SMP NEGERI 1 JATIROTO
MEDIA “SINTA SIOKE”
Media pembelajaran berperan positif dalam pembelajaran. “Secara umum tujuan media pembelajaran sebagai alat bantu pembelajaran adalah mempermudah siswa memahami suatu materi dalam pembelajaran yang dilakukan dikelas, meningkatkan efisiensi, relevansi dan membantu konsentrasi dalam pembelajaran” (Hujair AH Sanaky, 2013:5).
Media “SINTA SIOKE” merupakan singkatan dari Stopmap Interaktif dan Bantal Sistem Organisasi Kehidupan, media stopmap interaktif terbuat dari stopmap yang berisi kertas folio bergambar sel hewan dan tumbuhan dihias dengan kertas lipat yang berisi keterangan dari bagian sel dibuat seperti jendela atau lipatan-lipatan sesuai kreatifitas masing-masing. Sedangkan bantal terbuat dari kain flanel atau kain perca. Bantal dibuat bentuk lingkaran untuk sel hewan dan segiempat untuk sel tumbuhan, bagian-bagian organel sel dari kain yang berwarna berbeda atau bahan lain seperti kancing atau mote.
Cara pembuatan stopmap interaktif adalah sebagai berikut: 1. Menyiapkan alat dan bahan.
2. Menggambar sel hewan dan sel tumbuhan di kertas folio. 3. Memberi keterangan dengan anak panah organel-organel sel.
4. Menulis keterangan tentang bentuk organel dan fungsi organel pada kertas lipat atau kertas berwarna kemudian ditempel di bagian yang ditunjuk.
5. Menempelkan kertas folio di stopmap.
Cara membuat bantal sistem organisasi kehidupan. 1. Menyiapkan alat dan bahan
2. Membuat pola bantal, sel hewan berbentuk lingkaran sel tumbuhan berbentuk persegi. 3. Membuat pola bentuk organel sel.
4. Memotong kain flanel atau kain perca sesuai pola.
5. Menempelkan pola organel dari kain, kancing baju dan mote dengan lem atau dijahit. 6. Mengisi kain yang sudah dijahit dengan dakron, kapas atau kain perca hingga padat
membentuk bantal.
7. Memberi keterangan bagian sel dan fungsinya.
Gambar 1. Media “SINTA SIOKE” ( Stopmap Interaktif dan Bantal Sistem Organisasi Kehidupan)
105
Aktivitas Belajar
Proses pembelajaran akan berjalan dengan baik jika ada timbal balik antara siswa dengan guru dalam menyerap pelajaran. Pengajaran efektif merupakan pengajaran yang memberikan peluang belajar atau melaksanakan aktivitas secara mandiri (Hambalik:2015). Aktivitas yang dilakukan merupakan kegiatan atau usaha yang dilakukan. Adapun jenis aktivitas belajar menurut Sani, R.A. (2015:64-67) adalah:
1. Aktivitas membangun pengetahuan konsep meliputi membaca teks, menghadiri presentasi atau demonstrasi, membuat catatan, mengamati benda atau citra, berdiskusi, berpartisipasi dalamsimulasi, mengeksplorasi topik, mempelajari istilah, mengobservasi fenomena, membedakan pengamatan dengan inferensi, mengembangkan prediksi, hipotesis dan variabel, memilih prosedur, menata prosedur, mengorganisasi data, menganalisis data, membandingkan temuan dengan prediksi atau hipotesis dan membuat hubungan antara temuan dan konsep.
2. Aktivitas membangun pengetahuan prosedural meliputi belajar dan latihan prosedur keselamatan, mempelajari pengukuran, latihan menggunakan alat, mempersiapkan dan membersihkan peralatan,melakukanprosedur percobaan, melakukan pengamatan, mencatat data, memanipulasi variabel untuk memperoleh data, mengumpulkan data, mengumpulkan sampel. Menghitung data.
3. Aktivitas membangun pengetahuan ekspresi meliputi merespon pertanyaan, menulis laporan, mengkreasi gambar, presentasi atau demonstrasi, debat, mengembangkan model, membuat sketsa atau gambar percobaan, mengembangkan peta konsep, menjalankan permainan pendidikan, mengembangkan permainan dan mengkreasi produk.
Kesimpulan dari penjelasan diatas adalah aktivitas belajar melibatkan kegiatan fisik dan psikis, dengan aktivitas yang benar dan baik maka siswa dapat menunjukkan perubahan tingkah laku yang baik pula, siswa dapat berfikir logis dan rasional.
Hasil Belajar
Sudjana, N (2009:3) mengemukakan hasil belajar adalah” perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian yang luas mencakup bidang kognitif, afektif dan psikomotor”. Kosasih (2016:7) menyatakan dalam kurikulum 2013 ranah perubahan tingkah laku yang diperoleh sebagai hasil belajar yakni ranah sikap, pengetahuan dan ketrampilan. Ranah sikap berkaitan dengan penyikapan, rasa, minat dan moralitas. Ranah pengetahuan berkaitan dengan pemahaman terhadap materi. Ranah ketrampilan berkaitan dengan kemampuan mencipta dan berkreasi.
Berdasarkan pernyataan-pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku dari sebelum belajar dan sesudah belajar, terjadi peningkatan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Alasan pemilihan Media “SINTA SIOKE”
Berbagai tantangan pembelajaran abad ke-21 diharapkan siswa memiliki sejumlah keterampilan. Keterampilan yang harus dimiliki adalah kreatif, berpikir kritis, komunikasi dan kolaborasi. Upaya yang dilakukan guru adalah dengan memberikan metode atau media pembelajaran yang bervariasi sehingga siswa memiliki pengalaman dalam belajar dan aktivitas belajar siswa meningkat. Jika aktivitas siswa meningkat maka hasil belajar siswa akan semakin meningkat pula. Media “SINTA SIOKE” singkatan dari Stopmap Interaktif dan Bantal Sistem Organisasi Kehidupan. Media ini sangat mudah dibuat dan dapat
106
merangsang keaktivan siswa untuk berkreasi, mencari informasi dan saling berkomunikasi antar siswa atau dengan guru sehingga siwa dapat berfikir kritis.
