukiskan dengan garis, gambar, dan kata-kata. Kustandi (2011: 48) juga menyatakan bahwa bagan merupakan media yang berisi tentang gambar- gambar, keterangan-keterangan, daftar-daftar, dan sebagainya.

Fungsi dari media bagan adalah menyajikan ide-ide atau konsep-konsep yang sulit bila hanya disampaikan secara tertulis atau lisan. Bagan juga mampu memberikan ringkasan butir-butir penting dari suatu presentasi (Kustandi, 2011: 48). Kustandi juga menyebutkan bahwa bagan digunakan untuk memperagakan pokok-pokok isi bagian secara jelas dan sederhana, antara lain perkembangan, perbandingan, dan struktur organisasi.

Anitah (2010: 14-20) menjelaskan ada 11 macam bagan sebagai media pembelajaran. Pertama, bagan organisasi yaitu bagan yang menjelaskan hubungan fungsional antara bagian-bagian dalam suatu organisasi. Kedua, bagan bergambar, yaitu bagan yang disampaikan dalam bentuk lukisan atau gambar. Ketiga, bagan perbandingan dan perbedaan, yaitu bagan yang menunjukan perbandingan dan

perbedaan sesuatu yang ditunjukan dengan lukisan dan kata-kata. Keempat, bagan pandangan tembus mata, yaitu bagan yang menerangkan keadaan di dalam suatu benda. Kelima, bagan keadaan, yaitu bagan yang menerangkan keadaan suatu benda dengan bermacam-macam ukuran. Keenam, bagan terurai, yaitu bagan yang memberikan gambaran seandainya sesuatu diurai tetapi tetap dalam posisi dan urutan semula. Ketujuh, bagan petunjuk, yaitu bagan yang memberikan petunjuk pembuatan sesuatu. Kedelapan, bagan waktu, yaitu bagan yang melukiskan keadaan waktu tertentu terjadi suatu proses. Kesembilan, bagan pertumbuhan, yaitu bagan yang menerangkan hubungan antara fakta-fakta. Kesepuluh, bagan skematik, yaitu bagan yang menerangkan jalannya sesuatu atau menerangkan bagian-bagian yang penting. Kesebelas, bagan lembaran balik, yaitu susunan gambar-gambar yang digantung pada suatu tiang gantungan kecil.

Sedangkan Sadiman (2009: 36) membagi bagan menjadi dua garis besar, yaitu bagan yang menyajikan pesan secara bertahap dan bagan yang menyajikan pesannya sekaligus. Bagan yang menyajikan pesan secara bertahap antara lain bagan tertutup (hiden chart) dan bagan balikan (flip chart). Bagan tertutup menyajikan pesan yang akan dikomunikasikan mula-mula dituangkan ke dalam suatu bagan, misalnya bagan digolongkan menjadi poin-poin penting, setiap poin kemudian ditutup dengan potongan kertas yang mudah untuk dilepas. Pada saat penyajian satu per satu tutup itu dibuka. Berbeda dengan bagan tertutup, bagan balikan menyajikan setiap informasi. Bagan balikan dapat dipakai apabila urutan informasi yang akan disajikan tersebut sulit ditunjukan dalam selembar chart.

Bagian-bagian dari pesan tersebut ditulis atau dituangkan dalam lembaran tersendiri, kemudian lembaran-lembaran tersebut dibundel menjadi satu.

Bagan yang menyajikan pesan sekaligus ada beberapa macam, yaitu bagan pohon (tree chart), bagan arus (flow chart), bagan garis waktu (time line chart),

stream chart. Bagan pohon dipakai untuk menunjukan sifat, komposisi atau

hubungan antar kelas atau keturunan. Bagan arus menggambarkan arus suatu proses atau dapat pula menelusuri tanggung jawab atau hubungan kerja antar berbagai bagian atau seksi suatu organisasi. Bagan garis waktu menggambarkan hubungan antara peristiwa dan waktu. Stream chart menyajikan pesan dari berbagai macam hal yang pada ujung akhirnya menyimpul atau menuju ke suatu hal yang sama (Sadiman, 2009: 37).

Media bagan yang akan digunakan pada penelitian ini adalah bagan garis waktu, bagan terbalik, dan bagan skematik atau bagan arus. Bagan-bagan tersebut dipilih karena ketiganya sesuai materi IPS yang diajarkan. Materi IPS banyak berhubungan dengan dengan tokoh-tokoh, kejadian, dan peristiwa berdasarkan waktu kejadian.

Dalam dokumen Peningkatan perhatian dan prestasi belajar siswa kelas VB SD Negeri Denggung pada mata pelajaran IPS menggunakan media bagan. (Halaman 37-41)