Kegiatan pembelajaran IPA dikelas VII tahun pelajaran 2016/2017 Sistem Organisasi Kehidupan sebelum menggunakan media “SINTA SIOKE” kurang menunjukkan hasil yang optimal hal ini ditunjukkan dari hasil belajar siswa yang belum tuntas sebanyak 50% dan nilai rata-rata 62,33 masih dibawah nilai KKM yaitu 63. Rata-rata aktivitas belajar siswa 62%.
Penggunaan media “SINTA SIOKE” diawali dari tahap perencanaan yaitu merencanakan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) selanjutnya membuat desain Stopmap Interaktif dan Bantal Sistem Organisasi Kehidupan, membuat lembar observasi pembelajaran menggunakan media “SINTA SIOKE” dan membuat instrument penilaian aktivitas dan hasil belajar siswa.
Gambar 2. Penggunaan Media “SINTA SIOKE” dalam pembelajaran.
Tahap pelaksanaan guru melakukan apersepsi dengan menanyakan kesehatan dan kehadiran siswa, siswa dibagi menjadi 5 kelompok, guru menyampaikan informasi tentang sistem organisasi kehidupan , siswa melakukan pengamatan sel dengan bantuan media “SINTA SIOKE” dan lembar kerja siswa yang dibagikan guru, siswa mencari informasi dan saling berkomunikasi dalam kelompok dengan membuat stopmap interaktif dan bantal sistem organisasi kehidupan. Siswa mempresentasikan hasil pengamatan. Pada akhir kegiatan siswa dibimbing guru untuk membuat kesimpulan dan diadakan evaluasi. Setelah diadakan evaluasi didapatkan nilai hasil belajar siswa yaitu
Tabel 2. Hasil belajar menggunakan media”SINTA SIOKE”
No Rentang Nilai Jumlah Prosentase Keterangan
1 35-40 2 41-50 2 7 % Belum Tuntas 3 51-60 7 23 % Belum Tuntas 4 61-70 10 33 % Tuntas 5 71-80 5 17 % Tuntas 6 81-90 4 13 % Tuntas 7 91-100 2 7 % Tuntas Jumlah 30 100 % KKM = 63 Nilai rata-rata = 70 Nilai tertinggi = 90 Nilai terendah = 50
Siswa tuntas belajar = 70 % Siswa belum tuntas belajar = 30 %
107
Dari hasil tersebut terjadi peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan media”SINTA SIOKE”. Aktivitas belajar siswa juga semakin meningkat hal ini dapat dilihat dari tabel berikut
Tabel 3. Perbandingan aktivitas siswa
No Aspek Sebelum menggunakan media “SINTA SIOKE” Setelah menggunakan media “SINTA SIOKE” 1. Memperhatikan informasi yang disampaikan 62% 81% 2. Aktif mengajukan pendapat, menggali
informasi dan menjawab pertanyaan
57% 75%
3. Aktif menggunakan media pembelajaran
70% 82%
4. Aktif dalam diskusi dan presentasi
59% 69%
5. Menyelesaikan tugas yang diberikan guru
60% 65%
Media pembelajaran sangat membantu siswa untuk mendapatkan keterampilan-keterampilan yang harus dimiliki di abad-21 yaitu kreatif, berpikir kritis, komunikatif dan dapat berkolaborasi. Penelitian yang relevan penggunaan media pembelajaran untuk meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar adalah :
1. Penerapan Media E. Learning Berbasis Schoology untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Materi Usaha dan Energi di kelasXI SMA Negeri 10 Kota Jambi
2. Peningkatan Aktivitas dan hasil belajar IPA dengan alat peraga model ekskavator siswa kelas VIII G SMP N 1 Manyaran
Media”SINTA SIOKE” memiliki keunggulan yaitu siswa lebih kreatif menuangkan ide gagasan membuat stopmap interaktif dan bantal sistem organisasi kehidupan lebih cantik dengan warna-warni kain dan hiasan juga lebih awet dan bisa dibawa kemana-mana dari pada media sel yang dibuat dari plastisin yang tidak tahan lama dan cepat rusak.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil pembahasan tentang penggunaan media “SINTA SIOKE” dapat diambil kesimpilan sebagai berikut:
1. Adanya upaya guru untuk meningkatkan mutu pembelajaran dengan menggunakan media “SINTA SIOKE”.
2. Penggunaan media “SINTA SIOKE” dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, dibuktikan dari hasil aktivitas sebelum menggunakan media “SINTA SIOKE” 62%, setelah menggunakan media”SINTA SIOKE” 74%
3. Penggunaan media “ SINTA SIOKE” dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dibuktikan dari sebelum menggunakan media “SINTA SIOKE” ketuntasan siswa 50% setelah menggunakan media”SINTA SIOKE” 70%
108 DAFTAR PUSTAKA
Abidin, Y.(2015). Pembelajaran Multiliterasi.Bandung:Revika Aditama
Hujair AH Sanaky.(2013). Media Pembelajaran Interaktif Inovatif. Yogyakarta : Kaukaba Dipantara
Hambalik, O.(2015). Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara Sani, R.A.(2015). Inovasi Pembelajaran. Jakarta : Bumi Aksara
109